GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
412. Mengatur pernikahan


__ADS_3

Vevey dan Hirosan semakin yakin jika Cindy akan lebih baik jika Bersama dengan Fannan.


" Cindy, apa kau tahu mama senang kau ada kemajuan!" Vevey memeluk dan mencium anak tirinya itu.


" papah juga sangat senang kau mau melawan keterpurukanmu Cindy, semangat anak papah!" Hirosan menyemangati Cindy.


meskipun Hiro dan Vevey hanya orang tua sambung Cindy tapi mereka begitu sayang dan mencintai Cindy seperti anak kandungnya sendiri.


" Baiklah, Cindy istirahat dulu...papa mama ingin berbicara sebentar dengan Fanan dan juga saudaramu!"


karena Cindy tidak meronta itu berarti tandanya setuju.


mereka berlima pun berbicara di ruang kerja Hiro.


" Nak Fannan, Aina dan Julius.... terimakasih sudah membantu menjaga Cindy..."


" tante tenang saja..." ujar julius.


" Ya ma...kakak pasti akan sembuh..."


" sudah sudah hampir satu tahun, akhirnya ada kemajuan pada Cindy, ...baiklah... sekarang kita bicarakan masalah Cindy dan Fannan, apa Fannan sungguh ingin menikah dengan Cindy??"


" Ya nyonya... saya mau..."


" baiklah, aku sudah membicarakan semua dengan keluargaku, kami akan menikahkan kau di sini...setelah itu Fannan bisa membawa Cindy, tapi aku akan menempatkan seseorang di bersama kalian..."


" Boleh ...nyonya..."


" kau akan menjadi menantu kami apa masih pantas memanggil nyonya??, panggil aku mama dan Hirosan papa..."


" baik ma, pa terimakasih..."


" Jika kau sudah siap semuanya katakan pada kami, kami akan segera menikahkan kalian..."


"Baik, aku akan menghubungi kakakku segera ma..."


" Oke, kalau begitu sudah ya... sekarang Julius kau sangat di butuhkan di kediaman Pratama, karena orang tua Tiara di meninggal karena mobil mereka terbakar, polisi menutup kasus itu begitu saja...kata Tasya, itu tugasmu untuk mencari keadilan untuk kedua orang tua Tiara!"


". setelah urusan Cindy selesai aku dan Aina akan kembali tante..."


" oke...kalau begitu kalian bisa lanjutkan aktivitas kalian ..."


"tunggu Tan, lalu bagaimana pernikahan kami??" tanya Julius.


" hahahah, ingatlah abangmu belum menikah!"


" Ah, Suhail lagi, semua terhambat karena dia...!" ujar Iyus sangat kesal.


" hahahahah, lagian Daddymu belum memberikan lampu hijau padamu yus..."


" hemmm...Aku slalu di buat kesal dengan orang tua dan abangku itu..."


"Ayolah... bersabar, kalian masih sangat muda jangan terlalu terburu-buru..."


" ma kita tidak buru-buru kok!" sahut Aina.


" eh, kita harus buru-buru sayang, kau tahu Fahad mengejekku dia sudah punya dua anak,, sedangkan aku restu saja belum aku dapat dari daddy ku... menyebalkan!"


" hahahahahaha" Vevey dan Hirosan tertawa melihat kelakuan keponkannya yang terlalu bersemangat itu.


" Yus, kau tidak bisa menyamain takdir seseorang hehehe...jalani saja dengan tenang, nanti jika sudah waktunya untuk menikah kalian juga akan bersama..."

__ADS_1


" eh, tante...Kau tahu Aina ini banyak sekali yang ingin mendekatinya...aku tidak bisa santai-santai..."


" Tapi kan aku memilihmu Yus!" ujar Aina.


" Bagaimana jika. nanti kau tergoda??, lalu kau meninggalkanku, kau nanti tersambar petir loe hayo awas hati-hati...."


" Hahahahahaha, kalian selesaikan masalah kalian sendiri sana...kami ingin membicarakan hal lain dulu!"


" oh baik, ma...pa...ayo Aina kita selesaikan urusan kita!"


" eh kau panggil apa??" ujar Vevey terkejut.


" Papa mama, aku kan akan menjadi menantu kalian juga, masak hanya abang Fannan yang boleh!"


Fannan tersenyum.


"ma pa...aku temani cindy dulu..."


" Oke oke..."


" kita juga ya ma...pa"


sambung Julius.


" Hahahahahaz Iya sudah...sana..." Vevey masih tertawa mendengar Julius memanggil seperti itu.


" Mereka sudah semakin dewasa sayang,..."


" Benar,..."


" baiklah, kita tidak usah memilik anak kalau begitu, mereka sudah cukup untukku..." ujar Hirosan yang tidak ingin menambahkan beban pada sang istri.


