
Fahad melihat layar ponselnya lagi, mengusap wajah Diana yang hanya fotonya saja yang bisa dia sentuh sekarang.
" Rasanya ibu susu itu agak mirip dirimu,...tapi kau itu tidak ada duanya, seandainya saja aku bisa menahanmu untuk di sisiku, aku mungkin tidak akan begitu kesepian, apa kau sudah menemukan seseorang yang bisa membahagiakanmu??" Fahad merebahkan tubuhnya.
rasanya semua yang terjadi begitu cepat dan terlewati begitu saja.
" Baik buruknya, semua terlewati begitu saja, terkadang aku merasa sangat kesepian, tapi juga terkadang biasa saja, tapi semenjak ada Dhiren hidupku semakin menantang, dia itu sejak dari kandungan memang sudah menyusahkan orang, heeehhhh...tapi aku sangat bahagia dengan adanya Dhiren, sekarang ada Nora juga, rasanya tidak begitu buruk ada 2 bayi dalam rumah ini, tidak sepi lagi..."
tok tok tok...
" Had, ini kakak...."
" Oh kak Aina masuklah...."
" Had, bagaimana dengan ibu Susu Dhiren??"
" Kakak kau baru pulang??, kakak sekarang juga sibuk jarang pulang..."
" Ya, kakak buka cabang diluar kota,...aku dengar ibu susu Dhiren kabur"
" oh itu yang sebelumnya, sekarang sudah ada kok, dia juga punya bayi perempuan yang sangat cantik..."
" Syukurlah, semoga dia benar -benar betah untuk merawat Dhiren..."
" ya kak, ..."
" Lalu bagaimana dengan Yuna Had??"
" Kakak mengkhawatirkannya??"
" tidak, ..."
" dia di ruang bawah tanah, aku menyiksanya setiap hari...aku sangat tidak puas jika dia tidak menderita!"
" Ehmm..."
" Apa kakak tidak suka aku menyiksanya??"
" berikan pada anak buahmu, kau tidak perlu mengotori tanganmu Had..."
" Tidak, Fahad ingin menyiksanya sendiri, baru Fahad merasa puas..."
" Baiklah, kalau begitu kau tetap harus semangat, apalagi sudah ada Dhiren bukan??, maafkan kakak karena tak bisa membantu Fahad mengurus Dhiren..."
"Itu sudah janji Fahad pada Martin, jadi Dhiren adalah tanggung jawab Fahad!, kakak jangan seperti itu..."
" Dan kau juga jangan kapok untuk menikah, Dhiren juga membutuhkan sesosok ibu , dia akan menanyakan ibunya, ..."
" Kata om Kenzo aku tidak boleh menutupi apapun tentang orang tua Dhiren, dia harus tahu..."
" ya tapi dia juga butuh seseorang ibu, ..."
" tidak kak...aku tidak ada rencana menikah lagi..."
" baiklah, bagaimana maumu saja, asal Fahad bahagia..."
" Kakak terimakasih..."
" kalau begitu kakak kembali dulu ke kamar"
" Ya kak..."
Aina pun segera keluar dari kamar Fahad dan bermaksud untuk melihat Dhiren dan ibu susu Dhiren.
__ADS_1
" tok tok tok..."
Anna yang mendengar suara ketukan pintu segera mengenakan maskernya lagi, dan segera membuka pintu .
" oh apa aku mengganggu istirahat mu??"
" tidak nona, maaf anda siapa??"
Anna sangat terpukau dengan Aina dihadapannya, sangat cantik, dengan bola matanya yang biru seperti berbie hidup.
" Aku Aina, kakak kedua Fahad...apa kau ibu Susu Dhiren??"
"Benar nona, apa anda ingin melihat Dhiren??"
" maaf ya aku mengganggumu, aku sangat rindu pada keponakanku..."
" tidak nona, ayo masuk tuan kecil sudah terlelap!"
" Aku akan melihatnya sebentar..., wah apa ini anakmu??"
" Ya dia putriku nona, ..."
" Kenapa aku merasa mereka seperti bersaudara, garis mata mereka seperti Fahad dan kakak tertuaku..."
Anna pun baru menyadari hal itu, ternyata keduanya seperti anak kembar hanya saja tubuh Dhiren lebih gembul dari Nora.
" Hehehe...mungkin karena mereka terpaut beberapa bulan saja nona..."
" Mungkin semua bayi jika di sejajarkan terlihat kembar ya, hehehehe"
" hehehe bisa jadi nona..."
