
" Ya kalau kakak mau ...uang yang kakak hasilkan kan tidak bisa langsung banyak, itu butuh bertahap, dan kakak harus bisa melihat untuk mengembangkan bisnis kakak, karena setiap orang pasti punya rasa bosan!"
" Nona, apa kau juga mencintai Suhail?"
tanya Dai.
" Ya, dia sangat baik dan sederhana...dia slalu menepati setiap ucapannya, namun jika tahu dia sekarang sangat sukses aku jadi sangat insecure!"
" Suhail kan sudah berjuang sampai sekarang, dan bersabar sampai sekarang, kenapa kau tidak membuang insecure mu dan ikut berjuang agar kalian bisa bersama???"
" Wah Dai kata-kata mu!' Tasya sangat terkesan.
" Sebenarnya kalian ini siapa?"
" Aku tahu kakak sedikit ragu pada kami, tapi kami tidak memaksa....kakak pasti memiliki kelebihan dalam membedakan orang yang baik dan tidak bukan?"
" nanti jika kau sudah bisa melihat, kau akan tahu kami siapa??"
" Bolehkah aku meminta waktu untuk memikirkannya?"
" Baiklah...untuk sementara waktu kau bisa tinggal bersama adikku di apartemen ku, pikirkan semuanya dengan baik!"
ujar Dai.
" Oh ya benar...nanti jika kakak Fathia setuju ikut Dengan kami, kau bisa menyampaikan Lewat adik nya!" menunjuk Dai
"Kau menunjuk ku dia juga tidak tahu!' Bisik Dai ditelinga Tasya.
" Kak Fathia, kami pulang dulu ya... sampai jumpa besok !"
Tasya Dan Dai pun segera kembali ke apartemen nya
" Dai, apa kau sungguh ingin menempatkan Fathia bersama adikmu?"
" Ya!"
" Tapi bukankah apartemen mu ada di lantai 3?"
" Adikku tinggal di lantai Dasar, karena kampusnya dekat dari sini!"
" Kenapa kau tidak mengenalkan padaku?"
" Untuk apa??"
" Ya kita kan teman baik...!"
" Itu tidak perlu...!"
" Ah, baiklah!"
Drrrrr drrrrrtttt...
" Oh putri Alena??" Tasya segera mengangkat panggilan dari Alena.
" Iya putri, apakah ada perlu?"
" Tasya, lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu?"
" Aku sangat baik Putri.... bagaimana dengan Anda?"
" Aku pun juga sangat baik, oh ya...Tasya aku menelepon mu karena ingin menepati janjiku padamu!"
" Oh apa itu Putri?"
" Aku berjanji membelikan mu tanah kan....!"
" Ohiya......tapi tidak perlu Putri!"
" aku akan membelikan nya ,lalu adakah tempat yang kau sukai?"
Tasya sejenak berpikir,... karena ini adalah rejeki yang tidak boleh di tolak.
" Putri...ada suatu tempat yang ingin aku beli, memang tidak begitu luas, namun sedikit daja itu mungkin harganya sangat mahal namun, aku menginginkannya!"
" Baiklah,kau coba hubungi pemiliknya, setelah deal harga kau bisa menelpon ku kembali!"
" Baik tuan putri!"
panggilan selesai.
" Daiiiii daiiiii Daiiiiiiiiiiii...!"
" Apa aku tidak tuli!'
__ADS_1
" Dai kau tahu tempat yang kau pernah menyusul ku saat aku menangis itu?'
"Dimana?"
" Yang kau datang bersama Santan kara!"
" Oh di persimpangan jalan itu?? kau menangis di bawah pohon yang sangat besar?"
" Benar, cari tahu tanah itu milik siapa?, aku ingin membelinya!"
" what??"
" Cepat - cepat.... jika itu di jual harus bisa dibeli dengan harga berapa pun!"
" Sekarang?"
" Ya sekarang,cepat!" mendorong Dai keluar Apartemen.
Dai pun menuruti perintah Tasya, dia segera mencari tahu tentang lahan yang di maksud oleh Tasya itu.
Sementara itu Tasya segera pergi menemui Cindy...karna perutnya sudah sangat lapar.
...----------------...
Resto masakan Jawa
" Kakak, apakah nona Cindy ada??"
" apa anda sudah membuat janji dengan bos saya?'
" Tentu saja sudah, tolong katakan Saya Sania...!"
" Oke, mohon duduk dan menunggu!"
Tasya pun menunggu di ruang tunggu, dan tak lama munculah Cindy dari ruangannya
" Anak nakal, apa yang kau lakukan di sini?, apa kau lapar?"
" Kakak kau yang paling tahu!'
