GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
153. Teristimewa


__ADS_3

" Aih...sakit sekali...kakinya seperti kuda!" Iyus babak belur dihajar Fahad.


"Broooookkkkk"


" Ach....!"


" aaaaauuuuuh...!"


" Iyus dan Aina bertabrakan


" Iyus apa kau sengaja??"


" Apa kau tidak lihat pakai mata kalau jalan??" sahut Iyus kesal.


" Kau itu yang....Iyus....kau kenapa??"


Aina segera mendekati Iyus, terlihat di pelipisnya mengalir darah segar, hidung dan mulutnya berdarah.


" Tak apa, lanjutkan aktivitas mu!" Iyus segera berdiri dan lanjut berjalan menuju ruang tamu.


" Fahad, kelihatannya tidak marah tapi menyuruhku tidur di ruang tamu!" gumam Iyus


tiba-tiba Aina datang membawa kotak obat,


" Apa aina??"


Aina tidak menjawab pertanyaan Iyus, Aina segera membuka kotak obat, dengan Sangat hati-hati Aina membersihkan luka Iyus, dan mengobatinya dengan lembut.


Iyus memandangi terus Aina yang baginya itu sekarang sangatlah cantik,


" Siapa yang memukulmu Iyus??"


" Bukan siapa -siapa!!"


" Apa Fahad memukulmu?, aku akan bertanya pada Fahad jika kau tidak mau mengaku!"


" Ya...!"


" Nanti aku akan menjelaskan padanya, agar tidak marah lagi nanti!"


" Fahad tidak marah, dia hanya melakukan kewajibannya sebagai saudara laki-lakimu!"


"Jika tidak marah kenapa menghajarmu seperti ini??"


" Apa kau mengkhawatirkanku?"


" Tentu saja...!"


" Aina... bagaimana jika nanti kita menikah??"


" Apa??" Wajah Aina memerah.


" Kenapa?, bukankah kau ingin menikah dan memiliki anak?"


" Apa yang kau bicarakan kita adalah saudara!"


" Aih...apa hanya itu alasanmu tidak ada yang lain??, kita kan. bukan saudara kandung!"


" Iyus...kita masih sangat muda, kenapa terburu-buru?, bagaimana jika kau hanya cinta sesaat saja?"


" Tunggu aku 2 tahun lagi Aina, aku akan menjadi pria yang bisa kau andalkan, baiklah tidak usah buru-buru, jika kau mau menungguku!"


" Tapiiiii....itu bukankah akan membuat heboh orang tuamu?, paman sangat kolot, bagaimana jika tidak boleh?"


" Jika kau mau aku akan memperjuangkanmu,!"


" beri aku waktu Iyus...aku akan memberitahumu!"


" setelah pernikahan om dan tante, aku akan berangkat melanjutkan pendidikan bersama Fahad!"


" Kenapa lanjut lagi?, bukankah kau sudah menjadi polisi resmi?"


" Aku hanya ingin menjadi orang yang luar biasa seperti daddyku...untuk anak dan istriku kelak!"


" Aku akan memberikan jawabanku nanti jika sudah aku putuskan Iyus!"


Benar kata Fahad wanita itu sangat rumit, Ya...aku akan mengikuti cara Fahad untuk mendapatkanmu.


dalam hati Iyus.


" Kau tidur saja di kamar atas Iyus!"

__ADS_1


" Tidak di sini saja!"


" Ehmmm tidurlah...!"


Aina segera kembali ke kamarnya


Hati Aina berdegub kencang,...


" Kenapa jantungku berdegup sangat kencang sekali?, sepertinya aku harus periksa ke dokter jantung besok!"


Aina mulai merebahkan tubuhnya ke ranjang, dan mulai memejamkan mata, namun pikirannya berkeliaran kamana -mana , Aina bolak - balik mengatur posisi tidurnya agar bisa nyenyak tapi Aina tidak bisa tidur nyenyak sama sekali,


Aina pun segera bangun,


" Sudah jam 12 malam, aku tidak bisa tidur??"Aina teringat Iyus tidur di ruang tamu, Aina segera mengambil selimut dalam lemari dan menuju ke ruang tamu, Aina menyelimuti Iyus perlahan, agar tidak mbangunkannya.


" Kenapa keras kepala tidur di ruang tamu??" Gumam Aina memandangi wajah Iyus,


Dia mewarisi wajah paman Nathan dengan Sempurna...


Tanpa sadar Aina menyentuh hidung tinggi dan Tajam dengan sempurna milik Iyus.


" Kau mirip sekali dengan tokoh utama Pria di komik, sangat tampan!" ujar Aina lirih.


seketika pun Aina tersadar dan segera berlari masuk ke dalam kamarnya.


Astaga, apa yang aku lakukan??


apa aku sungguh ada perasaan dengan Julius???


ahhhh kepalaku sakit sekali....


Aina segera masuk ke dalam selimutnya.


" Sudah, bangun masuk ke dalam jangan pura -pura tidur lagi, ayo masuk!" ternyata Fahad memperhatikan dari sudut kamarnya sedari tadi.


