
" Nona maafkan kami...!"
" Tak apa,... bagaimana bisa Sansan eh Tasya di culik di dalam Istana??"
" Kami juga sangat heran, karena seluruh istana di lengkapi dengan Cctv dan juga penjagaan yang sangat ketat!"
" Aneh sekali, pasti ada orang dalam yang membantu...!"
" Pastinya, kenapa bisa seperti ini??, padahal semua Rakyat sudah menunggu di depan Istana, Mereka membawa banyak hadiah, sudah banyak rangkaian bunga ucapan yang terpampang untuk Raja!"
" Mereka pasti sangat kecewa, karena mereka sangat menyayangi Calon ratu kita!"
" Yuzan, Ami...aku tidak bisa berdiam diri di sini, aku ingin menemui wanita tadi...!"
" Nona, dia sedang diintrogasi, kita tidak bisa ke sana!, sebaiknya nona tetap di sini!"
" Ayolah ku mohon....!"
" saya tidak bisa membantu nona...!"
" Lalu aku harus bagaimana??"
" Nona, nona Tasya berhubungan baik dengan selir ketujuh...mungkin beliau bisa membantu!"
" Kalau begitu, tolong sampaikan padanya jika aku ingin berbicara!"
" Baik nona...!" Ami pun segera menuju Paviliun selir Ketujuh.
Sementara di Aula kerajaan
" Yang Mulia, Semua Cctv mati total , setelah di perbaiki tidak ada apapun yang terekam!"
" Tutup jalur laut dan udara tidak ada yang bisa pergi sebelum Tasya kembali...!"
" Baik Yang Mulia...tapi Yang Mulia semua Rakyat sudah menunggu sedari pagi...!"
" Benar Yang Mulia... mereka membawa banyak hadiah untuk anda...!"
" Lalu aku harus bagaimana??"
Alfred sangat bingung,dia ingin hanya fokus pada Tasya, namun disisi lain dia juga harus memikirkan rakyatnya.
" Yang Mulia, sebaiknya anda menyapa rakyat dengan salah satu selir anda untuk menenangkan hati rakyat... setelah itu anda bisa fokus mencari nona Tasya...!"
" Kalian tahu Rakyat kita sudah melihat wajah calon ratu kalian lebih dulu dari pada orang di Istana ini...!"
" Biarkan saja memakai penutup wajah Yang Mulia!"
" Yang Mulia, bukankah Nona Julia sangat mirip dengan Nona Tasya...?, anda bisa meminta nona Julia bekerja sama untuk menenangkan Rakyat, lagian hanya menyapa tidak benar-benar menikah!"
" Cepat, dandani dia dan bawa ke sini, aku tidak bisa membuang waktu banyak lagi, aku harus segera menemukan Tasya!"
" Baik!"
mereka segera melaksanakan perintah Alfred.
" Raja memerintahkan nona Julia memakai gaun pengantin dan rias dia dengan baik lalu bawa ke hadapan Raja!"
" Baik!"
para perias itu segera masuk ke ruangan Julia yang di situ hanya ada Julia dan Yuzan.
tanpa penjelasan pelayan dan perias itu segera merias dan memakaikan gaun Tasya padanya, Julia sudah meronta - ronta tapi mereka sangat kuat memegangi Julia.
" Eh ,eh kenapa aku?? eh lepaskan!"
Setelah drama selama 1 jam 30 menit akhirnya Julia selesai di rias.
" Bawa nona pada Raja!" perintah Dans
Julia dibawa paksa ke tempat Raja.
" Yang Mulia, nona sudah siap!"
" Lepaskan, lepaskan!"
" Yang Mulia kenapa begini?" Tanya Julia.
" Kau sangat mirip dengan Tasyaku, bantu aku menyapa Rakyatku yang sedari pagi sudah menunggu, aku tidak ingin mengecewakan mereka!"
" Yang Mulia, anda tidak mengira Tasya kaburkan??"
" Meskipun dia menikah denganku karena terpaksa aku yakin ini bukan rencananya!"
" Yang Mulia apa anda tidak curiga pada saya??'
" Tidak,...jika ini rencanamu, kenapa kau masih di sini??"
" Ahz benar...!"
" Ayo kita sapa semua rakyatku, aku ingin segera fokus pada Tasya!"
" Baik!"
__ADS_1
Alfred memberikan lengannya, dan Julia merangkul lengan Sang Raja dengan sedikit gemetaran.
" Apa kau takut??"
" Yang Mulia ini pertama kalinya tanganku bersentuhan dengan pria...selain saudara ku dan Daddy ku...!"
" apa di negaramu pria dan wanita tidak boleh bersentuhan??"
" Apa itu di larang di negaramu?"
Alfred tersenyum mendengar ucapan Julia, sambil berjalan Alfred mengajak Julia berbicara terus agar Julia juga tidak merasa gugup dihadapan semua rakyatnya.
" Bukan begitu, Julia hanya ingin satu laki-laki saja yang bisa menyentuh Julia seumur hidup!"
" Wah...itu bagus, jadi aku pria pertama yang bersentuhan denganmu??, maafkan aku karena ini...!"
" Tidak masalah, yang menyentuh ku ini calon saudaraku bukan??"
" Oh benar...kau mendukung ku dengan Tasya??"
" Sebenarnya juga tidak, tapi... bagaimana lagi ya?? aku mengikuti keputusan Tasya saja!"
" Ayo lambaikan tanganmu dan tersenyum!"
Julia mengikuti perintah Alfred melambaikan tangan dan tersenyum dengan ramah menyapa semua orang-orang yang berkumpul, wajah mereka terlihat sangat bahagia,
Wah, begini rasanya menjadi seorang Ratu...
dalam hati Julia.
semua ucapan doa serempak diucapkan oleh Rakyat yang datang.
