GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
248. para gadis nakal


__ADS_3

Mansion Alexcey


" Nona apa anda lelah??"


" Lumayan, aku akan pergi mandi dan istirahat, Fahad mau istirahat??"


" Saya akan mengambil mobil nona...!"


" Tidak perlu sekarang, bukankah kau akan mengemasi barang - barangmu ke sini??, pakai mobil itu untuk mengangkut!"


" Oh tapi??"


" Ya, kau naik ojek aja ke sana,...!"


" oh baik nona...!"


" Istirahatlah, terimakasih ya Fahad...aku sangat senang!"


" Sama-sama nona...!"


Fahad pun istirahat sebentar di kamar barunya.


...----------------...


" Abang, kau mau kemana sepagi ini??"


tanya Iyus


" Abang mau menemui seseorang!"


" Oh pacar abang???, mana kenalin dong...!"


" Bukan, kau kapan kembali ke asrama??"


" Abang Iyus masih enggan berpisah dengan Aina...!"


" Hei...jika kau seperti itu kau tidak akan mendapatkan restu Daddy!"


" Ya mungkin beberapa hari lagi deh bang...!"


" Hemmm, cepat pergi dan cepat kembali, apa kau mengerti??"


" Haaaaz mereka sudah tahu identitas ku bang...!"


" Ya sudah tidak apa, memang mau gimana lagi...nikmati saja, memang pasti banyak penjilat yang akan berkawan denganmu bahkan seniormu !"


" Ya, Iyus malas berurusan dengan manusia macam itu!"


" Ya, kita slalu akan menemuinyalah, sudah abang pergi dulu...!"


" Oh baik bang...hati - hati...!"


Putra pagi - pagi pergi kesuatu Mension yang diberikan oleh Nathan.


" Hmmm...ini rumahnya...?" Putra menanti di dalam mobil di depan rumah gadis yang dikatakan oleh Daddynya.


Putra sudah menunggu satu jam setengah tapi dia tidak melihat seseorang keluar.


" Ini sudah hampir setengah 8 ,apa dia tidak sekolah??" gumam Putra melihat ke arah jam tanganya.


Tak lama muncul seorang gadis keluar dengan berlari tergesa-gesa menggunakan seragam SMA, dan menggigit sebuah roti di mulutnya.


" Ah, itu pasti anaknya!" Putra pelan - pelan mengikuti gadis itu yang berlari menuju halte.

__ADS_1


" Oh dia pakai transportasi umum??" Putra tersenyum , tak lama bus pun tiba gadis itu segera masuk ke dalam bus.


Putra mengikuti laju bus itu menuju sekolahan.


" Menarik!"


setelah mengikuti selama 15 menit akhirnya turunlah gadis itu dari bus, dan kembali berlari dengan kencang menuju sekolahnya yang berjarak 500 meter dari halte yang ia turuni.


" Apa dia atlet lari?? kencang sekali...!"


Gadis itu Akhirnya sampai ke sekolahan, sesuai dugaan Putra anak itu terlambat dan tidak bisa masuk karena gerbang pintu sudah di kunci.


" Haha...!" Putra tertawa ,dia segera memakai maskernya dan turun dari mobil.


Gadis itu berlari menuju samping sekolahan, dia segera memanjat pohon yang berdempetan dengan tembok sekolah.


" Pffftttt...dia sangat energik...!" Putra mengamati di gadis itu di warung samping sekolah, sambil memesan sarapan, Putra mengamati gadis nakal itu.


" Ah, nona itu setiap hari terlambat sekolah, begitu lah setiap hari kebiasaanya !" ujar ibu - ibu pemilik warung.


" Oh setiap hari dia lewat pagar?? tidak lewat gerbang??"


" Tidak tuan, dia datang lebih lambat dan pulang lebih awal, berangkat dan pulang dari dinding pagar itu...!"


" Apa tidak pernah ketahuan??"


" Tidak Tuan, nyatanya sudah hampir 3 tahun nona itu seperti itu...!"


" Oha ya?? hebat sekali...!"


" Ya saya juga heran Tuan, dia juga sering kok jajan di sini, kalau di tanya, nona apa gurumu tidak tahu kau terlambat dan pergi sebelum pelajaran selesai??"


" Lalu apa jawabanya bu??"


" Sekolah macam apa ini??, murid seperti ini dibiarkan ...!"


" Entahlah, hanya nona itu yang sangat sering keluar masuk pagar dinding, ada juga sih tapi rata-rata anak laki-laki...!"


" Astaga...jadi penasaran!"


