GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
69. Remuk


__ADS_3

Tak lama, terdengar suara langkah kaki menuju kamar sang Raja.


" Apa yang kalian lakukan kenapa adikku bisa terluka?" Ujar Albert pada penjaga.


" Kami tidak baik menjaga Raja ampuni kami pangeran!"


" Pergi!!!"


" Apa??"


" Orang sebanyak ini bagaimana kalian bekerja!"


" mohon belas kasih pangeran!"


" pergi atau kalian mati!" tegas Albert.


Kau dengar itu kan Dai, dia adalah kakak yang sangat menyeyangiku, dalam hati Alfred bangga.


Albert pun masuk ke dalam,


" Adikku, oh maafkan kakak yang datang terlambat kau jadi menderita begini!" Albert bersedih karena adiknya terbaring tak berdaya dengan alat - alat medis yang ada pada tubuh Alfred.


" panggil dokter yang menangani adikku ini ke sini!" pinta Albert pada asistennya.


tak lama dokter pun datang...


" Katakan padaku dengan detail, apa yang terjadi pada adikku??"


" Pangeran, adik anda terkena racun yang parah, saya sendiri tidak tahu racun apa itu, sampai sekarang saya baru mempelajari racun itu untuk mendapatkan penawarnya!"


" jadi, berapa persen keberhasilanmu menemukan penawarnya?"


" Itu itu ..!"


" Cepat jawab dengan jelas!"


Sampai disini kau seharusnya tahu kan Dai??, aku seharusnya bangun dan menyapa kakaku agar dia tidak khawatir, sia - sia aku berpura-pura seperti ini , dia adalah kakakku, seharusnya aku mempercayai nya dan tidak meragukannya.


Alfred berniat untuk bangun dan memeluk kakaknya karena sudah rindu, saat baru mengangkat kepalanya.


" Jangan pernah temukan penawarnya!" tegas Albert


Kepala Alfred segera kembali menyatu ke bantal, dia sangat terkejut dengan apa yang di dengar langsung di telinganya.


" Tap tapppiiii!"


" Kau tahu dia Raja yang di hujat oleh rakyatnya, raja tidak pecus, raja gila karena terlalu cinta pada mendiang istrinya, dia seharusnya tahu tempat ini bukan tempat yang seharusnya ia tempati, ini seharusnya kekuasaanku!, aku menyuruhmu membuat sesuatu yang bisa memperburuk keadaanya hingga dia cepat bertemu dengan mendiang Ratunya, yang bodoh dan sok cantik itu, wanita yang sok jual mahal itu, cuiih jika ingat aku sangat jijik!"


Dokter itu gemetaran mendengar perkataan Albert, karena dokter itu sudah berbohong pada Albert tentang keadaan rajanya.


Alfred yang mendengar ucapan kakaknya itu tiba-tiba gemetar, air matanya mengalir dan tubuhnya berkeringat dingin, namun dia harus menahanya, Alfred sampai meremas seprai dibalik selimutnya menahan diri agar tidak bersuara dalam tangisnya.


Aduh kasihan banget raja bobrok ya?, sakit banget dong dikhianati orang yang dia sayangi.


Ah, kasihan sekali Raja ini, musuhnya ada dalam selimutnya dalam hati Dai.


Dokter itu melihat ke arah sudut di mana Dai bersembunyi, Dai memberi isyarat agar mengiyakan permintaan sang Pangeran.


" Bagus, aku ingin mendengar kabar baik darimu!, aku lelah aku ingin istirahat!" Albert dan Asistennya pun segera meninggalkan ruangan itu.


Dokter itu pun jatuh terduduk karena sangat takut.


" Yang Mulia, ampuni hamba...!" ujarnya gemetaran, Dai segera keluar dan memapah dokter itu untu berdiri, kemudian Dai menuju pintu untuk melihat situasi.


" Dokter, pergilah...kau tenangkan dirimu!, nanti aku akan menemuimu!" Ujar Dai tenang.


Dokter itu segera pergi, Dai duduk di sofa dekat ranjang raja, Dai hanya diam saja ,dia tahu Alfred sedang mengalami kekecewaan yang sangat berat, Dai memberikan waktu untuk Alfred menangis.

__ADS_1


Hemmm, jika Tasya di sini, setidaknya pasti bisa sedikit menghiburnya,dalam hati Dai.


Dai pun segera bangkit,


" Yang Mulia, saya akan memberikan waktu anda , saya keluar sebentar boleh?"


Alfred hanya mengisaratkan tangannya yang ber arti boleh.


Dai segera menuju ruangan Dans, dan memberitahu semua pada Dans.


" Dai, aku sudah membaik, aku juga ingin menjaga Yang Mulia!" ujar Dans


" Sebaiknya kau merubah identitasmu, dan gunakan orang lain untuk menggantikanmu berbaring!" ujar Dai.


" Ya aku akan mengikuti arahanmu!"


" Ya sudah, aku harus mencari adikku lebih dulu, sampai jumpa!" Dai segera keluar istana dan menuju ke tempat tinggal sementara keluarga tanaka.


