
" Dai, siapa laki-laki itu?"
" Uhuk,...mmm itu adalah ...!"
" Apa dia kekasih Tasya??"
" hmmm bukan Yang Mulia,...!"
" Lalu siapa?, mereka sangat mesra!"
" Ehmm, dia adalah orang yang menyelamatkan Tasya Yang Mulia, kedekatan mereka hanya seperti kekeluargaan saja...heheh!"
Ya Tuhan, Drama apa lagi ini, sepertinya Yang Mulia ini mulai tertarik pada anak nakal ini.
dalam hati Dai.
" Tasya, terlihat sangat bahagia ya?, pasti pria itu benar -benar baik kepadanya, Dai apa aku tidak sebaik pria itu?"
" Ah, Yang Mulia sangat baik, ...!"
" Jangan Katakan aku baik sebagai raja, jika sebagai seorang pria apa aku terlihat baik?"
" ha??" Dai kebingungan memberi jawaban.
" Yang Mulia, sedari tadi kita sudah mengikuti Tasya, kita harus segera kembali, takutnya kakak anda datang lagi, untuk melihat anda!"
" aku masih khawatir denganya!"
" Dia akan baik - baik Yang Mulia!"
" Apa pria itu akan terus menempel pada Tasya?"
Astaga sebenarnya apa yang di pikirkan Raja, huft...Tasya seharusnya kau tidak usah keluar - keluar, kenapa juga harus bertemu kalian di jalan, sehingga Yang Mulia mengikuti kalian terus.
" Dai??"
" Ya Yang Mulia?"
" Jawab pertanyaanku tadi!"
" Tidak Yang Mulia, kan anda hanya memberi waktu 3 hari 2 malam saja!"
" Oh, seharusnya aku hanya memberinya waktu 1 hari saja!"
" Ah, Yang Mulia maafkan saya!"
" Boooookkkk!" Dai memukul bagian belakang Alfred dan membuat Alfred pingsan.
Haaaaa, merepotkan sekali
Dai segera membawa Alfred kembali ke istana.
"Tuan pengawal, kemana saja?, apa yang terjadi pada Yang mulia?"
" Yang Mulia baik - baik saja, kau urus Yang Mulia, aku pergi sebentar!"
meletakan Alfred di ranjangnya dan segera pergi.
...----------------...
" Sansan, kenapa akhir-akhir ini kau sering terluka?"
Tanya Sasha pada putrinya.
" Ehmmm, Sansan akhir - akhir ini suka sekali ceroboh bunda hehehe!"
" kau tidak bertengkar dengan temanmu kan?" Sahut Chiko.
" Tidak ayah, Sansan tidak akan melakukan itu!"
" Baguslah, lain kali berhati - hatilah!"
__ADS_1
" Baik ayah!"
Aku juga tidak mungkin mengatakan jika aku di bully di sekolah, itu pasti akan memalukan, dan aku akan ketahuan jika aku bukan Sansan oleh saudara - saudaraku.
" satu minggu lagi kita akan kembali ke rumah kita!"
" Yea.... akhirnya kita bisa berkumpul lagi ,ini sangat menyenangkan!"
" aku sangat tidak sabar untuk pulang!"
" Kak Vevey dan kak ina juga barusan berkunjung, meski aku tidak ingat semuanya namun mereka benar - benar sangat baik padaku!"
" Mereka adalah orang-orang yang tidak akan pernah meninggalkanmu sayang!"
" Oh, sungguh?, lalu bagaimana dengan suamiku?"
" Ayah juga tidak akan meninggalkan bunda, dan meninggalkanku lah...!"
" Hemmm, terimakasih kalian karena tidak meninggalkanku!"
" Bunda, jadi sedih nih!" Memeluk Sasha.
Bunda Sasha sangat baik, aku juga ingin memiliki bunda yang baik. dalam hati Sansan.
" Sansan, kau bisa membantu bundamu membereskan barang-barangnya, jadi besok kita akan pulang!, sebelum itu aku akan memberitahu kabar ini terlebih dahulu pada keluarga besar Pratama!"
" Iya ayah!"
Sansan segera membantu membereskan barang - barang yang akan ia bawa.
dan Chiko pun segera memberitahu pada keluarga besar Pratama jika Sasha akan pulang besok.
Semua keluarga Pratama, segera berkumpul untuk menyambut kepulangan Sasha dari rumah sakit.
" Wah, adikku akan pulang besok !" ujar Cindy yang sudah rindu pada adik laki-lakinya.
" apa kau akan memberitahu adikmu tentang hubungan kita?" Tanya Martin.
" Kenapa?"
