GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
486. Titik temu


__ADS_3

sementara Julius sedang menemani Joven belajar.


" tuan tuan ..."


" apa kau tidak bisa mengetuk pintu Yunda???!"


" maaf tuan , itu tuan besar datang dan terlihat marah..."


" Daddy??, ya sudah biarkan saja kau masuk kamar sana..." jawab Julius Santai.


Yuna sangat takut pada bapaknya Julius siapa yang tidak kenal dengan pembunuh tanpa jejak itu Yuna langsung masuk kek kamar dan mengunci.


" Nak, ayahku ini sangat baik dia tidak akan menyakitimu, kau tidak boleh takut, jika dia bertanya jawab dengan menatap matanya, ok..."


" Joven harus menjawab apa??"


" apapun terserah kau, tatap saja mata Daddyku dengan berani...tapi harus dengan tutur kata yang sopan ya??!!"


padahal yang menasehati sangat tidak sopan dengan ayahnya, ya tapi dia tetap mengajarkan yang terbaik pada anak angkatnya.


" mengerti pah..."


" ayo lanjutkan belajarmu, papah akan menemani..."


Joven melanjutkan mengerjakan soal-soal yang di berikan Julius, sementara Julius mendampingi sambil sesekali membenarkan jika ada yang salah dalam pengerjaan putranya


" Juuliiiiiiuuuuussssssss!!!"


teriak Nathan mendobrak pintu kamar


Julius dan Joven mengok dengan santai ke arah Nathan yang sudah berapi-api, tapi mereka kembali fokus pada soal-soal.


" pah kalau yang ini bagaimana??, Joven lupa lagi rumusnya..."


" tinggal kau kali saja, yang ini lalu kau bagi ini lalu di kurang ini itu hasilnya!"


" oh ya..."


melihat anaknya begitu perhatian pada anak angkatnya Kemarahan Nathan sedikit mereda, karena dia seperti melihat dirinya saat bersama putra dan juga Suhail.


" pah dia siapa??, kok ada di depan pintu terus...??"


" Oh itu Daddy papah...kakekmu..."


" oh dia kakek Joven...??"


" Ya beri salam nak!"


Joven segera berdiri dan berjalan menghadap Nathan , karena Julius mengatakan bahwa Nathan itu baik hati, jadi dia percaya.


" Hallo Opung Doli...saya Joven..."

__ADS_1


tiba-tiba Savina nongol dari bawah lengan Nathan.


" Haiiii...kau tidak menyapa Opung Boru ??"


Nathan mengangkat baju belakang Savina dan membawanya ke belakangnya, Savina pun menurut karena mengerti maksud suaminya.


" Siapa kau memanggilku Opung Doli...??" Nathan terlihat menyeramkan.


" Dia papah Joven, dan anda kan Daddy papah ,jadi itu berati anda adalah Opung Doli Joven kan???"


Joven menatap kedua mata Nathan tanpa rasa takut.


Anak ini kenapa tidak takut denganku??, anak buah Julius saja sudah mau ngompol di celana melihatku dalam hati Nathan keheranan.


" Dad, ada apa??" tanya Julius


" Ada apa??, kau pasti tahu apa yang membuat Daddy datang ke sini!"


" oh masalah kartu keluarga??"


" kau memang cerdas!!"


" Aku hanya memasukan sementara Joven di sana, karena aku belum berkeluarga, apa tidak boleh??"


" apa kau tahu apa itu menghargai orang yang lebih tua??, apa kau tidak menganggap kami ini orang tuamu??"


" memangnya Daddy menganggap Julius anak sendiri??, Julius merasa Seperti anak tiri!"


" Dad, abang Putra dan Abang Suhail, mereka kau ijinkan menikah tanpa syarat, sedangkan aku mau menikah, Daddy banyak tuntutan, apa itu menganggap aku anak sendiri??, wajar jika aku melakukan hal serupa padamu!"


Nathan kembali lagi naik darah,


" sayang sayang tenang kau juga harus mendengarkan keluh kesah anakmu, kita sebagai orang tua itu tidak slalu benar..." Savina mengusap dada suaminya agar mereda.


" Mom, kenapa memang kalau Julius belum bisa seperti abang-abang,lalu ingin menikah??, bukankah Julius juga sudah punya pekerjaan tetap??, Julius juga sangat mencintai Aina, Julius tidak akan membiarkannya kelaparan dan kekurangan, Julius ingin hidup sederhana, Julius ingin lepas dari bayang-bayang Abang-abang, mereka bergelimpang harta dan memiliki jabatan tinggi, tapi Julius hanya ingin hidup sederhana dengan orang yang Julius cintai, tidak memiliki jabatan tinggi, tidak kaya raya, tidak memiliki kendaraan mewah juga tidak apa-apa yang penting Julius tidak menyusahkan orang lain...!"


