
" Dans kau tidak boleh menertawainya!"
" Yang Mulia anda dulu yang tertawa!"
" Kenapa dengan dia??, aku kira dia wanita yang cukup dingin, kenapa sangat berbeda??"
" Ya Yang Mulia, saya mengira juga sama, rupanya nona Julia cukup menggemaskan!"
" Hahahahahah, hahahahaha...!" Alfred tidak berhenti tertawa.
...----------------...
" Nona, apa yang anda lakukan sebenarnya??" ujar Yuzan yang membantu Julia keramas.
" Huaaaaa...memalukan sekali, seumur hidupku, baru kali ini aku merasa sangat malu Yuzan...huaaaa. aku ingin pulang....!"
" Pfffffft....!" Ami. tak kuasa menahan tawanya.
" Ami, kau jahat sama jahatnya dengan raja dan pengawalnya!"
" Maafkan saya nona...sungguh maaf...tapi Nona, seumur saya menjadi pelayan di istana, saya belum pernah melihat Raja tertawa begitu lepas....!"
" Oh apa dia sering tersenyum!"
" Ya memang, namun baru kali ini kami melihat Raja tertawa sampai seperti itu! Raja sangat jarang tertawa! di depan kami...!"
" Benarkah??, syukurlah jika bisa tertawa jadi dia tidak merasa sedih lagi karena Sansan!"
" Nona, sangat perhatian dengan raja!"
" Bukan perhatian, aku hanya ingin membalas kebaikannya yang sudah diberikan padaku...!"
" Kebaikan apa yang sudah nona terima dari Yang Mulia??"
" Yang Mulia memberikan kalian padaku, heheheh...!"
" Apa??, sungguh??"
" Ya, aku berniat untuk membeli kalian, tapi kan kalian juga tahu Raja tidak kekurangan apapun...!"
" Benar nona,...!"
" Nona...apakah itu artinya anda bisa membawa kami keluar istana??"
"tentu saja bisa, kalian kenapa bisa menjadi pelayan istana??"
" Keluarga kami sangat miskin, jadi menjual kami untuk menjadi pelayan Istana...!"
" What?? itu sih jual beli budak!"
" Tapi semenjak, Raja yang menaiki Tahta, calon pelayan akan di didik dengan baik, kami yang tidak bisa membaca jadi bisa membaca di sini, kami yang menjadi pelayan disini memang sudah terputus dengan keluarga!"
" Oh, seperti itu...!"
" Berapa gaji kalian ??"
" 4,5 juta nona...!"
" Wah, lumayan ya...jika kalian ikut aku , aku tidak bisa membayar sebanyak itu mungkin hanya setengahnya!"
" Tak masalah nona, asalkan kami bisa bebas menikmati kehidupan di luar Istana!, kami gaji segitu juga tidak bisa bebas menikmati udara diluar istana!"
" Baiklah, aku sedang mencari tempat tinggal yang dekat dengan toko ku...apa kalian bisa membantu??"
" minta bantuan pada Raja saja nona, kami kan jarang keluar!"
" Aku malu bertemu dengan raja lagi, pokonya...aku ingin cepat dapatkan rumah dan keluar dari Istana!"
" Bukankah anda menyukai Istana??"
" Aku suka tapi saudaraku sudah tidak di sini lagi...lalu apa alasan aku tinggal??"
" Benar juga, kalau begitu saya akan tanya para penjaga gerbang tentang tempat tinggal yang dekat dengan toko anda!"
" Ami kau sungguh baik hati terimakasih!"
__ADS_1
" Sama-sama nona, nanti saya kabari anda jika mendapatkan informasinya!"
" Yayaya...!"
" Nona, anda rambut anda sudab bersih, saya akan mengambil pakaian untuk anda....!"
" Yuzan, bisakah aku memakai pakaian simple seperti kalian??, memakai gaun begini terus aku sangat tidak nyaman!"
" Nona ini baju pelayan...!"
" Tak apa - apa..ambilkan satu untukku...!"
" nona...!"
" Aku tidak bisa bergerak dengan baik, aku menyesal karena hanya membawa 2 pakaian dari negaraku!" Ujar Julia.
" Baiklah, tunggu sebentar...!" Yuzan segera mengambil satu set pelayan untuk Julia, karena pakaian pelayan memakaj atasan dan celana jadi mudah bergerak.
" Ini nona...!"
" Wah ini sangat nyaman bahanya sangat dingin...pantas kalian tidak pernah berkeringat!" Julia segera memakai set pakaian pelayan itu..
" Ami Aku juga mau di ikat seperti itu...agar tidak berantakan!"
" Nona, sebaiknya tidak usah diikat, rambut anda sangat terawat memakai ikatan seperti ini akan membuat rambut anda rusak dan bergelombang!"
" Ya sudah ikat ringan saja.... rambutku suka mengganggu aktivitas ku...!"
Ami segera mengikat ringan rambut julia.
" Oh Ya nona...para penjaga juga tidak tahu jadi maaf saya tidak bisa membantu...!"
" Ya tidak apa-apa..., kalau begitu kalian temani aku keluar...!"
" Apa boleh??"
" Coba kau tanya pada Yang Mulia dulu, sudah bolehkah aku membawamu keluar untuk mencari tempat tinggal!"
" Baik Nona...!" Ami pun segera menuju Paviliun Raja.