" Masuklah aku akan menyuruh koki terbaikku membuat makanan untukmu!'
" Oh baik....!"
" Kakak, aku sudah menemui Fathia, saat mengunjunginya dia sedang di tindas oleh seseorang bernama Yohana!"
" Yohana???"
" oh apa kakak juga kenal?'
" Kakak tahunya Yohana itu wanita yang disukai oleh Iyus...!"
" Oh sungguh?'
" Ya...!'
" Apa dia juga kenal Suhail?"
" Ya Mereka adalah teman SMA...!'
"oh pantas saja...lalu bagaimana bisa iyus kenal Yohana?'
" Memang ada apa?, dulu katanya sih Yohana pernah menolong Iyus di tempat perjudian gitu...!"
" Oh begitu...rumit sekali...!'
" ada apa sih?'
" Iya Yohana mengaku cewek Suhail dan menyebut Fathia sebagai pelakor!"
" Lah gimana ceritanya?"
" Entahlah ... aku merasa sangat kesal melihat Yohana!"
" permisi bos, makanannya sudah siap!"
" Ya bawa masuk!" Sahut Cindy.
" Wah banyak sekali....!"
" Ayo habiskan!"
" Baik, aku tidak sungkan lagi....!"
__ADS_1
" Kapan kau mau ke Negara M?"
" Beberapa hari lagi kakak, oh ya kakak ...aku berencana mengajak Kak Fathia ke sana!'
" Apa yang kau rencanakan?"
" Hmmm....aku ingin membantu memulihkan matanya!"
" oh apa Sansan bisa?"
" Mari kita berusaha !"
" Jika begitu aku akan memberitahunya, meskipun dia tidak di sini, penghasilan akan tetap berjalan, dia hanya perlu memulihkan matanya saja, setelah dia bisa melihat maka itu terserah padanya!, toh hasil awal memang tidak bisa diprediksi...!'
" Ya, kakak tolong jelaskan padanya agar dia mau ikut dengan ku, tapi mungkin setelah 3 bulanan aku baru akan menjeputnya, aku butuh mempelajari semuanya selama kurang lebih 3 bulanan,...!"
" Wah Sansan ku memeliki tangan dewa ya, kakak sangat bangga, hmmm kita saudara harus saling tolong menolong, bukan begitu Sansan?"
" Aku ingat saat aku membuat kesalahan, atau kegaduhan, paman Jovan akan mengatakan, kita adalah saudara kita harus rukun dan saling tolong menolong!"
" Ya, papahku slalu mengucapkan hal itu saat kau berbuat onar!"
" hahahaha...aku juga merindukannya!"
" apalagi aku ...!"
" Oh kakak, bisa tolong telpon kan om Chiko?, aku ingin bertemu bundaku sebelum aku ke negara M!"
" Ya akan aku hubungi om Chiko!'
Cindy pun segera menyampaikan pesan Tasya pada Chiko.
" Bagaimana kak?"
" Dia akan menjemputmu di sini!'
Tasya yang sudah cukup makan, segera meletakkan sendoknya, dia segera membersihkan tangannya dengan tisu basah, lalu dia mengeluarkan set make upnya dia segera mengubah penampilannya kembali menjadi Sansan, ...
" Kau pakai softlens setiap hari??"
" Ya, kakak...!"
" apa matamu tidaj sakit?"
" Hmmm ya sakit lah ,perih juga mau bagaimana lagi!'
" Hemmm....kau juga harus periksa ke dokter mata lah!"
"Ya kakak...nanti ya!"
" Hemmm...kau harus menjaga kesehatanmu dengan baik Sansan!"
" tentu...saja ...kakak juga ya?"
" Ya itu sudah pasti....!" tersenyum datar.
" Bosz Panglima tiba!" teriak asisten Cindy dari luar.
Cindy segera membuka pintu,
" Halo om ...!"
" Hai ommmm!" Sapa Tasya sangat semangat.
" apa sudah siap?"
" Tentu saja....!"
" Ya sudah ayo berangkat, kebetulan kau sudah berdandan elegan, aku ingin mengajak bundamu bertemu dengan orang tua angkat ku alias paman dari Kenzo!"
" Oh sungguh calon mertuaku???" ujar Tasya keceplosan.
" Calon mertua??' Cindy sangat bingung...
" eh...???' Tasya meringis ,dia tahu bahwa kakaknya Cindy itu sangat pandai menangkap maksud orang lain.
" Oh....jadi kau menyukai Kenzo????"
Jengjrrrrrrreeeeeeeenggggggggggg...
Author
jangan lupa dikaporitin, eh favorit...
__ADS_1