GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
175. Mendidik dan mendukung


__ADS_3

Di ruang Tamu kediaman Tengah


" Apa?? kau tidak akan melanjutkan pendidikanmu?" Cindy terkejut.


" Fahad bisa kau jelaskan pelan-pelan alasannya pada mama ,papa dan saudaramu??" ujar Vevey lembut.


" Ya, katakan semua alasannya, untuk bisa kami mengerti, karena papa percaya pilihan Fahad adalah yang terbaik !"


tambah Hirosan.


" sebalumnya Fahad meminta maaf pada semua, karna memilih keputusan seperti ini tanpa meminta rundingan pada kalian!"


" Seorang laki-laki harus belajar mengambil keputusan sejak dini!" Ujar Vevey santai dengan senyum yang tulus.


" Hmm...Fahad ingin menikah dengan Yuna, ingin menjaganya ma...dan Fahad janji tidak akan melupakan bakti Fahad pada kedua orang tua setelah menikah nanti!"


" Nak, keputusanmu berhenti dalam cita-citamu mama akan mendukung, asalkan itu sudah pasti kau pikirkan matang-matang, namun anakku, menikah itu bukan perkara kecil sayang, bolehkan mama dan papa tahu persiapanmu sejauh mana sampai kau bisa memutuskan untuk menikah dini???" ujar Vevey tenang dia tidak akan memerangi pilihan putranya, karena dia tahu putranya buka anak yang sembarangan dalam mengambil keputusan walaupun usianya masih sangat muda.


" tentu saja Fahad hanya memiliki tabungan kecil dari gaji Fahad sendiri dan sisanya itu juga uang jajan yang di berikan mama ,papa dan juga kakak!"


" Lalu?? kapan kau akan memutuskan untuk menikah??, mau kau bawa kemana istrimu nanti, untuk kesehariannya uang itu juga akan habis jika kau tidak bekerja!"


" aku sudah memiliki pandangan membeli sebuah perumahan sederhana, letaknya tidak jauh dari rumahnya!"


" Apa kau akan memisahkan dia dengan ibunya??"


" Kita kan sudah menikah, maka dalam rumah tangga hanya aku dan dia saja nantinya , tapi aku juga tidak akan melarangnya untuk setiap hari bertemu dengan ibunya, kita harus belajar mandiri bukan ma!"


" Baik...lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?, kau akan menanggungnya seumur hidupmu!, kau tidak boleh membiarkan anak orang menderita meskipun itu hanya menahan lapar!"


" hmmm...aku akan mencari pekerjaan mulai dari sekarang ma, pa...!"


" Fahad, kau bisa membantu kak Aina...!" ujar Aina


" Atau bekerja denganku juga bisa!" sahut Cindy.


" Papa juga akan memberimu pekrjaan sesuai yang kau mau!" Sahut Hirosan.


" Kalian bertiga jangan membantunya, jika Cindy dan Aina adalah anak perempuan kita bantu itu wajar, tapi Fahad adalah anak laki-laki jika dia memutuskan sesuatu harus berupaya dari nol...!" tegas Vevey.


" Tapi sayang, dia masih...!"


" Suamiku, dia seorang pria harus bisa bertanggung jawab dengan keputusannya!"


" Oke baiklah!" Hiro tidak bisa melawan Vevey .


" Anakku, mama akan mendukung apapun yang kau putuskan, tapi mama tidak akan membantu sepeserpun mulai sekarang, begitu juga dengan papa, dan saudaramu, putraku sudah berani mengambil keputusan maka dia sudah bisa bertanggung jawab atas keputusannya, ingat mama tidak ingin putra mama menyakiti hati wanita mana pun siapa pun, jika suatu saat kau mengalami hal yang membuatmu down dan tertekan kau tidak boleh membuat anak orang lain menjadi pelampiasan kekesalanmu, mama juga tidak ingin anak mama di sakiti begitu juga dengan orang tua yang lain...kamu pahami itu !"


" Di mengerti ma!"


" Ya sudah, jika begitu mulai sekarang kau bisa lakukan sesuai apa yang sudah kau rencanakan!"


" Baik terimaksih ma, pa dan kakak-kakak!"


Fahad pergi dulu untuk memulainya.


" Ya...!"


Fahad pergi dengan girang nya...


" Ma...Fahad masih sangat labil kenapa begitu keras padanya??" ujar Cindy bertanya.


" Dia anak laki-laki pundaknya memang akan di tuntut tanggung jawab yang berat, biar dia berusaha keras dengan apa yang di inginkannya, mama tidak ingin gagal mendidiknya , mama ingin Fahad menjadi seorang pria yang hebat dan tangguh, jika kalian nanti memiliki anak laki-laki juga harus begitu mendidiknya, jika tidak, wanita yang akan menjadi korban atas kegagalan orang tua yang mendidik putranya !"

__ADS_1


" Wah begitu luar biasa mama kalian, mama begini di mana lagi bisa didapatkan jika tida di keluarga Pratama!" ujar Hiro sangat bangga pada istrinya.


" Heheh mama kita gituloh...!" Ujar Cindy.


" Istriku weeeeee...!"


" Aih kalian ini kekanak-kanakan...sudah aku mau jalan - jalan dulu mengajak Sasha...!" ujar Vevey beranjak pergi.


" Pah, kita harus bantu Fahadlah tapi diam - diam saja , jangan sampai Fahad dan mama tahu!"


" Setuju...!, papa akan meminta seseorang untuk mengikutinya diam - diam!"


" Pa, Fahad terlalu beka untuk dibuntuti!" unar Cindy.


