
" Sansan...paman dan bibi om Kenzo...kau sebut calon mertua??, itu itu...!"
" aku hanya bercanda saja kakak!"
" Dia menyukai teman ibunya Cindy...!" jelas Chiko.
" What??"
" Om Chiko kenapa kau memberitahu kak Cindy!'
" Bukankah Cindy bisa menebaknya?"
" Oh pantas saja kau tidak mengaku pada Kenzo jika kau ini Sansan...rupanya begitu!"
" Bukannya begitu kakak...hanya saja aku sangat kesal saat pertama kali kita bertemu di tidak mengenali ku, dia sangat bodoh!"
" Pfffffffffffffttttt....iya benar - benar bodoh itu om Kenzo aku saja langsung bisa mengenali mu!'
" Aku juga!, Kenzo terlalu fokus mencari sampai tidak menyadari nya jika kau sudah bersama dengannya cukup lama" sahut Chiko.
" Hahahahaha...jika kau muncul sebagai Sansan di hadapan saudara - saudaramu yang lain mereka juga akan menyadari jika kau Sansan Asli, karena nada dan gaya berbicara mu tidak ada yang bisa menirunya!"
" Kakak kau meledekku!"
" Tidak, aku berpikir mungkin kau masih mengalami cinta monyet!"
" Ya benar, om Kenzo monyetnya!"
" Hahahahahahahh" Cindy dan Chiko tertawa
"Bukankah kau ini lebih pantas menjadi anaknya ?"
" Bunda dan ayahku juga terpaut jauh...paman Jovan dan bibi juga terpaut jauh!"
" ah, itu benar ....tapi tidak sejauh dirimu berapa usia Om Kenzo??"
" 37 mungkin!"
" kau berapa 16 tahun kan??"
" Benar, selisih 21 tahunan!"
" Nah iya.... dia juga kenapa terlambat menikah?"
" Apa kau juga menyindir ku??"
" Hahahah, om kau kenapa yang baper sih?, tapi kau dan Kenzo itu seumuran bukan?,samalah dengan tante Sasa!"
" Ehmmmm...iya benar!"
" Iya aku mendukung om Chiko dengan bunda!" sahut Sansan.
" hahaha ..kau mengambil posisi Yang menguntungkan bukan?'
" Ya, haruslah ...lagian istri Kenzo itu bukan level bundaku, jika dia berurusan dengan bundaku, dia masih belum pantas!"
" Melawan Sansan saja belum tentu mampu apalagi melawan bundamu, iyakan??"
" Nah itu kakak tahu!"
" Tahulah, jadi Adikku ini mencintai Om kenzo...baiklah kakak akan membantumu mendapatkannya!"
" Hahahha kakak, terimakasih" Tasya memeluk Cindy kegirangan.
" Aku, sebagai ayahmu juga akan melakukan hal yang sama!"
" Kapan aku mengakuimu sebagai ayah??"
" Ya sudah aku tidak akan membantumu jika kau tidak mengakui ku!"
" Siapa yang butuh bantuan mu om??"
" Oh baiklah...temui bundamu sendiri sana!'
" Ih om...aku bercandalah...!"
" Panggil ayah....!"
" Tidak mau!'
__ADS_1
" Cindy aku pergi dulu ya!" Chiko
segera keluar dari ruangan Cindy
" Eh eh, om eh ayah iya ayah tunggu tunggu Sansan!, kakak bye...!" melambaikan tangan pada Cindy dan segera mengejar Chiko.
" Hahahah, astaga anak itu...slalu begitu...!" Cindy tertawa sambil menggeleng kepala.
Tasya mengejar Chiko yang pura-pura merajuk,
" Ayah, ayahku....!"
Chiko mengabaikan Sansan meski wajahnya tersenyum melihat tingkah Sansan.
" Ayah tunggu ...hei suami bundaku... tunggu tunggu!"
Chiko berhenti dan berbalik, sehingga Sansan tak menabraknya.
Chiko memeluk Sansan dengan hangat,
" Oh ya, kau sudah mengakuiku...menjadi ayahmu, maka kau harus mengandalkanku mulai saat ini...aku akan membahagiakanmu dan bundamu!"
" Apa kau sungguh - sungguh bisa kami andalkan??"
" Tentu saja, asalkan kau mempercayaiku!"
" Terimakasih, meski kau sangat jauh dengan ayahku, tapi aku mengakui ketulusanmu, Ayah...tolong jaga bundaku selama aku tidak disisinya!"
" Untuk saat ini bundamu masih sangat lemah, aku mengambil cuti panjang untuk menjaganya, jika perlu aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ku, dan kembali dengan Blackdragon!"
" Bukankah kau berjanji akan menjadi hebat pada ayahku?"
" Hmmmm ...tapi keadaannya berbeda Tasya!"
" tetaplah menjadi seorang Panglima ayah Chiko, ibuku bukan orang yang lemah, dia bukan orang yang mudah ditindas...aku yang akan mengurus Black Dragon jika semua urusan kita selesai!'
Chiko mengusap kepala Tasya dengan sangat lembut.