Nathan dan Savina terbelalak mendengar ucapan Julius.


" Awalnya Julius juga ingin mengejar semua untuk membuktikan pada Daddy jika Julius bisa, tapi setelah bertemu dengan Joven Julius berubah pikiran, Julius ingin membeli rumah kecil sederhana saja, mobil yang sekarang juga tidak masalah yang penting bisa jalan, sisanya bisa untuk menyekolahkan Joven dan hidup sehari-hari, Aina juga tidak keberatan diajak hidup sederhana...kalau memang Daddy masih keras dengan tuntutan, Julius juga akan keras Julius bisa melepaskan marga Pratama, juga tidak apa-apa yang penting Julius bisa hidup sesuai keinginan Julius, Julius tidak bisa ditekan bukan karena tidak mampu, tapi karena Julius tidak mau!!"


" tidak tahu diri!!" teriak Nathan


" Julius kau apa yang kau katakan kau mau memutuskan hubungan dengan kami??" Savina sudah berlinang Air mata.


" tadinya begitu, tapi Aina mengancam tidak mau menikah dengan Julius jika Julius memutuskan hubungan dengan keluarga, lalu Julius harus bagaimana??"


Julius berlutut di depan Nathan dengan tak berdaya, kini dia memohon pada Daddynya untuk memberikan jalan yang mudah untuk bersama dengan orang yang dicintainya.


" Dad, Sekarang Julius merasa buntu,...bisakah Daddy mengerti dengan keputusan Julius??, apakah keputusan Julius ini termasuk kriminal??, atau merugikan orang lain??, jika daddy takut Julius menyakiti Aina, itu tidak akan terjadi, jika itu sampai terjadi Daddy bisa mematahkan kaki dan tangan Julius..."


" papah, Joven tidak akan membiarkan siapapun menyakiti papah, Joven akan menjadi kuat dan membela papah, seperti yang papah lakukan pada Joven!" Joven langsung pasang badan untuk Julius, seakan dia mengisyaratkan jangan pernah sakiti Papahku.

__ADS_1


" Julius...." Savina sangat terharu dengan ucapan anaknya itu, dan lagi anak angkat Julius benar - benar tidak mengecewakan.


Nathan pun juga berkaca - kaca, ternyata selama ini keputusan yang dia anggap baik ternyata itu salah, dan kini Nathan menyadarinya, Nathan segera berlutut dan memeluk Julius dan juga Joven secara bersamaan.


" Okey Boy...Daddy salah...jika kau mau menikah dan merawat anak ini Daddy restui..."


" Ter...te...rima kasih Da...daad..." Sangking terharunya Julius sampai terbata-bata.


Savina pun ikut merangkul ketiganya


" kalian adalah kebanggaanku..." Savina sangat bahagia, semoga ini adalah titik terang dari hubungan Suami dan anak ketiganya ini.


Dulu Julius sangat membenci Suhail, tapi karena ada kehadiran Fathia itu membuat Julius mereda, sekarang kehadiran Joven ini membuat bapak dan anak ini akur dan semoga untuk selamanya.


Nathan segera berdiri dan membantu Julius juga berdiri,


Nathan mengusap kepala Joven,


" Kau sudah menjadi bagian dari keluarga Pratama, jangan kecewakan Kakek...oh betapa sangat tuannya aku memiliki cucu sebesar ini..."


Julius tersenyum,hatinya sekarang sangat lega.


" Besok Daddy akan meminang Aina untukmu...!"


" terimakasih Dad..."


" Dan kau Joven Ikut kakek,..."


" kemana Opung??"


" membelikan mu hadiah, dengan nenekmu!"


" ah??, tua sekali, bagaimana jika cucuku memanggilku Big Mommy saja ya...jika kau terserah karena memang kau sudah tua...hahahah"


" pfffffffft..."


" Ya sudah aku panggil kakek Big Daddy dan nenek Big mommy jadi adil iya kan pah??"


" Suka-suka kau nak, pelajaran selesai sampai di sini, kau jangan mengecewakan papah jangan nakal pada kakek nenekmu!"


" ya pah...kalau begitu Joven pergi dengan Big mommy dan Big Daddy dulu ya??"


" oke have fun ya boy..."


" nak...daddy dan mommy bawa Joven ya..."


" ya maaf merepotkan kalian..."


" Dia cucuku, tidak mungkin merepotkan!"


sahut Nathan menggandeng Joven pergi dengan Savina.

__ADS_1


Julius langsung melompat kegirangan, karena akhirnya hubungannya dengan Aina dimudahkan


__ADS_2