GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
364. Fix


__ADS_3

Cungkling cungkling...


"Ah sial, siapa yang mengganggu waktuku ini??"


Fahad segera berdiri dan mengambil ponselnya.


" om Crist..??" Fahad segera menerima panggilan dari omnya itu.


" Had, hasilnya sudah keluar...datanglah ke rumah sakit!"


" Baik om...!"


" Kau beruntung sekarang, aku sedang ada urusan, tapi aku akan tetap membayarmu!"


Fahad segera menghubungi Yuda,


" Yuda, berikan uang 300juta. pada Ersa...dia di hotel, M kamar 209!"


" wah...apa dia sungguh sudah kau??"


" Kau urus dia, aku ada urusan...!"


"oke..."


Fahad segera memakai bajunya, dan pergi begitu saja ,menuju rumah sakit omnya .


sementara Yuda bergegas mendatangi Ersa,


ke kamar 209.


" Apa dia sudah memakaimu??" tanya Yuda.


Ersa menggeleng kepala,


" Wah, jadi hampir ya??"


" iya tuan..."


" Sayang sekali, ini cek 300 juta ...kau bisa pergi...kita tidak ada hubungan apapun dan jangan pernah mencoba menghubungi orang tadi lagi...!"


" Tapi tuan, saya tidak bisa menerima cek ini begitu saja tanpa bekerja..."


" apa yang ingin kau lakukan??"


" apa saja yang penting tuan senang..."


" Aku tidak suka cinta satu malam, aku lebih suka memelihara, terlalu rugi harga segitu hanya satu malam!" Gumam Yuda, karena Yuda lebih perhitungan dari Fahad.


" apa???"


" Ehmm, tentu aku akan memfasilitasimu selama aku masih membutuhkanmu, tapi itu tergantung kerja kerasmu, aku pria normal, tentu saja aku tidak akan menolak wanita secantik dirimu, jika Fahad masih bisa, aku tidak!!"


" Tapi, ..."


" Bawa pergi uangnya, kita sudah lepas anggap saja kau hoky!!"


" tidak tuan..."


" apa kurang uang segitu???"


" Tuan, ini terlalu banyak ...hutang keluarga ku hanya 200 juta saja kok!"


"kenapa harus kau yang menanggungnya??"


" siapa lagi??, ayah dan ibu sakit-sakitan, itu bukanlah ayah yang berhutang, tapi teman ayah meminjam namanya .."


" Aku akan membantumu menyelesaikan masalah keluarga mu sampai tuntas, tapi semua ada harganya...!"


" Saya mengerti, ..." Ersa merasa Yuda lebih baik dari Fahad, karena Yuda tidak terlihat garang sama sekali.


" kau masih sekolah kan??"


" Masih..."


Yuda menghampiri Ersa yang masih duduk di atas ranjang, Yuda merebahkan tubuhnya di samping Ersa.


"ehmmm, kau mau aku membantumu??, aku akan membantumu sampai tuntas, bagaimana??, kemarilah..."


Yuda mengulurkan tangan kanannya.

__ADS_1


Ersa menerima tangan Yuda, Yuda langsung menarik ersa jatuh kepelukannya, Yuda sangat tahu memanjakan wanita agar nyaman berada di sisinya.


" Jadilah wanitaku, tapi aku tidak suka terikat, aku tidak suka wanita serakah, aku tidak suka wanita yang penggila uang...aku suka wanita yang sederhana...penurut...ku harap kau masuk dalam kriteria ku!"


" jika kau mau menjadi wanitaku, aku akan memberikanmu apartemen, tidak begitu mewah tapi cukup bagus, aku akan membelikanmu ponsel terbaru, mengajarimu bagaimana cara menghasilkan uang untuk jaminan kehidupanmu selanjutnya, selama kau menjadi wanita ku kau tidak akan kekurangan apapun, ...!"


" saya tidak perlu apartemen, ...tolong ajari saya menghasilkan uang saja tuan...!"


" Hanya itu??"


" Ya, setidaknya jika tuan bosan dengan saya, saya masih dapat penghasilan!"


" hahahahah, tapi jika tidak ada apartemen kita mau main di mana??"


" main??"


" Ya, kau mau melayaniku di rumahmu??, jika di hotel kan suka ada razia aku tidak suka terganggu saat sedang bermain" Yuda membelai rambut Ersa.


" terserah tuan saja, saya akan menurut...!"


" Baiklah, sepakat...!, aku tidak akan memakanmu sekarang, ini ambilah 300juta mu, aku akan menghubungimu saat aku ingin memakanmu...!"


" Apa tuan , tidak takut saya kabur???"


" kabur saja, aku tetap akan bisa menemukanmu!, sampai jumpa lagi...!"


Yuda pun segera meninggalkan ersa.


