GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
92. Wanita Genius


__ADS_3

Keesokan paginya Julius datang lebih awal dari kesepakatan.


Julius melihat ke arah sebrang, ternyata Fathia sudah berada di sebrang jalan, Julius segera menghampiri Fathia dengan senang.


" Kakak,...!"


" Juprikkk???"


" Bukan, Juli ah benar, aku Juprikkk!"


Hampir lupa aku...


dalam hati Jupri eh Julius.


" Aku snagat hafal suaramu itu, kau mau mebohongiku, apalagi dari parfummu, aku sudah mengingatnya!" ujar Fathia percaya diri.


" Ah, kakak mang luar biasa, ...kakak lalu di mana minumannya??"


" Aku tidak bisa membawa 200 botol sendirian lah!"


" Aku melupakan itu, maafkan aku kak bukan maksud Jupri meledek!"


" Hahah, aku tahu...tenanglah...aku sedang mencari seseorang yang mau mengangkut minuman tapi sedari tadi aku tidak bertemu seseorang yang biasanya menyapaku, makanya aku datang ke sini!"


" Kakak aku lupa menanyakan sesuatu!"


" Apa itu JUPRIKK??'


" kakak bagaimana membedakan siang dan malam, dan pukul 8 pagi??'


" Oh, dari udara aku membedakan siang dan malam, dari terik sinar matahari aku membedakan waktu!'


" Bagaimana jika mendung??"


" Kau kira aku hidup di hutan, dengan keadaan premitif, kau ini bertanya dengan detail dan menyebalkan, aku memiliki alarm di rumah, dan aku juga mempunyai banyak tetangga yang baik padaku, dasar anak nakal, pertanyaan mu itu seharusnya tidak perlu ku jawab!"


" Ahahahahah, aku melupakan itu, karena kakak mengatakan tidak menemui seseorang yang bisa membantu kakak, aku kira kakak tinggal di tempat yang jauh dari masyarakat!"


" oh itu benar sekali, jam 8 pagi itu orang - orang sedang sibuk bekerja, makanya aku keluar bekerja pukul 2 siang!"


" oh ya, kalau begitu, kakak biar aku mengambilnya sendiri, aku membawa mobil, sekalian aku ingin tahu tempat tinggal kakak!"


" Ah, bagus sekali Jupriiik...ayo kalau begitu!" Julius menuntun Fathia masuk ke dalam mobilnya.


" Kakak, ke mana kita harus pergi?"


Fathia terdiam,


" Kakak??"


" Juprik, apa kau ini bodoh?, bagaimana bisa aku menunjuk arah sedangkan aku buta!, apa kau meledekku?"


Julius menepuk jidatnya sendiri,


dan tertawa terbahak-bahak.


" Ya Tuhan, ahahahahah maaf aku tidak meledek kakak, siapa suruh kakak ini tidak seperti orang buta!"


" Dasar anak nakal, kenapa aku juga menurut saja kau tuntun masuk ke dalam mobil!"


Julius menahan tawanya, dia merasa sangat bahagia, diwaktu pagi dia sudah mendapat hiburan yang luar biasa dari Calon kakak iparnya.


" Jangan menahan tawa ,jika kau kentut itu akan menyiksa!"


" Hahahahahahahaha, kakak aku tertawa bukan bermaksud meledekmu, aku merasa kita sama-sama konyol bukan??"


" Dasar anak luknut!"


" Hahahahah, kakak lalu aku harus bagaimana?"


" Mau bagaimana lagi, aku akan turun dan berjalan kembali pulang,dengan tongkat ajaibku!" sambil mengelus - elus tongkatnya.


" Ah, baiklah tidak ada cara lain lagi...!"


Julius pun mengikuti Fathia sampai ke rumahnya, karna memang tidak jauh dari halte tempatnya berjualan.

__ADS_1


aku sebenarnya ingin bertanya bagaimana dia bisa tahu itu jalan pulang hanya dengan sebuah tongkat, tapi takut jawabannya melukai martabatku.


dalam hati Julius.


" Kakak rumahmu besar sekali...!"


" Jangan melihat sesuatu yang salah , rumahku di sampingnya!"


Julius terkejut dengan rumah yang di tinggali Fathia, hanya gubuk kecil ,mungkin itu hanya satu ukuran kamar mandi dirumahnya.


Aku juga ingin bertanya bagaimana dia menjaga kebersihan rumahnya, bagaimana dia meracik minumannya, lalu bagaimana dia melakukan banyak hal seperti orang normal pada umumnya, wanita yang di cintai Jendral besar ini memang tidak biasa, jika aku lebih dulu yang mengenalnya aku juga tidak mungkin tidak menyukainya.


dalam hati Julius.


" Kakak yakin tinggal sendirian??"


" Tentu saja, meski aku buta aku slalu menjaga kebersihan, tenang saja minuman yang aku racik sangat higenis!"


" Bagaimana cara kakak merciknya?"


" Aku sangat peka terhadap bau, dan juga menimbang dengan kedua tanganku, untuk mengira takarannya!"


Genius, dia sangat genius aku yakin Kak Fathia ini orang genius.


dalam hati Julius.


" Kakak kemana kakak membeli semua bahannya?"


" itu aku slalu menitip bahan pada tetanggaku dia bekerja di toko serba ada!"


