
"aku tidak tahu apa yang terjadi , kami sedang menyelidikinya, tapi nyawa Tiara dan kedua adiknya terancam!"
" Bawa Tiara dan adik-adiknya ke sini Sansan!" ujar Sasha.
" mereka dalam perjalan kemari bunda, Tasya minta tolong pada bunda, biarkan mereka berada di sini untuk sementara, nanti aku akan minta paman Gery mengaturkan penjagaan untuk mereka!"
"Iya begitu juga baik..."
" apa kita ini tidak bisa tenang sebentar saja??" ujar Vevey merasa sangat kesal.
" Vey, ...semua di luar kendali kita..." ujar Savina.
"Kak Na, masalah keluarga kita tidak ada habisnya ..."
"semuanya tenang, aku dan juga om Kenzo, tidak akan tinggal diam, aku akan mengambil posisi ayahku untuk melindungi keluarga ini...tidak ada yang bisa menyakiti keluarga ku!" ujar Tasya sungguh - sungguh.
Saat seperti itu Tasya benar -benar memiliki aura Bram, saat dia benar - benar serius, tapi saat dia seenaknya sendiri dia seperti Sasha, perpaduan yang tidak membosankan untuk dilihat.
" Benar, aku dan Tasya akan memperbaiki lagi kinerja orang - orang Blackdragon dan Aogiri, kita akan memulainya dari sekarang, iya kan Sayang???"
" Iya om...aku akan lebih fokus pada BD sekarang!"
" itu sangat berbahaya, bunda sedikit khawatir, Sya..."
" Sha...dia adalah putrimu dan Bram, kenapa kau meragukan anakmu sendiri, lihat dia bisa kembali dengan hidup dari kecelakaan yang mengerikan itu, dia hidup tanpa tangan kita, dia anak yang hebat, aku saja percaya itu!" ujar Savina menenangkan Sasha.
" Baiklah, Bunda akan slalu mendoakan keselamatanmu dan juga Kenzo..."
" Terimakasih Bunda!"
" terimakasih ibu mertua" ujar Kenzo
" menjijikan!"
tegas Sasa bergidik ngeri mendengar Kenzo memanggilnya mertua.
Tak lama Tiara pun tiba dengan kedua adiknya, ketiga anak itu terlihat menyedihkan sekali.
air mata Tiara berhenti mengalir, begitu juga adiknya .
" Tiara, kami turut berduka cita atas keluargamu..."
ujar Sasha pada Tiara.
" Terimakasih Nyonya hiks hiks..."
__ADS_1
" kenapa memanggilku nyonya....bukankah kau biasanya memanggilku bunda...??"
Tiara berhenti menangis karna terkejut, dia melihat ke arah Tasya, karena sangat todak enak hati, tugasnya sudah selesai apakah itu baik jika dia masih memanggil bunda.
Tasya menghampiri Tiara dan tersenyum...
" Mulai sekarang kau adalah kembaranku Tiara, dan mereka adalah adik-adikku juga, kau dan mereka adalah saudaraku dan Callister, kita sekarang 5 bersaudara..."
Tiara kini menangis semakin keras,
" Huaaaaaa. hiks hiks kenapa kau sangat baik padaku Sansan, aku ...aku merebut posisimu selama bertahun-tahun, kenapa kau masih mau membagi keluarga denganku??"
" itu bukan maumu, tapi semuanya sudah takdir kita bukan, sudah sekarang bawa adikmu ke kamarmu, nanti biarkan mbok Yem membersihkan kamar belakang untuk Kena dan Kessa... setelah ini kita akan mengadakan upacara pemakaman untuk kedua orang tuamu..."
" baik, Sansan, bunda dan semua terimakasih sudah mau menerima kami dengan hangat..."
" Kau memilih berada di pihak kami, itu berarti kita adalah keluarga..." ujar Vevey.
Tiara mengangguk mengerti dan segera membawa kedua adiknya masuk ke kamar,
" bunda , bibi-bibi,... Tasya mau lanjut mengurus semuanya!"
"Ya sayang, hati-hati,Kenzo kau harus menjaga putriku!"
" Kau ...." Sasha ingin marah tapi tidak jadi.
" sudah kalian cepat urus semuanya!"
Tasya dan Kenzo pun segera pergi, tapi Sasha malah menangis sekarang.
" Kenapa Sha??"
" Kak Vey, hiks hiks putriku tumbuh dengan baik di luar pengawasanku, dia benar - benar luar biasa seperti mendiang ayahnya, ..."
