
" Ayo langsung kita temui dia!"
Kenzo segera menarik istrinya pergi,
" Bi, paman aku titip anak-anak!"
"hei kalian mau kemana??' Tanya yuan.
namun keduanya sudah hilang ditelan bumi.
" Dai pesankan tiket ke Roma...!"
" Apa kita ke itali???"
" Ayo ...."
" tapi anak-anak..."
" sudah ada oma dan opa mereka lengkap kita hanya beberapa hari pergi!"
Setelah mendapatkan tiket, mereka pun terbang ke roma detik itu juga.
setelah 17 jam terbang dengan satu kali transit akhirnya mereka sampai di Roma.
" Om mau apa kita ke sini???"
Kenzo mengabaikan pertanyaan Tasya dia fokus berbicara dengan seseorang ditelpon.
" Ya bawa aku ke sana sekarang!!"
panggilan pun berakhir,
" Maaf sayang, nanti kau akan tahu...ikut saja ya...!"
Tanya pun mengikuti langkah suaminya, tak lama ada mobil berwarna putih tiba, seseorang keluar dan membukakan pintu mobil untuk mereka, setelah keduanya masuk mobil itu melaju cukup kencang dan menempuh perjalanan yang sangat lama.
beberapa kali mereka beristirahat, dan akhirnya sampailah mereka ke sebuah permukinan ya seperti pedesaan sangat damai, nyaman dan menyegarkan .
" enak sekali tempatnya, kita mau ke tempat siapa sih om???"
" sabar...!"
setelah mereka melewati beberapa gang kecil akhirnya mereka sampai di sebuah dumah kecil dan cukup sederhana namun halamannya cukup luas.
" Ayo kita temui dia...!"
Kenzo menggoyangkan lonceng di depan pintu.
klinting klinting ...
" Chi sei??"
muncul seorang wanita paruh baya dari belakang mereka.
"Sono un amico di Diana oh no Anna..."
jawab Kenzo yang mengerti bahasa itali sedikit.
Tasya terkejut saat Kenzo mengatakan dia adalah teman Diana, Kenzo lupa jika istrinya ini menguasai lebih dari 5 bahasa .
"ok aspetta...!"
Wanita paruh baya itu segera membuka pintu dan masuk lebih dulu.
" Kenapa om tidak bilang jika kita akan menemui Diana??"
" hehehe aku lupa jika istriku sangat genius ,jadi sudah ketahuan!"
" Ya kau melafalkan Diananya sangat jelas!"
tak lama Keluarlah Diana sambil menggendong seorang bayi kecil.
" astaga...tuan nona???" Diana sangat terkejut dengan kedatangan Kenzo dan juga Tasya.
" Masuk, silahkan masuk...!"
__ADS_1
keduanya segera masuk kedalam rumah kecil dan sederhana itu.
" Diana, siapa bibi tadi??" tanya Tasya.
" Dia adalah pemilik rumah ini,saat aku ingin membayar dia mengembalikan uang saya, dan membiarkan saya tinggal dan menemaninya..."
" Bukankah uang dari penjualan semua peninggalan ayahmu cukup berlimpah, aku sudah mengirimkan padamu kan??"
" Iya ini adalah Vetto semua penduduknya kebanyakan lansia tuan, ...ini tempat terpencil jauh dari kata modern, penduduk di sini hampir punah, di perkotaan sangat mahal uang saya cukup membeli satu rumah di kota tapi saya tidak mampu membayar pajaknya dan beberapa hal lainnya, di sini paling terpencil dan mungkin bisa menghemat uang saya , dan lagi di sini sangat sepi dan tenang...!"
" Lalu bagaimana dengan kebutuhanmu??, yang tidak kau dapat di tempat ini??"
" Sebulan sekali saya ke kota dan membeli kebutuhan sebulan atau 2 bulan sekalian!"
" apa ini anakmu??" Kenzo melihat ke araha bayi kecil dalam gendongan Diana.
Diana terdiam,
" Apa ini anak Fahad??" tanya Kenzo lebih jelas.
Diana malah menangis,...
Tasya pun segera duduk dan mengusap punggung Diana.
" Menangis saja dulu Diana, bolehkah aku menggendong anak ini???"
Diana pun memberikan pada Tasya,
" Jika sudah tenang kau bisa bercerita pada kami, kami tidak akan menyalahkanmu!"
ujar Tasya lembut.
" Hiks hiks...maafkan saya, karena terjerat cinta semalam dengan tuan Fahad...hiks hiks saya hilang akal, karena saya benar benar menyukainya, tolong jangan beritahu istrinya, dia pasti akan terluka, biarkan begini saja, aku akan membesarkan anakku, tolong jangan beritahu tuan Fahad jika saya melahirkan anaknya!"
Kenzo sangat percaya bahwa itu anak Fahad karena dia diam-diam mengawasi Diana dan tidak sekali pun dia dekat dengan pria mana pun.
Wanita yang malang
dalam hati Kenzo.
" Dia perempuan...!"
" Cantik sekali ya Tuhan, siapa namanya?"
" Leonora, panggilan dia Nora...!"
" Apakah dia matahari bagimu??" tanya Tasya.
