GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
384.Trik


__ADS_3

" Moms ada apa dengan Julia??"


" Dia gagal dalam percintaan..." sahut Tasya.


" Siapa yang berani menyakitinya aku akan menghajarnya..."


" Eh Julia lagi patah hati??" semua tak menyangka anak yang begitu terlihat cuek dan bodo amat itu mengalami patah hati.


" 2 minggu ini dia yang suka dengan dunianya sendiri, malah pergi bersama aku dan ana shopping menghabiskan uang, membeli apapun yang kita mau..."


" hah??, padahal Julia tak suka belanja, pantas itu tiap hari banyak banget belanjaan, dia bilang Anna yang membelikanya" Savina ikut terkejut mendengar tuturan Tasya, karena putrinya ini adalah orang yang suka berhemat walaupun tidak pernah kekurangan apapun.


" Dia terlalu menutup diri mom, biarkan jika dia mau bersenang-senang, aku akan menanggung biaya hidupnya..." ujar Julius.


" Yuz kau dan Julia itu bagaikan bumi dan langit, meski dia hanya memiliki beberapa cabang toko kecil, dia sudah bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain , yang artinya dia lebih kaya darimu...tolong kau sadarlah" ujar Fahad sangat gemas.


" Eh kenapa kau yang emosi...."


" jelas aku emosi, Selama 2 minggu istriku, istri om Kenzo dan kembaranmu belanja menggunakan uangku..."


" Eh kenapa kalian tidak mengajak aku dan Fathia??" ujar Incess yang melewatkan kesempatan emas .


" Tenang aja kak, besok kita bisa belanja lagi, mallnya masih buka tiap hari kok...nggak pake libur..." ujar Anna dengan polosnya, maklum Anna memang adalah orang yang dermawan sejak lahir, buktinya Fahad dulu di kasih apa-apa sama si Anna alias Diana dengan sangat ikhlas tanpa mengharap kembali.


" Eh, Anna...jangan lupa ajak juga calon istriku..."


" iya aku ajak, siapapun..." ujar Anna sangat ramah dan sangat bahagia, tidak melihat wajah suaminya di samping sudah berubah jadi abu-abu.


" Hahahahahah" Julius sangat puas melihat wajah Fahad yang sedang menahan kesal.


" Had, kau punya istri yang sangat dermawan, seharusnya kau sangat bahagia bukan??" sahut Kenzo menepuk pundak Fahad.


" Hehehe, bahagia..."


" hahahah Aku sebelumnya berterimakasih ya Had..." Sahut Putra ikut membubui.


**Sungguh aku punya saudara Luknut semua, hah...tapi mau bagaimana lagi memang istriku sangat murah hati dan tidak pelit, tapi jika semua orang di belanjakan olehnya, sama saja aku bekerja keras hanya untuk menghidupi istri-istri saudara luknutku ini.


dalam hati Fahad**.


" Repot juga ya Had, punya istri rajin menabung malah kalap, punya istri sangat dermawan juga semakin tenggelam hihihi, kau harus bekerja lebih keras lagi had!" ujar Tasya terkikik bahagia.


" Aihhhh...."


Savina melihat anak-anak dan keponakannya ternyata sekarang sudah tumbuh besar dengan baik, mereka saling menyayangi satu sama lain... hatinya sangat lega, meski masih ada orang yang menargetkan keluarga Pratama, tapi setidaknya mereka masih sangat erat dan saling membantu satu sama lain.


Jovan, Bram... lihat Putra putri mu sudah tumbuh besar, meskipun saat kecil jarang sekali akur, saat dewasa mereka berpegang satu sama lain, andai kalian masih ada, betapa bangga dan bahagianya kalian melihat tumbuh dengan baik, dan saling menyayangi satu sama lain.

__ADS_1


tak terasa air mata Savina mengalir begitu deras,.


" Loh mommmm??


" Bibi..."


" mommy mertua??"


mereka terkejut tiba-tiba Savina menangis sesenggukan.


" mom ada apa??" tanya Julius...


" Mommy teringat dengan om Jovan dan om Bram, lihat lah Tasya dan Fahad, mereka sangat mirip dengan ayah mereka, hihihi..."


" Bibi...." Tasya mendekati Savina dan memeluknya


" Iya, anakku, kau juga anakku Tasya, kalian berdua sudah cukup menderita saat itu, bibi sempat khawatir padamu, bagaimana jika kau hilang tanpa jejak..."