" Kau menangis lagi Sha???" ujar Vevey
" Aku teringat dulu juga hanya sebatang kara, tidak memiliki orang tua, tapi Kak Roy membawaku pada kak Jovan dan kau , kau menganggapku seperti adikmu sendiri, sampai aku merasa tak sendiri lagi, terimakasih kak Vey, kak Na ..."
" benar Sha, dulu aku juga sebatang kara, tapi keluarga ini adalah keluarga yang dengan baik hati menerimaku, aku tidak tahu apa jadinya aku dan Suhail jika tidak bertemu Nathan, dan suamimu juga orang yang berkontribusi besar dalam menemukan keluarga kandungku...."
" Ya siapa tahu kau ini anak konglomerat!, mata kak Nathan memang sangat baik!" ujar Vevey.
" Vey, kau ini..."
" kita bertiga adalah wanita beruntung yang menikahi 3 pria luar biasa di keluarga Pratama...lihatlah anak-anak kita mereka luar biasa..."
__ADS_1
" benar, jadi kita tidak boleh takut dan mengkhawatirkan anak-anak kita karena mereka adalah anak 3 orang hebat ..."
" Ya...memang garisnya sedikit kacau tapi tidak masalah jika mereka slalu kompak untuk menghadapi semua bersama!"
" Ya, sekarang kita fokus pada hidup kita, semua itu serahkan pada putra putri kita, mereka harus bisa menghadapi setiap masalah dengan berani..."
Tak lama terdengar sirena ambulans,
" sepertinya itu jenazah orang tua Tiara, Sha kau tetap di sini aku akan mengurusnya dengan kak Na..."
" Iya kak..."
Vevey dan Savina pun segera mengurus pemakaman kedua orang tua Tiara, kedua orang tua Tiara mendapatkan pemakaman terbaik.
semua keluarga Pratama yang ada, menghadiri pemakaman kedua orang tua Tiara, mereka juga memberikan dukungan pada Tiara dan kedua adiknya.
Satu minggu setelah pemakaman, Tasya dan Kenzo masih menyelidiki kasus ini, dan mereka menemukan penyebab kebakaran pada mobil orang tua Tiara, kasusnya sama dengan kecelakaan yang terjadi pada Sasha dan keluarganya, dan memang ini orang yang ahli dalam kelistrikan mobil, bedanya dulu mobil yang ditumpangi Sasha remnya blong ini sengaja membuat arus kelistrikan konslet pada mobil orang tua Tiara, padahal mobil itu baru beli .
"Dai, bukankah dulu kau melihat seseorang turun dari mobilku??"
tanya Tasya.
" benar..."
" Apa area itu ada CCTV??"
" ada sepertinya, tapi mungkin tidak akan banyak membantu, orang itu, bergerak sangat cepat dan sangat tertutup...aku sudah mengeceknya kita tidak bisa mengambil bukti dari itu, karena kameranya juga masih tidak bagus kualitasnya!"
" tidak masalah...coba kau cari tahu, mobil yang menghadap pada mobil kami , cek plat nomernya, dan cari mobil itu ,di tahun itu mobil itu di tangan siapa??, apakah ada Cctv di dalam mobil itu...!"
" Aku mengerti Sya...aku akan segera mencarinya..."
Dai segera pergi.
" kak Noah, Bagaimana dengan kasus nona Ester??"
" Itu benar, wanita yang di targetkan Nona ester adalah, seperti yang nyonya duga, dia adalah Yohana, Hana ini adalah anak dari pemiliki Kasino, yang cukup terkenal, tempat itu tidak pernah ada razia , pihak kepolisian tidak pernah menyentuh tempat itu sedikit pun!"
" Kalau begitu ini adalah tugas ajudan komisaris dia harus merubah banyak hal tentang kinerja kepolisian,dia punya backingan nama paman Nathan meskipun Julius belum pangkat tinggi, Seharusnya Julius mampu, tapi dia sedang mengambil cuti, mengurus Cindy, kalau begitu sementara Kak Noah bantu mengawasi keseharian Hana dulu, dia tahu tidak dengan pekerjaan orang tuanya ini, jika dia terlibat, maka dia memang harus di targetkan, dan tolong sampaikan pada ayahmu untuk mengaturkan orang untuk menjaga Tiara dan kedua adiknya!"
" Baik nyonya, saya akan urus sekarang!"
Noah pun pergi.
Kenzo terpanah dengan kegeniusan istrinya, memang keturunan seorang Bram steve tidak bisa diremehkan, Kenzo tidak sabar menantikan banyak kejutan yang akan dibuat oleh sang istri.
__ADS_1