
" Iyus bangun nak...ayo sarapan...!"
" Hmmm, mom...kau tidak bekerja??"
" Mommy hari ini tidak bekerja, mommy akan merawatmu!"
" Tidak perlu mom, berangkatlah bekerja!"
" Hiiiih... mommy sangat kesal, kenapa kalian itu tumbuh terlalu cepat, baru di rasa kemarin kalian merengek tidak ingin jauh dari mommy, sekarang kalian bahkan tidak mau dengan mommy lagi...haaaahhh!"
Julius segera bangun dan memeluk momynya yang terlihat sangat kesal itu...
" mommy, meskipun Iyus sangat mencintai Aina, Mommy adalah Awal dari segalanya untuk Julius!"
" Hilih membual saja!"
" Benar, Mommy adalah cinta pertama Iyus, Mommy adalah teman pertama Iyus, sekolah pertama Iyus...!"
" Halah, Lalu Julia apa??, dia kan kembaranmu, dia satu rahim denganmu, kalian berbagi segalanya di dalam perut mommy!"
" Ah, benar juga ya...!" Iyus menggaruk kepalanya.
" Hihihihi...oh anakku kalian harus slalu bahagia ... mengerti??"
" Tentu saja mom..tapi mom... kenapa Julia ke negara F??"
" Oh kau tahu kan Sansan juga di sana, Julia mendapat undangan dari Raja makanya dia ke sana, Dan Sansan sudah kembali pada Kenzo mereka akan segera menikah!"
" eh kapan??, jangan mendahului ku!"
" Memangnya kau siapa biarkan saja, mommy sekarang khawatir dengan Julia, ini pertama kalinya dia pergi tanpa mommy!"
" Memang undangan apa sih mom??"
" Itu khusus untuk pebisnis!"
" Oh jadi anak itu melebarkan sayapnya di sana??"
" Ya benar, tapi mommy khawatir karena dia tinggal di istana!"
"wah keren... bagaimana bisa dia tinggal di istana??"
" Ya Raja tahu tentang keluarga kita, dan tahu Julia itu saudara Sansan makanya Julia diijinkan tinggal di istana, hanya saja di dalam istana itu sangat mencekam, mommy takut jika nanti Julia di jahati di sana itu negara orang!"
" Mom tidak perlu khawatir kembaranku tidak akan mudah di tindas!"
" kau jika sudah menjadi orang tua nanti juga pasti khawatir!"
" Nyatanya Daddy tidak khawatir dengan Iyus!"
" Meski Daddy mu itu keras dan terlihat cuek dia juga seorang ayah, tetaplah punya rasa khawatir, hanya saja ayahmu gengsian!"
" Apa Julia tidak bisa dihubungi??"
" bisa, dia sudah membalas pesan mommy, jadi mommy tenang!"
"Memangnya Daddy tidak memberi penjaga??"
" Dai menjaganya di sana!"
" Oh kalau sudah ada Dai, kenapa Mommy khawatir, nyatanya Sansan dijaganya dengan baik, oh ya itu om Kenzo tidak marah tahu Sansan ternyata selama ini ada bersamanya??"
" Sepertinya juga kesal, tapi Kenzo sudah terlanjur bucin pada saudaramu yang nakal!"
" Hah...aku juga merasa sedih dengan Yuna mom... kemarin Aina menceritakan semuanya padaku...!"
" Oh ya, Fahad kasihan sekali...dia benar-benar memulai semua dari bawah...dia jarang pulang karena sepulang bekerja dia mencicil untuk memperbaiki perumahan yang dia beli dengan tabungannya!"
__ADS_1
" Aku nanti akan mencarinya mom...!"
" Kau tidak boleh membantunya sedikitpun, tantemu akan marah padamu!"
" Iya mom aku tahu...Martin juga sudah keluar kan pasti??"
" Ya, kau tahu yang menolong Sansan itu Martin dan Renata!"
" Apaan mereka itu?"
"Martin dan Renata sudah menunjukkan kesungguhannya...!"
" Tetap harus hati-hati mom!"
" Martin sekarang ikut ok Kenzo...!"
" Oh ya, dia tidak datang pada Cindy lagi kan??"
" Mommy mana tahu, tapi setelah dia keluar kami tidak pernah melihatnya, dan dia tiba-tiba menjadi orang Kenzo!"
" Om Kenzo kenapa sih menerimanya??"
" Iyus, ... Martin itu bukan orang Jahat, dia hanya berusaha melindungi adik-adiknya, aku yakin jika itu terjadi pada saudaramu kau juga akan melakukan hal yang sama!"
Julius terdiam dan tidak bisa membantah perkataan mommy nya.
" Kalian berdua kenapa lama sekali, aku sudah menunggu untuk sarapan bersama!" Nathan yang nongol di pintu kamar.
" ayo Iyus...!" Savina menggandeng tangan anaknya keluar kamar mengikuti Nathan yang lebih dulu berjalan ke meja makan.
" Daddy libur juga??"
" Ya....!"
Julius tersenyum karena hari ini dia akan sepenuhnya mendapatkan waktu bersama kedua orang tuanya dan tidak terbagi oleh yang lain.
Julius hanya menunjukkan giginya sambil mengangguk.
" Ayo kalian makan yang banyak...setelah sarapan kita pergi keluar jalan-jalan!" Savina mengambilkan makan untuk suami dan anaknya.