Ersa menerima Cek sebesar 300 juta


" apa mereka orang - orang tidak butuh uang??, bagaimana bisa memberikan uang dengan cuma-cuma, apa jangan-jangan mereka adalah pejabat yang suka korupsi??"


" Sudahlah, yang penting hutang kita tertutup dulu...!" Ersa segera merapikan bajunya dan segera pulang .


Di rumah sakit Crist.


" Om, maaf merepotkan mu...!"


" tak masalah...ini hasil laporan nya!"


Fahad segera membuka, hasil laporan yang di terimanya.



" Bagaimana mungkin??"


Fahad seakan tak percaya.


" kau meragukan hasilnya??, apa perlu menguji ulang??"


" Tidak om, Om, aku buru-buru, om terimakasih!"


Fahad segera berlari ke parkiran,


dan melaju dengan cepat kembali ke kediamannya.


" Anna...Anna...!" teriak Fahad begitu keras.


" tuan ada apa??"


" Di mana Anna??"


" tuan, Nona Anna dan anak-anak juga bibinya di bawa oleh tuan Kenzo dan non Tasya..."


" kemana mbak??"


" bukankah tuan menyuruh nona Anna kembali ke Roma!"


" Apa???, Dia benar-benar sudah pergi mbak??"


" sudah, dari tadi siang ..."


"hah...!!!" Fahad segera keluar lagi, dan segera masuk ke dalam mobil lagi.


" aku sudah menduganya...!"


ujar Fahad sangat kesal, dia segera mengambil ponselnya dan menelpon Kenzo.


tuttttttt tuuuuuuuuutttttttttt..,

__ADS_1


tuuutttt tuuuuttttt tuuuuttttt...


tutttt tutttttttttttttt...


panggilan tidak terjawab,


Fahad menelpon Tasya, namun sama juga tidak ada yang mengangkat, dan Fahad menelpon Anna tapi ponselnya tifak aktif.


" Haaaahhhh..." Fahad hampir Frustasi, dia segera melajukan mobilnya menuju kediaman Kenzo...


sepanjang perjalanan Fahad menenangkan dirinya agar tenang, menuju ke rumah Kenzo di kediaman Alexcey...


setelah sampai sana Fahad tidak mendapati mereka ada di sana.


" Kenzo dan tasya tidak di sini nak, dia di kediamannya yang lama..." ujar Paman Kenzo.


" Oh baiklah.... terimakasih paman saya pamit dulu!"


" Apa tidak masuk dulu nak??"


" maaf paman saya terburu-buru!"


" Ah baiklah!"


Fahad segera kembali masuk ke dalam mobilnya.


" kenapa mereka tidak mengangkat telponku???"


Fahad sudah sangat kesal sekali, dia melaju dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Kenzo yang lama, karna kediaman Alexcey cukup jauh dari rumahnya.


setelah 1jam lebih kebutan di jalan, sampailah Fahad di kediaman Kenzo, Fahad segera turun dan berlari masuk ke dalam .


waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.


" Anna...Anna...!!!" teriak Fahad.


" Tuan Fahad, ..." Noah menghampiri Fahad yang terlihat terburu-buru.


" Noah, om dan Tasya ada kan???"


" tidak ada tuan...!"


" Kemana???"


" tuan dan rombongannya sudah dari pukul 10 ke bandara!"


" Noah, tolong antar aku ke bandara, pukul berapa jadwal keberangkatannya??"


" sepertinya pukul 12 malam, karna Tuan suka keberangkatan tengah malam..!"


" Ayo lebih cepat lagi, maaf merepotkanmu aku sedikit lelah menempuh perjalanan panjang beberapa kali, mencari mereka, kenapa Dhiren juga dibawa??"


" bukankah anda menyerahkan semua pada Tuan dan nyonya??"


" iya tapi kenapa tidak membritahuku, jika membawa Dhiren juga??"


" jika tidak di bawa lalu dengan siapa Dhiren jika tuan sibuk???"


" Benar juga ayo Noah lebih cepat lagi ..."


Noah pun segera menambahkan kecepatan lajunya .


vrooooooooooooommmmmmmmmmmmmm....


slaaaaaassssshhhhh...


mobil yang mereka kendarai melesat begitu cepat di jalanan yang cukup sepi.


Dan akhirnya mereka sampai ke bandara


Noah telpon Tuanmu aku telpon Tasya.


" Baik, ..."


Keduanya segera menghubungi Tasya dan Kenzo.


" Masih aktiv, mereka belum naik berarti!" ujar Fahad.


" Noah tolong, aku harus bagaimana agar bisa mencari mereka dengan cepat!" otak Fahad sudah tidak bisa berfikir lagi.

__ADS_1


" Tunggu di sini tuan, saya ke bagian informasi !" Noah segera berlari ke bagian Informasi.


__ADS_2