" Keluargamu ingin aku melahirkan keturunanmu, kita akan memilikinya tapi jika semuanya sudah agak tenang..."


". Tatanan silsilah keluarga Pratama sudah cukup berantakan, tapi tak masalah... yang terpenting mereka kompak satu sama lain"


" Benar, kita akan bicarakan untuk anak kita lain kali saja...kau sudah lelah bukan??'


" aku tidak lelah, rasanya aku masih ingin bermain dengan cucu-cucu ku... baru berapa jam berpisah aku sudah merindukan mereka!"


" setelah urusanku selesai, dan Cindy sudah selesai kita akan meluangkan banyak waktu untuk cucu - cucu kita..."


" ehmmm, mereka sangat lucu..."


Vevey bersandar di pelukan Hirosan, sekarang pria ini yang slalu menenangkan hatinya.


Vevey juga lega karena Sasha juga menerima takdirnya dengan ikhlas, ...


Vevey pun tertidur di pelukan suaminya,Hiro mengeratkan pelukannya,dia sangat bahagia karena berada di sisi Vevey, mampu menjadi Sandarannya, meskipun hiro tahu, Vevey masih sangat mencintai Jovan di dalam lubuk hatinya.


" memang dari awal sampai akhir, Kak Jovanlah pemenangnya, tapi tidak masalah, yang terpenting kau mengijinkan aku slalu berada disisimu itu sudah cukup sayang..."


cup...


Hiro mengecup kening Vevey dengan lembut, lalu membawa Vevey ke kamar.


Julius dan Aina melihat papahnya keluar menggedong mamanya dengan sangat hati-hati.


" wah, manisnya, nanti jika kau ketiduran begitu aku juga akan seromantis itu Ai..."


" kau saja sangat galak, bagaimana bisa romantis...mana ada romantis menyumpahi orang tersambar petir!"

__ADS_1


" Aku tidak mau kau berpaling dariku, jadi kau akan tersambar petir nanti...lihat saja kalau kau berani macam-macam!"


" kau slalu menyebalkan!"


" Ai, lihat kau sudah banyak berubah, sekarang bahkan kau membalas semua perkataanku, kau harus di beri pelajaran!'


" Orang juga akan berubah, aku tidak akan diam saja saat kau tindas..."


" Ai, kapan kita menikah....??" Julius memeluk Aina dengan erat .


" Lepas, ..."


" tidak..."


" Kau saja belum bisa meyakinkan paman..."


" hahahaha, tenang saja orang tua itu nanti aku akan berurusan dengannya!"


" Baiklah, aku akan menunggu kau bisa mengubah pikiran paman, jika tidak yang akan tersambar petir, sudab aku lelah mau tidur!" Aina melepaskan dirinya dan segera masuk ke kamarnya.


Julis hanya terkekeh melihat wanitanya sudah tidak mudah ditindas lagi.


2 hari kemudian, kakak Fannan sudah tiba di Swiss.


" selamat datang di rumah sederhana kami..." Vevey menyambut Kakak Fannan dengan sangat hangat.


" Ah, nyonya tuan terimakasih atas sambutan hangatnya!"


Benar -benar bukan orang sembarangan mereka ini...


dalam hati Fanya.


" Fannan, bawa kakakmu beristirahat lebih dulu ya di kamarnya..."


" baik ma..."


Fannan pun segera membawa kakaknya beristirahat di kamarnya.


" Kak, apa kau baik-baik saja, sudah puluhan tahun bahkan kakak, tidak pernah keluar rumah, lalu tiba-tiba keluar Negeri!"


" apa kau menyumpahi kakakmu kenapa - napa??, dasar kau tidak berguna, apa Cindy masih tidur??"


" iya kak, sebentar lagi bangun, nanti aku akan membawa kakak menemui Cindy..."


" oke, anak yang malang, kakak sudah rindu padanya... setelah kalian menikah, aku akan membantumu merawat Cindy, dia pasti akan membaik Fannan"


" terimakasih kak, aku mengandalkan kakak!"


" Ya, setelah kau kembali kau harus cepat mengurusi bisnismu, aku akan merawat Cindy dengan baik saja, kau yang mencari uang...kau sudah menyiksa kakak dengan pekerjaan mu!'


" Maaf kakak, bukankah kau ingin Fanan menikah???'


" benar, kalian harus bahagia..."


" tentu saja...,kakak istirahat dulu aku akan melihat Cindy terlebih dahulu"


" Oke..."


Kasihan sekali keluarga Cindy ini masalahnya cukup banyak, dan berat...


setelah Cindy membaik, semua juga akan sedikit - sedikit membaik pastinya.

__ADS_1


dalam hati Fanya.


__ADS_2