GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
187. Tidak Tega


__ADS_3

" Ibu kami istirahat juga ya??"


" Lakukan nak, jangan lupa oleskan salep pada Lily...,!"


" Baik ibu...!"


Bee, Geo pun segera kembali ke kamarnya.


" Om, apa kau sudah menemukan caranya??"


" Kau tahu kehadiran ku??"


" Tentu aku tidak tahu om di mana bersembunyi,tapi...aku mencium baumu dengan tajam!"


Kenzo pun melompat turun,


" Hemmmm aku rindu padamu...!" Kenzo langsung memeluk tubuh Tasya


" Apa rencanamu om katakan padaku!"


" kenapa buru-buru,Aku ikut mendengarkan calon ratu berpidato di Aula tadi, sepertinya Calon ratu sudah terbiasa dengan sebutan seperti ini...!"


" Apa om cemburu??"


" Ya sangat cemburu, untung Dai slalu menenangkanku!, jika tidak aku pasti akan membuat kehebohan!"


" Om, katakan yang penting saja...!"


"Aihhh kenapa kau tidak membujukku agar tidak marah lebih dulu??"


" Haaa??, om kau bukan anak kecil, ayolah kita pikirkan yang lebih penting dulu!"


" Ya baiklah...tapi saat di Aula aku bisa menangkap bahwa raja tahu jika ini adalah ulahmu, jadi aku rasa akan sia-sia menjalankan rencanaku!"


" Katakan apa rencanamu??"


Kenzo membisikan rencananya pada Tasya.


" Tapi sepertinya Raja tahu jika wabah ini ulahmu, jadi sepertinya rencanaku ini tidak bisa dijalankan!"


Tasya masih terdiam berpikir,


" Ehmmm apa raja benar -benar tahu itu ulahku?, kenapa dia tidak marah padaku???"


" Dia tahu jika kau tidak akan menyakiti orang lain, tapi mungkin dia hanya tahu jika itu untuk mengulur waktu. pernikahan dan mungkin untuk menambah pundi-pundimu!"


" Baiklah aku akan berpikir untuk rencana om, apakah bisa dijalankan atau tidak...!"


" Baiklah, apa aku sudah boleh bertemu setiap hari denganmu??'


" Tidak, aku sangat malas bertemu denganmu om!"


" Apa kau marah, karna sangat lambat??"


" Aku baru menyadari, aku tidak bisa berdiri di kaki orang lain, karena itu pasti hanya mengecewakan!"


" Apa kau sangat kecewa padaku??"


"Ya, kecewa... seharusnya aku sejak awal mengandalkan diriku sendiri saja...!"


" Tasya, maafkan aku karena terlalu lemah, dan tidak bisa kau andalkan...berikan aku kesempatan untuk berusaha lebih keras lagi untukmu!"


" Om, aku sangat lelah...kita bicarakan lagi lain waktu!"


" Okey...aku pergi dulu!" Kenzo pun segera meninggalkan kamar Tasya meskipun dalam hatinya sangat berat.


Tasya segera menjatuhkan tubuhnya ke ranjang,


Raja tahu jika ini ideku, jangankan marah, dia malah pura-pura untuk tidak tahu, Yang Mulia tolong jangan terlalu baik padaku, aku jadi merasa sangat bersalah jika begini.

__ADS_1


dalam hati Tasya


Di paviliun Selir ke 7


" Tuan anda kembali??, apa Tasya menolak anda??"


" Hmmm... sepertinya dia tidak puas dengan ideku!"


" Mungkin Tasya sedang kelelahan Tuan, tolong Tuan lebih memberikan ruang dia untuk sementara!"


" Hemmm...aku juga lelah mau istirahat!"


Kenzo segera masuk ke kamarnya.


Dai hanya menaikkan bahunya, mau berbuat apa dia juga tidak tahu .


Keesokan harinya,


Tasya pagi-pagi sekali menuju Paviliun milik sang Raja.


" Yang Mulia, Calon ratu berkunjung!"


Mendengar itu, sang Raja yang masih bersantai segera bangkit dan merapikan pakaiannya.


" Biarkan ratuku masuk!"


Tasya pun segera masuk ke dalam ruangan Raja.


" Ratu tidak perlu memberi hormat ,ayo duduklah!"


" Tidak yang Mulia saya berdiri di sini saja!"


" Baiklah, senyamanmu, ada perlu apa ratuku??"


" Yang Mulia bisakah kita berbincang berdua saja??" tanya Tasya.


Tanpa banyak bertanya, sang Raja memberika. isyarat untuk orang -orangnya pergi.


" Yang Mulia, kenapa anda tidak marah pada saya???"


" Marah??, kenapa harus marah??"


" bukankah anda tahu, siapa orang yang menyebar serbuk wabah itu!"


" Hahahahahah...ya aku tahu!"


" Kenapa anda tidak menghukumnya??"


" Ya, seharusnya aku menghukumnya, karena dia sangat berani menggunakan rakyat ku untuk kepentingan pribadinya...!"