" Baiklah, aku akan mengikuti ucapanmu...ayo kita jemput bundamu dan menemui paman dan Bibi Kenzo!"
" Ayoo ayah....tapi...di mana santan Kara?"
"Dia sudah di apartemen Dai!"
"oh ok...!'
mereka segera menjemput Sasha dan segera menuju ke tempat keluarga angkat Chiko.
" Sayang ibu dan ayah angkat ku itu sebenarnya adalah paman dan bibi Kenzo!"
" Oh ya?, kenapa bisa begitu?"
" Hmm...mereka di jepang tidak aman jadi Kenzo menitipkannya padaku dengan identitas orang tuaku!"
" Oh...begitu...!"
" Mereka sangat baik, aku mengajak kalian berkunjung karena mereka merasa sangat kesepian di sana, agar mereka tidak jenuh juga sih!"
" ayah...tapi kita tidak membawa buah tangan!"
" Tidak perlu, Bibi Kenzo sangat pandai membuat makanan, dia tahu jika aku membawa kalian ke sana pasti dia sudah membuat banyak makanan, kalian menemani mengobrol mereka saja sudah membuat mereka bahagia!"
" Bibi dan paman Kenzo orang baik, siapa yang ingin menyakiti mereka?"
" Kau pasti lupa dengan pernikahan Kenzo, kenzo terpaksa menikahi Tian karna di bawah tekanan keluarga Tian, namun selama Pernikahan mereka Kenzo tidak bisa mencintai istrinya, dia berniat menceraikan istrinya!'
" Aku mengerti, jadi Kenzo ingin bercerai dengan istrinya, karena itu pasti menimbulkan masalah untuk paman dan bibinya kan?"
" Ya benar, ...!"
"hemmm sepertinya Tian bukan wanita yang baik!"
"Benar bunda, dia membawa pulang pria kerumahnya dan ganti -ganti pula!"
" Apa??, bagaimana kau tahu??" Sasha terkejut, begitu juga dengan Chiko.
" Eh???" Tasya baru tersadar.
" Dari mana kau tahu nak??"
__ADS_1
" hmmmm aku tidak sengaja lewat depan rumahnya dan dia suka berganti - ganti pria, kasihan om Kenzo!"
" Oh mengerikan sekali!"
" Ya... menjijikan!"
" Anak kecil tahu apa sih kamu??" Sasha mencubit pipi putrinya itu.
" Bunda sakit!"
" Biar saja, kenapa bunda slalu merasa anaku itu ada 2 orang,yang satu sangat pendiam yang satu sangat aktiv, kau ini kadang sangat pendiam dan kadang juga sangat rame dan lucu!"
" Hehehehe....ya itu sesuai mood sansan lah bunda!"
" Ah, begitu rupanya ya....!'
" Sudah sampai ...!" Sahut Chiko yang mengehetikan mobilnya.
Kemudian Chiko turun dan membukakan pintu mobil untuk Sasha .
" Ayah, bukankah aku anakmu?"
"tentu saja!'
" Kenapa hanya pintu bunda yang kau bukakan?"ujar Tasya kesal.
Sasha terkikik mendengar perkataan putrinya,
" Sansan, dia suamiku apa kau cemburu?'
" Dia ayahku bunda, harus adil dong...!"
" Tidak boleh, kau harus keluar sendiri, dia ayahmu tapi bukan suamimu!"
" Aku tidak akan keluar jika ayah tidak membukakan pintu untukku!"
" Ya sudah kau bisa tinggal di dalam mobil anakku sayang, ayo suamiku kita masuk!" Sasha menggandeng tangan Chiko masuk ke dalam.
Chiko terjebak di situasi yang sulit, antara Sasa dan Sansan.
Bos Bram apa yang kau lakukan di saat seperti ini?
dalam hati Chiko.
" Nak Chiko, ...oh ini kah istrimu?"
" Iya ibu ayah...!"
" Ayo masuk...!" Bibi Kenzo segera menarik Sasha masuk, Chiko segera berlari ke mobil dan membuka pintu untuk Sansan yang sudah memasang wajah cemberut.
" maaf putriku,... sekarang ayah sudah membukakan pintu untukmu!"
" Terlambat!"
" Aihhhh....kau harusnya tahu bagaimana bundamu kan?"
" Tapi ayah Bram biasanya mendahulukan ku baru bunda!"
" ah ....maafkan aku nak ...aku belum sepenuhnya memegang hati bundamu, jika bundamu kecewa aku tidak tahu harus berbuat apa"
" Oke, ayah gendong belakang!"
" Apa?, kau sudah besar Sansan!"
" Mau tidak?"
" Baik!" Chiko segera berjongkok, Sansan pun langsung naik ke punggung Chiko.
Tinnnnn tinnnnnn...
Chiko Dan Sansan pun menoleh ke arah suara Klakson .
" OMG...kenapa dia ke sini????"
" Aku juga tidak tahu dia ke sini!!"
Keduanya sangat terkejut melihat mobil Kenzo yang tiba di depan Gerbang.
Bersambung....
__ADS_1