GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
166. Di tolak


__ADS_3

" hey ...kenapa masih melamun??"


" heheh tidak sayang, hanya berpikir kenapa semua pindah ke rumah tengah!"


Chiko meraih tangan Sasha, dan mencium punggung tangan Sasa dengan lembut.


" Sudah jelas mereka memberikan waktu dan tempat untuk kita!"


" Aih...kenapa harus pindah??"


" Ya bukankah lebih leluasa rumah sebesar ini, kita bisa memulainya di mana saja!"


" Kau sangat cabul...!"


" Heheh...sudah ayo makan, kau pasti lapar kan?, aku mencium aroma enak, apa mbok Yem memasak untuk kita?"


" Ya, ayo duduk dan makan suamiku...!"


mereka berdua makan dengan sangat rukun, setelah makan Sasha membereskan sisa makanan, dan Chiko bagian mencuci piring.


setelah pekerjaan mereka selesai mereka segera merebahkan tubuhnya di ruang tamu.


Chiko meraih tubuh Sasha dan memangkunya


" Sayang, apa yang kau lakukan??"


" apa??, tentu saja menuntut hak seorang suami!"


" Ih....apa kau tidak lelah seharian ini?, aku sangat lelah...!"


" aku tidak ada kata lelah apalagi soal mencintai mu!"


" Heleh ...gomballllll.....!" menekan hidung Chiko yang tinggi itu.


" Hohoho...hemmm aku masih tidak percaya, kau sekarang menjadi milikku!"


memeluk Sasha dengan erat,


" Ih aku tidak bisa bernafas...!"


Chiko melepaskan pelukannya.


" Maaf, tapi sayang kenapa kau selalu tampak cantik dan menawan?, kau selalu menyilaukanku....!"


" Apa kau ini masih anak muda lagi, kau bahkan sudah menjadi seorang ayah, masih mengeluarkan kata-kata seperti itu!" Wajah Sasha memerah.


" Oh manisnya saat istriku malu...!"


" Jangan bicara lagi...!"


" Oh lalu aku harus apa?, apa sekarang di sini?"


" hei kau tidak tahu malu, aku... aku masih malu...!" Sasha beranjak pergi berlari ke kamarnya.


" huft....astaga, jantungku kencang sekali sampai membuat kepalaku hampir pecah sangking kencangnya berdetak, aku hampir tidak bisa mengambil nafas ,sebenarnya aku sangat takut, huft bos Bram apa kau mengutukku di sana??"


Chiko mencoba menenangkan diri,


Chiko pun memutuskan keluar rumah sebentar untuk mendinginkan kepalanya dan menenangkan hati dan pikirannya!"


" Huffffffffft....!" Chiko mencoba menarik nafasnya.


" Apa yang di lakukan pengantin baru???"


" Oh, Zayn...aku sedang mencari udara segar!"


" Mana sempat pengantin baru mencari udara segar, kau sedang gelisah!"


" Ah, aku tidak bisa menutupi, apapun darimu!" mereka berjalan sampai ke taman tengah.


" kau pasti takut Bram bangkit dari kubur dan menghajar mu sampai lumpuh!"

__ADS_1


" Haaaa....dulu aku hanya seorang bawahan.Sasha, sekarang aku malah menjadi suaminya...ini sungguh sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehku!"


"tapi rasa-rasanya kau sudah menyukai Sasha cukup lama!"


"bagaimana kau tahu, kau kan di dalam penjara puluhan tahun!'


" Melihat istri Bram ini siapa yang tidak jatuh cinta dia energik,cantik, dan asyik...kau slalu mengawasinya diam-diam pasti juga jatuh hati!"


" Hemmm...dia sangat nakal dan ada saja tingkahnya yang slalu membuat orang tersenyum!"


" Cepatlah masuk sana...istrimu sudah menunggu...!"


" Kau jangan meledekku!"


" Mana ada, sekarang jadilah Suami yang baik untuknya bahagiakan dia, Bram akan tenang di sana!"


" Tapi Zayn...apa cara ini benar??"


" Kau takut di bencinya??"


" benar...!"


"Kau buatlah seorang Chiko Junior dengan segera tanpa di tunda!"


" mana bisa langsung begitu, tubuhnya kan belum benar -benar pulih...aku tidak ingin terjadi apa- apa padanya lagi!"


" Kau konsultasi pada Crist dan lidya...!"


" Hmmm apa itu bisa di percaya idemu??"


" lagian kau juga tidak 100% bersalah, karena ingatannya sendiri mengakui bahwa kau adalah suaminya!, jika Crist dan lidya mengatakan aman, maka jangan tunda untuk memiliki anak...anak itu yang akan menjadi pertimbangannya untuk membencimu atau tidak suatu hari nanti!"


" Om...oh om chiko kenapa di sini??, tante Sasha sendiri dong?"


