GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
21. Pembuat onar Versi Laki - laki


__ADS_3

" Fahad, kenapa kau tidak mengikuti jejak kak Putra dan Suhail?"tanya Aina.


" Hmmm, iya nanti saja!"


" Kenapa?,, bukankah kau sangat ingin menjadi tentara?"


" Ya, benar....nanti saja!"


" Baiklah, kau harus segera menentukan pilihamu!"


" Ya kakakku yang bawel, ngomong - ngomong kakak punya teman yang cantik "


" oh ya benar namanya , Yuna...yang kemarin duduk di samping kakak!"


" Kenalkan aku dong...!" pinta Fahad.


" Dia sudah punya pacar , jika belum aku juga akan mengenalkanya padamu!"


" Yah... sudah punya pacar, tidak usahlah...!"


"Hahahahha,kau diam - diam tertarik padanya ?"


" Dia terlihat sangat natural, aku menyukai wanita - wanita natural!"


" Dia sangat sederhana, dan baik hati pasti sangat menyenangkan memilikinya bukan hanya menjadi teman tapi juga adik ipar hehehehe, tapi sayang Yuna sudah memiliki pacar!"


" kalau begitu jangan bicarakan lagi kakak!"


" Oke, terimakasih sudah mengantar ,sampai jumpa!"


Fahad pun segera kembali.


Di kediaman Pratama.


" Fahad, kau dari toko bunga Aina?"


tanya Julius yang mau keluar.


" ya,...!"


" apa kau sibuk?"


" Tidak aku santai!"


" Ikut aku yuk!"


" Kemana?"


" ikut saja!"


" Hmmmmm, aku ambil motor dulu !"


mau bagaimana karna hanya mereka berdua yang menganggur, jadi kemana - mana berdua.


Fahad mengikuti Julius dari belakang, ya mereka sangat menyukai motor kesibukan mereka adalah memodifikasi motornya gila - gilaan dan mereka berdua juga suka balapan.


" Fahad, ada balap liar apa kau mau daftar?"


" Tidak, hadiahnya tidak seberapa!"


" kalau begitu aku pinjam uangmu buat daftar!"


" Berapa?"


" 5 juta, kartuku di bekukan Daddyku, nanti kalau menang aku ganti 10juta!"


" Memang paman sepelit itu?"


" Dia tahu aku menghabiskan uangku untuk motor ini dia menggila!"


" Aih, lagian kita ini masih beban keluarga kenapa kau seenaknya begitu!"


" Sudah jangan ceramah, kau mau meminjamiku atau tidak!"


" ya sudah ambillah!"


Fahad melemparkan mastercardnya

__ADS_1


" Masih sama kan ya?"


" Sama!"


" Okey,...!" Julius sangat bersemangat untuk mendaftar.


Setelah mendaftar Julius mengembalikan mastercard Fahad.


" Julius, kenapa orang itu melihatmu terus?" tanya Fahad.


" Oh itu, entahlah aku juga tidak mengenalnya, tapi dia lawanku di sini!"


" Berhati - hatilah, sepertinya dia tidak beres!"


" tenanglah, jika macam - macan aku akan menghajarnya!"


" Jangan membuat paman marah-marah lagi, kasihan paman!" ujar Fahad.


" aku tidak pernah membuatnyan marah , dia saja yang sensitif padaku!, aku mau siap - siap dulu!" Julius pun pergi untuk menyiapkan dirinya.


namun Fahad merasa tidak beres dengan perlombaan kali ini.


Fahad tetap memantau Julius, bagaimanapun julius lebih muda darinya, dia sangat gradakan dan suka mencari ribut, banyak sekali orang yang tidak menyukai julius ini karna seenak jidat sendiri.


Fahad sangat paham, dengan Julius karna Julius sangat dekat dengannya, maka dari itu saat ini Fahad dilema, jika dia segera masuk dalam militer lalu siapa yang akan menjaganya, menemaninya Fahad dan juga kakaknya Aina yang sangat polos itu, soal kakaknya Cindy sudah dijaga abangnya Martin, soal Julia dia sibuk bersama bibi jadi pasti aman, nah yang paling dia khawatirkan adalah Julius.


" Fahad!!, aku akan mulai!" teriak Julius memberitahu.


Hati Fahad sangat gelisah, bagaimana pun Fahad harus mengikuti Julius.


peluit, sudah dibunyikan, dan Julius sudah tancap gas.


Fahad melihat jalur yang dilalui Julius,...


" Sial, aku ingat pria tadi yang di senggol- julius sebulan lalu hingga terjatuh!"


Fahad segera menyusul Julius lewat jalur lain,


Fahad segera mengambil ponselnya, dan segera menghubungi Martin.


" Abang, tolong Julius, dia sedang balap liar tapi sepertinya ini tidak beres, dia akan melewati perkebunan karet, jalan di sana sangat sepi, aku rasa mereka merencanakan sesuatu!"


" Hei kenapa kalian mengikuti balap liar?"


