GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
157. Kekompakan


__ADS_3

" Tuan,kita bisa memasuki saat jam - jam siang, sebagai petugas kebersihan!"


" Mereka tinggal di mana??"


" Itu ternyata di dalamnya sebuah rumah sakit elite untuk orang -orang yang memiliki organisasi tersembunyi!"


" Wah, itu pasti tidak bisa dijangkau Alfred kan?'


" Mungkin belum, jika diketahui mungkin juga akan terjangkau!"


" Tapi dia tidak masuk dalam pendanaan rumah sakit tersembunyi seperti ini, apa yang bisa dia lakukan?"


"Yang pasti negara F tidak main-main dengan nominal tuan!"


" Apa kau sedang membandingkan ku padanya?'


" Ma mana berani tuan... tidak berani!"


" Ya sudah, kita akan segera beraksi jika ada kesempatan!"


" Baik...!"


setelah menunggu waktu yang tepat, akhirnya


Dai dan Kenzo dengan mudah memasuki rumah sakit itu, mereka menyamar menjadi petugas kebersihan untuk membersihkan kamar para pasien setiap harinya.


"Maaf tuan kami izin membersihkan ruangan pasien!" ujar Dai yang membawa pel


" Saya mau membersihkan toilet nya!" Sahut Kenzo dibelakang Dai.


Penjaga pintu ruangan Tian pun mempersilahkan Tian untuk masuk dengan mudah karena memang setiap hari ada yang datang membersihkan ruangan.


mereka berdua pun sukses masuk,


" Nyonya, maaf menggaggu istirahatnya nyonya!"


"Ya !" Jawab Tian cuek sambil melihat ponselnya dengan kesal.


" Menyebalkan!" ujar Tian kesal.


Dai mendekati Tian yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" Maaf nyonya!" dengan kilat Dai memukul bagian belakang Tian hingga pingsan.


dengan segera Kenzo mengeluarkan lembar kertas dan mengeluarkan tinta dan menggosokkan di ibu jari Tian lalu menempelkan dilembar kertas dengan sempurna.


kemudian Kenzo membersihkan lagi ibu jari Tian.


setelah selesai mereka segera keluar dari ruangan Tian dan kembali ke penginapan Mereka.


" Cepat pesan tiket ke Jepang, aku harus segera menyerahkan semuanya dan menyelesaikan dengan cepat, maka aku bebas dari Tian!"


Dengan segera Dai dan Kenzo berangkat menuju ke Jepang, tanpa menunda dengan begitu lama, Kenzo menyelesaikan semuanya dengan sempurna.


Kini Kenzo sudah menyandang gelar Duda,


" Kirim surat - surat ini, kepada Tian jika kami sudah resmi bercerai!" memberikan dokumen pada Dai.


" Baik tuan, kita lanjut ke mana?"


" Aku akan pergi ke negara F, dengan Identitas baru!"


" Apa??"


" Ehmmm,bukankah kau memiliki akses mudah bertemu dengan orang Istana?"


" Tapi tuan, saat ini tidak bisa berhubungan dulu karena raja memperketat pengawasan pada orang -orang terdekat Tasya di Istana!"


" aih, Raja itu sudah sangat mengenal Tasya dengan baik, dia pasti bisa memprediksikan semua langkah yang akan di ambil Tasya!"


" Benar, Raja sangat pintar rupanya tuan!"


" Pasti ada. celah untuk membawa Tasya pulang!"

__ADS_1


" Ya tuan, ...pasti ada ...tapi sebentar lagi kan Nyonya sasha menikah, apa anda sungguh tidak datang?"


" Aku akan datang, aku sudah melepaskan masa lalu, dia sahabatku aku akan datang dipernikahannya!"


" Baik, saya akan pesankan tiket di waktu terdekat untuk anda ke Indonesia!"


" Carikan juga hadiah yang paling bagus untuknya!"


" tapi tuan saya tidak tahu selera nyonya Sasha!"


" Dia sangat menyukai uang, dan perhiasan, buatkan buket uang dan parsel perhiasan yang terbaik!"


" Baik tuan...!"


Dan tiba-tiba Kenzo termenung,


" Tuan kenapa sedih??"


" Ehmmm, aku merindukan anak nakal itu Dai...!"


" Saya akan cari cara untuk membawa Tasya pulang nanti Tuan!"


" Ehmmm aku ingin menunjukkan pada Sasha, jika aku sudah menemukan seseorang yang aku cintai...!"


" Ha???, ehmmm iya tuan...!"


" Terimakasih Dai,aku istirahat dulu...jika nanti semua sudah beres kita segera ke tanah Air...!"


" Baik!"


...----------------...


Kediaman Pratama


Keluarga Jonathan pun kembali di hari itu karena mereka akan sibuk dengan hari pernikahan Sasha 2 hari lagi.


Semua orang di kediaman itu sibuk dengan tugasnya masing-masing.


" Iyus, kenapa dengan bekas luka ini?, apa kau berkelahi?" Tanya Savina pada putra bontotnya .


" Sudahlah sayang ,dia seorang pria...luka begitu tidak berasa, iya kan Yus?"


" Ya Dad...!" Jawab Iyus tersenyum.


" kau makan di mana Iyus selama ini?"


" Tante Vevey lah, ada Cindy yang hebat soal memasak!"


" Kau merepotkan teruslah!"


