GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
201. Mengadu


__ADS_3

" Bagaimana apa Raja mengijinkan??"


" Tentu saja nona,...!"


" Lalu di mana pelayan itu??"


" sedang berganti pakaian nona...!"


" Oh baiklah...!"


" Sungguh Raja sangat mencintaimu Sansan..., kenapa kau tidak berusaha melepaskan masa lalu dan menerima hati Raja!"


" Aku tidak tahu Julia, tapi aku tidak bisa menerimanya...!, entahlah...!"


" Kalau begitu ayo kita kabur...!"


" tidak bisa itu akan merugikan keluarga kita, karena dia sudah tahu semua tentang keluarga kita...!"


" Hei...daddyku sangat hebat, abang-abang ku juga, dan juga kembaranku!"


" Mereka adalah Abdi negara, mana bisa bergerak bebas, aku memiliki Dai jadi kau tenang saja!"


" Dai??? "


" keluarlah Dai...!"


Dai pun melompat turun dari atas, entah dari mana dia bersembunyi.


" Ooo Tuhan...!" Julia Terkejut.


" Oh bukankah ini Rio??"


" Ya, ...!"


" Selamat malam nona!" sapa Dai


" Apa Raja tidak menemukannya??"


" Tidak ...!"


" Hebat sekali kau, ...!"


"terimakasih atas pujiannya nona...!"


" Oh syukurlah jika ada seseorang di sampingmu Sansan...!"


" Iya pokoknya jangan membuat masalah apapun di sinj Julia, fokuslah pada urusanmu, dan katakan padaku apa yang ingin kau lakukan di sini??"


" Aku sudah bertemu denganmu dan melihatmu baik-baik saja, jadi aku akan menetap di sini untuk mencari tempat untuk membuka cabang di sini...!"


" Tenang saja the power of orang dalam...hahahahhaha!" Ujar Sansan tertawa.


" Hehehe...aku sangat beruntung suadaraku seorang Ratu...jadi tolong Ratu carikn tempat strategis untuk usahaku...!"


" Besok aku akan bicarakan pada Raja untuk urusanmu...!"


" Sansan...maafkan aku justru datang malah membebanimu...!"


" Tidak ada kata beban dalam persaudaraan kita...!"


" Nona, pelayan yang bernama Yuzan sudah tiba!"


" Masuk!" jawab Sansan.


Yuzan pun masuk dengan kaki gemetar, selama ini dia hanya bisa mendengar tentang calon ratunya tapi tidak pernah bisa melihatnya secara langsung.


" Yuzan...!" Sapa Julia.


" Nona...hukhukhuk...!"


" Kenapa menangis??" tanya Julia heran


" Yuzan sangan senang hukhukshuks...!"


" Bukan kah kau ingin melihatku?, lihatlah sampai puas!" Ujar Sansan lembut.


Dengn memberanikan diri Yuzan, mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Calon ratunya, sangking senangnya Yuzan pingsan.


Bruuuuuuk...


" Lah lah lah..." Julia dan Sansan panik.

__ADS_1


" Aih dia terkejut, apa aku semenakutkan itu untuknya??" ujar Sansan.


" ya kau memang menyeramkan, hohoho!" ujar Dai tertawa.


" Dai, bawa dia ke ranjang...dia juga sepertinya sangat kelelahan!" Dai segera menggendong Yuzan dan memindahkannya ke ranjang Sansan.


" Julia ceritakan semua tentang saudara kita!"


" oh Ya, Fahad mengundurkan diri dari kepolisian..!"


" Kenapa itu anak??"


" Dia sekarang memiliki tunangan, tapi lumpuh permanen karena kecelakaan!"


" Oh begitu rupanya... bawalah mereka padaku Julia...calon kakak iparmu juga sudah menjalani terapi semoga dia bisa melihat kembali!"


" Terimakasih Sansan...kami saat itu sedang pura-pura tidak tahu apa-apa tentang Kak Fathia...!"


" Ya, Calon kakak iparmu memiliki harga diri tinggi...Aku tidak menyangkap patung di rumahmu sangat bucin hahahah!"


" Benar, aku juga tidak menyangka, dan kau juga tidak akan menyangkan jika kembaranku lebih bucin lagi!"


" Julius??"


" Ya, dan kau tahu dengan siapa??"


" Siapa??"


" Aina...!"


" What, what???, serius?? kau tidak mengarang???"


" Tentu saja tidak!"


" Hahhahahahahahahahahah!" Sansan tertawa lepas, suaranya sampai terdengar sampai luar.


" Nona, maaf tertawa anda mohon di perhatikan!" Ami yang standby berada di luar .


" Okey....hihihihi...!" Sansan memelankan suaranya.


" Tapi daddy tidak setuju!"


" Kenapa? kan tidak ada hubungan darah, seperti aku juga tidak ada!"


" Eh tunggu Aina juga mau dengan Iyus???"


" Kau tahu Aina seperti apa, tapi itu untung saja Iyus...kalau orang lain kami lebih khawatir!"


" Oh ya benar, Aina sangat polos... makanya dia jadi sasaran empuk ku waktu kecil...!"


" ya kau nakal sekali Sansan tapi kami juga tak henti mencarimu sampai sekarang!"


" Terimakasih ,aku tahu itu...!"


