GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
218. Namanya juga Cinta


__ADS_3

Dan sampailah Iyus di depan toko Aina.


"Huft akhirnya aku bisa bertemu denganmu!" Iyus segera turun dan masuk ke dalam toko.


" Terimakasih sudah slalu berlangganan, kami tunggu kunjungan anda kembali kakak!"


" Aggggghhhhhh..."


Semua terkejut melihat Iyus yang datang dengan darah yang masih keluar dari hidungnya dan wajah yang sudah babak belur.


Aina pun sangat terkejut


" Iyus...apa yang terjadi?" Aina segera menghampiri Iyus dan membawanya masuk ke ruangannya.


"Aina... i miss you...!" Iyus memeluk Aina begitu erat karena sangat rindu pada pujaan hatinya.


Aina merespon pelukan Iyus dan membiarkan Iyus memeluknya cukup lama, karena Aina juga rindu pada pria yang slalu menjahilinya itu.


Air mata Aina berlinang begitu deras, melihat tetesan darah yang menetes di pundak Aina.


" Iyus, ayo kita obati dulu lukamu...!" Ujar Aina lembut.


" Nanti saja, aku masih mau memelukmu...!"


" Ha...baiklah...!" Aina mengikuti maunya Iyus saja yang memang sangat keras kepala.


" Kenapa kau malah menangis??, apa kau tidak senang melihatku pulang??"


" Huhuhu...kau terluka bagaimana aku tidak sedih??, siapa yang memukulmu??, aku akan menghajarnya untukmu!"


mendengar ucapan Aina, Julius tersenyum.


" Apa sungguh kau akan menghajarnya untukku?, apa kau berani???"


" Ya aku akan mencoba berani membalasnya untukmu!"


" Hahahaha, ....!"


" Kau masih bisa tertawa??, cepat duduk...diam aku akan merawatmu!"


Julius pun patuh dengan perintah Aina, Aina membersihkan dan mengobati Julius dengan hati - hati dan benar.


" Aina kau sangat cantik!" ujar Iyus memandangi wajah kekasihnya itu.


Wajah Aina memerah, mendengar pujian Julius , banyak yang memujinya cantik, namun rasanya berbeda saat Julius yang memujinya.


" Hahahaha.....!" Julius langsung menarik Aina dalam pelukannya.


" Aina kau sangat imut saat malu...!"


" Terus saja menggodaku...kau ini menyebalkan...katakan padaku siapa yang menghajarmu??"


" Nanti aku beritahu tapi aku mau kau menciumku lebih dulu...!"

__ADS_1


" Mukamu saja sudah babak belur mau di cium di mana ?, semuanya luka aku tidak mau!"


" Di sini...!" Julius segera mencium bibir Aina dengan penuh kelembutan, wanita di depannya itu sudah membuatnya gila setiap hari karna menahan rindu .


Aina mendorong perlahan tubuh Iyus,


" jangan lakukan itu lagi aku malu...!"


" Tapi aku tidak...!"


" Sudah jangan berbelit-belit, kau sudah dapat ciuman sekarang katakan padaku siapa yang menghajarmu!"


" Kau yakin mau tahu dan mau membalasnya??"


" Ya....!"


" Yang memukulku habis-habisan itu adalah pamanmu dan calon mertuamu!"


" Oh apa??, kenapa?? apa paman tidak ingin kau menemuiku??"


" Tidak justru pamanmu itu membantuku untuk bertemu denganmu!"


" Kenapa harus menghajar sampai seperti ini??" Mata Aina sudah berkaca-kaca,memang Aina adalah wanita yang sangat lembut hati jadi sangat mudah sekali menangis.


" aku meminta cuti 3 hari tapi tidak diijinkan, aku mencoba kabur tapi ketahuan, ya sudah aku mendapatkan hukuman, karena itu identitas ku jadi ketahuan jika aku anak seorang Laksamana, tapi aku sudah terlanjur dihajar, Pamanmu sungguh sangat tegas dalam mendidik, memang salahku sudah mencoreng namanya, dia menghajarku habis-habisan di depan semua senior dan pendidik, aku tahu sekalian dia juga ingin menegaskan, kepada anak - anak yang mendapatkan perlakuan kusus karena pangkat orang tuanya, bahwa memang kenapa jika anak orang berpangkat, lihat anakku saja aku hajar dengan keras jika dia melakukan kesalahan yang memalukan!"


Aina masih mencoba memahami cerita Julius, maklum Aina masih pentium setengah.