" Abang, aku masih dijalan menyusul dari belakang!"


tuuutttt


pangglilan terputus.


Fahad segera meningkatkan kecepatan motornya, namun dia masih belum dapat menyusul Julius.


" Haduh Julius, kau ini pengganti Sansan kah?, aku harus menjelaskan apa pada paman dan bibi jika terjadi sesuatu padamu!" Gumam Fahad yang tetap fokus pada jalan.


Julius, masih memimpin di balapan ini,namun dia baru merasa curiga saat akan memasuki perkebunan karet.


" Kenapa mereka melambat?"


Julius segera menghentikan motornya.


Ada yang tidak beres,


dalam hati Julius.


" Ah, sialan mereka mau menjebakku!!"


Julius memutar balik motornya, memotong jalan lewat perkebunan karet.


" Aduh, aduh , aduh mereka ini tidak tahu, perkebunan ini milik nenekku, hahahaha"


Julius tertawa, dia sangat hafal jalur perkebunan itu, karna suka sekali mengikuti Santrian saat survei perkebunan karetnya di masa pensiun.


" Mereka menganggap jalanan sepi itu sebagai senjata, kalian ini salah memilih lawan bung!"


"Eh tunggu!, Sialan!"


Julius teringat akan Fahad.

__ADS_1


" asssssshhhhh anak itu pasti mengkhawatirkan aku dan mengikutiku, aiiiih merepotkan!" Julius mengambil ponselnya, namun signalnya tenggelam.


" Woh Brengsek!, mau tidak mau harus mengikuti jalur awal!" Julius memutar balik lagi motornya dengan terburu - buru.


" Fahad , kau ini terlalu berperasaan, hal itu justru merepotkan ku!" Julius bergumam kesal.


" Oh my God, harusnya aku selamat, malah kau ajak mati bersama!"


Julius terpaksa menempuh jalan awalnya,


nguuuuuuuuuuunggg......


Julius melaju dengan kecepatan tinggi,


" Ah Brengsek mereka main kroyokan!"


terlihat Fahad di kepung oleh beberapa orang berbadan besar


" Hei, kau salah orang, dia bukan uang kalian cari bodoh!" teriak Julius.


" Hei, Julius bagaimana bisa kau baru datang ?" tanya Fahad bingung .


" Aku seharusnya sudah finish ,aku teringat kau pasti akan menyusul aku putar balik!"


" Bagaimana ini Bos?, jadi yang mana yang harus kita habisi?"


" Mereka hanya mengatakan menghabisi orang yang memakai motor balap saja, habisi saja keduanya!"


Mereka pun menyerang Fahad dan Julius,


2 lawan 7 perkelahian itu terus berlangsung, anak laki - laki di keluarga Pratama memang harus berbekal bela diri sejak kecil, jadi ini memang bukan masalah yang berat untuk keduanya.


Dalam hitungan menit kedua saudara itu selesai membereskan preman bayaran itu.


" Anjiiiirrrr aku kira jebakan apa?" Ujar Fahad menyesal mengkhawatirkan Julius.


" Sialan ,tahu gitu aku juga tidak usah putar balik , membuang waktu saja!"


" Tapi motorku kena ranjau, kau harus putar balik jika tidak aku akan jalan kaki karna mu!"


" Yaya cepat naik!!!"


" Tunggu aku tadi menghubungi abang Martin!, tunngu dia datang!"


" Fahad, kau ini bagaimana bisa masalah sebesar kotoran hidung ini kau libatkan bang Martin!"


" aku pikir mereka juga memiliki ide cemerlang,tahunya ide receh sinetron ini mereka mainkan!"


tibalah martin dengan 3 orang rekannya.


" Kalian baik - baik?"


" Ya bang, terimakasih ...oh ya mereka ada dalang dibelakangnya tolong bereskan boleh?"


ujar Julius.


" Julius, jangan lakukan balap liar lagi!" Martin menasehati.


" Nanti ku pikirkan lagi bang, jadi bisakah tidak memberi tahu Daddy dan Mommy?"


" oke...kalian kembalilah sisannya akan kubereskan!"


" Makasih abang Martin, kami pulang dulu!, ayo Fahad!"


Fahad pun segera membonceng Julius,mereka kembali ke area start balap tadi.


" kalian sungguh memalukan, kembalikan uangku!!" Tegas Julius meminta kembali uangnya.


" mana boleh, kami sudah mendapat pemenangnya, kenapa tidak terima kalau kalah!"


" Fahad Hajar!!!, berani - beraninya mereka ini memanipulasi semuanya?"


Fahad dan Julius menghajar habis - habisan panitia - panitia dan Julius mengejar dalang dibaliknya untuk membuat perhitungan.


wiw wiw wiw wiw ....


polisi dengan jumlah kuota banyak pun datang , dan menangkap semua orang yang ada tanpa terkecuali, termasuk Julius dan Fahad ikut tertangkap.

__ADS_1


__ADS_2