GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
84. Bukti


__ADS_3

" apa yang kau temukan Tasya?" Tanya Alfred.


" Yang Mulia, ini aku menemukannya di kediaman Pangeran, apa kau mengenali ini?, katanya tidak ada satu pun perempuan yang boleh menginjakkan kaki di kediaman Pangeran, tapi ini sepertinya kalung perempuan!"


" Coba lihat!"


Tasya memberikan kalung itu kepada, Alfred.


" ini...ini milik Ratuku Tasya, di mana kau menemukannya?"


" Ada di gudang belakang, saat aku memindahkan barang yang tidak di pakai oleh pangeran!"


" Kenapa kau jadi pesuruh pangeran??"


" Mungkin sedang menguji kesetiaan ku...aku berusaha tidak mengeluh meskipun aku sangat kelelahan!"


" Maafkan aku yang membuatmu menjadi sulit!"


" Aduh Yang Mulia, jangan meminta maaf ini sudah tugasku, melindungi mu!"


" Aku akan menyimpan kalung ini!"


" Ya, simpanlah...aku akan mencari barang - barang bukti lain Yang Mulia!"


Gedubraaaaaakkkkkkk...


" Dai kau pelanlah kau akan mengagetkan yang Mulia!"


" Kau yang mendorong ku terlalu keras Dans!'


Tasya dan Alfred hanya melihat kedua orang itu ribut.


" Oh...apa kalian sudah selesai?" tanya Alfred.


" Ah, maaf Yang Mulia...!"


" Apa yang membuat kalian buru-buru??"


" Yang Mulia, kami mendapatkan ini...!"


" Apa itu?"


" ini adalah racun transparan, ...!"


" Kalian menemukan ini di mana??"


" Ada di tempat para buruh Cuci, di sana ada sumur yang tidak terpakai kebetulan semalam kami tak sengaja terjatuh di sana!"


" Bagaimana bisa terjatuh di sana?, apa yang kalian lakukan di sana???"


" heheh, Dans sedang melihat, gebetannya Yang Mulia!"


" Gebetan??, apa itu gebetan?"


" Ah, itu... orang yang dia suka!"


" Dai, kau...!"


" Astaga, di situasi genting seperti ini kalian masih bisa bersenang-senang!"


" kami mana berani Yang Mulia, jangan hiraukan perkataan Dai!"


" Namun, kita kan jadi mendapatkan Racun ini!" ujar Dai.


" Cepat periksa, tempat lain barang kali ada sesuatu yang lain!"


" Laksanakan Yang Mulia!" Dai dan Dans segera pergi melanjutkan tugasnya.


" Racun Transparan???" Gumam Tasya.


" Apa kau tahu tentang Racun ini??"


" Tasya, tidak tahu tentang Racun yang mulia, jika mencari penawar untuk sebuah Racun Tasya, memiliki sedikit pengetahuan!"


" Jika kau tidak tahu jenis racun nya bagaimana bisa kau mencari penawarnya?, jangan bercanda!"

__ADS_1


" Tidak bercanda Yang Mulia....Dai, ahli dalam membuat Virus atau penyakit, Tasya sebaliknya!"


" Oh, kalian ini ternyata saling melengkapi ya?"


" Ya maka dari itu, kami tidak bisa dipisahkan!"


" Hemmm, jika itu benar racun Transparan, apa reaksinya?"


" Reaksinya?, aliran darah tidak lancar, orang itu akan mengalami sakit kepala yang sangat luar biasa, jika tubuhnya lemah maka sehari akan pingsan lebih dari 7x, lalu...!"


" Lalu mengalami sesak nafas ????"


" Benar....!"


" Itu semua seperti yang dikeluhkan mendiang Ratuku!"


" OMG???, sungguh Yang Mulia???"


" Ya benar, jadi...Ratuku telah di bunuh??"


" Bisa saja itu benar!"


" Lalu bagaimana racun itu bisa menyerang tubuh kita??"


" racun ini cepat bekerja jika bercampur dengan air Yang Mulia!"


" Air, di minumannya??"


" itu juga bisa, namun tampan di minum racun jenis ini, bisa meresap dalam kulit sampai tulang...!"


" Ya Tuhan, Ratu...maafkan aku yang bodoh ini sampai tidak tahu jika kau terkena racun!"


" Bagaimana bisa Raja tidak tahu, apakah tidak mencurigai sesuatu??"


" Tidak sama sekali, ... !"


" Sebenarnya, jika mendapat penanganan yang tepat, racun ini bukan tidak ada penawarnya Yang Mulia!"


" Aku benar-benar payah, menjaga istriku saja aku tidak mampu!, apalagi rakyatku!"


"Dokter kerajaan!'


" Apa dia yang biasa memeriksa Yang Mulia?"


" Bukan, dokternya sudah ku hukum mati, karena tidak bisa menyembuhkan Ratu!'


" ha????"


Tasya syokkk mendengarnya.


" Kenapa?hal ini biasa terjadi di dalam kerajaan!"


" Jika dokter itu masih ada, kita bisa mengorek informasi darinya...!"