" benar nona, dia yang slalu menyinari hariku ...!"
" Kau adalah ibu yang baik Diana, apa kau dengar kabar dari ayah Leonora??"
" apa dia sehat nona??"
" Ya, dia sangat sehat, dan sekarang dia menjadi seorang pengusaha hebat, dia pria yang mengaggumkan!"
" saya ikut senang mendengarnya, bagaimana dengan istrinya??, apakah mereka sudah memiliki anak??"
Tasya terdiam, dan melihat ke arah Kenzo, bermaksud meminta Kenzo menjelaskan semua pada Diana.
" Beberapa bulan setelah kepergianmu, Fahad, bercerai dengan istrinya, ..."
" apa??, itu apa karena istrinya tahu apa yang terjadi dengan kami??"
" Bukan, Justru istrinya lah yang sudah lama menghianati Fahad, dia hany berpura-pura mencintai Fahad karena uangnya saja, dan banyak kebohongan lain, intinya Fahad sekarang sendiri, tapi dia juga merawat seorang bayi laki-laki!"
" Apa istrinya meninggalkan anaknya pada Fahad!"
" Bukan, mantan istrinya menabrak kakak ipar Fahad dan meninggal Kakak Fahad mengalami Depresi, cukup berat, dia tidak menyambut bayinya, Fahad mrngambil anak itu dan merawatnya dengan sangat baik,,,..!"
" Ya Tuhan, itu sangat kejam, tapi sebagai seorang ibu kenapa dia tega sekali??, aku justru tidak akan sanggup dipisahkan oleh anakku...!'
" Iya, mental orang berbeda -beda Diana...!"
" Benar juga kasihan sekali anak itu... ayahnya tiada ibunya juga tidak menyambutnya, Nora, lihatlah ada yang lebih menyedihkan darimu...!"
__ADS_1
" Apa kau akan merahasiakan ini selamanya??"
tanya Kenzo.
" Iya tuan...tolong bantu saya merahasiakan tentang Nora...!"
" Aku bisa,...tapi aku juga butuh pertolonganmu, jika kau tidak keberatan!"
" Apa itu tuan??"
" Sebagai seorang ibu, aku harap kau bisa menerima permintaanku ini...!"
" Saya akan pertimbangkan!"
" Maukah kau menjadi ibu susu Dhiren??"
" Apa??, tapi kan ibu susu lain banyak kenapa harus saya??, dan lagi kan juga bisa sufor tuan"
" Dhiren alergi susu sapi...dia semenjak di susui langsung oleh tante Fahad tidak mau minum pakai dot lagi, dan produksi asi tabte Fahad tidak begitu melimpah, dan Dhiren sangat kuat menyusu, sedangkan Tante Fahad juga harus menyusui putranya sendiri, Kami tidak bisa sembarangan mengambil ibu susu untuk Dhiren...!"
" Tapi...apakah saya dan anak saya aman kembali ke Indonesia??'
" Kau kan sudah berganti identitas menjadi orang lain...Anna.."
Diana terdiam dan berpikir,
" Kau masih mencintai Fahad??" tanya Tasya.
" Ya...tapi saya tidak ingin ada hubungan lagi meskipun saya masih mencintainya!"
" Fahad juga sangat sulit sekarang aku juga menduga dia tidak akan menikah lagi, dia sangat membenci wanita sekarang, siapapun yang merayunya berakhir tragis!"
" apa??"
" Ehmm, aku janji akan merahasiakan identitasmu jika kau mau ...jika tidak ,juga tidak apa Diana!"
" bisakah saya menyusui tanpa bertemu dengan Fahad??"
" aku akan mengaturnya Diana...kau tenang saja ...!"
"juga dengan bayiku juga kan tuan??"
" iya, semua aman....!"
" Saya mau...saya mau ..."
" Baiklah jika begitu, kau bisa pikirkan. lebih matang lagi soal menjadi ibu susu Dhiren, anak itu juga pemilih, kita akan coba dulu apakah dia mau atau tidak denganmu juga hahahahah!"
" Iya Diana, anak itu sangat istimewa, hehehe semoga saja dia nyaman denganmu juga...!"
" Iya nona...!"
" apakah di sini ada penginapan terdekat??" tanya Kenzo.
" paling dekat 50 km tuan...!"
" Apa??"
" Jika anda tidak keberatan kami ada gubuk kecil dibelakang terpisah dari sini, itu juga untuk tamu datang, jika kalian tidak keberatan juga boleh tinggal!'
" baiklah tak masalah, yang penting tidak terpisah dengan istriku!"
" eh ...tuan dan nona sudah menikah??"
" Baru satu minggu ...!"
" wah selamat selamat...aku panggil nyonya kenzo dong sekarang!"
" Harus dong !" Sahut Tasya bangga.
" saya titip Nora ya nyonya, saya bersihkan tempatnya dulu...!"
" Ya maaf merepotkan...!"
" tentu tidak!"
__ADS_1
Diana pun segera menuju gubuk kecil di halaman belakang untuk membersihkan, Kenzo duduk di samping Tasya, sambil menoel-noel Nora yang sangat menggemaskan seperti boneka.