
" Dai, kau harus menjaga putriku dengan benar ya!!" tegas Savina.
" Siap nyonyaku!"
" Dad mom, apa kalian ingin berkeliling??"
" Tidak Julia, tidak sekarang... kami harus segera kembali, kembaranmu sedikit membuat masalah di asramanya!'
" Oh Iyus kenapa lagi??"
" Julius meminta cuti 3 hari tapi tidak mendapatkan ijin , dia kabur dan tertangkap...!"
" Astaga...!" Julia menepok jidatnya.
" Haa...Julius sama keras kepalanya dengan Daddy mu ... Julia mommy sedikit khawatir kau menetap di sini...!"
" Moms tenanglah, semua akan baik-baik saja...Julia akan berhati-hati!"
" Kau jangan dekat - dekat dengan Raja, kau bayar saja tempat tinggal di sini agar tidak berhutang budi...!"
" Mom, tidak perlu khawatir...tenanglah...Julia sudah besar ...dan Dai juga di sini!"
" Sayang kau ini, dia adalah anak dari Jonathan...tenanglah...jangan meremehkan anak perempuan kita!"
" Hemm... baiklah Mommy akan slalu mendoakanmu agar slalu terhindar dari orang -orang yang berniat tidak baik padamu!"
" Terimakasih mom...dad...ayo aku antar ke Bandara!"
" Hemm baiklah!, maafkan kami tidak bisa lebih lama menemanimu!" Ujar Jhonatan.
Dan Nathan dan Savina pun berpamitan dengan Sang Raja.
" kenapa terburu-buru, apa ada hal yang kurang berkenan??"
" Oh tidak Yang Mulia, kami ada hal mendesak, jadi harus segera kembali!" Sahut Nathan.
Savina memandangi wajah Alfred terus menerus,
"Yang Mulia....!"
" Iya Nyonya...!"
" Sebagai seorang ibu bolehkah saya memohon pada Yang Mulia?"
" Dengan senang hati nyonya... katakanlah!"
" Yang Mulia, Julia adalah anak perempuan saya satu-satunya bisakah anda berjanji untuk menjaganya Yang Mulia??"
" Hei sayang, satu permintaanmu itu sangat berat untuk Raja, Raja tidak bisa menjaga putri kita... urusannya sangat banyak!" Ujar Nathan.
" Oh...masalah kecil ini jangan terlalu khawatir, saya berjanji akan menjaga Julia dengan baik ....!"
" Maafkan kami sudah sangat merepotkan anda Yang Mulia...!"
ujar Nathan tak enak hati.
" Tidak repot, Julia cukup banyak membantu kami di sini !"
" Jika begitu saya sedikit tenang, kalau begitu kami mohon undur diri...lain kali jika berkenan, suatu kehormatan untuk keluarga kami jika Yang Mulia mau berkunjung ke gubuk kami...!"
" Nanti saya akan atur waktu untuk mengunjungi keluarga Laksmana !"
" Wah itu sangat menggembirakan Yang Mulia... kalau begitu saya tunggu kabarnya!"
Nathan dan Savina pun di antar ke Bandara dengan sangat aman dan nyaman.
__ADS_1
" Julia, Daddymu sungguh gagah perkasa...!"
" Yang Mulia apa anda suka yang perkasa- perkasa??"
"Ha??, kau salah paham aku masih menyukai wanita loe...!"
" hihihi...Julia tahu Julia hanya bercanda saja!"
" Aih, bercanda mu mengerikan...!"
" Hahahah....!"
" Aku akan mengatur waktu untuk mengunjungi negaramu dan bertamu ke rumahmu!"
" ha?? tidak jangan , kami tidak bisa memberikan pelayanan sebaik anda melayani keluarga saya Yang Mulia!"
" Tidak, jangan anggap aku sebagai Raja, anggap seperti tamu biasa saja, aku justru ingin menikmati menjadi orang biasa seperti kalian!"
" Oh, baik...jika Yang Mulia sudah berkata begitu maka okelah!"
Julia mengiyakan saja perkataan Raja karena pikirnya itu tidak akan mungkin karena Raja orang yang teramat sibuk dan lebih lagi masak iya mau menjadi tamu keluarga Pratama.
" Julia aku tunggu menu lain malam ini, ...!"
" Oh baik..."
" Aku pergi dulu...!"
Alfred pun segera kembali ke Paviliunnya.
...----------------...
Nathan dan Savina segera menuju asrama Julius.
" Oh Laksmana sudah tiba, sungguh kami minta maaf, kami tidak melihat jelas identitas putra anda...maaf maaf sekali!"
" Sedang di ruang hukuman!"
" Sayang, apa yang mereka lakukan pada Julius??"