" siapa namamu??, siapa nama putrimu??"
" Kau lebih muda dariku, apa kau menikah muda???"
" saya tidak menikah, Nora adalah kesalahan di masalalu saya nona, tapi saya sangat beruntung memilikinya, karena hanya Nora yang saya punya!"
" Maaf sudah membuka luka lamamu, aku tahu kau wanita yang hebat, oh ya ...aku tak slalu berada di rumah, bisakah aku minta tolong padamu untuk menjaga Dhiren dengan baik, dan juga Fahad adikku, dia sangat dingin karena pernah terluka di masalalu, dan itu berhubungan dengan wanita, dia sangat membenci wanita, kecuali orang terdekatnya, sepertinya Fahad tidak membencimu Anna..."
" itu karna Saya ibu Susu Dhiren nona..."
" Dia juga sepertinya menerima putrimu dengan baik..."
" Tuan Fahad sangat baik nona!"
" hahahahah, kau belum tahu dia sangat kejam Anna, makanya jangan membuatnya kecewa, dia sekarang sangat mengerikan, aku bukan bermaksud menakutimu tapi, aku ingin kau berhati-hati dengannya, mantan istrinya sekarang dia siksa begitu kejam...tapi hanya kau yang ku beritahu, karena aku tahu kau bukan orang jahat!"
" Apa sampai seperti itu??"
" Karena mantan istrinya memang pantas mendapatkan itu!"
" Ya... sepertinya memang mantan istrinya tidak bisa dimaafkan nona!"
" Anna aku titip adikku dan Dhiren ya, aku besok harus pergi lagi ..."
" baik nona..."
" oh ya, jika kau tidak sengaja membuat marah Fahad, kau bisa minta maaf dengan membuatkannya nasi goreng telur ceplok, tapu sebelum membuat kau pertimbangkan dulu kemampuanmu, karena Fahad itu jago masak!"
" Saya tahu itu nona..."
" oh apa kau pernah dimasakan olehnya??"
__ADS_1
" pern...belum hehehe, tapi bukankah tuan pemilik Resto masakan jawa??"
" ah benar, kalau begitu selamat beristirahat!"
Aina pun segera kembali ke kamarnya setelah mengecup dua bayi itu karena gemas.
Aina sekarang sudah menjadi lebih dewasa dan tidak terlalu lemot, keadaan memang bisa merubah segalanya.
" Huft.... hampir saja keceplosan,..." Anna memandang ke arah Dhiren dan juga Nora.
" keluarga ini sangat hangat ya Nora, mereka saling mendukung satu sama lain, kita juga harus seperti mereka!"
Anna pun kembali beristirahat .
...----------------...
keesokan paginya,
" Anna, aku ada meeting pagi, apa anak-anak rewel??"
" tidak tuan tinggalkan saja, saya akan menjaganya!"
" oh baiklah, jika ada apa-apa minta Anggita menghubungi..."
" Baik tuan..."
" Kau jangan lupa makan yang banyak karena kau menyusui"
" Siap tuan..."
" Kau berangkat!!"
" tunggu tuan..." tanpa sadar Anna merapikan dasi Fahad.
" Nah, sudah rapi, selamat bekerja tuan!"
Fahad merasa jantung terpacu sangat cepat dengan perbuatan Anna yang tiba-tiba.
Yuda hanya terkekeh melihat wajah terkejut Fahad.
" ah, terimakasih!!" Fahad sedikit salah tingkah dan segera melangkah keluar, baru keluar pintu Dhiren sudah menangis sangat keras.
Anna segera menggendong Dhiren, tapi Nora juga ikut menangis.
" aduh bagaimana ini??" Anna meletakkan Dhiren dan menggendong Nora, Dhiren gantian menangis .
" Di mana Anggita ini??"
Gumam Fahad masuk kembali dan Fahad malah meraih Nora untuk ditenangkan dan Dhiren berada di gendongan Anna.
Yuda tertawa puas melihat Fahad ikut pusing, karna masalah ibu susu teratasi, sekarang masalah baru muncul lagi
" nona Anggita sedang membagikan nasi berkah kan tuan??"
" Astaga, ..." Fahad melihat ke arah jam tangannya.
" Anna, ikut aku ke kantor ...."
" Baik!"
" Yud kau siapkan perlengkapan bayi itu di tas, ayo kita sudah tidak banyak waktu!"
Yuda segera meraih beberapa pakaian minyak bedak, dll dimasukan kedalam satu tas, dan mereka pun segera pergi berangkat ke kantor.
__ADS_1