
" Sansan, Suamiku ayo makan!"
teriak Sasha yang sudah selesai dengan request an masakan Sansan.
" Wah, aku sudah lapar!" Tasya berlari menuju ruang makan di ikuti Chiko yang masih keheranan denga tingkah laku Sansan.
" Mana bunda?"
" Bunda memasak banyak, kau tidak perlu berebut dengan ayahmu!,ayo cepat panggil mbok Yem dan Natali untuk makan!"
" Tunggu Natali siapa??"
" hei...kau lupa dengan anak om Roy??"
Sial Sansan palsu ini kenapa tidak bilang jika ada Natali.
" Hehe bercanda bunda, serius sekali sih!"
segera berlari mencari Natalie.
" Ih anak ini kenapa sih hari ini banyak berulah??"Karna selama ini Sansan yang palsu sangat pendiam.
" Kau juga merasa aneh dengan tingkah laku Sansan sayang?" Tanya Chiko.
" Ya, tumben sekali dia request apa karena bundanya sudah di rumah dia menjadi sangat manja!"
" ah, bisa jadi...dia sudah lama menantikan kau pulang ke rumah!"
Tapi kenapa Sorot matanya benar-benar sangat mirip denga Bos Bram saat berbicara, sama lah dengan nona kecil,
Chiko masih merasa janggal.
Tasya kembali sambil menggaruk kepala,
" Loe mana Natalie?"
" Oh bunda memangnya Natalie dimana??"
" Issshhhh bukankah kamar kalian bersebelahan?, bagaimana sih?"
" Sansan, sebenarnya ada apa denganmu?"
chiko menjadi gemas.
" Aku hanya menggoda Bunda ayah, ternyata bunda sangat sabar, aku panggil Natalie sekarang!"
" Ya cepat sana keburu dingin!"
" Bunda, kamar kita di sebelah mana sih??" Tasya kembali bertanya lagi sambil cengar-cengir.
" Sansan kau mengujikl kesabaran bundakah??"
" Heheh... ayah di mana kamarku??"
" kau ini lurus, ke sana belok kanan kamar pertama adalah kamarmu yang kedua adalah kamar Natali,mana lagi yang tidak kamu tahu Sansan??"
" Hahaha, tentu saja aku tahu, aku hanya iseng saja ...kapan lagi kita bercanda!"
segera berjalan cepat dan membuka kamar Natalie.
" Natalieeeeeee......hiyaaaa ciaaaakkkkkk!!!"
" Broooookkkkk!"
Tasya terkejut karna saat membuka pintu ada seorang pria berdiri di depannya.
" agggggggggggggghhh tidakkkkkkkkk oh my prince.....!" Teriak Natali, melihat display wujud biasnya terpenggal menjadi dua.
Semua yang mendengar teriakan Natali segera datang.
" Cucuku...!" Mbok Yem
" ada,apa nak??" Sasha
" kenapa?" Chiko.
Sansan berdiri di pojokan merasa bersalah,
" ada apa Sansan??" tanya Chiko.
" Ayah, saat aku membuka pintu aku terkejut dengan wujud seorang pria aku kira penyusup, aku memukul dan menendangnya dan ternyata itu adalah Idola Natali, Jinmi...!"
" Jimminnn!!!"Natali membenarkan
__ADS_1
" Astaga Sansan... sebenarnya kamu hari ini kenapa?, bukankah kalian setiap hari membahas BTS, BTS??, ada apa dengamu??" Sasha keheranan.
" iya nona, bukankah kalian suka melihat pria pria cantik itu!" Sambung mbok Yem.
" aku??" Tasya menunjuk dirinya sendiri.
" Ya benar, kau kemarin merengek-rengek bersama Natali pada Zayn untuk mengantar kalian membeli barang-barang itu kan??"
" Apa??" Tasya terkejut kapan dia menjadi K- popers,
Sansan palsu ini memang tidak berguna, dalam hati Sansan kesal.
" Heheh, maaf maaf... Natali nanti kita beli lagi ya ,nanti aku belikan!"
" huaaaaa...ini terbatas Sansan...!"
" aduh - aduh...sudah nanti kita pikirkan lagi sekarang makan dulu!!!"
tegas Chiko.
semuanya pun segera menuju Ke ruang makan, Chiko sangat menyeramkan jika sudah berbicara dengan tegas.
Mereka makan, sambil melihat ke arah Tasya yang sedang menikmati makanannya tanpa rasa bersalah dan sangat tidak peduli dengan pandangan mata di sekitarnya.
" Sansan, apa kau sangat kelaparan??" Tanya Natali.
" oh tidak aku suka makan cepat, agar tidak membuang waktu!"
" ha???" Semua terkejut karena selama ini Sansan makan sangat perlahan dan biasanya dia yang paling terakhir selesai.
" Kenapa kalian terkejut??"
" kau biasa makan lambat!" Ujar Chiko.
" Heheh ayah, memang orang tidak bisa berubah apa??"
" sudah, sudah mungkin Sansan hari ini sedang mengalami hari baik, sehingga dia berulah!" Ujar Sasha menenangkan
" Benar , bunda memang yang paling mengerti!"
" setelah makan kalian tidurlah!" pinta Sasha.
" Bunda, temani aku tidur di kamar ku ya!" pinta Sansan.
" tumben sekali kau ini manja!" Chiko sangat keheranan dengan Sansan.
" apa salahnya sih suamiku!"
" Iya tidak ada yang salah... temanilah!"
Om chiko kenapa jadi protektif sekali pada bunda ya...