" Kau sulit mengerti ya??"


" Tak apa...lupakan saja... takutnya otakmu keluar asap karena tidak mampu mencerna!"


" Ih...menyebalkan...!"


" Ah, akhirnya aku dapat cuti sampai aku sembuh...aku ingin menempel padamu setiap hari, aku ingin kau merawat ku setiap hari...!"


" Hmmm...ini pasti sakit... jadi yang bisa ku tangkap dalam otakku hanya Paman Nathan memukulmu untuk membantumu libur kan??"


" Ya, benar...kau kadang-kadang memang pintar...!"


" menyebalkan!, Iyus, kenapa kau sampai nekat seperti ini??"


" Karena aku sangat merindukanmu, sekarang apa kau tahu jika aku sangat mencintaimu?, aku tidak main-main denganmu!"


" Huhuhu, bodoh...!" Aina memeluk Iyus dengan sangat erat, sekarang dia mengerti perasaan tulus Iyus padanya.


" Apa kau sudah makan??"


" Belumlah, aku langsung ke sini setiba di rumah!"


" Aku akan keluar membeli makan untukmu, kau istirahatlah...jangan membantah!" tegas Aina.


" baik....!" Iyus pun menurut pada Aina merebahkan tubuhnya di sofa.

__ADS_1


Aina segera keluar dan kembali setelah semua yang diperlukan untuk iyus sudah ia dapatkan.


" Iyus, kau ganti bajumu lebih dulu...!" memeberikan baju baru yang dibelinya untuk Julius.


Aina juga terlihat sudah berganti pakaian baru, Iyus segera mengganti pakaiannya setelah itu mereka makan bersama, Aina benar - benar merawat Julius dengan sangat baik .


...----------------...


Negara F


" Ami Yuzan , biar aku saja yang mengantar makan malam ke tempat Raja!"


" Oh baik, kalian tetap stay di toko saja ... jika pukul 7 sudah sepi langsung ditutup saja ya!"


" Baik Nona!"


Julia membawa box susun berisi masakannya menuju Paviliun Yang Mulia Raja.


" Kau, mau kemana??"


Yah memang musuh selalu bertemu, ya apalagi satu Istana.


" Oh selir ketiga...saya mau mengantar makan malam untuk kaisar!"


" Kau itu bodoh ya??, Yang Mulia itu sudah ada koki khusus...dia tidak makan makanan tidak jelas dari orang asing, siapa tahu ada racun di dalamnya!, kalian cepat ambil makanan itu dan buang...!"


selir Ketiga memerintah pelayannya, makanan itu di rebut paksa oleh pelayan itu dan di lempar hingga berantakan kemana-mana.


" Tidak, aku susah payah memasaknya, kau itu benar -benar mengajak ribut!" Julia menarik baju selir ketiga hingga robek, lalu menamparnya dengan sangat keras hingga selir ketiga terduduk di tanah .


" Dasar wanita iblis kau beranin menampar seorang selir istana, kau sudah tidak mau hidup lagi!!"


" Selir yang tidak di didik memang harus di beri pelajaran!" ujar Julia sangat marah, dia tidak pernah memiliki musuh tapi di negara orang lain dia tiba-tiba memiliki musuh yang sangat menyebalkan.


" Kalian penjaga cepat tangkap dia dan hukum sesuai hukuman yang ada dia sudah bertindak kurang ajar pada selir kaisar, cepat bawa dia ke tempat hukuman, tampar dan pukul dia 100x !"


Sialan selir ketiga cukup mengerikan,


Dai segera berlari ke paviliun Raja, niat hati ingin memberitahu pada Dans, tapi malah dia berhadapan langsung dengan Alfred karena salah masuk ruangan.


" Dai???" Alfred sangat terkejut.


" a...aa..aaa..aaanuuu...!"


" apa kau sudah lama di sini???


Dai segera berlutut dihadapan Alfred.


" Yang Mulia maaf karena lancang, bisakah saya menjelaskan nanti, saat ini nona Julia dalam masalah!"


" Apa??, Julia?? katakan kenapa??" tegas Alfred.


" Nona bertengkar dengan selir ketiga dan sedang di hukum diruang hukuman!"

__ADS_1


" Sialan apalagi ini, aku sudah berjanji akan menjaga Julia!" Alfred segera bergegas menyusul ke ruang hukuman, sangking terburu-burunya dia melupakan sepatunya.


Alfred mengekor Raja dari belakang....


__ADS_2