
Dai memasuki rumah Fahad diam-diam dan langsung menuju kamar pembantu.
tok tok tok...
" Saya Dai, apa nona Anggita di dalam??"
Ceklek...
Wah Mata Dai dikejutkan dengan bocil yang keluar dari kamar pembantu.
" Dek, kamu siapanya Anggita??"
tanya Dai karena Dai tidak tahu yang mana namanya Anggita.
" saya Anggita kak!"
" Hah????, demi apa??"
tapi Dai segera percaya saat melihat wajah Anggita yang mungil itu memar.
Kenapa dia tidak melihat dulu Video yang dikirim oleh tuannya Kenzo jadi tidak sekaget ini melihat Anggita .
" Oh Maaf anda sangat mungil sekali, saya pikir masih anak SMP!"
" Seharusnya kak, tapi Anggita kan sudah tidak sekolah!"
" Oh, kamu masih kecil...kalau gitu ayo ikut aku dulu, kita urus kasusmu...!"
Anggita mengangguk patuh dan segera mengikuti Dai keluar.
tentu saja Dai masuk saat di beritahu Kenzo rumah sedang sepi.
mereka pun bergegas ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan tidak kekerasan dan mempekerjakan anak di bawah umur.
sebenarnya anak usia 13 - 15 tahun bisa dikatakan pekerja ringan, Yaitu anak yang diperbolehkan melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosialnya. Hal ini diatur dalam pasal 69 ayat 2 UU ketenagakerjaan.
Pengusaha diharuskan memenuhi syarat dalam mempekerjakan anak di usia 13 - 15 tahun.seperti hal , dengan izin tertulis dari orang tua atau wali,Perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali,
Waktu kerja maksimal tiga jam,
Dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah,
Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.
Adanya hubungan kerja yang jelas.
Menerima upah sesuai dan masih banyak lagi.
Namun sepertinya syarat dari mempekerjakan Anggita itu tidak terpenuhi, itu akan menjadi senjata untuk Dai membantu Anggita.
" Baik pak, laporan kami akan segera proses, setelah itu kami akan segera menindak lanjuti!"
" Dan saya minta di percepat pak!, menyelipkan amplop coklat ke dalam map yang dibawanya!"
" Baik, kita langsung menindak lanjuti sekarang!"
mendengar semua penuturan tentang cerita Anggita sampai bekerja dengan Yuna, Dai pun menangkap sesuatu yang cukup serius.
" Kak, kita mau ke mana??"
" Ke tempat bosku...!"
jawab Dai.
__ADS_1
Anggita pun mengangguk, dia ikut saja jika di pulang tidak ada Fahad pun dia takut.
sesampai di tempat Kenzo dan Sansan, Dai segera mengajak masuk Anggita, Dan Sansan pun sudah menunggu di ambang pintu menyambut gadis kecil itu dan mengajaknya langsung ke taman belakang.
" Tuan sudah!"
" Ya, apa ada yang kau temukan Dai?"
Kenzo slalu bisa menebak apa yang ingin di sampaikan Dai.
" Anggita saat di bawa ke kota tidak sendirian tuan dia bersama 10 orang seumurannya ke kota, tapi hanya Anggita yang tidak di bawa karena dia tidak memenuhi syarat!"
" Wow...istri Fahad ini cukup penuh kejutan, mengejutkan sekali...!" Ujar Kenzo.
" ya tuan saya juga sangat terkejut, sepertinya ini baru dijalankan!"
" Anak-anak yang malang, kau hubungi Gerry untuk menyelidiki lebih lanjut Dai, dan tanyakan perkembangan tentang perusahaan Robert!"
" Baik, saya pergi sekarang!" Dai pun segera pergi .
" Noah, kau pantau kediaman Fahad, apakah polisi sudah bertindak!"
" Baik tuan!" Noah pun juga segera menjalankan tugasnya.
kediaman Fahad
Fahad pun tiba karena sudah merasa lebih tenang,
baru keluar dari mobil, Yuna dan ibunya berlari mendekati Fahad
" Sayang, tolong bantu ibu, polisi itu datang membawa surat penangkapan untuk ibu!"
ujar Yuna memohon, saat akan meraih lengan Fahad, Fahad segera menghindar.
" Jangan mendekat!" tegas Fahad
" kenapa ibu tanya pada saya??, saya malah bingung!"
