GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
459. Kembalikan anakku


__ADS_3

" Sayang kamu kenapa menangis??"


" Huhuhuhu Suamiku, apa aku ini jahat, karena tidak rela mengembalikan Dhiren pada kakak ipar...lihat Dhiren sudah seperti anakku sendiri seperti halnya Nora..."


sambil menepuk punggung Dhiren dengan lembut.


Fahad yang sedang menggendong Nora juga sebenarnya ikut merasakan hal yang sama dengan istrinya.


" Hem...aku tahu rasanya, aku tahu sayang...aku juga tidak rela, apalagi mengingat kakak hampir membunuh Dhiren..."


" Itu aku sangat khawatir...aku merasa tidak aman jika Dhiren kembali pada kakak ipar !"


" tapi bagaimana pun Kakak adalah ibu kandungnya sayang..."


" huaaaaaaaaa.... Suamiku aku tidak rela, aku tidak mau aku tidak ingin dipisahkan dari Dhiren, aku sudah sangat menyayanginya!"


" Aku tahu sayang , lagian kakak kan juga belum mengatakan apa-apa, jangan berpikir aneh-aneh dulu..."


" huhuhu, tidak bisa saat ini aku sangat takut putra kita di ambil..."


" Sayang, semua hal yang kita miliki ini semua hanya titipan Tuhan, bagaimana bisa kita begitu angkuh?"


" tapi tapi....hiks hiks..." Anna mengeratkan pelukannya. pada Dhiren.


" Sudah tidurkan anak-anak dulu, dan tenangkan dirimu..."


" tapi??..."


" Sayang, aku akan bicara pada kakak dulu...kau tenang saja..."


" baik..." Fahad segera keluar menemui Cindy dan juga Fanan.


" Had ...maafkan kedatangan kami yang mendadak..."


ujar Fannan.


" tidak apa-apa ini rumah kakak juga, kenapa harus minta maaf??, kakak apa kau sungguh sudah baik??"


" Ya...Fahad, apa Anna marah karna aku ingin mengambil Dhiren??" ujar Cindy bertanya.


" Dia tidak bisa marah pada kakak, karena kakak itu ibu kandungnya..."


" Kami akan membawa Dhiren Had..."


tegas Cindy.


" sekarang kak??"


" Iya...kakak tidak mau tinggal di sini, karena di sini terlalu banyak kenangan..."

__ADS_1


" kak...kakak tidak bisa membawa Dhiren begitu saja, kak...dia saat ini hanya tahu aku dan Anna adalah orang tua kandungnya..."


" tapi dia putraku...!"


" Sayang, kenapa kau mengambil keputusan mendadak, tidak bisa langsung ambil Cindy!" Fannan juga tidak habis pikir dengan keputusan Cindy.


" mas..."


" Cindy, tadi kamu bilang hanya ingin melihatnya saja, ..."


" tapi dia putraku mas...dia putraku, kenapa aku tidak bisa mengambilnya??"


" kau membuat Dhiren ketakutan...kita harus memikirkan psikis Dhiren... benar kau ibunya tapi selama ini bukan Cindy yang merawatnya sampai sebesar ini..."


" huaaaaaaa.....aku mau bawa Dhiren mas bawa...aku mau bawa bersamaku, aku juga terpisah lama dengan anakku..."


Rasanya hati Fahad memanas, rasa hati ingin sekali marah pada kakak tertuanya itu, namun mengingat kesehatannya yang baru pulih Fahad mengurungkan.


" Kak, selama ini kami slalu memikirkan perasaan kakak...apa kakak tidak bisa melakukan hal yang sama pada kami??, kami sudah merawatnya sampai sebesar ini jika kakak mau main ambil saja, lalu apa kami ini tidak memiliki hati dan perasaan, meskipun dia anak dari Martin yang aku sangat membencinya, tapi aku berusaha mencintainya sepenuh hati, aku memerangi bantiku untuk bisa menerima Dhiren dalam hatiku...dan aku bisa mencintainya melebihi diriku sendiri, begitu juga dengan istriku, dia mengalahkan Nora demi bisa menyusui Dhiren dan menjaga asupan gizinya agar tidak kurang, sampai dia tumbuh dengan baik sekarang!!"


"Dengarkan itu Cindy, selain Dhiren, apa kau tak melihat Nora yang begitu lengket pada abangnya???"


" aku tidak mau tahu mas...aku ingin membawa Dhiren pulang..."


Fannan, sudah tidak tahu lagi untuk membujuk Cindy bagaimana, Fannan melihat mata Fahad yang penuh kekecewaan pada sang kakak.