Natali yang datang membawa makanan untuk Zayn.


" uhuk...hmmm Zayn... Natalie masih kecil, aku masuk dulu!" Chiko menepuk pundak Zayn.


" Om, mau kemana?"


" Ha??"


Natalie bingung.


" Sudah biarkan pengantin baru, meninggi lebih dulu...dia tidak tahu asam manis berumah tangga seperti apa, oh Natalie apa kau kelebihan lagi memasak??"


" Ehmm tidak aku sengaja membuatnya untuk om...!"


" aku akan menjadi beruang jika kau beri aku makan malam terus!"


" hihihih...itu pasti hangat untuk di jadikan kasur...!"


" Apa katamu??"


" Tidak, cepat makan om!"


" Baiklah...!" Zayn tanpa ragu melahap masakan Natali yang menurutnya sangat lezat.


Natali memperhatikan makan seorang pria dewasa yang banyak tatto itu di sekujur tubuhnya.


" Apa kau ingin mengatakan sesuatu??"


" Om, apa aku boleh meminta om menjelaskan aku di mata om Zayn??"


" Hmm...cantik, pintar, baik hati, penakut, pintar memasak!"


" hanya itu??"


" apa harus ada lagi??"


" Om, apa aku di matamu masih anak kecil??'

__ADS_1


" Ya, masih sangat kecil dan menggemaskan, aku tidak punya adik kecil jadi aku menganggap kau seperti adikku sendiri, jadi hidupku lengkap, ada adikku yang memperlihatkan makanku!"


" Hanya adik???, adik sajaaa??"


" Mau apa lagi??" dengan kilat, sudah habis makanan zayn dan mengembalikan piring di tangan Natali.


" om...tapi aku menyukaimu lebih dari itu...!" Ujar Natali lirih sambil menahan malunya.


" Aku tahu....!'


" Om tahu?? jadi??"


" Jadi, tidak masalah...menyukai itu tidak ada hukumnya!"


" Lalu??"


" Ya suka-suka mu, tapi aku tidak sama!"


" Jadi om tidak menyukaiku??" Natali merasa sangat kecewa namun dia harus berjuang seperti yang dikatakan Aina


" Tentu saja aku menyukai Natali tapi bukan seperti menyukai seorang wanita!"


" Om...bisakah menungguku dewasa lalu pertimbangkan perasaanku, aku juga sudah kuliah kan sudah dewasa!"


" Ya kau memang memiliki kelebihan dalam belajar, takut nya aku akan membuang waktuku, untuk orang yang salah!, lagian aku tidak ingin menikah!"


" Kenapa??"


" kenapa??, lihat aku baik-baik...sudah berumur, tidak tertarik dengan kerumitan hidup!"


" Om...Natali akan buktikan jika Natalie sungguh -sungguh...!"


" Ya terserah kau, aku akan menunggu kau menyerah dengan perasaanmu sendiri!"


" bagaimana jika aku tidak menyerah?"


" Nak aku ini bukan orang baik-baik...aku ini mantan napi, kau terlahir dari keluarga baik, bagaimana bisa aku dan ayahmu saja hampir seumuran! mulai sekarang kubur perasaanmu itu Natalie, aku hanya orang yang tidak berperasaan!"


" memangnya kenapa, di mataku om sangat baik, om bisa menjadi siapa saja yang Natali mau...apa itu pura-pura?"


" Tidak aku tidak pernah berpura-pura dalam hal apa pun!, tapi aku tidak akan menerima perasaan sesaatmu, kau adalah adik manisku!"


" Tidak mau, aku mau lebih... lihat saja om, aku tidak akan menyerah!" Natalie pun segera kembali masuk


" Hah anak jaman sekarang sangat transparan!" Zayn memandang ke langit yang berbintang terang itu.


Aku maklumi anak seumuran dia memang sangat labil, dia terlihat kurang kasih sayang, pasti Roy dan istrinya sangat sibuk, sehingga anak itu malah nyaman dengan aku si om pendosa ini...Huft...tapi memang Natali sangat menggemaskan...


dalam hati Zayn.


kediaman Selatan.


" Istriku, apa kau sudah tidur??" Chiko mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban.


Chiko pun perlahan membuka pintu kamarnya, baru membuka,


" winggggggggg"


Terlihat bantal guling berterbangan ke arahnya.


" Dasar pembohong, kau masih berani masuk kamar???"


teriak Sasha sangat keras dengan ekspresi sangat kesal pada Chiko.


" Sayang kau ...kenapa??"


" Keluar....!"


" Ada apa??, jelaskan agar aku tahu kesalahanku!"


" Tidak pergi saja sana!!"

__ADS_1


Ada apa ini?, kenapa dia tiba-tiba marah tidak jelas? atau jangan-jangan...


dalam hati Chiko bertanya-tanya.


__ADS_2