" Tokonya berada tepat di ujung barat Istana, seharusnya dia tahu, tidak ada kediaman yang dijual di dekat istana, karena semua yang ada di sini adalah rumah dinas untuk para petinggi Istana!, aku memberinya tempat itu agar dia mudah memasarkan usahanya dengan harga yang baik, karena lingkungan didekat istana adalah kalangan Elite!"
" Lalu bagaimana Saya menyampaikan pada Nona Julia...!"
" Nanti aku akan menemuinya...!"
" Baik Yang Mulia terimakasih saya undur diri...!"
Ami pun kembali dan segera memberitahu pada Julia.
" Ah, begitu rupanya...jadi kue - kue ku tidak bisa di nikmati oleh kalangan menengah kebawah...ya sudah nanti tunggu dia datang saja, Ami, Yuzan ayo jalan-jalan aku akan menikmati tempat ini sebelum aku keluar istana...!"
" Nona, aku ajak ke halaman timur di sana banyak sekali bunga...kami saat penat di waktu istirahat akan ke sana menikmati bunga-bunga cantik!"
" Ayo ayo...!"
Mereka pun berjalan menuju ke halaman timur...
Namun mereka berpapasan dengan Selir ke 3,
Yuzan dan Ami memberi hormat pada Selir ke 3.
Julia hanya mengangguk tersenyum,
" Siapa dia?? apa tidak diajarkan tata krama sebelum menjadi pelayan!" Ujar Selir ke 3.
" Nona itu seragam pelayan di paviliun Ratu!"
" Pantas saja tidak tahu sopan santu, Ratunya saja pembuat masalah setiap hari...Saat menikah saja pakai acara kabur...membuat Raja kerepotan saja!"
"anda bergelar selir namun tidak memiliki padangan yang baik, sebaiknya anda periksa mata anda lebih dulu sebelum menghina orang lain!" Ujar Julia
" Apa katamu??, dasar pelayan sialan!"
" Paaaaaaakkkkkkkkkk!"
__ADS_1
Selir ke 3 menampar Julia sangat keras.
" Nona...anda tidak apa-apa??" Yuzan melihat pipi julia yang terlihat merah.
" Nona??" Selir ke 3 terkejut.
" Selir ke 3, dia buka. pelayan dia adalah saudara Ratu...yang di jamu raja dengan baik!"
ujar Ami menjelaskan.
" Apa??"
" Ami, Yuzan kembali saja , aku sudah tidak mood melihat bunga, karna ada bunga bangkai berjalan di sini!" Julia segera berbalik arah berlari kembali ke tempatnya
Seumur hidup baru kali ini dia di tampar, sedangkan orang tuanya saja mencubit saja tidak pernah, apalagi menampar dengan begitu keras.
" Huhuhu Mommy, sakit sekali rasanya di tampar, jika dia bukan Selir aku sudah menginjak kepala nya, huhu rasanya sakut sekali tidak bisa membela diri sendiri di sini!"
Julia berlari sambil menangis...
Yuzan dan Ami sampai kualahan mengikuti Julia yang berlari seperti kuda.
Bruuuuuuukkkkk...
" Pelayan sialan,.berani sekali berlarian sampai menabrak Raja!, cepat bawa dan cambuk dia!"
" Tidak Yang Mulia jangan!" Teriak Ami dan Yuzan.
" Ini sudah peraturan , pelayan yang tidak disiplin harus menerima hukuman!" Tegas Dans.
" Yang Mulia dia bukan pelayan!" ujar Ami
" Lalu siapa???" Tanya Dans yang berdiri di depan raja
" Nona, berdirilah...!" Yuzan membantu Julia berdiri.
" Nona Julia...kenapa kau memakai pakaian pelayan??" Tanya Dans terkejut.
Alfred segera menyingkirkan Dans,
melihat Pipi Julia memar ...
" siapa yang melakukannya??" Alfred segera berjongkok melihat dengan jelas pipi Julia.
" Huhuhuhu... sakit...huhuhu....!" Julia merengek seperti anak kecil, Alfred segera menggendong Julia dan membawanya ke tempatnya.
" Panggil Dokter, panggil Dokter...!" Dan berbisik kecil pada bawahannya, Dans sudah tahu apa yang akan di perintahkan Rajanya.
" Panggil Dokter!" Ujar Alfred sesuai tebakan Dans.
" sudah saya panggilkan Yang Mulia!" Jawab Dans cengar - cengir.
Setelah mendapat perawatan,
" Yang Mulia, sudah saya obati...rajin di olesi saja dengan salep ini...maka akan segera pulih...!"
" Ya kau bisa kembali...!"
Dokter itu pun pergi...
" Apa kau ini kurang kerjaan Julia??, kenapa memakai baju pelayan??"
" Aku tidak terbiasa memakai gaun-gaun berat Yang Mulia!"
" Astaga, kau bisa katakan padaku...aku akan memberimu pakaian yang lebih layak...!"
" itu akan merepotkan anda lagi Yang Mulia...!"
" Dan kejadian ini lebih merepotkanku lagi...!"
" Maaf maaf Yang Mulia...!"
" Sebenarnya aku juga ingin memberimu keadilan karena selir ke 3 sudah menamparmu, namun kau salah juga memakai baju Pelayan...!"
" Yang Mulia, apa seorang pelayan tidak ada harganya di mata tuannya??, kenapa sedikit - sedikit hukuman...?"
__ADS_1
" Itu....!" Alfred tidak bisa menjawab pertanyaan Julia.