" Kenapa tidak mengorek, dari Yang Mulia Ratu, cepat panggil Ratu dan tanyakan padanya, kebenarannya!"


Mampus, aku kali ini akan digantung jika ketahuan.


" Yang Mulia, ... sebenarnya saya sedang tidak enak badan, saya akan lumpuh jika memanggil Ratu dalam keadaan seperti ini, mohon yang Mulia memahami...!"


Dia sudah membantuku sangat banyak, jika dia benar-benar terluka, semuanya tidak akan terungkap.


dalam hati Alfred.


" Ya sudah, ...tidak usah!"


" Terimakasih atas kemurahan Yang Mulia!"


"oh, ya apa rencana kakakku selanjutnya?"


" Dia meminta saya untuk membuat Yang Mulia semakin turun kesehatannya!"


" Kau bisa membawa dokter yang menanganiku untuk memberikan keterangan palsu pada kakakku!"


" Baik!, Jika begitu saya permisi...!"

__ADS_1


Tasya pun segera berpamitan.


Aku harus segera mengungkapkan semuanya, aku yakin ini perbuatan kakak Raja.


Tasya pun segera membawa dokter kerajaan menghadap pangeran, untuk memberikan keterangan palsunya.


Albert terlihat sangat senang mendengar, kabar dari Tasya dan dokter tersebut,


" Hahahaaha, Bagus Tejo...kau bekerja sangat cepat, dengan begini aku akan segera menjadi Raja hahahahahahah!"


**Raja kepalamu itu, kau setelah ini juga akan di gantung.


dalam hati Tasya**.


" Selanjutnya serahkan saja padaku!"


" Baik, Pangeran jika tidak ada lagi yang anda perintahkan saya akan undur diri!"


" Ya, ya...kau boleh kembali...!"


Tasya dan dokter itu pun segera kembali, namun Tasya berbalik kembali diam diam, dia menguping di sudut tersembunyi.


Aku mendapat benda canggih ini dari om Kenzo, bisa aku uji coba, seberapa jernih, hasil gambar dan suaranya.


" Pangeran, apakah sungguh sungguh akan melenyapkan Yang Mulia??" tanya Asisten pangeran.


" Ya, akan ku pertemukan dia dengan istrinya yang sok suci itu!"


" ah, apakah dengan cara yang sama??"


" Tentu saja, cara itu lebih efektif mereka suami istri akan berterima kasih padaku, karena sudah mempertemukan mereka kembali!"


" Oh sangat di sayangkan, bahkan raja tidak meninggalkan keturunannya , terpaksa tahta ini untuk pangeran!" ujar Asisten


" Hahahahahah, tempat itu memang tempatku, jika saja Ratu itu mau bekerja sama denganku, untuk menghancurkan Adikku, aku juga akan menjadikan dia Ratuku, memberikan kehidupan yang lebih baik dari apa yang di berikan adikku, karena dia menolaknya maka, jalan satu-satunya adalah mati, sayang sekali padahal dia sangat cantik!'


Apa???, Pangeran ini ternyata lebih sinting dari raja gila ini, bisa - bisanya dia mau merebut istri adiknya!, sudah cukup bukti ini cukup untuk di tunjukan Yang Mulia.


Tasya segera berdiri, dan kembali ke kamarnya.


" Woooo Dai, kau mengagetkanku saja!"


" dari mana saja kau?"


" lihat, ini....!" Melempar barang pada Dai.


" oh, ini kamera ??"


" Ya, kau bisa tunjukkan itu pada Yang Mulia!"


" Apa yang kau dapatkan?"


" Nanti kau juga tahu, oh ya Dans jangan berkeliaran terus menerus, bukankah dia harus tetap koma??"


" Sudah ada penggantinya ditempat tidur!"


" Kalau begitu, kau cari orang untuk menggantikan Yang Mulia, buat semirip mungkin, Yang Mulia dalam bahaya dekat - dekat ini!"


" Ya akan kucari, gampang tenanglah!"


" hemmm, aku mau istirahat kau pergilah...!"


" Yaz Dans akan menjagamu, aku...!"


" Tidak perlu, aku tidak selemah itu dan lagi, jangan terlalu transparan keluar masuk kamar ku, bagaimana jika aku sedang berganti pakaian?"


" Oh benar juga , Dans ayo pergi!"


Itu pengawal Raja ngapain ngumpet - ngumpet di sana, sepertinya dia menjadi bawahan Dai sekarang.


Tasya menggeleng kepala.


" Aku sangat lelah, seharian bersembunyi di sana, menjadi detektif itu tidak mudah rupanya, oh Ayah pekerjaanmu sangat melelahkan dan sangat berbahaya, aku slalu merajuk setiap kali ayah pulang terlambat!" Gumam Tasya yang mulai mengerti bahwa setiap detik hidup ayahnya slalu dalam bahaya.


" Sekarang Ayah, tidak akan pernah pulang lagi, hiks hiks hiks...menjadi ayah pasti sangat melelahkan, memiliki anak dan istri yang sangat nakal seperti kami, aku rindu kalian...!"

__ADS_1


Tasya menangis semalaman karna rindu dengan kedua orang tuanya.


__ADS_2