GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
415. Protek


__ADS_3

Tasya tahu dia harus meminta bantuan pada siapa saat ibu angkatnya sudah tidak tertolong.


" pamannnnn bibiiiiiii..." teriak Tasya berlari kehalaman belakang mencari berlindungan pada paman dan bibi Kenzo.


" hei jangan kau bisa lolos!" teriak Yuki.


" bibi tolong, mama mau memukul ku!"


Suan segera menghalangi Yuki agar tidak memukul Tasya.


" Yuki, apa kau ini mau menghajar menantuku??, dia sudah dewasa, bagaimana bisa kau masih memukulnya??, apapun kesalahan anak ini bicarakan baik-baik!"


" Nyonya besar, tuan besar anak ini sudah kurang ajar pada tuan Kenzo, ..."


" Yuki, biarkan aku yang menasehatinya, kau duduklah agar emosimu mereda, kau ini sudah semakin berumur apa tidak pegal apa lari-larian??"


" baik nyonya..."


" Tasya, apa kau nakal lagi sayang??"


tanya Suan pada Tasya dengan lembut.


" Bibi, aku hanya mengatai om Kenz saja, tapi mama langsung emosi ..."


" sayang, meskipun Kenzo itu sangat sabar denganmu, kau juga tidak boleh seenaknya mengatai suamimu, karena kita tidak tahu batas sabar suami kita, belajar berbicara baik dengan suamimu, pria slalu menyukai wanita yang lembut untuk menghargainya!"


" Dengarkan itu anak nakal!!!"


" iya bibi , Tasya akan mengingatnya!"


" jangan hanya diingat, kau harus melakukannya!"


" iya, iya ...aku akan minta maaf pada om Kenzo..."


Tasya segera beranjak pergi menghampiri suaminya di ruang tamu.


wajah tasya sudah tertekuk menjadi 10 bagian.


" Om Ken, Tasya minta maaf...oke...Tasya akan mengulangi terus...!"


" apa??"


" eh tidak mengulangi lagi..."


Kenzo menarik Tasya duduk di pangkuannya,


" Aku sudah menyetok banyak maaf untukmu, kau tenang saja, kesabaranku, tidak terbatas kusus untukmu...tapi kau adalah seorang ibu, berikan contoh yang baik untuk anak-anak kita, kau tahu, kenapa aku slalu memperlakukanmu dengan baik, tidak pernah memarahimu di depan anak-anak, karena aku ingin memberikan contoh pada mereka, bahwa ibunya harus slalu di hormati, dihargai dan disayangi sepenuh hati...aku tidak ingin mengulangi kegagalan kedua orang tuaku...biarkan itu terputus sampai padaku, untuk anak-anak kita, kita harus memberikan contoh yang baik, apa istriku ini mengerti??"


" mengerti tentu mengerti, maafkan aku sayang " Tasya memeluk Kenzo dengan erat, dia sangat bahagia karena menjadi istri seorang Kenzo.


" apa kau sungguh-sungguh menerima ketujuh anak itu om??"


" Jika tidak kenapa aku repot membawa mereka bersama kita di sini, mereka adalah kebahagiaanmu, bagaimana bisa aku tidak menerima mereka, kebahagiaanmu, itu kebahagiaanku juga..."


" Jadi tidak masalah ya banyak anak??"


" Ya itu tergantung bosnya, aku hanya karyawan di sini hahahahaha"


" hihihihi..." Tasya terkikik.


" Jika kau melahirkan anakku, dia akan punya banyak saudara, sepertimu, mereka harus saling menyayangi, kita harus slalu adil pada mereka, meskipun mereka bukanlah darah daging kita..."


" Iyalah om, ... terimakasih om sudah mau menerima anak-anak itu..."


" sama-sama...kita akan Ke Swiss 3 hari lagi, nanti yang lain juga akan menyusul dipernikahan Cindy dan Fannan, apa kau ingin menyiapkan hadiah??"


" itu gampang, masalahnya...apa Fahad akan membawa Dhiren juga ke Swiss??"


" Ah, benar juga...ku dengar Cindy sudah sedikit ada kemajuan, bagaimana jika dia melihat Dhiren,pasti teringat oleh Martin, semakin anak ini tumbuh, dia sangat mirip dengan Martin..."

__ADS_1


" Nanti kita bicarakan pada Fahad dan Anna ya..."


" Ya...oh ini sudah jam 10, saatnya menjemput Lily ...kalau begitu sekalian kita bertemu dengan Fahad saja..."


" Oke aku akan menghubunginya..."


setelah membuat janji dengan Fahad, mereka berdua segera meluncur menjemput Lily lalu pergi ke kediaman Pertama.


Di ruang tamu.


" Loeh Incess Julia...di mana Fahad dan Anna??"


" Mereka dari tadi di kamar, kami di suruh menjaga anak-anak "


" Pfffffffffffttttttttt...." Kenzo menahan tawa.