" Biarkan, hanya kita dan orang tua kita saja yang tahu abang!"
" Cindy malu dengan hubungan ini?"
" Mana mungkin, ada baiknya di skip dulu Abang, kita fokus pada kebahagiaan tante terlebih dahulu!"
" Ah, baiklah...!"
" Wah, Semuanya akan pulang, Fahad dan Julius juga akan pulang!"
" Mereka juga sudah lulus, jadi bisa ijin libur meski hanya beberapa hari!"
" Hemmm...aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Suhail dan putra...!"
" mereka juga baru selesai bertugas!, bisa agak lama mereka ambil cuti, kita sudah lama tidak membentuk formasi lengkap!"
" Ya benar, itu akan sangat menyenangkan nanti!, hanya saja kita belum menemukan Sansan yang asli!"
" Ya, aku yakin jika dia masih hidup dia akan baik - baik saja!" Ujar Cindy berharap yang terbaik
" Anak itu akan slalu baik!" mengusap kepala Cindy lembut.
" Hmmm, hehehe...abang akhir - akhir ini sangat sibuk apakah makan dengan baik?"
" Ada chef yang slalu menjaga pola makanku, aku sudah pasti makan dengan baik!"
" Ai...pulang....!"
" eh Aina sudah pulang?"
" Iya, ...kakak...capek sekali,tokoku sangat ramai, ah aku kelelahan!" menjatuhkan tubuhnya pada Cindy.
__ADS_1
" Kau kenapa tidak merekrut pegawai?"
" Aku tidak bisa memilih pegawai yang baik kakak!" merasa payah.
" Biar abang dan kakakmu yang urus!, kau butuh berapa orang?"
" Aku butuh, 1 perangkai, dan satu pengantar bunga!"
" Jadi kau hanya butuh 2 orang saja??"
tanya Martin.
" Apa, penghasilanmu cukup untuk membayar 2 pegawai?" Tanya Cindy.p
" kakak, tolong bantu Ai, nanti Ain kirimkan pembukuan Ai beberapa bulan terakhir, Ai tidak mengerti harus membayar berapa besar upah untuk pegawai Ai!"
" Tidak masalah, kakak akan bantu!, kau istirahatlah!"
" Terimakasih kakak Cindy , Kak Cindy terbaik!"
" Hmmm , kau ini bersama dengan Natali, dan Sansan pergi kemana semalam?"
" Kami hanya pergi menonton konser dan makan saja kakak!"
" Kalian, ini harus pandai menjaga diri kalian, kakak selalu kepikiran terus jika kalian keluar bersama!"
" kita aman kok kakak, hanya murni kita bertiga tidak ada orang lain!"
" Jika ada teman, juga tidak apa ,tapi alangkah baiknya kalian ajak teman kalian ke rumah jadi biar kami juga tahu dengan siapa saja kalian berteman!" sahut Martin
" Ya abang ..!"
" Hmmm,...apa Natali nyaman tinggal di sana bersama Sansan?"
" Nyaman mereka kan satu frekuensi, jadi nyambung!"
" Syukurlah!"
" Tapi, Sansan akhir - akhir ini suka sekali terluka loe kak!"
" Terluka??"
" Iya, ....!"
" Kenapa?"
" Katanya sih sering jatuh, aku merasa aneh, tapi mau bagaimana lagi dia benar-benar tidak mau bercerita denganku!"
Cindy dan Martin saling memandang,
" Dia tidak berkelahi kan??" tanya Martin.
" Jika itu Sansan yang asli maka aku akan percaya jika berkelahi, namun ini kan bukan Sansan yang sebenarnya!"
" Benar juga, hmm....apa lukanya parah?"
" Jika yang terlihat sih, tidak parah...namun kita tidak tahu juga dibagian yang tidak terlihat, karena dia slalu mengeluh sakit jika tidak sengaja tersenggol!"
" Sebenarnya Dia kenapa sih??" Cindy bingung.
" Coba nanti aku selidiki langsung di sekolahnya!"
" tapi dia akan juga sudah memasuki waktu liburan!" sahut Aina.
" Pantas dia tidak mau sekolah, mungkin dia mendapat perlakuan tidak baik dari guru atau mungkin temannya!"
" Meski dia palsu, dia juga menikmati kehidupan yang cukup ,lalu apa motifnya membully?" ujar Martin.
" Entahlah, seharusnya dia bercerita pada kita, kita bisa dengan mudah membantunya, lagian kita kan memperlakukan dia dengan sangat baik!, meski dia ini bukan Sansan!"
" Aku juga tidak tahu kakak, ....!" menaikan kedua bahunya.
__ADS_1