GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
173. Firasat


__ADS_3

Akhirnya Dai pun bisa memasuki Istana dan menyamar menjadi anak orang dari Selir ke tujuh bersama dengan Kenzo.


" Hmmm jadi kau rupanya laki-laki yang di sukai gadis nakal itu?" ujar Selir ke tujuh


" Ya ...!"


" aku hanya bisa membantu sampai di sini, selebihnya itu tergantung kalian bagaimana!"


" Terimakasih Selir ke-tujuh karena sudah membantu kami!"


" tidak ini hanya saling menguntungkan saja Tuan!"


" Tapi tetap saja saya harus mengucapkan terimakasih!"


" Baiklah aku terima, sebentar lagi sudah mendekati tanggal pernikahan, apa yang sudah kalian pikirkan?, tapi aku tidak akan ikut campur...aku hanya mengingatkan saja!"


" Kami belum terfikirkan ,namun pasti akan ada jalan keluar!'


" Baiklah, sudah sampai di sini semoga membuahkan hasil!, oh ya di lantai atas itu kalian bisa istirahat dan beraktivitas, keluar di saat perlu saja, makan minum sudah ada orang yang mengurusnya!"


" Baik, sekali lagi terimakasih!"


" Ya kalian cepat istirahat sana!"


...----------------...


Asrama...


" Fahad, sejak kau datang Kenapa tidak ada senyum di wajahmu, apa yang terjadi?"


" Hemmm Yuna tidak datang ,padahal aku sudah meminjam nama paman untuk meminta kelonggaran waktu sampai 3 hari,tapi dia tidak datang !"


" Kenapa kau baru memberitahu ku??, ini sudah hampir satu minggu,kau tidak langsung mendatangi rumahnya, jika itu aku...aku akan segera ke rumahnya, aku tahu kau orang yang sangat disiplin, tapi itu adalah masa depanmu sendiri, memberi toleransi sedikit lebih pada diri sendiri apa salahnya??"


" Kau benar, aku terlalu kaku padanya....!" Fahad menunduk dan menyesal.


" Setidaknya kau tidak merasa di gantung, kau tahu jawabannya dari mulutnya sendiri jika Memang dia menolakmu!"


" Haaaaa...bodohnya aku!" Fahad menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


" Ya sudah terlanjur,mau bagaimana lagi, kau tidak bisa kembali pulang dan menghubungi orang rumah!"


" Hmmm, sudahlah...aku masih terlalu muda untuk memikirkan masa depan, nanti saat aku kembali aku akan mencari tahu lagi, jika perasaanku padanya tidak berubah!"


" Ya kita masih labil, tapi perasaanku pada kakakmu tidak akan berubah, kau harus bersiap memanggil ku kakak ipar hehehe!"


" Jika kau menyakiti kakakku maka, kau yang paling tahu akibatnya!"


" Sudah sebaiknya kita istirahat, mari sama-sama fokus masa depan!"


" Hmmmm...!"


Tapi kenapa perasaanku sangat tidak enak?


membuatku tidak bisa tenang dalam hati Fahad.


Fahad harus bisa berdamai dengan hati dan pikirannya, jadi dia berusaha sekuat mungkin untuk melupakan hal itu dan mencoba fokus pada apa yang ingin dicapainya.


Namun ternyata hatinya mengalahkan Logikanya,


" Iyus...iyus...!" Fahad membangunkan Iyus di pertiga malam.


" Apa masih 1 jam alarmnya berbunyi...aku sangat lelah!"


" Ehmmm...bantu aku keluar dari sini!"bisik Fahad lirih.


" Apa??"


" Bukankah, kau mengatakan jika aku harus bertoleransi pada masa depanku??"


" Ya, tapi kan kau sudah di sini!"


" Hatiku sangat tidak tenang Iyus, kau di sini lebih awal dariku, kau pasti tahu tempat aman untuk keluar diam - diam!"

__ADS_1


" Aih...aku kira kau pria yang berlogika, kau sama saja denganku!"


Iyus tidak bisa berkata tidak pada saudaranya itu.


" Bawa seperlunya saja, cepat ikuti aku!"


Iyus dan Fahad pun keluar dari kamar menuju pemandian khusus.


" Aku hanya bisa membantumu sampai di sini, jika kau ketauan maka kau mempertaruhkan masa depan finansialmu!"


" Aku mengerti, aku bisa meminta tolong pada abang asuh untuk membantuku nanti hehehe!"


" Dasar tidak berguna, memakai orang dalam, cepat kau lari dengan cepat menuju ke arah sana, kau akan melewati 3 pemandian, di sana ada tembok langsung ke jalan raya, cepat!"


" Bye Iyus terimakasih!"


Dengan kilat Fahad berlari dan melompati tembok dengan sempurna.


" Huft... Iyus memang bisa di andalkan!"


Fahad segera mencari kendaraan untuk membawanya ke bandara untuk segera kembali ke kediamannya.


Sudahlah, jika aku gagal dalam cita-cita ku juga tak masalah, karena hati ku ini selalu menginginkanku untuk pulang.


dalam hati Fahad.


Dan sampailah Fahad kembali ke kediaman Pratama.


" Fahad???"


baru menginjak masuk


" Ma...heheheh...!"


Fahad tidak tahu harus beralasan apa pada mamanya itu.


" Kau pulang Fahad??, kau pulang....??"