" ditunggu saja tuan, nanti pukul 10 dia akan muncul dari pagar itu heheh, ini pesanannya, apa anda ingin minum??"


" Air putih hangat saja bu...!"


" Baik...!"


setelah Sarapan putra tetap di warung itu untuk melihat pertunjukan yang sangat menyenangkan, sambil berbincang pada pemilik warung mengorek kebiasaan gadis itu setahu pemilik warung dan tak terasa sudah pukul 10.


" tunggu saja tuan sebentar lagi dia akan keluar!,nona itu sangat cantik kok tuan...!"


Putra manggut-manggut matanya masih tertuju ke arah pagar dinding , berharap seseorang segera muncul dari sana.


" Tuh tuh tuan...!" Ibu itu berteriak menunjuk arah pagar dinding.


Mata putra semakin melebar melihat gadis itu melompat dengan sangat lincah, dan mendarat cukup seimbang.


Gadis itu berlari menuju warung yang di singgahi Putra


Putra segera memakai maskernya dan menundukkan pandangannya.


" Eh, nona...apa pelajarannya masih membosankan??" tanya ibu itu ramah.


" Jika saja aku tidak harus sekolah, aku tidak akan serepot ini bibi...!"

__ADS_1


" Nona, anda harus bersyukur, banyak orang yang tidak mampu yang ingin bisa merasakan bangku pendidikan!"


" Oh di mana itu, aku ingin bertukar posisi dengannya!" sambil meraih air mineral lalu meneguknya.


Dibalik masker ada bibir yang tersenyum...


" Nona jangan bercanda, tapi bukankah sebentar lagi anda lulus??"


" Sebentar??, aku sangat lelah berpikir dari SD sampai SMA, adakah hidup yang lebih mendamaikan dari berpendidikan??"


" kalau begitu setelah lulus menikah saja nona...!"


" Bahhhh bibi ...kenapa kau dengan ayahku satu pemikiran??"


" Oh benarkah??"


" Dia akan menjodohkanku dengan anak temannya sungguh ayahku itu tidak lucu...aku masih ingin menikmati masa mudaku!"


" Nona, tidak ingin menikah??"


" Tidak aku masih belum memikirkannya, Bibi aku dengar menjadi istri itu sangat sulit apalagi setelah menjadi ibu...!"


" Hahahha, itu memang tidak mudah...namun itulah hebatnya wanita, jika dia sudah menjadi seorang ibu...!"


" Aku akan melarikan diri sebelum pernikahan itu terjadi??, aku tidak mau menikah dengan orang berumur bibi...!"


" Oh apakah ayahmu menjodohkanmu dengan orang tua kaya??"


" Sepertinya tidak tua, mungkin paman-paman bibi...!"


" Wah nona kau harus kabur jika begitu, anda masih muda dan cantik...!"


" Bibi kau memang slalu mengatakan hal benar, aku yang cantik ini bagaimana bisa dinikahkan oleh orang berumur, bagaimana jika dia cepat mati?, aku akan menjadi janda!"


Sialan gadis nakal ini mengutukku mati


dalam hati Putra sangat kesal.


" Nona, anda harus menabung untuk melarikan diri dari sekarang harus menyiapkan tempat dan tabungan yang cukup untuk bertahan hidup!"


" Benar Bibi, aku akan menjual beberapa barang - barang berharga dan aku depositkan atas namaku!"


"Anda memang pintar nona,...!"


" Bibi, ini uangnya kembalinya ambil saja...!"


" Oh terimakasih nona, apa nona mau pergi??"


" Ya, anak-anak sudah menungguku!"


" Oh baik hati - hati nona...!"


" lihat tuan cantikkan??"


" Ehmmm... anak-anak itu siapa yang dia maksud bu??"


" Oh, dia akan berkumpul dengan anak jalanan, di lorong bawah jembatan tuan!"


" Menarik sekali...!" Putra segera membayar dan kembali masuk ke mobilnya dan menuju jebatan terdekat.


Benar saja gadis nakal itu bermain dan tertawa bersama dengan anak-anak jalanan.


" Dia bermain bersama anak jalanan, tapi masih tidak bisa mensyukuri hidupnya, apa dia tidak bisa melihat jika dia lebih beruntung dari teman-teman bergaulnya??" gumam Putra tersenyum.

__ADS_1


" Jadi dia tidak suka dengan peraturan, dia tidak suka dengan rutinitas formal, itu sulit untukku jika dia menjadi istriku, namun dia cukup menarik...!" Putra pun segera meninggalkan tempat itu, untuk hari ini dia sudah cukup mengawasi gadis itu.


__ADS_2