" Kan jarang - jarang mom...!"


" Oke oke...kalian udah menyiapkan hadiah untuk tante dan om belum?"


" Apa ya??, aku tidak bisa Memilih hadiah mom!" Ujar Iyus.


" Sama mom...aku juga!" Sahut Suhail


" Mom...aku juga...!" sambung putra


" Aku sudah membelinya di Samarinda, hehehehe!" ujar Julia girang, karena dia tahu selera tante nakalnya.


" Wah Julia gesit sekali!"


" Ya kebetulan waktu jalan - jalan di sana Julia ingat dengan tante dan membeli sesuatu di sana!"


"Yah Julia kan wanita jadi wajar begitu mom!"


ujar Suhail.


" Kalian kan juga akan menjadi seorang suami kelak, kalian harus belajar memahami wanita dari sekarang, kalian harus memperlakukan istri kalian dengan sangat baik nanti!"


" Ya, mom...!" 3 orang bujang Savina menjawab dengan kompak.

__ADS_1


" Kalau begitu, Julia...bantu kami cari hadiah buat tante yuk,!" Ujar Putra.


" Aku sibuk, aku sudah libur lama loe bang!"


" Aih ayo Julia, nanti abang belikan apapun yang julia mau!" sambung Suhail sambil memberi kode pada Iyus untuk ikut membujuk Julia.


" Ah, ehmmmm Uang Iyus tinggal kepala 2 saja ,memang bisa buat beli apa buat hadiah tante!"


" Ha?????" semua terkejut.


" apa yang kau beli?, kenapa uangmu habis??" Savina terkejut dengan pengakuan putra bontotnya.


" itu, buat belikan seseorang sesuatu, jadi uang Iyus habis...!"


" Seseorang??, Yohana??"


Savina menebak.


" Bukan mom, ya pokoknya adalah...!"


" paling - paling juga buat modif motornya lagi, pakai alasan buat belikan. seseorang!" sahut Nathan.


" Lagian Daddy tidak memberi uang jajan lagi pada Iyus, pendapatan Iyus kan juga masih sangat minim!"


" Aihhh.... kok Daddy yang di salahkan!"


" Nanti abang kirim uang bulanan. buat Iyus, sudah ayo berangkat!" Ujar Suhail


" Ya nanti aku tambah juga, uang jajan buat Iyus!, jangan merepotkan Daddy ,mommy lagi pokoknya!" sahut Putra.


" Wah terimaksih abag putra, makasih Suhail!"


" Panggil aku abanglah...!"


pinta Suhail.


" Abang Suhail!" akhirnya Iyus mau mengakui abangnya itu.


" Aduh manisnya kalian anak - anakku, kalian harus slalu seperti ini ya, agar Daddy dan Mommy bahagia!" ujar Savina sangat bahagia melihat anak-anaknya rukun.


" Itu baru anak - anak Daddy!" Nathan juga merasa bangga.


" kenapa hanya Iyus yang dapat jajan dari abang??, Julia bagaimana?"


" Kau seorang pebisnis...mana mampu kami memberi jajan padamu!" ujar Suhail


" Hahahahahhaha ...!" Semua tertawa.


" Julia kau sudah kaya ,lebih kaya dari kami, masih tidak bersyukur, di sini yang belum mampu kan cuma aku saja, abang Suhail sudah menjadi Jendral, lalu abang putra menjadi Letnan...kalian sudah perwira tinggi, Iyus masih Briptu masih Bintara!"


" Apapun itu pangkatnya, mommy dan Daddy sangat bangga pada kalian, karena kalian berusaha sendiri tanpa menumpang nama Daddy kalian!"


" Benar, Daddy sangat bangga pada kalian, jangan memikirkan pangkat, tapi jadilah seorang abdi yang bijaksana, jangan melihat berapa gajinya, Ikhlaslah dalam melakukan pekerjaan, kalian bersaudara harus membantu satu sama lain, jangan biarkan saudara kalian ada yang kesusahan, kalian Putra, Suhail, Iyus dan Julia, saudara kalian bukan hanya kalian saja, tapi Cindy, Aina ,Fahad dan juga Sansan, mereka juga saudara kalian, jangan sampai kalian menutup mata pada mereka, mereka bagian dari keluarga Pratama, kalian harus erat dalam hal apapun...!"


" Akan kami ingat Dad!" Serempak.


Hemmmm, sepertinya akan sulit dengan perasaanku terhadap Aina


dalam hati Julius.


" Hei yus...apa yang kau pikirkan, ayo pergi membeli hadiah!" ujar Julia.


".Oh ya, baik!"


"Ajak sekalian Fahad ,Cindy dan Aina, Oh ya Natali juga...!" ujar Savina


" Ya mom...!"


mereka berempat pun pergi keluar bersama.


" Sayang, Iyus...kenapa terlihat mencurigakan?" tanya Nathan pada istrinya.


" Ehmm... benar, mencurigakan! , coba kita cek pengeluaran dia bulan ini!"

__ADS_1


" Ya, coba... penasaran!"


Orang tua Iyus sangat penasaran , karena selama ini yang mereka tahu, juga paling lari ke onderdil motor, itu pun pasti Iyus akan pamer dan melaporkan uang yang dihabiskan dengan bangga, namun gelagatnya sangat beda saat ini.


__ADS_2