GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
296 saling melupakan


__ADS_3

" Tuan...aghhhh...!" Fahad mulai melucuti pakaian Diana bagian atas


Mata Fahad terbelalak melihat kemolekan tubuh Diana, memang tidak sebesar milik istrinya, tapi itu sangat indah, bulat dan kencang dan berwarna pink.


" Cantik sekali!" Fahad memuji penampakan indah di hadapannya.


Diana menutupi dengan kedua tanganya, wajahnya memerah seperti tomat.


" aku malu tuan...!" ujar Diana, Fahad segera memagut bibir ranum yang malu-malu itu.


" Kenapa, pertemuan denganmu terlambat!" gumam Fahad sedikit menyesal karena tak mengenal Diana lebih dulu.


" Tuan, bolehkah aku jujur??" ujar Diana yang mulai berkaca-kaca.


" Katakan Diana!"


" Aku sudah jatuh hati padamu, saat pertama berjumpa!, tapi ternyata Tuan sudah memiliki kekasih, dan sudah menikah!, maaf karena mencintaimu selama ini!"


Air mata Diana jatuh menetes karena tak mampu ia bendung.


mendengar isi hati Diana, gejolak rasa di dada, membuat Fahad semakin bergairah,sudah sampai di sini Fahad tidak akan mundur,


Fahad mulai turun mencubu leher Diana hingga dia mendapatkan 2 mainan kembat yang menurutnya tampak luar biasa.


lenguhan Diana semakin menjadi, sumpah demi apapun, Diana sangat menyukai sentuhan indah Tuan muda Pratama.


"Diana, kenapa kau sangat menggoda??"


kini Fahad mulai menurunkan celana Diana


lagi, lagi Diana hanya bisa pasrah, karena dia tidak bisa memiliki Fahad selamanya, maka biarkan dia memiliki Fahad untuk satu malam saja, jahat?? biarkan saja begitu.


Fahad dengan lihainya menyihir Diana, dengan belaian yang sangat lembut, sehingga Diana menggeliat tak karuan di bawah kuasanya.


Fahad mulai bermain dibawah sana dengan jemari kekarnya, memanjakan Diana dengan kelihaiannya yang diajarkan oleh sang istri.


ketika sudah siap pakai, Fahad segera melucuti pakaiannya sendiri, lalu segera mengarahkan senjata tempurnya yang sudah siap untuk menembak Sasaran.


Diana terbelalak melihat betapa perkasanya senjata Fahad, sesuai dengan perawakan Fahad.


sedikit takut ngeri-ngeri sedap, karena Diana tahu untuk memecah kesuciannya itu begitu menyakitkan.


namun Fahad berpikir lain, bahwa itu akan sama mudahnya seperti menembus milik istrinya pertama kali, jadi tanpa aba-aba Fahad segera melebarkan kaki Diana, dan mencoba masuk, namun sangat sulit senjatanya menembus pertahanan Diana.


" Apa yang salah??" Gumam Fahad mencoba mendorong sampai 5 kali tapi gagal.


" Diana,kenapa lubangmu buntu??" tanya Fahad dengan polosnya, Fahad berpikir jika lubang Diana itu palsu karena sulit di masuki.


" Apa kau itu wanita jadi-jadian!"


" ah ??? apa??, aku wanita tulen tuan!" tegas Diana tak terima, dia mencoba membantu Fahad dengan mengarahkan lagi ke arah sarangnya.


mereka sama-sama polos ya guys...

__ADS_1


" Sungguh??"


" Tuan coba tekan lagi...!" pinta Diana.


Fahad agak ragu, tapi karena nafsunya sudah diubun-ubun dia pun mencoba menekan lebih keras lagi sekuat tenaga


"eggggghh,..." Fahad mengerang hebat saat sedikit sukses masuk.


"ssssssakittttt tuan....!" Diana meremas lengan Fahad dengan kuat.


" kenapa ini sulit...??" ujar Fahad mencoba menekan lebih keras.


" Aaaaaaaaaagggggggggggggg!" teriakan Diana begitu hebat saat Fahad berhasil menembus segel Diana.


" Oh GOD, Diana kau masih perawan??" Fahad sangat terkejut karena keluarnya cairan merah menodai sprai berwarna putih itu.


Fahad ingin menyudahi semua, karena terkejut, tapi Diana menahan Fahad.


