
Di rumah sakit,
" Sayang, kau sedang apa?"
" suamiku, kau sudah kembali?, lihat aku membuat syal untuk putriku!, aku sangat ingin bertemu dengannya!"
ujar Sasha menunjuk hasil karyanya pada Chiko.
sementara Sasha tidak menyadari Sansan yang bersembunyi dibelakang Chiko.
" Kau sangat merindukan putri kita?"
" Ya, tapi aku akan menahan rinduku padanya, aku akan menurut, untuk segera pulih dan pulang bertemu putri kita!" Sasha sangat bahagia mengucapkan perkataannya.
Kasihan sekali tante ini, dia pasti sangat menyayangi putrinya,dia akan kehilangan semangat jika tahu putrinya hilang dan belum ditemukan.
dalam hati Sansan Palsu.
" Bunda...!" Sansan muncul dari belakang Chiko
Sasha terkejut, karena tiba-tiba ada yang muncul dari belakang Chiko.
" Kau siapa?, kau memanggilku bunda??"
" Bunda, apa kau tidak ingat dengan putrimu??"
" Putriku???, sayang ini putri kita???"
" Hmm!" Chiko m ngangguk.
" Oh, putri ku??, kemarilah nak!" Sansan segera berlari memeluk Sasha.
" Hiks hiks hisk... Bunda aku sangat rindu pada bunda!"
" Iya sayang, bunda juga...maafkan bunda yang tidak mengingatmu!"
" Tidak apa bunda , Sansan sangat senang bunda sudah membaik, hiks hiks maaf bunda Sansan tidak bisa selalu ada untuk bunda!"
" Tidak apa - apa sayang, kau harus tetap belajar dengan baik, menjalani hidupmu sesuai dengan apa yang kau inginkan!"
" Bunda, kau sangat cantik!"
" Ah, benarkah tapi ayahmu sepertinya tidak pernah bilang bunda cantik!"
" Ayah, apa yang di katakan bunda benar?"
" Oh, bundamu salah paham, meski ayah tidak pernah memujunya secara terang-terangan di depan bundamu, di dalam hati dan di mata Ayah, hanya bunda mu yang paling sempurna!"
Sasha senyum - senyum tidak jelas.
" Ayah, sini...kita berpelukan bertiga!"
Chiko segera memeluk Sasha dan Sansan.
" Tunggu, Ayah minta orangmu mengambil gbar kita, karena kita sudah banyak melewatkan banyak hal, kita sekarang sudah bersama lagi!"
Mereka mengabadikan moment indah bertiga.
" hmmm akan ku jadika Wallpaper di hapeku!"
ujar Sansan.
" Handphone bunda mana?"
" Bunda tidak boleh memakai handphone dulu, tidak baik untuk kesehatan!" tegas Chiko.
" Ahz benar juga!, bunda ayo cepat pulang bunda!"
" Iya, iya bunda akan berusaha keras lagi, untuk bisa bersama kalian lagi!"
" Baguslah, kau harus tidur sayang!" ujar Chiko
__ADS_1
" Apa Sansan boleh, menginap?"
" Hemm, boleh!"
" Sansan kita akan tidur bertiga sekarang!"
Sasha sangat bahagia.
" Iya Bunda....!"
" Ayo nak sini tidur dipeluk bunda!"
Sasha menidurkan Sansan dan memeluknya.
" Ayah sini!"
" Tidak, ayah tidur di belakang bunda!, hehehe"
" Oh, baiklah!"
" Iya, Sansan...Ayah itu meskipun ayahmu, tapi dia tetap milik bunda!!"
Chiko tersenyum karena teringat saat Sansan dan Bundanya yang slalu berebut perhatian dari Bram , keduanya tidak ada yang pernah mengalah, Dan Bram akhirnya memeluk mbok Yem dari pada pusing.
" Suamiku ayo sini!"
Chiko pun segera merembahkan tubuhnya dan memeluk Sasha dari belakang tangannya merangkap, Sasha dan Sansan.
" Bunda, ayah bisa memeluk kita berdua!"
" Memang bisa, tapi tetap bundalah yang menang banyak!"
" Hihihi Bunda, bagaimana bisa bunda cemburu dengan putrinya sendiri?"
" Ya, karena bunda yang menemukan ayahmu duluan, jadi tidak adil jika dia lebih menyayangimu!"
" Kau tidak berubah!" Chiko mengeratkan pelukanya dan memejamkan mata betapa dia meraskan ketenangan saat menghirup aroma tubuh Sasha sehingga terlelap.
Mereka pun bertiga menjalin keakraban keluarga kecil.
...----------------...