Savina sangat khawatir pada putranya.
" Nyonya ini kami sungguh minta maaf!"
" Bawa kami ke sana!" Tegas Nathan wajahnya terlihat sangat mengerikan sehingga semua mata yang melihatnya tertunduk takut.
Dan sampailah Nathan dan Savina di ruang hukuman.
Terlihat Julius sudah di hajar babak belur oleh para seniornya.
" Hei kalian hentikan!" Tegas orang yang datang bersama Nathan tadi.
Mereka pun segera bubar, dan meninggalkan Julius yang sudah babak belur.
" Memalukan!!!" Nathan memukul Julius dengan cukup keras.
Savina tidak bisa berkutik, meskipun dia sangat ingin menghentikan suaminya untuk tidak menghajar anaknya itu, namun Nathan sudah memberitahu istrinya jika dia akan berlaku keras pada anak yang mencoreng nama keluarganya.
Semua orang yang melihat sangat terkejut.
Karena memang Nathan tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk memberi jalan mudah bagi anak-anaknya.
Julius hanya pasrah saja, karena memang itu sudah konsekuensinya.
" Berdiri!!" teriak Nathan dengan sangat lantang.
__ADS_1
Julius pun segera berdiri dengan sigap dihadapan sang ayah yang terlihat sudah sangat murka.
Boooookkkk
baaaaakkkkkk
Bokkkkkkkkk...
Nathan berkali-kali menghajar putranya yang paling bontot itu, setiap kali Julius goyah Nathan membentaknnya dengan sangat lantang.
" Berdiri tegakk!!"
Semua hanya bisa menonton,
" Kalian adalah seniornya kenapa memukulnya tanpa kekuatan??, lihat sini aku akan mengajarkan pada kalian bagaimana mendidik anak nakal!"
Nathan memukul Julius dengan cukup kuat sehingga Julius tak mampun mempertahankan tubuhnya untuk tetap berdiri tegak.
Semua orang sangat takut sekali, apalagi senior yang sudah menghajar Julius habis-habisan tadi mereka tidak tahu jika Julius adalah Putra Jonathan Pratama.
" Bolehlkah saya meminta cuti untuk putra saya sampai dia bisa mengikuti pelatihan lagi??" Ujar Nathan sambil menarik baju putranya dan memapah putranya yang sudah tidak berdaya.
" Bobobo, boleh boleh Laksmana, kami akan memanggil dokter untuk mengobati Julius!"
" Tidak perlu, di kediaman kami tidak kekurangan dokter terbaik, kami pamit!" Nathan segera membawa Julius kembali.
Di dalam pesawat Savina menangis sejadi-jadinya melihat putranya seperti bukan putranya.
" Huhuhuhu... suamiku bagaimana bisa kau begitu kejam. pada putramu sendiri??"
" Tanya pada putramu, dia lebih baik kupukul atau tidak??"
" Apa??" Savina kebingungan.
" Mom, Daddy sedang membantu Julius untuk mengambil cuti, jika tidak seperti ini maka Julius sangat rugi, sudah di hajar kakak senior tapi tidak dapat ijin cuti!"
" Huhuhu ini tidak benar, hanya demi cuti kau hampir mati!"
" Moms aku masih bernafas loe...!"
Julius menenangkan mommy nya.
Dan sampailah mereka di kediaman Pratama.
Julius segera turun dan berlari menuju garasi,
" Iyus mau kemana?, kau harus segera di obati...!" ujar Savina khawatir.
" Aku akan mencari obatku sendiri mom...!" Julius segera mengendarai motornya pergi begitu saja.
" Lihat putramu itu sangat keras kepala seperti mu, mau kemana dia??"
Savina mengelus dada.
" Aku mengakuinya memang dia putraku, hanya saja dia lebih keras kepala dariku, mau kemana lagi dia kalau tidak menemui Aina!" ujar Nathan tersenyum kecut.
" Haaaa ...anak itu akan membuat Aina khawatir, tunggu sayang apa itu artinya kau merestui mereka??"
" Aku tidak bilang aku merestuinya, ...!"
" Lalu kenapa kau membiarkannya??"
" Aku hanya tidak ingin terlalu kolot dengan putraku, meskipun dia putraku, aku akan membunuhnya jika sampai dia menyakiti Aina...!"
" Aih kalian ini membuatku sakit kepala, aku lelah mau istirahat!" Savina segera masuk ke dalam.
__ADS_1
Suamiku sebenarnya juga tidak menentang, dia hanya takut putranya menyakiti keponakannya...Dia saja mau menanggung pukulan keras hanya untuk cuti dan menemui Aina, aku rasa putraku itu cukup keren.
dalam hati Savina.