
" Aiiiii...."
" sayang...."
" ayo kita jalan..."
" apakah pekerjaanmu sudah selesai??"
"Sudah Ai...."
" oke tunggu sebentar ya..."
" ehmmm...."
setelah Aina siap mereka pun pergi bersama, Aina sangat suka jajanan pinggir jalan, mereka pun membeli beberapa jajanan lalu memakannya berdua di pinggir jalan sambil melihat lalu lalang keramaian kota.
" Jajananmu seperti ini,imbangi dengan buah dan sayur..."
"iya... sayang..."
" Ai, urusan dengan perdagangan manusia aku sudah selesai, aku akan lanjut pada kasus keluarga kita, tapi kau jangan salah paham ya...aku akan masuk dunia germerlap itu, tapi aku tidak akan aneh-aneh kok..."
" kau akan mendekati Yohana??"
" Iya, jika memang keluarganya seorang gengster, tapi kenapa dia bersi keras masuk dalam keluarga kita yang sangat dominan dengan abdi negara...??"
" Ya bagaimana pun itu, aku akan percaya padamu Yus ..."
"Setelah abang menikah, dan urusan ini selesai kita juga akan menikah..."
" jangan terburu - buru aku tidak akan kemana-mana kok..."
" Aku juga percaya padamu Ai, kau tidak akan kemana-mana..."
" Kau bisa melakukan tugasmu dengan baik, dan semoga Tuhan slalu melindungimu..."
" Aamiin..." Julius sangat senang karena Ai sangat pengertian padanya.
ya meskipun sebenarnya juga Aina tidak rela, tapi mau bagaimana lagi, karena itu demi sebuah keadilan.
" Ya siapa suruh kekasih adalah Ksatria Baja Hitam..."
" hahaaha, tidak baja hitam juga kali ..."
setelah puas jalan, mereka pun segera kembali ke kediaman Pratama.
ternyata di sana sudah ada Melvin dan juga ibunya.
" Mel, dia adalah kakak iparku Aina, ..." Anna memperkenalkan Aina pada Melda.
" loh kalian ke sini??" tanya Julius
" Halo om..." Sapa Melvin
" Halooo..., Ai...dia anak yang di selamatkan abang Suhail, dia ibunya!"
" oh...hallo salam kenal, ..." ujar Aina ramah.
" Om, dia pacarmu??" tanya Melvin
" heh, anak kecil tahu kata pacar dari mana coba??, apa ibumu yang mengajari??"
" Sayang kau tidak boleh seperti itu, dia hanya anak kecil..."
" dia sangat pandai bicara, dia masih umur 5 tahun loe..."
" Maafkan anak saya tuan..."
" kenapa kau sering sekali minta maaf???"
tegas Julius.
Melda menunduk ketakutan,
" om jangan memarahi ibuku...om jahat!!" Melvin menghampiri Julius dan meninju kecil paha Julius.
Julius tiba-tiba tersenyum melihat tingkah bocah kecil sok jagoan yang berusaha melindungi ibunya.
__ADS_1
" Kau mirip Suhail kecil...dia terlalu naif sepertimu saat kecil...!" Julius pun berjongkok menghadapi anak ingusan itu.
Julius mencapit baju belakang anak itu dan mengangkatnya.
" Kau lemah..."
" hia ciat ciat ciat, aku akan memukulmu sampai berdarah..." kaki dan tangan Melvin dia gerak - gerakan agar dapat mengenai Julius, tapi tak ada yang tersentuh sama sekali.
" Ibu lihat aku akan mengahajarnya!!!"
" Sayang kasihan Melvin, lepaskan!" ujar Aina.
" Kau tidak usah memberi pembelaan, aku tidak butuh!!" teriak Melvin
" oh galak sekali dia!" ujar Aina terkejut.
" maafkan anak saya nona, dia memang sangat brutal ,saya gagal mendidiknya menjadi anak yang baik dan santun..."
" Melvin, kau tidak boleh mengatai kekasihku,aku akan melindungi kekasihku sama seperti kau melindungi ibumu...!"
Melvin terdiam, Julius pun meletakkan kembali Melvin pada posisinya.
" Ayo minta maaf pada Melvin..." pinta Melda.
" tidak usah ,aku tidak akan perhitungan dengan anak kecil..."
" Ai, cepat istirahat aku masih ada urusan!"
" baik hati-hati!"
Julius pun segera pergi , Melvin melihat ke arah Julius sampai tak terlihat lagi.
" adik kecil, kau melihat pacarku terus??" goda Aina.
" Ibu, om itu yang paling gagah..." ujar Melvin
" Dia Polisi tentu saja gagah Melvin, seperti kakekmu juga gagah...!"
" tidak, Dia lebih gagah dari kakek..."
" Dia sangat gantle man kan Vin??"