" Kau itu ateis atau beragama??"


" Bergamalah!"


" Jika kau beragama pasti memiliki Tuhan, aku tidak perlu menceritakan detailnya padamu, karna Tuhanku tidak pernah meninggalkanku, aku slalu menanamkan itu dalam hatiku, nyatanya aku baik - baik saja sampai sekarang!"


" kakak apa kau tidak takut ,tinggal sendirian di sini? bagaimana jika ada orang jahat padamu?"


" Juprik, terimakasih karena mengkhawatirkan aku, aku percaya Tuhan slalu menjagaku, di setiap kali aku meminta perlindungan Kepada-Nya!"


Aku akan membawanya pulang untuk menjadi kakak perempuan ku, beruntunglah kau Suhail, aku membantumu karena aku sangat menyukai Kak Fathia.


" Kakak, bukankah kau ingin pantas bersanding dengan laki-laki yang kau sukai??"


" Tentu, ...!"


" Baiklah, tunggu kabar selanjutnya dariku ya!, aku akan membawa semua minumnya lebih dulu... kakak aku membawa kue, dan makanan untukmu, ini buatan kembaranku dan ibuku!"


" Oh, baik sekali, terimakasih Juprikkk!"


" Sama-sama kakak, besok aku akan datang kesini, lagi jangan ke mana - mana!, sampai jumpa besok!" Julius pun bergegas menuju toko kecil kusus kue kering untuk oleh -oleh, yang di rintis oleh kembarannya sendiri, sedangkan toko Savina lebih ke kue - kue tar, untuk acara-acara besar.


" Julia,....!" Membawa 1 kotak berisi minuman dari Fathia.


" Apa ini??"


" ini minuman, yang aku bicarakan padamu, cobalah!"


membukakan satu botol dan di berikan pada Julia.


Julia segera mencicipi minuman itu perlahan sambil mencoba mengoreksi rasa dalam minuman itu.


" Bagaimana mana??"


" Hmmm, enak...kakak membeli di mana?, apa ini racikan koki handal?"


" Apa kau bisa memasarkan ini di tokomu?"


" Bisa saja, hanya saja kemasan ini kurang menjual!"


" Kau bisa mengatasi ini bukan??"


" memang harga minuman ini berapa perbotol?"


" 5ribu rupiah!"

__ADS_1


" Brrrrrrrrrrrrrr hukhuk....!"


" Sialan kau sengaja melakukannya!" sambil mengusap wajah Dirinya yang tersembur air minum Julia.


" Ah??, mana bisa begitu?? maaf ini kau jika bercanda jangan keterlaluan, seenak ini masak cuma 5 ribu!"


" Aku serius!'


" Whaaatttttt, ayo kita bicara pada mommy!"


kedua anak kembar itu bergegas ke toko sebelah melewati pintu yang langsung menuju ruangan Savina.


" Mommy, mommy,mommy...!" Teriak Julia mencari mommy nya


" Nona ada apa??" tanya salah seorang karyawan Savina


" Kakak di mana mommy ku?"


" Ada di ruangannya!"


" Oke terimakasih!"


mereka segera menerobos ruangan Savina.


" mom...!"


" Kenapa kalian ini, ada apa??" Savina sangat heran dengan kedua anaknya.


" Mommy, ini minuman enak harga ekonomis!"


membuka tutup botol dan memberikan pada Savina.


Savina tanpa ragu meminum botol pemberian anakanya itu.


" hmmmm... enak... buatan siapa ini??"


tanya Savina.


"tanya Pada iyus mom!"


" Mommy mau tidak memasarkan minuman ini?"


" Mommy harus melihat proses pembuatan minuman ini dulu sayang, tidak bisa asal, kita juga harus menguji lulus tidak pada lembaga kesehatan pangan!"


" Mommy, Julia.... apa kalian mau tahu siapa wanita yang disukai Suhail??" ujar Julius lirih. kedua telinga Savina dan Julia langsung membesar dan mendekat pada Julius.


" jika kau bercanda, percaya tidak mommy akan menggundulimu!"


" Mommy, kejamnya!"


" Ya aku juga akan memukul kepalamu!" Tambah Julia.


" Jika kalian ingin tahu, kalian harus ikut aku besok pagi ..."!


" Oh, aku akan menemui calon menantuku besok!"


" tapi mommy, Suhail ditolak olehnya!"


" What???, siapa yang berani menolak putraku??"


" Mommy, ingatlah jangan mengekpos identitas kita pada Kak Fathia...,dia memiliki kekurangan pada penglihatannya, namun dia adalah wanita genius!"


" Untuk pertama kali putra bontotku memuji orang lain, mommy jadi sangat penasaran pada wanita itu!"


" Benar mom, aku juga!" sahut Julia.


" Ya sudah sepakat besok pagi jam 8!"


" Baiklah mommy akan membatalkan janji dengan Client mommy untuk besok!"


" Aku juga!" sambung Julia.


Seperti apa wanita yang di ceritakan Iyus ini , dia adalah anak yang sulit menerima kehadiran orang lain, namun dia dengan bangganya memuji wanita yang di sukai Suhail, syukurlah jika wanita ini sungguh bisa membawa perdamaian untuk kedua putraku ini.


dalam hati Savina.

__ADS_1


__ADS_2