
Alfred tertidur sangat pulas, di Paviliun Tenggara.
Tidak ada yang berani membangunkan Raja
" Tuan pengawal, anda juga istirahatlah , kami juga sangat lelah ,kami juga akan beristirahat!"
" Silahkan Nona!" Alfred tetap berjaga
Sementara Julia ,Yuzan dan Ami segera masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Dans berjalan mendekati dapur,
" lama tidak berjumpa Dai...!"
" Dans???"
" Aku sudah lama tahu keberadaanmu, tapi memang aku sengaja diam, karena aku tahu kau tidak akan berbuat jahat!"
" Terimakasih Dans, sudah mau diam untuk membantu!"
" Ehm...sama - sama...!"
" Dans jika kau mau tidur ,tidur saja aku akan berjaga untuk kalian!"
" Kenapa kau tidak menempel pada Tasya lagi??"
" Ada Tuan Ken, baginya sudah cukup...!"
" Bukankah kalian tidak terpisahkan??"
" Saya kan hanya bawahan, mengikuti perintah atasan!"
" Aku juga sama, bagaimana kabar Tasya??"
" Baik...sangat baik...!"
" Ehmm, kau tahu aku sangat heran dengan Rajaku, kenapa dia sangat mudah menerima wanita dari negaramu??"
" aku yakin Yang Mulia, belum pernah jatuh cinta yang sebenarnya!"
" Ha??, Dia sangat mencintai Mendiang Ratu Dai...!"
" mungkin saat itu yang paling mengerti Raja adalah mendiang Ratu...rasa nyaman seperti seorang sahabat, atau saudara Raja belum bisa membedakannya!"
" Lalu bagaimana dengan Sansan??, atau tasyha??"
" Mungkin Raja baru melihat wanita yang berbeda dari semua wanita di negaranya wanita di negara ini sangat patuh - patuh, berbeda dengan Sansan atau Julia yang terlahir di negara emansipasi wanita!"
" Bisa jadi...jadi Raja tidak jatuh cinta pada Sansan??"
" nyatanya Raja baik padamu karena tidak jatuh cinta kan??"
" Yang benar saja kau membandingkan denganku!"
" Ya karena Raja belum mengerti arti jatuh cinta yang sesungguhnya!"
" Lalu bagaimana itu Jatuh Cinta??, selama ini dengan Sansan sepertinya ...juga Jatuh cinta menurutku, Raja tidak pernah berkata tidak dengannya!"
" Cinta yang sesungguhnya itu sangat egois... Dans...!"
" Oh benarkah??, egoisnya bagaimana??"
" Aku juga tidak mengerti juga sih sebenarnya, tapi egois dalam cinta setahuku itu ada 2 versi!"
" Ha?? ada Versinya!"
" Loh Cinta itu banyak Versinya loe, kalau egosinya itu ada 2 Versi, egois pada diri sendiri dan pada orang yang di cintai!"
" Egois pada diri sendiri itu bagaimana??"
__ADS_1
" Ini versi kita membiarkan orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain, dia menekan luka pada hatinya untuk kebahagiaan orang yang dicintainya!"
" Lalu pada yang di cintainya??"
" Ya, tentu memaksakan kehendak kita tanpa memikirkan hati orang yang kita cintai!"
" Lalu bagaimana dengan Raja ?,dia memaksa dan juga mengalah...!"
" Di lihat saja, Raja tumbuh dengan banyak peraturan, waktunya banyak dihabiskan untuk belajar, dididik dengan kerasnya, bahkan dia tidak pernah mendapat kasih sayang kedua orang tuanya seperti halnya anak-anak lain di luar sana iyakan??, dia tahu mendiang Ratu sangat lembut dan penuh kehangatan, makanya mendiang Ratu sangat begitu berarti baginya...!"
" Aku masih tidak mengerti Dai...tapi dengan Sansan juga Raja begitu bahagia dan sangat penurut!"
" Ya sudah kita lihat saja kelanjutan antara Julia dan Raja saat ini, jika aku lihat selir Raja lebih cantik dari Julia, tapi kenapa perlakuan Raja lebih baik ke Julia dari pada selirnya!??"
" Mereka sangat cantik, namun mereka tidak pernah di pandang sekali pun oleh Baginda Raja!"
" Raja bangun aku pergi dulu!" Dai yang melihat pergerakan Raja segera menghilang.
" Yang Mulia anda sudah bangun??"
" Ehmmm...Apa Julia sudah tidur??"
" Mereka sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing... sepertinya sudah!"
Alfred berjalan menuju kamar Julia, dan mencoba mambuka pintu kamar Julia tidak terkunci.
Alfred mengintip sedikit,
Ternyata Julia sudah terlelap, Alfred tersenyum dan segera menutup kembali pintu nya.
" Yang Mulia apa ingin kembali sekarang??"
" Ya, ...!"
Alfred dan Dans pun segera kembali ke Paviliunnya.