" Pak, maaf mengganggu, kami dari kepolisian , ini surat penangkapan untuk Ibu Maura Yuvia , dengan tuduhan kekerasan dan mempekerjakan anak di bawah umur!" menunjukkan surat resmi pada Fahad, Fahad tahu dengan jelas karena dia juga mantan anggota, makanya Fahad menyuruh Anggita melapor.
" Silahkan pak!" Fahad mempersilahkan para pria berseragam itu membawa mertuanya ke kantor polisi.
" Nak ibu tidak bersalah nak!"
" Ibu tenang saja, jika ibu terbukti tidak bersalah ibu akan di bebaskan!"
jawab Fahad santai dengan senyuman palsunya.
" Fahad, kau tega pada ibu, dia ibuku kenapa kau tidak mau membantu!" Yuna memarahi Fahad karena kesal.
" Aku bukan orang berduit maafkan aku istriku, aku tidak bisa membantu, jika aku punya banyak uang aku akan menjamin ibu!"
Fahad melangkah masuk dengan senang ini baru awal saja, bahkan Fahad belum memulainya.
" Yuna, tolong ibu...Yuna....!"
" Ibu, tenanglah aku akan meminta bantuan pada Robert...!"
" Yuna cepat ibu tidak mau masuk dalam sell!" teriak Maura
Maura pun di bawa paksa oleh polisi sedangkan. Yuna sibuk menghubungi Robert.
namun Robert akhir - akhir ini jarang bisa dihubungi saat di butuhkan.
__ADS_1
" Aku harus segera keperusahaannya...!"
Yuna pun segera memanggil go car, setelah go car datang dia segera pergi ke perusahaan Robert, dan. Noah pun mengikuti Yuna .
Setelah menempuh 25 menit perjalanan, berhentilah Yuna di sebuah perusahaan ya, bisa dibilang baru di rintis, gedung itu tidak kecil dan juga tidak besar.
Tertera dengan jelas
Perusahaan Logistik RB.
Yuna melenggang masuk dengan kesal, memasuki gedung perusahaan yang dirintis oleh Robert.
" Apa Robert ada??" tanya Yuna pada bagian resepsionis.
" Ada nyonya tapi apa sudah membuat janji??"
" Belum!, kenapa harus membuat janji?? aku adalah calon istrinya!"
petugas resepsionis itu pun seakan kebingungan.
tak lama terbukalah pintu Lift keluarlah Robert dari lift.
" Sa-...!"
terlibat Robert sedang merangkul mesra seorang wanita yang cukup berkelas.
" Robert!!" teriak Yuna
" Yu..yuuuna....??" Robert sangat terkejut
" Siapa wanita ini???" Yuna menuding wanita yang masih menempel pada tubuh Robert.
" Sayang, kau bisa pulang dulu nanti kita bicara lagi!" Bisik Robert pada wanita itu.
Wanita itu pun mengangguk dan segera keluar dengan memberikan senyum meremehkan pada Yuna.
" Yuna sayang, ayo kita bicara di dalam...!" meraih pinggang Yuna dan mengajaknya masuk ke dalam lift.
sementara Noah beralih mengikuti wanita yang baru saja keluar dari perusahaan tadi.
" Robert, kau jangan macam-macam!"
" Sayang, tenanglah...kau bilang Fahad sudah tidak bekerja lagi, aku berusaha mencari suntikan dana lain, agar perusahaan kita tetap stabil!"
" Siapa dia??, awas saja kau macam-macam!"
" Aku bahkan tidak marah bersama Fahad, kenapa aku juga tidak boleh, ini kan demi masa depan kita sayang!"
" Ingat Robert kau itu milikku, jika kau tidK tJu diri lihat saja!"
" Oke oke sayang, maaf ya...ini jug semua untukmu!, oh ya ada perlu apa kau ke sini?"
" Astaga aku hampir lupa, Robert ibu ditangkap polisi bagaimana ini???"
" Kok bisa sih?, siapa yang melaporkan?"
" Iya mana ku tahu, Si Anggita loe yang melapor!"
" Anggita??, anak itu bagaimana bisa dia melapor?, memang ibu ngapain Anggita??"
" Katanya kekerasan , mempekerjakan anak dibawah umur!"
Robert, menggigit bibirnya,
__ADS_1
Ini tidak beres, bagaimana Anggita anak polos itu kepikiran untuk melapor pada polisi, jika polisi memperlebar penyelidikan maka semuanya akan sia-sia, ibu Maura ini sangat bodoh, ah sial aku sudah hampir mewujudkan impianku, kenapa ibu Yuna ini membuat masalah.
dalam hati Robert kesal.