GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
66. Berkomplot


__ADS_3

Dan penyelidikan itu pun berjalan dengan baik.


Sementara di tempat lain.


" Kau harus mengatakan pada semua jika Yang Mulia keracunan, dan sulit di sembuhkan!" mengancam dokter dengan menodong pisau di leher dokter.


" Bagaimana saya, berani!, Yang Mulia baik - baik saja!" ujar dokter itu ketakutan.


Alfred pun terbangun,


" Tasyaz apa yang kau lakukan ?, kau menakutinya!"


" Yang Mulia, cepat kembali ke tempat tidur!!!" Tasya yang masih emosi tidak sadar sudah membentak sang Raja, dan si Rajanya nurut - nurut aja kembali berbaring dan memakai selimut.


Siapa gadis kecil ini, bahkan Yang Mukia saja menurutinya dalam hati dokter itu menelan ludah.


" Babaik, saya setuju, tapi tolong jauhkan belatih itu!"


Tasya segera menarik belatinya


" Makanan yang aku makan itu beracun, aku mengganti makanan yang aku beli di pinggir jalan untuk Yang Mulia tanpa sepengetahuan orang lain!"


" Apa??" Alfred terbangun lagi.


" Yang Mulia tidurlah, uhukkk uhukkkk uhukkk !"


" Sooooorrrrr!" Tasya memuntahkan banyak darah.


" Tasya!!!" Alfred segera memegangi Tasya yang sudah kehilangan keseimbangan.


" Tidak, tidak papa, aku seudah memakan penawarnya!" Ujar Tasya menenangkan Alfred


Alfred segera menggendong Tasya, dan menidurkannya


" Cepat kau periksa!" perintah Alfred ,dokter itu pun segera memeriksa Tasya dengan sungguh-sungguh.


" Bagaimana??"


" Itu, racunnya sangat berbahaya, namun dia benar-benar memiliki penawarnya!, hanya saja memang ada efek sampingnya juga!"


" Apa itu berbahaya??"


" tergantung pada kekebalan tubuhnya, aku harap tidak berpengaruh !"


" carilah obat yang bisa menghentikan efek sampingnya!!!"


" Tatapi Yang Mulia!"


" Tidak ada tapi - tapian, cepat!, dan katakan pada penjaga di depan tidak ada yang boleh masuk.


" Babaiikkk!"


Dokter itu pun segera keluar dan melakukan tugasnya.


Dan kabarnya Raja yang Jatuh sakit itu pun tersebar meluas dengan cepat, tak sedikit yang mendoakan raja itu mati.


Kasus percobaan pembunuhan terhadap raja itu pun sudah hampir menemukan titik temu, sebagian di bebaskan karena terbukti tidak bersalah, kecuali semua orang yang tinggal di kediaman Menteri itu. semua masih di tahan.


namun, semua petinggi yang tidak sepihak dengan raja mulai, membentuk kelompok untuk memulai pemberontakan.


" Dai bagaimana keadaan Dans??"


Lumayan parah, mereka memukul berkali-kali dengan benda tumpul, namun sudah ditangani dengan baik.


" Dans saja bisa terluka, aku tak habis pikir ini semua akan terjadi!, selama ini mereka hanya bermuka dua dihadapanku!"

__ADS_1


Raja sangat murka namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


" Yang Mulia, saya akan melindungi anda sementara sampai Dans membaik!" ujar Dai.


" Aku sungguh, tidak tahu jika tidak ada kau dan Tasya, hari ini pasti adalah hari pemakamanku!"


" Sudah tugas kami, menjaga anda sebagai pondasi negara ini!"


" Dai, jujurlah... sebenarnya kalian ini siapa?"


" apakah Yang Mulia menjamin kepala saya utuh?"


" Ya, sudah seperti ini, dan kalian adalah orang yang aku percaya sekarang!"


" Tapi maaf Yang Mulia, saya tidak bisa memberitahu anda , yang jelas kami tidak akan menyakiti anda!'


" Baiklah, jika tidak mau memberitahu, ...!'


" Heheheh....!" Dai hanya meringis


Jika aku memberitahu sekarang maka Tasya akan ketahuan jika dia selama ini berakting menjadi Ratu, dari pada kepalaku sendiri,aku lebih menyayangi kepalanya.


dalam hati Dai.


" Yang Mulia, kakak anda tertua akan segera kembali bukan, dari pelajaran yang lalu saya harap anda dapat memetik pelajaranya!"


" Apa kau menuduh kakak tertuaku, penghianat?"