" Kalau begitu, silahkan raja menghukumnya!"


" Jika aku menghukumnya, rakyatku justru akan semakin menderita, karna hanya dia yang memiliki penawarnya!"


" Yang Mulia...!"


" Ratuku,tolong selamatkan rakyatku...jika kau ingin memundurkan berapa lama pernikahan kita tak masalah, akan ku kabulkan, selamatkanlah rakyatku, mereka tidak bersalah, tapi aku tidak bisa melepaskanmu hai wanita yang teramat ku cintai...sebagai seorang raja aku tidak pernah memohon pada siapapun kecuali sang maha pencipta ku, kali ini sebagai raja yang agung aku menundukkan kehormatan ku memohon padamu agar kau menolong rakyatku..., aku tahu kau tidak berniat jahat pada mereka, jika kau memiliki syarat yang lain akan ku kabulkan kecuali melepaskanmu!"


Tasya teramat sangat merasa bersalah dengan apa yang telah di perbuatnya,


" Yang Mulia,aku akan menyelamatkan rakyatmu, namun aku memiliki syarat !"


" Katakan !"


" Tolong lepaskan anak-anak angkatku dari dalam Istana...!"


" Kau memiliki rencana apa lagi ??"


" Untuk saat ini aku tidak memiliki rencana apa pun, aku tidak ingin mereka kehilangan masa keemasannya di dalam istana ini...!"

__ADS_1


" Di dalam Istana hidup mereka sangat terjamin, kenapa kau memintaku melepas mereka yang masih belia...?"


" Yang Mulia,bisakah anda mengabulkan permintaan saya tanpa harus banyak bertanya??"


" huh...Baiklah...aku akan melepaskan mereka seperti yang kau mau, tapi aku tidak akan melepaskanmu!"


" Baik... terimakasih yang Mulia, jika begitu saya undur diri!" Tasya pun segera meninggalkan Paviliun .


" Ibu, kau dari mana saja??"


" Oh kalian menunggu ibu??'


" Ya, ibu pagi-pagi sekali sudah tidak ada di kamar ibu...!"


" Heheh... anak-anak selagi kalian berkumpul,maukah kalian menuruti perkataan ibu??"


" Apa itu ibu??"


"Tadi, ibu memohon pada Yang mulia untuk membebaskan kalian keluar dari Istana, setelah ini hidup kalian akan bebas...!"


" Ibu, bukankah kau sudah berjanji tidak akan meninggalkan kami??"


" Iya ibu tidak akan meninggalkan kalian anak-anakku!"


" kami lupa, jika ibu tidak akan meninggalkan kami itu brnar, tapi ibu tidak berjanji untuk tidak membuang kita, ibu akan membuang kita !" ujar Bee kesal


" bee, tidak begitu kesimpulannya!"


" Lalu apa ibu??"


" Ibu akan memberikan 2 pilihan pada kalian setelah keluar dari Istana, yang pertama kalian akan menentukan hidup kalian sendiri, yang kedua, nanti akan ada seseorang yang akan membawa kalian keluar dari negara ini...!"


" apa ibu akan menjual kami pada orang?'


" Bukan - bukan, jika kalian memilih yang pertama ibu akan memberi kalian beberapa fasilitas Tunjungan sampai kalian bisa mengurus diri kalian sendiri, jika kalian memilih yang kedua, kalian akan di bawa di mana ibu di didik dan dibesarkan!"


" Aku memilih yang kedua!" sahut Geo tanpa berpikir panjang.


" Kenapa kau memilih yang kedua Geo??" tanya Bee heran.


" Karena ibu dididik di sana, maka ibu pasti akan kembali ke sana!"


jawab Geo singkat, Tasya mengusap kepala Geo lembut.


" Kalian tidak perlu buru-buru memutuskan, pikirkan selama 3 hari, setelah yakin pada jawaban kalian datang pada ibu ya!"


" Baik ibu...!" Jawab serempak.


" Baiklah, karna kita tidak ada kegiatan saat ini, maka kalian bermainlah bersama ibu, sedang ingin sendiri!"


Anak-anak itu sangat mengerti dan segera pergi bermain dan tidak mengganggu Tasya .


" Tasya...!"


" Ya Dai...!"


" Apa kau berpikir untuk menikahi Yang Mulia??"


" Aku tidak tahu ...tapi untuk saat ini aku tidak tega mengecewakan orang sebaik dia!"


" Lalu bagaimana dengan Tuan??"


" Tuanmu slalu mengecewakanku, tapi aku tetap mencintai dia!"


" Kau tidak jatuh cinta pada raja gila itu kan??'


" Dai, dia tidak gila dia sangat baik hati...Dai, berjanjilah padaku jika anak-anak memilih untuk keluar dari negara ini, maka tolong rawat mereka dengan baik!"


" Tasya, sebenarnya apa yang kau rencanakan?"

__ADS_1


" Saat ini aku tidak merencanakan apapun Dai, bawa kembali tuanmu lebih dulu!"


__ADS_2