...----------------...
" Anak nakal itu sungguh ingin menikah dengan Kenzo??" Ujar Vevey.
" Hem...katanya beberapa bulan lagi Kenzo akan melamarnya!"
" Bagaimana dengan Sasha dia ibunya Loe...!" Ujar Savina khawatir.
" Mau bagaimana lagi sayang, Sansan sudah menempel seperti permen karet pada Kenzo, anak itu sama seperti Sasha terlalu berani, Kenzo itu tetaplah seorang pria, biarlah mereka menikah Kenzo juga bukan pria hidung belang!" tegas Nathan.
" Baiklah, bagaimana baiknya saja di atur...!"
" Memang mau menikah di mana??"
" Ya itu kita tunggu mereka kembali saja, mereka juga akan kembali kok...!"
" hemm baiklah tidak bahas lagi nanti setelah Kenzo Dan Sansan kembali Ya!"
" Ya kak Nathan!"
" Sayang, ayo kita bersiap-siap mengunjungi putri kita ke negara F!"
" Sudah siap sayang tinggal berangkat saja kapan pun kau mau !"
" Sudah mengabari Julia??"
" Sudah, dia akan menjemput kita di Bandara katanya!"
" Oh baiklah kita ke bandara sekarang!"
Savina dan Jonathan segera pergi ke bandara,
...----------------...
__ADS_1
" Dans cepat, siapkan mobil terbaik, dan beberapa pengawal yang gagah perkasa menuju Bandara internasional!"
" Oh kenapa buru-buru Yang Mulia, anda ada pertemuan penting dengan para petinggi!"
" Tunda...Siapkan koki terbaik, Aku akan ikut ke bandara eh tunggu kita ke Paviliun tenggara dulu!"
Alfred pun segera ke tempat Julia,
Terlihat Julia sudah berdandan sangat cantik.
" Julia kau mau ke mana??"
pura-pura tidak tahu.
" Oh Yang Mulia, orang tua ku datang berkunjung, aku akan menjemputnya!"
" Oh...apakah butuh armada??"
" Tidak...!, eh ... bolehkah Yang Mulia??"
" Ayo aku antar!" Julia pun mengekor Alfred keluar dari gerbang utama.
Ternyata di depan sudah siap mobil mewah
" Yang Mulia ini sangat berlebihan,mobil biasa saja!"
" Sudah ayo masuk!" membuka pintu untuk Julia, Julia pun mau tidak mau menurut saja.
Dan mobil itu pun melaju menuju bandara.
Alfred mengatur jalan dengan pengawal yang sudah disiapkannya sehingga membuat Orang Tua Julia nyaman saat tiba. di Negaranya.
Apa - apaan ini, ini terlalu formal...
dalam hati Julia meras sedikit canggung dan aneh dengan perlakuan Alfred yang semakin lama semakin berlebihan.
" Kenapa aku terlihat tegang, tenang saja..." menepuk punggung tangan Julia perlahan.
" Oh itu mom dan Daddy!" Julia segera membuka pintu mobilnya dan berlari menuju kedua orang tuanya yang celingukan heran karena sepi tidak ada orang.
"Mom... Dad...!"
" Oh putri semata wayang ku!" Nathan segera memeluk dan mengangkat putri kesayangannya itu seperti anak kecil.
" Daddy, Julia sudah besar jangan perlakukan Julia seperti anak kecil...!"
" Di mata seorang ayah, kau tetaplah putri kecilku!"
" Mom, Dad Aku sangat rindu...!"
memeluk kedua orang tuannya.
" Uhuk uhuk...!" Alfred memberi kode bahwa dirinya juga ada di sana.
Pandangan Tajam Nathan langsung tertuju ke arah Alfred, dan membuat Alfred sedikit terkejut.
" Oh Daddy, mommy dia adalah Raja Alfred
dia sangat baik pada Julia, dan membantu banyak kesulitan Julia di sini!"
Seketika wajah Nathan berubah,memberikan sedikit garis senyuman.
" Oh, Yang Mulia Raja, anda sampai merepotkan diri datang ke sini hanya untuk menyambut kami??, kami berterima kasih dan sangat tersanjung!"
Saat mengucapkan terimakasih wibawa seorang Laksamana itu tidak berkurang sedikitpun, yang membuat Alfred sangat kagum pada Ayah Julia.
" Yang Mulia, sebagai seorang ibu saya sangat mengerti bagaimana putri saya, apa anda cukup kualahan?, maafkan saya jika masih kurang dalam mendisiplinkan putri saya dengan baik, ini adalah tempat pertama yang dia tuju untuk mengembangkan bisnis kecil kami, Mohon di maklumi Yang Mulia!"
Sungguh seorang ibu yang Luar biasa, pantas saja putrinya sangat luar biasa, dan Ayahnya memang sangat keren aku saja seorang pria mengakui ketampanan ayah Julia.
__ADS_1
dalam hati Alfred.