" Okey...mom bagaimana jika kita menemui Fahad...!"
" Memangnya Fahad tidak bekerja??"
" Inj hari jumat, dia ambil libur setiap hari jumat kata Aina!"
" Oh ya sudah kita ke sana!" Nathan menyanggupi.
setelah Sarapan mereka segera pergi ke perumahan Fahad.
" Apa ini perum Fahad sayang??" Tanya Nathan.
" Kata Cindy iya ini cuma di sebelah mana aku lupa tanya!"
" Katanya si nomer 17 rumahnya!"
" kata siapa?"
" Tadi aku menelponnya mom!"
" Oh... ya sudah kita cari...aku tidak menyangka Fahad akan tinggal di tempat seperti ini, jauh sekali dari kediaman Pratama!" Ujar Nathan.
" Anak itu kan membeli dengan sisa tabungannya sayang, anak seusianya sudah membeli rumah itu sudah luar biasa bukan??"
" Benar juga,...!"
" Dad...di sana itu motor Fahad di depan!"
__ADS_1
" Oh ya benar...!" setelah mereka sampai mereka pun segera turun , terlihat pintu rumah Fahad terbuka.
" Fahad, di mana kau??" teriak Iyus dari luar.
" aku di atas woiiii !" teriak Fahad yang sedang membenahi genteng.
" Eh ada paman dan bibi!"
" Apa Gentengnya bermasalah??
" hehe tidak, aku sedang memasang sesuatu, kau akhirnya dapat cuti??"
" Fahad kenapa tidak panggil tukang saja??"
" Paman, bayar tukang juga tidak murah, lagian Fahad bisa !"
" Perlu bantuan tidak??"
" tidak, kau urus saja lukamu... sepertinya akan lama sembuhnya!"
" Hilih kau mengejekku!"
" paman, Bibi Iyus, masuk dulu ya...aku selesaikan ini sebentar!"
" Oke, lanjutkan saja hati-hati!" Ujar Savina mereka pun segera masuk ke dalam ,Mata Nathan dan Savina melihat dengan jeli bangunan tempat tinggal Fahad.
" Anak itu membeli rumah yang bahannya sangat buruk, anak yang memiliki segalanya sejak kecil sekarang sudah tumbuh menjadi pria sejati...!" Ujar Nathan.
" Mmmm... sebenarnya juga ingin membantu, namun Vevey tidak membolehkannya!"
" Ya itu didikan yang bagus untuk anak laki-laki, Julius tak akan mau tinggal di tempat seperti ini!" Ujar Nathan.
" Daddy, jangan begitu Dad...aku juga ingin membeli kediaman kecil untuk tinggal bersama Aina!"
" Jika kau ingin memperistri keponakan Daddy kau harus seminim mungkin menyediakan rumah bak istana, mencukupi kebutuhannya dengan kerja kerasmu sendiri, dan harus slalu memperlakukannya dengan baik seperti Ratu!"
" Oh pasti itu Dad!"
" Haiz...kau saja masih minta uang bulanan abang-abangmu berlagak, Aina itu keponakan Daddy spek bidadari surga, maka kau harus menyediakan istana surga, bidadari tidak tinggal di neraka!"
" Hahahahahahha, Daddy...kenapa di antara keponakan kandung Daddy, Daddy lebih menyayangi Aina??"
" Aina tidak memiliki ayah sejak lahir dan ibunya meninggal karena melahirkan Aina, dan ibu Aina memberikan penglihatan untuk mendiang Om Bram, Om Bram itu juga sangat penting untuk daddy, meskipun tidak dari rahim yang sama, seperti kau dan Putra, tapi kami sangat saling menyayangi ... itulah kenapa Daddy lebih menyayanginya... Daddy juga sangat menyayangi yang lain hanya lebih banyak sedikit untuk Aina!"
" Tapi Dad, jadi Daddy setuju tidak Iyus dengan Aina?"
" Tidak!"
" Haaa???, kenapa??"
" Sementara Daddy biarkan dulu, kau mungkin bisa dikatakan masih labil!"
" Aku akan buktikan, jika aku sungguh-sungguh!"
" Baiklah, maka jadilah pria tangguh dan sejati!"
" oke siapa takut!"
" Ya, Mommy yang jadi saksi... jika kau tidak bisa berdiri dengan kakimu sendiri maka jangan pernah mengharapkan Aina...!"
" Daddy selama ini Iyus juga berdiri dengan kaki iyus sendiri!"
" Haaaa....urusan Cuti saja harus mencoreng nama Daddy dan abang-abangmu...jika kau benar - benar mencintai Aina kau seharusnya lebih bersabar lagi, mana ada kabur...!"
Iyus terdiam dengan perkataan Daddy nya, memang itu benar,
Savina akan selalu diam saat Suaminya sedang mendidik anaknya dengan tegas, karena julius adalah seorang laki-laki yang akan menjadi pemimpin untuk keluarganya nanti, karena Savina tahu bagaimana dengan suami sebelumnya yang tidak berprinsip dan membuat hidupnya bagai di neraka, Namun Nathan akan slalu lembut dan sedikit tegas dalam mendidik putrinya, sehingga putrinya akan terbentuk menjadi wanita yang baik namun tidak mudah ditindas.
__ADS_1