" Ada apa ini kenapa heboh sekali??"


ujar Hirosan yang mendengar kegaduhan di pagi hari.


" Ah, Papa....!" Fahad merenges lagi.


" loh Fahad??"


"Iya pah Fahad kembali!"


" Okelah, tak apa...ayo cepat ikut papa dan mama ke ruang tamu!" ajak Hirosan.


" apa yang terjadi pah mah?, ada apa?, apa ada yang serius!"


" Baik nak, ini bolehkah kau jelaskan kenapa kau tiba-tiba kembali??"


" Hmm, Hati Fahad tidak tenang selama satu minggu di sana ma, pa!"


Hiro dan Vevey saling menatap


" Apa itu mengenai Yuna??"


" Ehmmmm...maafkan anakmu ini ma, pa karena tidak bisa membedakan mana yang lebih harus di kedepankan, tapi keputusan sudah Fahad pikirkan resikonya!"


" Baik, jadi biar mama dan papa beritahu kabar yang mungkin akan membuatmu tidak suka!"


" Apa itu ma, pa?"


" Mengenai Yuna...!"


" Yuna??, apa mama dan papa melakukan sesuatu padanya??"


" tidak...Yuna mengalami kecelakaan saat akan datang menemuimu Fahad, dia mengalami luka cukup parah!"


" Apa???, ma pa... tolong jangan bercanda!"

__ADS_1


" Mana boleh mama dan papamu bercanda soal ini!"


" Di dimana dia sekarang ma ,pa??"


" Ada di rumah sakit Om Crist mama mimdahkan ke sana!"


" Oh Fahad ke sana sekarang, bagaimana keadaannya??"


"Syukurlah operasi berjalan lancar, dan dia juga sudah sadar!"


" Aku ke sana dulu ma!"


" Tapi nak,...!"


"Apa lagi ma...??"


" Kata Dokter dia mengalami lumpuh permanen!"


Fahad benar - benar terkejut, tangannya mengepal dengan sangat erat, Fahad menyalahkan dirinya sendiri.


Ini semua karena Fahad, Ini salah Fahad...


dalam hati.


Fahad pun segera bergegas menuju rumah sakit milik Crist.


Fahad menemui Crist untuk bertanya detail tentang keadaan Yuna.


" Saat ini, dia sangat tidak bisa menerima keadaannya, setiap hari dia menangis dan tidak mau makan!" ujar Crist pada Fahad


Oh ya di sini di ingatkan kembali Crist adalah adik kandung dari istri pertama Jovan ya, ibu kandung Cindy, jadi dia adalah Om Cindylll.


" Om, apa itu sungguh permanen?"


" Ehm...Ya, tapi kau bisa mencoba melakukan terapi akupuntur!"


" Akupuntur??"


" Ya, tidak ada salahnya mencoba bukan??"


"Benar, aku yakin Yuna akan sembuh!"


" Hem...dia butuh supportmu...aku dengar dia mengalami kecelakaan karena akan menemuimu, dan ku dengar dari ibunya, saat dia bangun dia menanyakanmu, apakah Tuan Fahad datang mencarimya atau tidak?"


Fahad terdiam, karena merasa sangat bersalah, andai saja dia mentolerir dirinya untuk tidak terlalu kaku, dan mencarinya lebih awal dan berada di sampingnya saat dia membuka mata.


" Dia gadis yang baik Fahad...!"


" Om, Di mana dia di rawat?"


"Di ruangan tempat Sasha dulu di rawat, tempat itu yang terbaik di sini, karena mamamu meminta kami memberikan perawatan terbaik, tanpa Syarat!"


" Terimakasih om, aku akan menemuinya!"


" Baiklah, kau harus lebih bersabar padanya, mungkin dia akan menjadi keras kepala dan kasar... pelan-pelan beri support kau pasti bisa!"


"Terimakasih om, aku kesana!"


Fahad pun segera keluar dari ruangan Crist.


" Sayang, apa yang kau pikirkan?" tanya Lidya karena melihat suaminya itu melamun


"Hemmm, garis takdir ini seperti terulang lagi, hanya saja Versinya berkebalikan.


Dulu papahnya Jovan kabur dari asrama dan mengalami kecelakaan yang menyebabkannya lumpuh dan tidak bisa melanjutkan pendidikannya, padahal cita-citanya menjadi seorang abdi negara, hingga bertemu dengan kakakku yang seorang perawat, entah bagaimana ceritanya mereka saling jatuh cinta, mungkin dengan kekuatan cinta itu pada akhirnya Kak Jovan bisa berjalan lagi, meski cita-citanya sirna dia menemukan Cintanya namun tak lama Kakakku meninggal setelah melahirkan Cindy, dia terpuruk lagi, dan menemukan Ibu Fahad, dan setelah itu Ka Jovan juga pergi...hemmm, bukankah kisah Fahad hampir mirip dengan Papahnya?"


" Ya, kita hanya bisa mendoakan mereka bahagia bukan suamiku?"


" Ehm...aku berharap hanya kisah-kisah indah saja yang terulang pada anak-anaknya!"


" Ya begitulah orang hebat tercipta sayang, jalannya tidak akan mudah!"


" Hmm benar sekali sayang...!" Crist menggenggam tangan istrinya yang berada di pundaknya.

__ADS_1


__ADS_2