
Setelah acara selesai semua pun kembali pada aktivitas masing-masing.
Fahad kembali ke Mansion Alexcey
" Fahad, kenapa kau lesu sekali???"
tanya Diana.
" ah nona, aku sangat lelah ...!"
" Kalau begitu istirahatlah, ...!"
" Baik...!" Fahad segera masuk ke dalam kamarnya dan segera menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.
" Apa??, apa aku sangat buruk di mata keluargaku??, kenapa respon mama begitu datar dengan keputusanku, hemmm... semenjak aku memutuskan untuk menikahi Yuna mama banyak berubah, seakan tidak perduli dengan apa yang akan aku lakukan...!"
Gumam Fahad, hatinya sangat tersayat namun itu mungkin sudah harus dia pikul karena dia gagal menjadi anak yang membanggakan.
" Cinta memang membuat seseorang tidak berlogika...!"
Fahad sangat tidak bahagia, karena keluarganya seperti menganggap remeh dirinya itu sangat menyakitkan namun Fahad sudah berjanji pada Yuna dan keluarganya apapun yang terjadi dia akan menanggungnya.
Tok tok tok...
" Fahad, keluarlah...!"
Fahad segera bangkit dan keluar dari kamarnya.
" Ada apa nona?? apa ada pekerjaan??"
" Tidak kau kan masih minta cuti 2 hari besok hari terakhir aku tidak akan mengganggumu sampai cutimu habis...!"
" Oh, lalu..?"
" Aku tadi memesan banyak makanan dari resto masakan jawa, kau mau temani aku makan??"
" Tapi nona aku sedang tidak berselera makan!"
" Kenapa ?, apa kau sakit??"
" Tidak nona...!"
" Ayolah, aku sangat kesepian setiap melihat meja makan hanya ada aku seorang saja!"
mendengar hal itu hati Fahad sedikit melunak, dian mengangguk dan mengikuti Diana ke meja makan.
" Makanlah sedikit Fahad, agar aku senang!"
semanjak ada Fahad Diana sedikit berubah, dia tidak banyak membuat masalah, dia belajar dengan baik di rumah makan teratur meskipun masih pilih-pilih, Diana juga tidak banyak memberi perintah, saat seperti ini Diana benar - benar menenangkan.
" Fahad, kau boleh bercerita padaku, bahkan kau tahu semua tentang ku ,apa kau tidak ingin berbagi cerita mu??"
" Ah baiklah , rasanya tidak adil jika Fahad tidak bercerita...!"
" Cepat cerita!" tidak sabar mendengarkan.
" Saya ingin segera menikah, sepertinya keluarga saya kurang berkenan dengan keputusan saya...!"
" Kenapa begitu??"
" Hehe, saya masih terlalu dini untuk menikah katanya!"
" Jika kau yakin menikah saja Fahad... buktikan pada keluargamu jika pilihanmu itu sudah tepat!"
"Benar juga....!"
" Ya, akan mendukungmu!"
" Heheh terimakasih nona...!"
" Apa kau akan mengundangku??"
" Ah, sepertinya saya tidak bisa karena ini sangat sederhana nona saya takut anda kecewa dengan jamuannya!"
Bisa brabe jika nona datang dalam hati Fahad.
"hahahaha, baik-baik tak apa aku akan merepotkan saat bertamu karena pemilih makanan..!"
__ADS_1
" Nona setelah menikah apa saya boleh membawa istri saya ke sini??"
" Lah rumah kamu buat apa tuh??"
" Hehehe benar juga ya....!"
" Aku bercanda, bawa saja jika dia mau...!"
" Nona anda sangat baik hati rupanya!"
" Kau baru tahu??"
" Iya, heheheh...!"
" Tapi Fahad, jangan ambil cuti terlalu lama ya!"
" Tidak, saya akan ambil satu bulan saja!"
" Ehmmm baiklah...semoga lancar Fahad!"
Diana selesai makan, dan mengelap bibirnya dengan tisu .
" Aku sudah selesai Fahad kau bisa beristirahat, terimakasih!"
" Oke nona...!"
Fahad segera masuk ke kamarnya dia berencana akan ke rumah kekasihnya untuk menyampaikan kabar baiknya.
...----------------...
Fahad pagi - pagi sudah sampai di rumah kekasihnya.
" Ibu....!" Sapa Fahad pada calon mertuanya yang sibuk menyapu halaman .
" Eh nak Fahad, masuk yukk...!"
Fahad mengekor ibu mertuanya masuk ke dalam.
" Yuna, ada nak Fahad...!"
" Sayang apa masih libur??"
" Ya, ....kau cantik sekali...!"
" Mana ada, oh ya tumben ada apa sayang??"