" Kenapa jadi kau??"


" lalu siapa??"


" Hmmm tidak...bukan siapa-siapa!"


OMG aku benar-benar tergila-gila sampai berhalusinasi.


Iyus memegangi kepalanya,


" Ayo masuk!" Menarik Iyus masuk.


" Kenapa menyuruhku masuk, tadi mengusirku!"


" Aku sudah membantumu bukankah kau sudah tahu jawaban dari pertanyaanmu?"


" Apa membantuku?"


" Ehmmm!" Fahad menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


" Tadi memang kakakku, bukan aku...!"


" Sungguh kau tidak bohong???"


" Aku tidak pernah berbohong, ayo tidur ...!"


Iyus dengan sangat gembira melompat menindih Fahad.


" Hei kau minta di hajar lagi??"


" Tidak Fahad, berarti aku tidak bertepuk sebelah tangan lagi dong....?"


" Belum tentu...siapa tahu Kakakku tersadar besok pagi!"


" Sialan, kau tidak mau menjadi adik iparku?"


" menjadi saudaramu saja sudah beban berat!"


" Kenapa kau membantuku??"


" Hem, tidak membantu hanya saja aku lebih mengenalmu dari yang lain!"


" Kau percaya padaku??"


" Tidak, aku percaya pada Tuhan!"

__ADS_1


" Sudahlah, malas berbicara pada orang sepertimu...tapi terimakasih Fahad!"


" Jangan menyakitinya!"


" Tidak...tidak akan, sudah ayo tidur!"


Iyus pun bisa tidur dengan nyenyak malam itu.


...----------------...


Pos penjaga


" Hahahaha kau kalah...cepat berlari dan tirukan suara baaabi!"


" Nonaku ringakanlah hukumannya!"


" Kalau begitu berlari 30 putaran !"


" Baik itu lebih baik dari pada aku meniru suara baaabiii...!"


" Hihihihi...nona kau pandai bermain kartu...!"


" Tentu saja kalian harus belajar baik dariku!"


Tasya bermain bercanda bersama para penjaga dengan sangat gembira.


" Yang Mulia, aku akan menghukum mereka karena terlalu akrab dengan Nona...!" ujar Dans.


" Tidak perlu...biarkan saja, yang terpenting dia bahagia di sini...!"


" Baik Yang Mulia!"


" Buatlah dia senyaman mungkin di sini, sehingga tidak ingin meninggalkan istanaku!"


" Baik Yang Mulia, akan saya ingat!"


" Apapun yang dia sukai, berikan saja...apa yang ingin dia lakukan biarkan biarkan saja asal tidak meninggalkan ku!"


" Baik ....!"


Yang Mulia slalu tersenyum saat melihat Nona Tasya, sayang sekali Cinta yang Mulia bertepuk sebelah tangan, andai saja Cinta itu berbalas... Rajaku pasti akan sangat bahagia.


dalam Hati Dans.


" Hahahaha, Lihat anak nakal itu... bagaimana dia bisa dengan berani membuat penjaga garang - garang itu bermain dengannya, dan dia kerjai pula...!"


Dans juga tersenyum saat melihat para penjaga itu disuruh ini itu oleh Tasya menurut saja.


" Nona pandai mengambil hati orang lain tanpa dia sadari...!"


" Dia akan mendapatkan banyak Cinta dari Rakyat ku saat menjadi permaisuri nanti...!"


" Benar Yang Mulia...apalagi jika Nona bisa melahirkan putra mahkota untuk anda...!"


" Yang terpenting adalah, dia resmi dulu menikah denganku, sehingga orang lain tidak akan mudah mengambilnya dari dan menyerah!"


" Apa itu yang Anda maksud Kenzo Yang Mulia?"


" Hmmm , Karena di hati anak itu terukir jelas pria tidak berguna itu, bukankah sangat lebih baik dari nya !"


" Tentu saja, dari pada organisasi yang dia miliki, Yang Mulia lebih baik dari segimana pun!"


" Apa bagusnya Pria beristri itu!, tidak tegas dan membuat Tasya menderita, huh...sungguh menyebalkan, jangan sampai dia bisa mengakses masuk informasi di negara kita!"


" Sudah di atur dengan baik Yang Mulia!"


" Bagus...jangan sampai kecolongan!, perhatikan juga Tasya dengan baik, dia juga tidak akan menyerah untuk bisa lepas dariku!"


" Saya juga sudah mengatur orang untuk mengawasinya dengan baik dari jarak aman!"


" Hem....bagus...!, bagaimana perkembangan keluarga Fanng??"


" Mereka sedang mengupayakan pengobatan terbaik untuk putrinya...!"


" Jangan biarkan dia sembuh, hubungi semua dokter Yang menanganinya, untuk menyerah pada keadaannya, jika tidak cabut legal aksesnya menjadi dokter!"


" Baik Yang Mulia!"


Raja yang tak berguna dulu, sekejab menjadi Raja yang sangat kejam Sekarang, aku takut kau patah hati lagi dan tak berdaya lagi.


dalam hati Dans.

__ADS_1


__ADS_2