" Masih pagi, apa dia mereka mau cepat-cepat memberikan saudara untuk Dhiren dan Nora??"


ujar Tasya.


Incess dan julia hanya mengangkat pundak, mereka .


" Kami tiga hari mau ke Swiss , Julia dan Incess kapan akan ke sana??"


" Aku tergantung komandan om, ..."


jawab Incess.


" Aku ikut Fahad aja kapan pun, aku kan sekarang baby sitter anak-anak " ujar Julia.


" Hahahahahah..." Kenzo dan Tasya tertawa.


" ehem ehem..." Fahad dan Anna keluar dari kamar.


"aduduh... aduduh... yang kejar tayang..." gosa Tasya.


Anna langsung memerah,


" 3 hari lagi kami akan ke swiss... bagaimana denganmu, apa kalian akan membawa Dhiren??" tanya Kenzo.


" tentu saja, semua akan ku bawa om... bagaimana bisa aku tidak membawanya??"


" Lalu bagaimana jika Cindy kacau melihat Dhiren...??"


" aku akan memberikan topeng untuk Dhiren agar tidak terlihat oleh kakak..."


" Topeng??, apa itu tidak aneh??"


" kalau begitu biar aku dan anak-anak dirumah saja Yank..."ujar Anna.


" Mana boleh, kalian akan ku bawa bagaimana pun caranya!"


" Ya sudah nanti biarkan aku meminta bunda untuk membuatkan topeng yang lucu untuk Dhiren..."


" Dia akan menjadi pangeran bertopeng bukan??"


" Ah, sepertinya demi mental ibunya, Dhiren akan menjadi manusia bertopeng!" ujar Kenzo.


" Kasihan Dhiren ..." Tasya merasa kasihan pada Dhiren yang tidak tahu apa-apa itu harus menanggung hidup yang berat. di masa depan.


" Hem..." Fahad juga merasa sedih akan nasib Dhiren.


" Semoga suatu saat nanti kakak bisa menerima Dhiren dengan lapang dada..."


" Ya, semoga saja...kita akan memberikan kasih sayang lebih padanya..."


sahut Kenzo.


" okez seperti itu saja..."

__ADS_1


Drrrtttt drttttt...


ponsel Fahad bergetar...


" Hallo yud, ada apa??"


" Had, model pakaian yang akan diluncurkan,mendadak sakit dan kita kesulitan mencari model yang pas untuk karakternya..."


" Oke, aku akan cari..."


Fahad mematikan ponselnya.


" Julia, kau mau jadi model pakaian papahku, yang akan diluncurkan minggu depan...??"


" Tidak aku tidak mau...wajahku terpampang..."


" Aku bayar 2 digit, satu pakaian..."


" No....aku tidak kekurangan uang!" tolak Julia mentah-mentah.


" kalau begitu kakak ipar apa kau mau??"


" Aku tidak bisa bergaya, aku sangat kaku di depan kamera, aku saja tidak pernah selfi!"


" Siapa ya...??"


" Tiara barangkali dia mau..." ujar Tasya


" itu tidak cocok untuknya, dia tidak mau memangkas rambutnya paling tidak sebatas leher..."


" Kau hanya membayar 2 Digit siapa yang mau, ... ??!"


" Ah, tante... bagaimana jika kau??, pangkas rambutmu...kau sangat cocok, karena karakternya pas sekali..."


" satu baju 25 digit tidak masalah...boleh kan om aku pangkas rambutku??, aku juga agak ribet rambut panjang!"


" Apa 25 digit kenapa kau tidak merampok saja di bank??!!" Fahad sangat terkejut.


" Ya sudah kalau tidak mau...lagian aku juga tidak begitu minat..."


" baiklah, langsung kau ke studio sekarang kau akan segera melakukan pemotretan!"


" Apa ??, harus sekarang banget gitu??!"


" mau tidak??"


" Ya sudahlah demi persaudaraan kita...!"


" Ke studio mana Had??" tanya Kenzo.


" Di studio 7 om, di sana ada Yuda... terimakasih sebelumnya..."


"jangan lupa dibayar kontan ya...!" Tasya mengingatkan.


"Yayayaya..."


Tasya pun segera pergi di antar oleh Suaminya,


" Istrimu sangat cocok menjadi model Had!"ujar Julia.


" oh tidak, dia adalah harta berharga ku, bayanganya saja aku tidak rela orang lain melihatnya apalagi wajahnya terpampang di mana-mana,..."


" Hahaha bapak CEO ini sangat protek pada bininya.."


" itu sangat berlebihan bukan Had??"


ujar Incess.


" tidak masalah kok kak, Julia...aku juga tidak suka terekspos!"

__ADS_1


" sayang ini semua demi kebaikanmu..." ujar Fahad mencoba memberi pengertian pada Anna.


__ADS_2