" Had, aku serahkan semua keputusan padamu, jika kau bilang tidak kami tidak akan memakannya!!" ujar Fannan.


" Loeh Yus kenapa??"


" Tidak apa-apa bang..."


Julius terlihat marah, dia juga mendengar semua perdebatan dari kamar Aina dan merasa kesal dengan Cindy.


" Cindy kau itu tidak punya otak lama-lama...kau tidak punya hati...kau bahkan berkali-kali hampir membunuh anakmu sendiri, jika bukan karena Fahad yang berjuang menerima Dhiren dan merawatnya dengan Anna...apa kau pikir kau sekarang masih bisa melihat Dhiren???!!!"


" Sayang jangan terlalu kasar pada kakak..."


Aina menenangkan Julius.


" Biar, dia ini gila...!!" tegas Julius kesal.


" Yus kau tidak boleh mengatai Cindy seperti itu, Fannan tidak terima, tapi mencoba tenang.


" Kakak Cindy, Aina kecewa dengan kakak, kakak sangat egois ..." Sambung Aina.


" apa ??, aku hanya ingin membawa putraku sendiri tapi kalian mengatakan hal begitu menakutkan padaku, kalian sungguh tidak berperasaan...!"


"Kak...beri kami waktu, beri Dhiren waktu juga..."

__ADS_1


" Tidakkkkkkkkk!!!, jika kau tidak mau menyerahkan Dhiren aku akan lapor polisi!!!"


teriak Cindy marah


semuanya sangat kecewa dengan Cindy, tapi mereka tidak bisa melakukan apapun.


" Abang, bagaimana kau merawatnya kenapa kakak seperti ini??"


" maafkan aku Had, aku yang salah karena terlalu memanjakannya dan tidak pernah bisa bilang tidak padanya!"


" Abang Julius kecewa pada abang...!" Sahut Julius.


" Silahkan kalian boleh pukul aku sepuasnya, tapi bukankah ini yang kalian inginkan??, sekarang Cindy sudah membaik...apa kalia. ingin dia depresi lagi??"


" Ayo mas bawa pulang Dhiren, Ayo mas bawa pulang Dhiren..."


Cindy menggoyak- nggoyak tubuh Fannan.


" Fad, apakah bisa kau bawa Dhiren kemari, bukankah kalian masih bisa mengunjungi kami untuk melihat Dhiren??,"


Fahad dengan langkah kesal segera mengambil Dhiren yang sudah tertidur pulas ,mata Fahad sudah berkaca-kaca, rasanya hatinya sangat hancur, kedua orang itu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi Fahad dan juga Anna.


" Suamiku...ada apa??"


air mata Fahad mengalir, karena Fahad tahu, istrinya akan sangat sedih.


" Maafkan aku Anna, kita harus mengembalikan Dhiren pada ibu kandungnya!"


" Tidak jangan ... jangan suamiku, aku belum siap..."


"maafkan aku Anna..." Fahad mengusap air matanya dan mengambil Dhiren yang tertidur pulas.


Anna benar - benar bersedih akan hal itu, tapi Anna tidak bisa berbuat apa-apa Anna menangis sesenggukan hatinya benar - benar terguncang sanga hebat, setengah dunianya terasa hilang seketika.


Fahad menyerahkan Dhiren yang tertidur pulas pada Cindy,...


" Tolong jaga dengan baik...dia tidak pernah kekurangan apapun di sini!!!"


Cindy dan Fannan segera membawa pergi Dhiren dari kediaman Pratama penuh dengan kemenangan.


Aina melihat adiknya sangat sedih segera mendekat dan memeluk adiknya.


" Kakak...kenapa seperti ini??"


" tidak apa-apa Fahad...kau harus kuat, Anna membutuhkanmu saat ini..." Fahad segera berlari ke kamar dan memeluk istrinya.


" Suamiku ...aku tidak bisa tanpa Dhiren , dia juga anak kita hiks hiks hiks..."


" sayang ...tenangkan hatimu...kita mulai fokus pada Nora saja ya??"

__ADS_1


" Tidak bisa, Nora dan Dhiren slalu bersama!!!, bagaimana jika Dhiren bangun, lalu tidak mendapatkan kita di sampingnya??, huk huk huk...Sayang dia akan menangis tidak akan berhenti.."


Benar juga yang dikatakan istrinya, Dhiren batu ditinggal mandi saja sudah menangis histeris, dia hanya ingin slalu melihat Anna ,jika tidak melihat Anna Dhiren akan mencari Anna sambil menangis, Dhiren hanya akan menangis saat tidak melihat Anna.


__ADS_2