" Kak Yohana, aku akan lanjut masuk pendidikan kepolisian, aku tidak bisa mengantar jemput mu lagi!"
" oh, bagus itu!, kalau begitu semangat ya!"
" Ya, ...aku akan kembali menemuimu saat sudah lulus!"
" Benarkah?, okeylah...semoga kau lolos dengan baik!"
" Hmm, boleh aku minta peluk?, karena kita pasti akan sangat lama tidak bertemu!"
" Boleh!, sini!" Yohana memeluk Julius .
Betapa hati Julius sangat bahagia berada dalam pelukan Yohana.
" Oke sudah!, jadi apa hari ini kau terakhir menjemput ku?"
" Ya, benar!"
" Baiklah, aku TF gajimu bulan ini, dan terimakasih untuk selama ini!"
" Tidak usah, simpan saja, Bye kak Yohana jangan rindu!" Julius melambaikan tangan dan segera pergi.
" Oh, gimana sih?, anak itu! ya sudahlah yang terpenting dia sudah mulai mau menata hidupnya!" Yohana memasukan ponselnya kembali ke dalam tas.
Hari itu juga Julius berangkat, ...
Jadi sekarang hanya tinggal Cindy, Aina, Julia, Sansan dan Martin yang masih tinggal di Kediaman Pratama.
...----------------...
__ADS_1
Mari kita ke Sansan yang tinggal di negara B untuk menjalankan misi pertama nya.
" Dai, apa papa sudah dapat gurunya?"
" Belum!, kita bisa pelajari dari google dulu Tasya, mencari guru tidaklah mudah!"
" Ah, iya benar..kalau begitu Dai baca yang keras, ya agar Tasya juga ikut belajar!"
" Kau tidak mau membaca sendiri?"
" Aku lebih cepat menyerapnya dengan mendengarkan!"
" Baiklah!"
" Coba Dai , sebenarnya apa yang terjadi kenapa ratu di sini meninggal, apakah karena sakit?"
" Ya, katanya sakit berat!, namun Dokter di sini tidak berhasil mendiagnosa penyakit apa yang ada pada tubuh ratu!"
" Ini kalau di negara kita sudah pasti dikira disantet ya!"
" Hahahah, iya namun di Negara ini mempercayai ilmu hitam atau sihir itu adalah kejahatan!, akan di hukum gantung!"
" Wah, mantap juga kukira yang dikatakan om Kenzo hanya candaan sungguhan sekali!"
" Hmmm...kau rindu padanya?"
" Rindu tapi dia tidak!, ya sudah lanjut saja lalu bagaimana nasib orang - orang di sini setelah di beri aturan tidak boleh menikah!, aku heran dengan rajanya seperti apa wujudnya?"
" Husssst...jaga bicaramu kita tidak berbicara sembarangan tentang keluarga kerajaan!"
" Lihat ini foto sang Raja yang sekarang memimpin, dia bernama Alfred Hugo dan ini mendiang Ratu, bernama Eliza!"
" Uwooooh, ini raja atau pangeran Dai? dia tampan sekali, mendiang ratu juga sangat cantik seperti berbie...wah jika bisa memiliki anak bersama raja aduh pasti mata anakku biru!"
" Oh Tuan Kenzo!"
" Aku bercanda, deng....!" sambil celingukan.
" Hahahz sama aku juga bercanda !"
" Sialan kau Dai, menyebalkan!"
" Iya makanya jangan bicara sembarangan!"
" Iya ,iya tidak lagi...!"
" lagi juga tidak apa - apa heheh!"
" Kau tidak asyik!, eh...Dai... bisakah kita masuk ke dalam kerajaan?"
" Kau gila ya, mana bisa!"
" Lah?, itu di sayangkan aku sangat ingin melihat kerajaan!"
" Kau kira ini di kediaman tuan Ken?"
"mana mungkin?"
" Makanya, jangan berpikir yang aneh-aneh lah!"
" Tidak Dai, aku hanya berharap bisa melihat sebentar saja sudah cukup!"
" Tidak bisa, di dalam kerajaan itu justru berbahaya!"
" Mana ada!, pasti aman!"
" Jangan ngeyel dong Tasya, ....tugasku menjaga keamananmu, jangan membuatku sulit!"
" Jika ingin santai, ya jangan ambil misi Dai , Kau kira Misi yang kita ambil ini tidak berbahaya?"
" Benar juga sih!"
__ADS_1
"Kita pelajari semua hukum dan budaya di sini dulu Tasya, setelah itu baru kita buat rencana untuk bertindak!"
" Oke, Dai...!" mereka berdua sepakat untuk mempelajari semua tentang negara' B.