Di sisi lain
" Dai, mana Julia dan adikku??"
" Tidak sempat lagi, aku akan mengurus mereka, kalian cepat hubungi Om Gerry, untuk menghubungi Panglima, seharusnya dia sudah kembali bertugas!"
" Apa??"
" Minta panglima meminjam akses laut untuk menjemput kalian di perbatasan!"
" Baik, tolong selamatkan adikku Dai ku mohon...!"
" Ya,....!"
Martin dan Aka segera menaiki kapal dengan membawa guci yang berisikan Tasya yang masih tak sadarkan diri .
" Keluarkan Sansan Aka!" Aka pun segera mengeluarkan Sansan dari guci, Martin menutup tubuh Tasya dengan jaketnya dan memeluknya.
" Apa dia akan segera sadar??" Tanya Martin
" Kata Dai, dia akan Sadar setelah 2 hari!"
" Apa??"
" Kata Dai itu aman!, aku yakin dia tidak akan menyakiti Sansan!"
" Hmm...!"
...----------------...
Kediaman Selatan
ting tong ting tong...
Sasha segera membuka pintu,
" Nyonya apa Panglima ada??"
" Oh tunggu sebentar!"
Sasha segera memberitahu suaminya jika ada yang menunggunya di luar.
Chiko pun segera keluar menemui Gerry
" Ada apa??"
" Ini tentang nona Sansan...!"
Chiko menarik Gerry menjauh dari rumah
" Ada apa??"
" Hmm Martin menghubungiku, dia menemukan Sansan dan butuh bantuan jalur laut, untuk menjemput di perbatasan!"
"Martin?"
" Ya, itu dia juga sudah bebas... Panglima, Martin bukanlah orang jahat, aku tahu dia tulus dengan keluarga Pratama, jadi sebaiknya cepat selamatkan nona!"
" Baiklah aku akan menjemputnya Sendiri!"
"Baik panglima!"
__ADS_1
Chiko segera menuju pelabuhan dan meminjam armada yang biasa di gunakan untuk berpatroli di perbatasan bersama dengan mereka yang memang bertugas.
setelah menempuh 2 hari perjalanan sampailah Chiko di perbatasan,
Dan terlihat kapal kecil yang mendekati perbatasan.
"cepat dekati kapal itu!"
" Baik...!"
setelah kapal itu menepi di perbatasan Chiko segera melompat masuk.
" Panglima ayo cepat bawa Sansan!"
Sambil menyerahkan Sansan pada Chiko.
" Kalian cepat pindah ke kapal kami, kapal kalian akan segera kami tenggelamkan!" ujar Chiko
dengan sigap Martin dan Aka melompat ke kapal Chiko.
Dan kapal yang di bawa dari negara F itu segera di tenggelamkan.
" Kenapa tubuhnya basah kuyub??, apa di sini ada wanita yang bertugas??"
" Tidak ada Panglima!"
" Ambil kain sebanyak-banyaknya bawa kemari!"
Sansan pun di balut dengan kain tebal karena tubuhnya sangat dingin.
"Minta ijin untuk berlabuh ke Negara M!"
" Baik!"
Karena memang negara M lebih dekat dari +62.
Martin dan Aka pun ikut saja, sampai mereka melabuh ke negara M.
" Cepat kau telpon Gerry dan beritahu Kenzo!"
" Panglima saya tahu di mana Tuan Kenzo tinggal!"
sahut Aka yang tahu karena mengikuti Dai
" Kalau begitu cari armada dan bawa ke sana!"
setelah mencari Armada dan menunjuk arah sampailah mereka ke kediaman Tanaka.
Chiko dan Martin mendobrak begitu saja pintu Utama keluarga Tanaka itu.
" Waaaaaaaa penjahat!" anak - anak yang sedang berlatih dihalaman depan itu berlari masuk ketakutan.
mendengar keributan anak-anak,Kenzo pun keluar.
" Ada ap... Panglima..., Martin??"
" Kenzo cepat ganti pakaian Tasya, kita akan bicara setelah dia tidak kedinginan!" Tegas Chiko
Kenzo segera mengambil Tasya dan membawanya ke kamar
" Jesssie ikut ayah, tolong ambilkan baju hangat dan bantu ibumu berganti pakaian semua!"
" Baik Ayah!" Jessi segera melaksanakan perintah Kenzo.
Kenzo segera berlari ke halaman belakang
" Yuki...Tasya sepertinya terkena serbuk yang membuatnya tak sadar, dan dia basah kuyup ,tolong tolong dia!" pinta Kenzo pada Yuki.
Tanpa berbicara Yuki segera ke dapur, entah apa yang dia buat, setelah itu yuki menuju kamar Tasya .
" Jessi tolong atur penghangat ruangan...!"
" Ya omma...!"
Yuki dengan telaten meminukan minuman perlahan dengan sabar pada Tasya
" Yuki, apa dia baik-baik saja??"
" Tasya sangat baik tuan, tubuhnya sudah hangat, seharusnya dia sudah sadar , itu karena dia kedinginan sehingga membuat efek obatnya menjadi lebih lama!"
" Sungguh dia baik?"
" Ya Tuan...saya akan kembali ke dapur, Jessi bantu Omma!"
Jessi pun mengikuti Yuki ke dapur.
Tasya bagaimana bisa Panglima dan Martin yang membawamu kemari??
Kenzo membelai lembut pipi Tasya, dan Kenzo melihat kalung yang tak asing untuknya.
" Ini...ini??, bagaimana bisa Kalung Tasya sangat mirip dengan kalung yang kuberikan pada Sansan saat kecil????"
Kenzo melihat dengan jelas dan membalikan liontinnya.
__ADS_1