
" Kak Cindy, apa kak Suhail datang juga??"
" Ehmmm, sepertinya sih dia dapat Cuti lumayan panjang!"
" ohhh....!"
" kenapa hanya Suhail yang kau tanyakan?, saudaramu yang lain juga akan pulang!"
" oh ya??"
" Hemmm, apa jangan - jangan kau menyukai Suhail?"
" Mana ada, kakak sembarangan!"
" Lalu??"
" jadi begini , kakak tahu Yohana kan?"
" oh, itu kan wanita yang di bawa oleh Julius!"
" iya, dia mengatakan pada Ai, jika suhail pulang aku harus memberitahunya!"
" Ha???, kenapa Suhail? bukan Julius?, wah bahaya ini perempuan!"
" Tapi kan, mereka pernah satu sekolah sayang!" ujar Martin.
" eh kok sayang??" Tanya Ai yang memang belum tahu hubungan Martin dan Cindy yang sesungguhnya.
" Ai, abangmu itu kan biasa memanggil seperti itu!" sahut Cindy
" Oh iya iya!" Aina mengangguk meski agak terasa aneh.
" lalu bagaimana kau menjawab?"
" Iyain aja dulu, nanti pura - pura lupa saja!" Jawab Ai santai.
"hahahahhahahah!" Martin dan Cindy tertawa.
meski Aina itu lemot, tapi terkadang kelemotannya adalah hal baik.
" Kita kan tahu, Julius ini sangat tidak menyukai Suhail, sejak kejadian masuk ke kolam gara - gara kau dan Sansan di kejar-kejar lebah itu kan?"
" Iya , Suhail mendorong Julius masuk ke kolam agar tidak di sengat lebah , tapi mereka lupa jika mereka tidak bisa berenang!"
" Hihihi haha!" aku jika ingat itu aku slalu tertawa sendiri ujar Ai.
"sebenarnya juga kasihan tapi lucu juga, akhirnya paman meminta kak putra mengajari mereka berenang!"
" Aku masih ingat paman,marah seperti ini...Kalian harus belajar berenang mulai sekarang!, memalukan jika anak Laksmana mati karena tidak bisa berenang!"
" Hahahaha, paman itu jika marah endingnya lucu sekali...kenapa papah dan paman sangat berbeda ya kak??"
tanya Ai.
" Iyalah, pamanmu dulu penurut, papah kita dan om Bram adalah pembangkang, paman akan menuruti semua perintah kakek, Sementara papah kita dan om Bram berkebalikannya, meski begitu dulu cita - cita papah kita juga masuk militer,namun papah mengalami kecelakaan, dan lumpuh sebelum dinyatakan lulus pendidikan jadi ya begitulah, jika papa kita adalah TNI sudah pasti modelnya seperti paman!, tapi papah kita ditakdirkan menjadi seorang pengusaha, jadi berbeda karakter, namu keduanya tetaplah penyayang!"
" Lalu om Bram kenapa sangat kaku sekali?"
__ADS_1
" Kata, papa...dia sudah ditinggal kedua orangtuanya sejak kecil, dia jarang tersenyum sejak kepergian kedua orangtuanya dia hanya berbicara seperlunya saja, kata mama om Bram itu Kulkas berjalan!"
" hahahah, aku jadi rindu papa dan om Bram, meski om Bram tak banyak bicara, dia slalu membelikan Ai mainan yang sama dengan Sansan!"
" Iya aku juga...mereka sudah mendapat tempat yang lebih baik, kita doakan saja dan lanjutkan hidup kita dengan baik!"
Martin hanya terdiam, saat Aina dan Cindy membicarakan papah dan omnya, Seakan Martin slalu di ingatkan atas kesalahannya.
" Cindy, Ai..aku istirahat dulu ya!"
" Oh tidak makan dulu abang?"
" Tidak, ...!" Martin langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Kakak apa abang sakit?, kenapa dia terlihat sangat pucat??" Tanya Aina.
" Tadi baik - baik saja,...!"
" Mungkin Abang kelelahan, ya sudab biarkan saja istirahat,aku juga lelah kakak nanti panggil aku saat makan malam sudah siap!"
" Iya istirahat lah, aku akan membantu mbak Zara, nanti aku akan memanggilmu!"
Aina kembali ke kamarnya dan Cindy membantu mbak Zara menyiapkan makan malam.
...----------------...
Di negara B.
" Selamat pagi Tuan Kenzo lama tidak bertemu!" sapa Dai dengan santun.
" heheheh, masak sih tuan?"
" Iyaz sepertinya kau cocok dengan kehidupan di sini!"
" Hehehe kita kan diwajibkan seperti bunglon tuan, untuk tetap bertahan hidup!"
" Iya, bagus, apa Tasya sangat merepotkanmu?"
" Tidak tuan, tidak sama sekali!, lalu di mana anaknya!"