" bibi, apa Tasya pulang?" Tanya Dai.


" Belum, Tasya belum pulang!, kau kenapa bisa keluar istana?, Tasya juga keluar? apa sudah cuti?"


" belum bibi, ceritanya panjang, tapi aku belum bisa cerita sekarang, karena Dai harus mencari Tasya dulu!"


" ehmm...ya sudah carilah...anak itu tidak merepotkan Dai kan?"


" Tidak sama sekali bibi, tenanglah!, Dai pergi dulu!"


Dai segera pergi mencari Tasya,


namun Dai tidak bisa menemukan Tasya.


" Sebenarnya kau ini ke mana?, apa sudah kembali ke istana?"


Dai melangkahkan kakinya menuju istana kembali.


" Ah, itu kepala pelayan!" Dai segera berlari ke arah kepala pelayan


" oh, Dai...ada apa??"


" Kepala pelayan apakah sudah menemukan Tasya?"


" Oh sudah, nona Tasya berada di toko kain di sana!"


" Oh, apa yang dia lakukan?"


" menemani putri membeli kain lah!"


" Ehmmz tapi ini ada masalah sedikit membutuhkan bantuan Tasya, apa belanjanya lama?"


" Tidak, ada apa Dai?" Sahut Putri alina yang datang bersama Tasya.


" Oh kakak!" sapa Tasya Girang


" Putri apa belanjanya sudah selesai?" tanya Dai


" sudah, ada apa?"


" aku harus membawa Tasya pada raja!'


" eh, tadi kau menyuruh dia tidak boleh datang ke istana!" ujar Kepala pelayan.


" Darurat, maaf putri saya pinjam dulu adik saya!"


menarik Tasya dan segera berlari ke istana.


" apa yang sebenarnya terjadi?"

__ADS_1


" saya akan segera mencari tahu nya tuan putri!"


" ehmmm ayo kita kembali !" mereka pun juga kembali ke istana.


" Dai, ada apa??"


" Raja sudah tahu jika kakaknya ingin membunuhnya!"


"apa?, lalu bagaimana keadaan Raja sekarang?"


" Hiburlah dia sebelum dia , benar- benar menjadi gila!".


" Kok aku??"


" Cepatlah, ...!"


mendorong masuk ke dalam ruangan Alfred.


Sialan Dai, saat Raja sedang tidak baik dia mendorongku masuk...awas saja nanti ku balas.


" Yang Mulia!"


" Keluar!!!" ujar Alfred yang terlihat terduduk termenung di sofa kamarnya.


Raja ini juga sangat sialan!! huft jika bukan karena misi maka aku juga tidak mau kehilangan harga diriku, ayo Tasya 10.000 hektar sudah menanti. dalam hati Tasya menguatkan hatinya.


" Yang Mulia,...lihatlah aku membeli jajanan pasar untukmu apa kau mau coba??"


" Kau tuli??, keluar!!!"


" Apa kau mengatakan aku tuli??, dasar kau orang,....!"


Tasya menahan amarahnya dia teringat jika Rajanya sedang mengalami titik terendah dikhianati boleh saudaranya sendiri.


" Kenapa tidak melanjutkan, katakan aku gila, aku tidak becus, bukankah itu yang ingin kau katakan!!!?"


" bukan aku hanya ingin mengatakan yang Mulia adalah orang yang keras kepala itu saja!"


" Pergilah, jangan memaksa untuk setia padaku, saudaraku sendiri saja juga tidak tahan denganku!"


Tasya mendekat dan duduk di samping Alfred,


" siapa yang menyuruhmu duduk di sampingku??"


" Aku sendiri!"


" Kau tidak tahu katak pergi??'


" Tahulah, namun sayangnya aku tidak ingin pergi, aku sudah berlarian ke sini ,aku lelah!"


" jika nanti kakakku tahu kau adalah orang terdekat ku kau akan mendapat masalah!"


" Aku tidak pernah takut dengan masalah yang Mulia!" sambil meletakkan kepalanya di sofa.


"apa kau bisa memanggil Ratuku?"


" Aku sedang lelah yang mulia, maaf...!"


" Ehmmm baik, tak masalah!, jika kau tidak takut dengan masalah, apa kau berani menghadapi kakakku secara langsung?"


" Secara langsung tentu saja berani, namun itu bukan yang terbaik!"


" bilang saja tidak berani, kau ini banyak alasan!"


" Nyatanya kakakmu juga bersembunyi dalam selimutmu untuk menyerangmu!, hanya orang - orang yang berada di level tinggi, yang akan aku hadapi langsung!"


" Pfffft....kau pandai berlagak ya??, kakakku seorang pangeran, apa itu tidak selevel denganmu?"

__ADS_1


" Hahahahah, Tidak!!!" setelah tertawa Tasya memasang wajah seriusnya.


Bukanya aku tidak percaya pada anak nakal ini, hanya saja, ini bukan kapasitasnya untuk melawan orang - orang di kerajaan ini, aku tidak ingin mereka yang berada di sisiku terluka.


__ADS_2