" Ah papah lupa...ya lalu bagaimana?"


" Begini saja, biarkan Aina yang mengorek - orek informasi dari Yuna...!"


" oh anak tertua papa memang Genius!"


" Aina kau besok harus menanyakan semua tentang Fahad pada Yuna ya??"


" Baik kak!"


" Ya sudah jika begitu aku tenang!" ujar Cindy.


dan mereka segera melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


...----------------...


Di rumah sakit Crist.


" Sayang, aku hanya mampu membeli perumahan kecil ini untuk kita apa kau tidak keberatan?" ujar Fahad menunjukan gambar pada Yuna.


" aku senang!" jawab Yuna tersenyum puas.


" Sungguh??"


" Sungguh, ini sangat cukup untukku!"


" Ah...jika begitu aku lega,...apa kau ingi pernikahan megah??"


" Tidak, semampunya saja...jika memiliki lebih maka lebih baik untuk tabungan setelah kita menikah!"


" Baiklah, aku hari ini melamar ke banyak tempat, beberapa rumah makan, dan toko, aku juga mencoba melamar menjadi satpam!"


" Hahahahahah!" Yuna tiba - tiba tertawa


" Hey apa yang kau tertawakan?"


" bagaimana eksperi orang - orang yang menerima lamaranmu hahah pasti mereka meragukan kemampuanmu, tampangmu sangat sulit di akui jika kau membutuhkan pekerjaan!"


" ah?? masak??"


" Ya, kau saja memakai baju bermerk mahal dari ujung rambut sampai kaki, hahahah!"


" Oh, aku lupa ...aku tidak memikirkan sampai di situ, kau menertawaiku dengan sangat puas ya!"


" Hahahahha...iya...Tuan muda dari mana ini , apa dia sangat gabut?, sampai melamar pekerjaan!"


" Hiiiiih...baiklah sepertinya aku harus membeli baju di pasar untuk melamar besok!"


sambil mencubit pipi Yuna gemas.

__ADS_1


Wah dia sangat cantik saat tertawa,dalam hati Fahad.


"Ah...sakit kau menindasku! huhuh...!" merengek manja, sejak saat Fahad tiba Yuna menjadi sangat ceria dan lebih cerewet, dan itu membuat ibu Yuna menjadi lebih tenang.


" Bibi, eh ibu mertua...apa aku menindas putri anda??"


ujar ibu Yuna yang sejak tadi memang berada di raungan itu juga dan menahan tawanya sejak Fahad tiba.


" Hehehe... tindas saja tuan, ibu ikhlas hihihi!" Ujar Ibu Yuna terkikik.


" Ibu, bagaimana bisa setega ini pada putrimu?" mencari bala bantuan.


" kau dengar itu, ibumu ikhlas membiarkan ku menindasmu, rasakan ini!" Fahad mencubit kedua pipi Yuna dengan lebih gemas lagi.


" aaaaaaaa...kalian jahat!"


" Hahahahhahah!" semua pun tertawa bahagia.


" Oh ya tuan saya juga sudah mendapat perkerjaan, besok saya akan bekerja!"


" Oh Ibu mertua,...!"


" Hee... kita belum menikah kenapa kau sudah memanggil ibuku ibu mertua?" ujar Yuna protes.


" Katanya ucapan itu adalah doa, aku ini sedang berdoa di setiap ucapanku!!"


" Aamiin upppppssss..!" Yuna tersipu malu.


" ah, kau bahkan setuju...heheheh...!"


" Aduh kalian ini tidak tahu malu, ibu masih di sini tahu!" Ujar Ibu Yuna gemas.


" Ibu mertua, jangan bekerja...biar aku saja yang bekerja ibu tolong jaga Yuna untukku, aku akan lebih tenang jika ibu yang menjaganya!"


" Tapi nak, ibu tidak ingin merepotkan lagi!"


" Sudah Ibu tenang saja ya...aku akan menanggung kalian, mulai sekarang!"


" Baiklah nak...!" Ibu Yuna menurut saja meskipun dalam benaknya sangat tidak enak hati.


" Terimakasih Ibu mertua...kalau begitu Fahad mau lanjut lagi, mengurus keperluan sisanya sambil cari-cari Informasi pekerjaan lagi!'


" Baik nak, inu doakan semoga Tuhan memudahkan jalanmu!" ujar Ibu Yuna


" Aamiin, kalau begitu Fahad pergi dulu, Sayang kau harus makan yang banyak, sampai hari kita menikah kau harus sudah berisi!"


" Apa kau mengataiku kerempeng!"


" Tidak ,hanya tulang belulang, hehehe!" Fahad segera kabur begitu saja.


" Hehehehehe....!" Ibu Yuna tak berhenti tertawa.


" Ibu kau menertawaiku??"


" Heheheheheh, ibu tidak menyangka Tuan muda Fahad memiliki sisi humoris seperti ini heheheh, ibu jadi sangat tenang jika kau menikah dengannya, dia masih muda namun dia sangat dewasa dan bertanggung jawab!"


" Hihihi, aku juga tidak menyangka padahal sebelumnya dia sangat cuek dan jarang tersenyum, sekarang dia full senyum dan kekanakan!"


" Pria itu akan menampakkan sisi aslinya hanya pada seseorang yang benar-benar dia cintai dan membuatnya sangat nyaman, berarti tuan muda sangat mencintai putriku ini!"


" Ibu kau mengolokku terus!"


" Mana ada, ibu akan mendoakan. kebahagiaan kalian!" sambil membelai lembut rambut putrinya.

__ADS_1


__ADS_2