" Yuna apa kau tidak rindu padaku?? kenapa kau tidak menghubungiku jika aku tidak menghubungimu duluan??"
" Aku rindu, tapi calon suamiku kan sedang mencari kan nafkah masa depan, aku takut mengganggu!"
" Hahahah, oh ya aku sudah membicarakan soal pernikahan kita Yuna pada keluarga ku!"
" Apa ??" Yuna terkejut
" Kenapa kau tidak senang??"
" Ah, bukan ,bukan begitu ,aku senang sampai terkejut..!"
" bagus...pokonya nanti setelah abangku selesai bertunangan aku akan meminta keluargaku datang melamarmu, dan kita tentukan saja secepatnya setelah keluargaku melamarmu...!"
" Apa??, bukankah kau ingin menungguku bisa berjalan lebih dulu??"
" Itu namanya aku egois...aku akan menikahimu segera mungkin setelah Menikah kita akan mencari Sansan untuk menyembuhkan mu!"
Yuna terdiam tubuhnya sangat syok dengan rencana Fahad .
" Nak, sebenarnya juga tidak perlu buru-buru, Yuna masih bisa menunggu kok nak...!"
" Tidak ibu, aku sudah berjanji akan menanggung kalian berdua...!"
" Tapi Fahad....!"
" Aku sudah membulatkan tekad ku, setelah menikah mau kah kau ikut tinggal di rumah tuanku??"
" Tidak!" tegas Yuna
" Kenapa??"
__ADS_1
" Lalu rumah yang kau beli untuk apa??"
" Ehmmm benar juga ya...tak masalah untuk jarak yang ku tempuh, sebaiknya memang rumah kita sendiri...!"
" Ya Sayang, tapi kau juga boleh sesekali kembali tidak harus setiap hari pulang!"
" Haaaaa??"
" Ehmm maksudnya kan pasti kau lelah, aku takut kau kelelahan...!"
" Oh, kau memang sangat perhatian, ya sudah mungkin minggu ketiga aku akan datang dengan keluargaku...!"
" Ehmmm...!" Yuna menunduk sambil mengangguk dengan senyum tipis di bibirnya.
" Apa uang mu masih Yuna??"
" Ehmm maaf Fahad, uangnya habis...apa- apa sekarang sangat mahal maaf karena aku tidak bisa mengatur keuangan dengan baik...!" ujar Yuna dengan wajah bersalah .
" Tak apa, aku akan mengirimkan uang nanti,...!"
" Terimakasih Fahad, maaf kami sangat menjadi bebanmu!"
" aku kan sudah berjanji, aku akan bekerja keras untukmu dan ibumu...!"
" Terimakasih nak...!" senyum ibu Yuna mengembang.
" Kalau begitu aku ingin menemui tuanku untuk membicarakan cuti panjangku!"
" Ya, hati-hati nak...!"
" Hati-hati sayang...!"
Fahad segera pergi meninggalkan kediaman Yuna.
" Oh Fahad apa Diana membuat masalah??, apa kau ingin mengundurkan diri?" Arnold sudah panik duluan .
" Hehehe tuan bukan, bukan nona sekarang sudah sangat baik...dan saya tidak mengundurkan diri...!"
" Ehm, lalu apa Fahad??"
" Tuan, Minggu ketiga saya akan melamar kekasih saya dan bolehkah saya mengambil cuti satu bulan di bulan depan??"
" Kau mau menikah??" Arnold terkejut.
" Ya tuan,...!"
" Kau serius??"
" Serius tuan...!"
" Ah, baiklah....kau bisa ambil cuti, tapi kau tidak boleh resign setelah menikah, tolong tetap bekerja dengankku sampai Anakku lulus sekolah sebentar lagi dia akan lulus...!"
" Siap tuan...!"
" Aku akan mengirimkan bonus untukmu, agar kau tidak kabur setelah menikah...!"
" Ah???"
" Sudah sesuai kesepakatan kan...kau boleh kembali...!"
Fahad merasa senang ternyata tuannya begitu mudah memberikan ijin padanya, dan dia mendapatkan support penuh, Fahad pun pulang dengan riang.
...----------------...
"Rasanya aku ingin berjalan-jalan sebentar " Gumam Cindy
Cindy yang sedikit lelah karena pekerjaannya pun berjalan kecil ditaman dekat restonya.
" Hemmm...enaknya udara pagi hari ... sepertinya aku tidak perlu terlalu sibuk dalam pekerjaan!" Gumam Cindy merasa sangat fresh.
" Cindy, selamat ulang tahun... maaf terlambat untuk mengucapkannya padamu!"
Cindy sangat terkejut dengan sesosok pria berdiri dihadapannya.
" Mar, Martin...???"
akhirnya hal yang ditakutkan Cindy pun terjadi.
__ADS_1