" Ah, dia masih tidur seperti babbiii!"
" Apa dia mabuk??"
" Aku tidak memperbolehkannya minum, dia malah mengajak main game sampai pagi!"
Ah, syukurlah jika Tasya mabuk, dia pasti membuka kartunya sendiri.dalam hati Dai.
" Kemarin apa kau sedang menjalankan misi?"
" Ya tuan, ada apa?"
" Aku melihatmu, bersama seorang pria, kalian memandangi kami. cukup lama, siapa pria yang bersama denganmu itu?"
" Oh, dia??, dia ... pengawal raja heheh!"
sebaiknya tidak jujur kan? dalam hati Dai.
__ADS_1
" apa dia menyukai Tasya??"
" Sa saya tidak tahu tuan!"
" Ingat, kau aku pekerjaan untuk menjaga Tasya, jangan sampai dia jatuh cinta dengan pria yang tidak baik dan tidak mencintainya, lagian anak itu masih di bawah umur, jangan bolehkan dengan seorang pria jika umurnya belum 20tahun!"
Ini Definisi apa??, cemburu, atau apa??, ah kepalaku sakit sekali memikirkan kerumitan hubungan Tasya dengan Tuan, jika tuan tahu Tasya sudah jatuh cinta dengan orang yang tidak mencintainya, itu sepertinya dia membicarakan dirinya sendiri, Tuan Kenzo ini memang bodoh seperti yang di katakan Tasya, jika raja gila itu benar -benar menyukai Tasya ?? ah sudahlah aku tidak mau pusing, yang menjalani saja seperti tidak memiliki beban kenapa aku yang merasa terbebani?
dalam hati Dai.
" Baik Tuan, siap laksanakan!, apa saya perlu membangunkan Tasya?"
" Biarkan saja, jika dia bangun pasti akan menempel terus padaku, aku ingin santai sejenak!"
" Ah, baik!"
" Aku akan memberimu ide, untuk segera menyelesaikan masalah ini Dai!"
" Oh baik, saya akan mendengarkan!" Mendekat dan duduk.
" Tasya sudah menceritakan detailnya, ini memang perebutan Tahta, pihak lawan sudah mendapat kelemahan raja, yaitu Ratu...jadi Ratu adalah senjata untuk membunuh raja secara alami, orang - orang yang melukai raja sebentar lagi akan di bebaskan, dan membuat kelompok untuk memberontak, mereka akan memanfaatkan rakyat yang 99% sudah sangat membenci raja untuk bergabung melengserkan raja yang sekarat!, aku tahu kau pasti sudah memiliki beberapa rekaman yang kau dapatkan, aku cukup tahu jalan pikiranmu Dai!"
" Ah , Tuan bagaimana bisa tahu!"
" tahulah, jangan keluarkan bukti itu, sebelum kau menemukan bukti kematian Ratu!"
" Baik Tuan,...!"
" kemarin aku juga sudah mengatakan pada Tasya, untuk menyadap semua tempat di mana musuh berkumpul!"
" Saya tahu, mereka slalu mengatur rencana di kediaman menteri!"
" Kalau begitu aku tidak perlu menjelaskan langkah selanjutnya!, hanya saja...lakukan hal itu sendiri jangan sampai anak nakal itu yang melakukannya!"
" Ah?? Tasya lebih baik dari Dai tuan!, apa tuan meragukan Tasya?"
" Aku tahu, hanya saja jika dia yang melakukannya dia akan terlibat hubungan dalam dengan pihak raja!, pria yang bersamamu itu adalah raja kan??"
Dai terkejut dengan pernyataan Kenzo,
" Tak apa, aku tahu niatmu tidak membohongiku, tenanglah!"
" Maafkan saya tuan Kenzo, sungguh saya tidak ada niat apapun!"
" Yaya, aku akan mencoba mengerti apapun alasanya, kehidupan dikerajaan sangat kejam, jangan membuat Tasya masuk lebih dalam ke dalam urusan kerajaan!"
" Saya mengerti tuan!"
" Segera selesaikan urusan ini dan tinggalkan negara ini, kau adalah orang ku, aku tugaskan kau menjaga Tasya dan membawanya pergi dari sini setelah semua selesai, dan bawa dia tanpa kekuarangan satu apapun!"
" Saya mengerti Tuan, kalau begitu saya kerjakans sekarang!"
Dai pun segera kembali ke istana.
Astaga sebenarnya , kau ini orangnya siapa Dai??, beraninya membohongi ku tanpa berkedip, anak itu sudah membaur dengan anak nakal itu, pengaruh Tasya besar sekali rupanya, Yukini saja bisa di takhlukan, apalagi Dai, Raja sepertinya tertarik dengan anak nakal ini, enak saja mau comot milik orang, aku yang menemukan anak nakal itu lebih dulu, siapapun tidak bisa mengambilnya dariku.
dalam hati Kenzo.
__ADS_1