" Bibi...Tasya sudah kembali..."


" Iya Sayang , aku sangat bahagia meskipun kau tidak bisa menempati tempatmu lagi, aku harap kau bahagia dengan Kenzo,..."


" Tenanglah kak...aku tidak akan membuatnya menderita lagi..."


" Ya Kenzo...aku akan mempercayaimu..."


" Hajar aja langsung ...kita bareng-bareng, kelamaan duel..." ujar Fahad.


" Memangnya aku takut dengan bocah seperti kalian, satu lawan 10 juga aku berani!" tegas Kenzo.


" kalian sangat perhatian, aku sangat terharu, tapi tenang saja aku akan membereskannya sendiri jika dia macam-macam..."


" Hahaha , benar semua aset kekayaan dan hidupku sudah ditanda tangani atas namanya, jadi jika aku macam-macam dia tidak akan terjerat hukum jika membunuhku..."


ujar Kenzo


" Apa??" semua terkejut


" Loh kok bisa,?? bagaimana caranya Sya??" Fathia, Anna , Aina dan juga Incess langsung menyerbu Tasya untuk mendapatkan petuah dari Tante kecil.


" oh ya, aku sudah menyiapkan itu... sini-sini aku bisiki pada kalian..."


" tunggu Sya bibi ikut..." sahut Savina masuk kedalam lingkaran anak-anak yang siap mendengarkan petuah Tasya.


" Mom, apa yang kau lakukan, Daddy sudah tua , dia tidak akan macam-macam..." Ujar Julius tak habis pikir.


" Heiz siapa bilang, meskipun dia tua tapi bawahan perempuannya banyak yang mengaggumi daddymu, umur tua itu tidak menjamin seorang pria untuk tidak macam-macam, nyatanya daddy mu masih terpikat dengan mommy, meskipun sudah punya istri ..opppsss eh eeh...Incess, Fathia Mommy tidak seperti yang kalian bayangkan kok..."

__ADS_1


" Tenang mommy, Suhail sudah menceritakan pada Fathia semua story mommy dan Daddy"


" abang juga sudah cerita kok mom mommy memang yang terbaik, pantas Daddy klepek - klepek..." Sambung Incess


" Aduh kalian semua menantu dan calon menantuku yang menggemaskan, eh ayo lanjutkan Sya..." ujar Savina semangat.


Tasya membisikan petuahnya pada semua dengan nada Lirih...agar para pria tidak mendengarkan .


tapi di sana hanya Fahad dan Kenzo yang tenang, karena Kenzo adalah orang pertama yang terperdaya oleh trik istrinya, dan Fahad sangat tajam dalam pendengaran, Fahad berpindah duduk di samping Kenzo.


" Om...kau pasti menyiksanya habis-habisan..." ujar Fahad.


" Ssstttttttt..." Kenzo memberi kode pada Fahad untuk pura-pura tidak tahu.


karena Putra dan Julius masih mencoba menembus suara Tasya yang terdengar seperti orang membaca mantra.


" wuss uwuss uwuss uwus..." begitu yang Putra dan Julius dengar.


" hihihihi..." Fahad hanya terkikik.


" Ya begitu kira-kira ...heheheh" Tasya mengakhiri petuahnya, semua mengangguk karena paham dengan poin pentingnya.


" Kalian sudah konferensi meja bundarnya???" tanya Iyus.


mereka kembali ke tempatnya masing-masing.


"Hah...itu bisa jadi referensi aku sesudah menikah!" ujar Fathia.


" Ai kau paham??" tanya Julius pada sang kekasih.


krik krik krik...


" Ah ... sepertinya mengerti..." sambil nyengir bingung.


" Bagusnya kau tidak tahu, Aina kau akan kalah menggunakan metode itu melawan Iyus... yang sangat keras kepala dan temperamental..."


ujar Kenzo.


" ah??, iyakah om...tapi ...memang Aina juga tidak mengerti...tante kecil berbicara seperti angin lesus..."ujar Aina dengan wajah polosnya.


" Buahahahahahahhaahha" semua tertawa


" Kau memang sangat pintar Aina" ujar Tasya kesal.


" Oh... benarkah Tante kecil ..." Aina sangat tersanjung karena dikatai pintar oleh Tasya.


padahal maksud Tasya adalah kebalikannya.

__ADS_1


__ADS_2