" Tidak Yang Mulia!"


" Katakan, apa maksudmu dengan kata-katamu itu?"


" Jika kakak anda datang maka, tetaplah terbaring,agar anda tahu apa yang saya maksud!"


" Kau kira terbaring dalam jangka lama, itu menyenangkan?"


" Hemmm, aku akan buktikan jika kakak tertuaku itu sangat peduli dan baik padaku, dia mana mungkin mengkhianatiku!"


Dai hanya mengagguk dan tersenyum,...


" Kau tidak percayakan?"


" Heheh, Yang Mulia, biarkan saya melihat Tasya hari ini!"


" Ya sana!"


Dai pun segera ke ruangan sebelah,


" Tasya, ...apa yang sedang kau lakukan?"


" Aku rindu om Kenzo, Dai ... aku takut karena masalah ini, aku tidak bisa bertemu dengan om Kenzo!"


" Yaelah, kirain kau sedang menahan sakit!, makanya selesaikan misi ini, nanti aku akan membawamu ke tempat tuan !"


" Iya, iya ayo...aku juga ingin cepat keluar dari istana, di sini sangat membosankan!"


" Hmmm, aku masih harus mengurus masalah lain, Tasya, makan dan istirahatlah teratur!"


" Ya kakak Daiku sayang!"


Dai pun segera pergi, namun kakinya terhenti dan masuk ke tempat di mana Dans di rawat.


" Dai, kau...aku sangat berterimakasih padamu karena sudah menjaga Yang mulia!"


" Hmmm, kau tetaplah terbaring, sampai semuanya benar-benar terungkap!, aku yang akan menjaga Yang Mulia!"

__ADS_1


" Ya, Dai...lalu bagaimana keadaan Tasya?"


" Dia memikiki nyawa 9 kau tenang saja!"


" Hmmm, syukurlah aku akan bertimakasih jika semuanya sudah membaik!"


" Ya, aku masih ada urusan!"


Dai pun lanjut pada urusannya.


" Tasya,...!"


" Eh Yang Mulia, kenapa anda ke sini??"


" aku khawatir denganmu..., apa kau sungguh tidak merasa kesakitan dari efek racun itu?"


" Tenang saja, tubuh badak ini tidak akan mudah terluka Yang Mulia!"


" Aku sangat bosan berbaring seharian, apa aku tidak bisa keluar sama sekali??"


" tidak Yang Mulia, kau kira aku tidak bosan apa?, aku juga bosan Yang Mulia!"


" Lalu kau mau melakukan apa Tasya?"


" Jika di ijinkan aku ingin jalan - jalan keluar, menikmati beberapa jajanan pasar, lalu main - main ke rumah judi, dan membeli beberapa manik - manik!"


" Jika hari ini aku mengabulkannya, apa kau akan senang?, dan tidak murung?"


" Brrraaaaakkkk!"


" Tentu saja, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dalam hidup ini!" menggebrak meja penuh dengan semangat dan membuat Alfred terkejut .


" Kalau begitu aku kabulkan!"


" Sungguh??, apa yang Mulia sedang merencanakan sesuatu?"


" Tidak, tapi aku ikut!"


" Tidak bisa!!!!, tidak bisaaaa!, Yang Mulia sedang berpura - pura sakit, inu akan ketahuan!"


" Tenang saja, aku juga biasa menyamar!"


" Apa??"


terkejut...


Alfred segera memanggil penjaga mereka membicarakan dengan sangat lirih.


" Yang Mulia, jangan mulai lagi ku mohon!"


" Cepatlah,pakai pakainku dan berbaring, ingatkan pada penjaga tidak ada yang boleh masuk siapapun tanpa terkecuali!"


" Oh Yang Mulia, jangan lakukan ini!"


"Tenanglah, aku akan kembali sembelum hari berganti malam!"


Sekarang Si Raja berkomplot dengan Tasya untuk keluar menghilangkan kebosanan mereka.


Raja ini sepertinya juga tidak terlalu buruk


dalam hati Tasya.


Mereka menyamar dan berhasil keluar istana dengan lancar, mereka berdua seperti tahanan yang sudah lama tidak menghirup udara segar.


" Ayo Yang Mulia, waktu kita tidak banyak mari bersenang -senang!" Tasya mennggandeng tangan Alfred berlari.

__ADS_1


Entah, anak ini datang untuk apa sebenarnya,namun dia cukup membuatku nyaman, dan membuatku merasa lebih bersemangat ,tidal buruk juga .


dalam hati sang Raja.


__ADS_2