Dan Sasha pun menemani Sansan tidur dikamarnya, saat melihat isi kamar Sansan Tasya pun menggeleng kepala, melihat foto-foto pria cantik terpanjang di sepanjang dinding.
namun Tasya tidak mementingkan itu, dia sangat Rindu pada bundanya,dan ingin menikmati waktu bersama bundanya.
Sasha merasa sangat nyaman dengan Sansan yang lebih berulah dan manja ini, tidak seperti biasanya Sansan seperti ini.
Dan keduanya tertidur sangat pulas,...
...----------------...
"Sansan, ayo cepat om Zayn sudah menunggu di depan!"
" Bunda, Sansan mau naik motor saja ke sekolah!"
" Tidak, tidak kau belum punya sim, bagaimana bisa mau naik motor!"
" kalau begitu mobil saja!"
" Eh, anak ini...ada apa sih sejak kemarin tidak seperti biasa!"
" Aku pakai motor ya bunda, biar om Zayn mengantar Natali saja dan Aina!"
" hemmm...kau bisa naik motor??"
" Coba lihatlah sebentar agar bunda percaya!"
" Coba lihat!"
Sansan segera mengambil kunci dan menaiki motor Bramm yang sudah lama menganggur itu, dengan lancar Sansan menaiki motor tersebut..
" bunda apa Sansan di ijinkan?"
__ADS_1
" ya, hati - hati nak!"
Ngeeeeeeeeengggggggggg....Sansan segera melaju dengan kencang menuju sekolahnya.
Sasha, Zayn dan Natali melongo melihat Sansan yang sangat lihai mengendarai motor.
" Sayang, nanti siang aku akan kesekolah Sansan untuk minta surat pindah!"
" pindah??"
" ya dia meminta sekolah di sekolah biasa saja!"
" Kenapa begitu??, sekolah itu sangat bagus!"
" Entah juga, yang penting dia mau sekolah kan sudah cukup!"
" Ah, baiklah...mungkin dia tidak cocok dengan temannya.
" Ya, bisa sajalah, kalau begitu aku ingin pergi mengunjungi orang tua angkatku dulu sayang!"
" Besok ajak aku bertemu mereka ya!"
" beres, mereka juga sangat ingin bertemu denganmu dan Sansan!"
" Aku akan membuat sesuatu untuk mereka jika begitu!"
" Ya, jika istriku tidak repot, aku pergi dulu ya!" Chiko mengecup kening Sasha dan pergi.
...----------------...
Sampailah Sansan, di sekolah Internasional nya Sansan membuka helmya, dan samua mata memandangnya,
" Itu bukankah Sansan??"
" Oh kenapa dia terlihat berbeda??, seperti bukan orang bodoh lagi!"
" ah, dia hanya merubah penampilannya sedikit coba bilang ketua, jika dipukuli dia juga akan menangis meminta ampun!"
" Benar kita lapor sekarang!"
Sansan berjalan masuk ke arah yang sudah di jelaskan oleh Sansan Palsu itu, dia berjalan dengan santai sambil melihat satu persatu teman kelasnya yang berpandangan tidak Ramah itu.
" Heh begokkk ngapain berlagak, tempat duduk mu di gudang, kau tidak perlu ikut belajar!" Teriak seseorang bernama Gladis
" Oh, di mana tempat dudukmu?" tanya Sansan
" Ini tempat ku slalu di depan!" dengan bangganya menunjukkan tempat duduknya
Sansan mendekati bangku Gladis lalu memukul meja itu dengan satu tangan dan meja tersebut membelah menjadi 2.
semua teman kelasnya terbelalak melihat kekuatan Sansan yang lemah itu tiba -tiba menjadi monster.
" Kau kau berani sekali, pegangi dia!, sepertinya setiap hari kau harus di pukul lebih keras!"
" Jika kalian berhasil sekali saja memukulku, aku akan bersujud minta ampun!" Ujar Sansan dengan angkuh.
" Hahahahah satu kelas menertawakannya!"
Dengan sigap Tasya melepaskan diri dari 2 orang yang memeganginya Tasya langsung menghajar habis - habisan semua orang yang berada di kelas itu babak belur tanpa ampun.
" Bagaimana mungkin??, kau ini sebenarnya siapa???" ujar Gladis yang sangat terkejut dengan kehebatan Tasya.
" Kalian sangat lemah mau bermain-main' dengan ku, tidak pantas!!"
" Sansaaaannnnnnn..... apa yang kau lakukan?!!"
" Siapa kau??"
" Astaga dia wali kelas kita!" sahut seseorang yang selamat karena dia tidak menertawakan Sansan saat orang lain menertawakanya.
namun Sansan tidak terkejut dengan jawabannya,
" Ibu Sansan menindas kami!" ujar Gladis merengek pada wali kelasnya.
" Sansan, kau ini sudah tidak pandai dalam pelajaran masih berani berulah, kau ini benar-benar anak bodoh!" teriak wali kelas itu
" Hei...wali kelas buta, selama ini aku di tindas di perlakukan tidak layak kemana saja kau?, kenapa saat aku melakukan hal yang sama kau meneriakiku, kau undur diri saja jadi wali kelas!"
" dasar kurang ajar!!!, ikuti aku ke kantor kepala sekolah sekarang!"
"huuuuuuu" semua orang bersorak pada Sansan.
" Kalian kecewa kan ?, tenang saja aku sudah mengingat kalian semua, tidak bisa menghabisi kalian di sini, masih ada tempat lain!, jadi nikmatilah waktu indah kalian!" semua ketakutan mendengar ucapan Sansan itu dan segera menutup mulut mereka rapat.
__ADS_1
Sansa pergi mengikuti wali kelasnya dengan sangat santai.