" Tuan, anda sudah mengambilnya, lalu mau menyudahi semuanya begitu saja??, apa saya ini terlalu hina??" ujar Diana menitihkan air mata.


melihat Diana menangis Fahad langsung memagut bibir ranum itu dan melanjutkan aksinya, menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.


itu adalah pengalaman pertama yang sangat indah untuk Diana,


meskipun itu bukan pengalaman pertama Fahad, namun itu adalah kenikmatan yang luar biasa untuk pertama kalinya dia dapatkan.


padahal mereka sudah melakukan dosa besar, yang begitu memabukkan untuk keduanya.


yang membuat tubuh keduanya remuk tak karuan saat bangun di pagi hari.


mereka tidak terkejut, karna mereka melakukannya dengan sangat sadar, Fahad mengeratkan pelukannya pada Diana.


" Tuan, saya lapar!" ujar Diana


" 5 menit lagi, aku masih nyaman seperti ini!"


" krucuk krucuk..."


" Pffffttttttt" keduanya tak kuasa menahan tawanya.


" Bukan saya yang tidak tahan tuan, tapi perut saya!"


Fahad membalikan tubuh Diana menghadapinya.


" Diana, apa kau mau tetap bersamaku tanpa sebuah ikatan??" Fahad rasanya tidak rela melepaskan Diana setelah malam ganas yang dia lakukan dengan Diana.


" maksud Tuan menjadi Simpanan??"


Fahad mengangguk,


" aku memang mencintaimu tuan, tapi aku tidak bisa menjadi duri di kehidupan orang lain, semalam anggap saja itu adalah ucapan maaf dan terimakasih dari saya, kita tidak bisa melanjutkan semuanya karena tuan tidak mencintai saya!"


" Tapi, aku sudah mengambilnya!"

__ADS_1


" Tak apa, aku tidak menyesal jika itu anda, tolong selama saya masih di dekat anda biarkan saya mengaggap anda sebagai kekasih saya!"


Fahad mengangguk setuju, Fahad juga tidak bisa menahan Diana, karena menjadi simpanan itu sangat menghina Diana, Fahad memang bodoh dalam hal memahami wanita, padahal Diana terlihat sangat tulus mencintainya, namun bagaimana pun Fahad sudah memiliki Yuna, wanita yang sudah dia perjuangkan mati-matian.


" Kalau begitu, aku mandi dan keluar beli makanan dulu!"


Diana mengangguk, setelah Fahad masuk kamar mandi, Diana menangis sesenggukan


karena telah menggoda suami orang.


" Diana, kau wanita ******!" gumam Diana sambil terisak, dia menangis sampai tertidur.


Dianan tidak tahu kapan Fahad pergi, karena tiba-tiba saja, Fahad membangunnya sudah dengan beberapa kantong makanan yang dia bawa.


" Aku bantu mandi,.baru makan!" entah kenapa Fahad semakin bersemangat dan bersinar setelah pertempuranya dengan Diana.


tanpa menunggu jawaban dari Diana Fahad segera menggendong Diana keluar menuju kamar mandi.


Fahad memperhatikan tubuh Diana, yang penuh dengan kissmark karena ulahnya yang tak melewati satu inci tubuh Diana.


" Maafkan aku Diana!"


"Jangan katakan itu lagi tuan!"


Fahad membantu Diana membersihkan tubuhnya sampai selesai dan berganti baju.


" Ayo makan yang banyak, apa perlu ke rumah sakit??"


Diana menggeleng kepala, memang dia tidak bisa berjalan karena bagian intinya masih sangat perih, tapi Diana yakin itu tidak perlu ke dokter.


Fahad menyuapi Diana penuh dengan kesabaran, memanjakannya seperti yang di harapkan oleh Diana.


" Jangan panggil aku tuan lagi Diana!"


" Tapi kita jauh berbeda!"


" Apa yang membedakan??"


" Kau adalah orang terpandang!"


" kau juga tepandang, memangnya kau makhluk halus!" pungkas Fahad gemas.


" Pfffffffffffttttttttt...hahahahah" Diana tertawa lepas.


" Diana, jangan lupa slalu memberi kabar padaku jika sudah di sana, jika ada waktu aku akan mengunjungimu!"


" Tidak,...setelah aku berada di sana, maka hubungan kita selesai, aku akan melupakanmu!"


" Kenapa??"


" Saya tidak bisa memiliki anda, untuk apa kita saling memberi kabar?, tolong tuan, mari kita saling melupakan, ini yang terbaik untuk kita!"


" Baik!" Fahad menyanggupi permintaan Diana, tentu saja dia juga tidak bisa menyakiti Yuna, dan jika dia masih menahan Diana, itu juga akan menyakiti Diana.

__ADS_1


__ADS_2