" Ehmmm...Sansan...jadi kapan kau akan menikah??"


" Aku tidak tahu...Raja belum mengumumkannya...!"


" Sementara ini kau tinggallah di sini bersamaku Julia...!"


" Ehmm,,, di luar juga cukup mengerikan, sebaiknya aku manfaatkan saudaraku untuk keamanan ku hihihi...!"


" Harus...harus itu...!"


"uhuk...uhuk....!"


" Yuzan kau sudah sadar??" Julia segera menghampiri Yuzan .


" Nona...maaf...!"


" jika kau mau menjadi pelayanku harus tidak boleh lemah...baru bertemu denganku saja kau sudah pingsan, apa aku sangat menakutkan??'


" Tidak, tidak... saya terlalu senang...!"


" Rasa senangmu bahkan bisa membunuh dirimu sendiri!"


" maafkan saya Yang Mulia...!"


" Aku belum menikah, panggil nona saja!"


" Baik nona...!"

__ADS_1


" apa kau sudah baik? apa pekerjaan menjadi pelayan umum sangat sulit bagimu?? sampai kau tidak teratur untuk urusan makan, lambungmu sangat kronis...jangan sering menahan lapar!" Ujar Sansan menasehati.


" Wah Sansan kau keren hanya begitu saja kau sudah bisa melihat penyakitnya!" Julia sangat terkesan.


" aku gituloh....!"


" Yuzan, jika kau belum makan makan dulu!" Ujar Julia.


" Baik...!"


" Amii...bawa Yuzan ke ruangan sebelah untuk makan dan istirahat, kau juga boleh istirahat!"


Ami segera masuk dan membawa Yuzan keruangan sebelah, bekas kamar anak-anak angkat Sansan.


" Sansan saat aku akan berangkat mengikuti kompetisi tadi, aku naik taxi, tapi taxi itu membawaku berlawanan arah dengan Istana, aku berpura-pura ingin buang air kecil dan berhenti di rest area aku meminta tolong pada security dan dia mengantarku ke kantor polisi, dan tak lama orang dari istana menjemputku!"


" ehmmm terdengar tidak beres...Dai selidiki!'


" Baik...!"


" apa ada kejadian lain nona??" tanya Dai.


" Oh ya, ada seorang pria juga warga negara kita, aku tidak sengaja bertemu dengannya, dan saat itu aku kehilangan dompetku, lalu dia membayar belanjaanku, dan mengantarku pulang, sebagai rasa terimakasih aku memasakanya makanan, eh tahunya dompetku ada di depan pintu...!"


" Trs??"


" Sansan kau tahu aku bukan orang yang pelupa, aku slalu teliti dengan barang bawaanku sebelum aku melangkah keluar pasti akan melihat semua barang yang harus ku bawa, dan sepertinya memang pria itu sengaja mengambil dompet ku dan pura-pura menjadi pahlawan kesiangan!"


" Tahunya dari mana??'


" Bau dompetku sama dengan aroma parfumnya!"


" Hemmm aku lupa kau adalah anak dari paman Nathan.... sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkanmu...kau keluar saja dari sini, hoho...!"


" Sansan kau kejam, aku sangat rindu padamu!"


menggelendot manja pada Sansan.


" Oh ya...aku tidak percaya...!"


" Kalau tidak percaya juga tidak apa...oh ya, tante Sasha sangat galau di tinggal bertugas oleh ayah sambungmu!"


" Apa-apaan memalukan sekali bunda itu...!"


" Aku menyarankan mommyku menginap dirumahmu agar mereka bisa saling menghibur!"


" Bagus...!"


" Kenapa kau biasa saja mendengar kabar bundamu?"


" Dia akan tetap baik-baik saja selama aku tidak bersamanya!"


" Kenapa kau bicara seperti itu, meskipun di sana ada Sansan palsu tapi nalurinya juga tidak bisa dibohongi, dia dan Sansan palsu terlihat baik-baik saja tapi tidak dekat!"


"Sementara begini dulu Julia...Aku belum menemukan Renata dan Juno!"


" Jika begitu maumu aku hanya bisa berdoa dan memberimu semangat, aku akan berada di sini, untuk menemanimu!, sekalian bantu aku ya hehehe...!"


" Hahah...aku merasa kita itu sangat mirip dari segi memanfaatkan orang lain dan juga muka kita!"


" Hahaha jangan katakan jika muka kita ini bermuka dua...!"


" Ha?? kau saja yang bermuka dua,aku satu sudah cukup!"


" Wkwkwkeke nyatanya kau punya beberapa identitas!"


" Eh benar juga hahahah....!"


" Jadi apa aku sudah bisa pergi untuk menyelidiki??" ujar Dai yang merasa menjadi benda mati di antara Sansan dan Julia.


" Oh iya lupa...kau selidiki ya kau bisa pergi!"


secepat kilat Dia menghilang.


" Oh apa dia punya jurus menghilang??"


" Dia benar-benar warga konoha!" Ujar Julia...


" Jahahaha dia sangat menguasai Shunshin no Jutsu Shishui!"


" Jurus terleportasi? hahahaha...!"

__ADS_1


" Julia, sudah sangat malam mari kita lanjut besok, saatnya kita tidur!" ujar Sansan yang sudah mulai mengikuti aturan dari Istana.


mereka pun segera beristirahat.


__ADS_2