" Ah, rupanya kau menemukan idolamu Vin??" tanya Anna.
Melvin langsung berbalik menghampiri Anna,
" Mama, Om itu juga mirip dengan papah" ujar Melvin
" hihihi, mereka kan sepupuan anakku...mereka saudara!"
jawab Anna terkikik.
" Ibu, kenapa Melvin tidak punya saudara??"
" ah, Melvin juga punya saudara, dia tinggal bersama ayahmu..."
" tidak dia merebut ayah dari melvin, dia bukan saudara!!!"
Anna mengambil Melvin dan mendudukan Melvin di antara anak-anaknya
" Lihat Vin, mereka adalah saudaramu, mereka tidak akan merebut apapun darimu, mereka akan berbagi keluarga dengan Melvin..."
Melvin melihat ke arah Nora dan juga Dhiren.
lalu melvin tersenyum.
" terimakasih..." ujarnya senang Anna dan Melda juga sangat senang.
sementara Aina yang masih tidak tahu alur ceritanya ikut duduk diantara keponkannya.
" Kalau kau menjadi saudara mereka kau harus memanggilku bibi Melvin..."
" Bibi..."
" anak baik..."
" hei Melvin kau masih punya om kecil..." Sasha yang datang bersama Callister.
__ADS_1
" Om kecil???"
" ya kalian bertiga harus memanggilnya om kecil hahahahha" ujar Sasha mendudukkan putranya bersama
" Tante, ..." sapa Aina.
" Aina kau makin cantik sekali...kau lama tidak mengunjungiku!"
" heheh maaf tante, Aina sangat sibuk..."
" di kediaman ini siapa yang tidak sibuk, hanya aku dan Anna saja, yang lain hampir tidak ada di rumah setiap hari..."
" Oh ya kau anak dari Om Franky ya??"
tanya Sasha
" Saya menantunya, nyonya kenal??"
" Kenal, pernah beberapa kali di ajak Chiko makan diluar seberapa om Franky, aku tidak tahu jika dia punya anak, eh sekarang inj malah menantunya, kau seumuran Fahad kan??, kau menikah sangat muda dong, putramu sudah 5 tahun?"
" Ah ya...benar...saya tidak punya pilihan selain menikah dengan Gloss nyonya..."
" aku tidak tahu kesulitan apa yang kau hadapi, tapi suamiku bercerita banyak tentang Gloss...dia sangat beruntung seharusnya mendapatkan istri sepertimu, tapi memang sulit memberitahu lalat jika bunga lebih harum dari pada sampah...!"
" lagian kami menikah karena perjodohan nyonya, itu wajar jika Gloss tidak menyukai saya...!"
" biarkan saja kau masih sangat muda, lagian om Franky sangat baik bukan padamu??"
" ya saya seperti anak kandungnya sendiri heheh, ..."
" apa kau tidak mau menikah lagi??"
" saya masih takut nyonya, tapi Melvin sudah ribut ingin ayah baru...saya juga bingung, ayah sebenarnya juga tidak melarang saya menikah lagi..."
" Tidak apa-apa, kau juga harus bahagia, dan Melvin juga memiliki keluarga yang utuh...tapi memang tidak sembarangan memilih pasangan..."
" Iya nyonya, ..."
" Teman Putra juga banyak, oh nanti coba ya aku tanya pada putriku dia orang-orangnya tampan- tampan semua, itu loe, Dai atau siapa itu ya anak Geryy itu namanya aku lupa, ..."
" Noah tante..." sahut Aina.
" oh iya...Noah, Noah, apa kau sudah bertemu??"
Melda menggeleng.
" Oh tapi, apa om Franky meminta harus setara dengannya dari golongan loreng atau baju coklat begitu??"
" tidak, saya tidak ingin menikahi abdi negara nyonya, saya ingin menikah dengan orang biasa saja, yang terpenting dia mau menerima Melvin dengan baik...!"
" Oke...aku telpon anakku sekarang..."
" eh jangan nyonya saya tidak buru-buru saya malu..." ujar Melda
" sudah aku hanya ingin meminta anakku ke sini bersama dua temannya itu, kau cukup memperhatikan saja, barang kali ada yang cocok!"
" hahahah, Tante mereka bukan barang...."
" hehehe, iya juga ya..."
Sasha segera menelpon putrinya
". anakku Sansan tercinta, matahari bunda..."
" Bunda, langsung bilang saja mau apa??"
" kau ini sama dengan ayahmu tidak ada romantisnya kaku!!!" Sasha malah jadi kesal.
" iya maaf bundaku sayang ada apa??"
" datang kekediaman tengah, bersama Noah dan Dai, anak-anak rindu pada kalian..."
" astaga, beri waktu 15 menit bun..."
" oke, hati - hati di jalan nak...." Sasha segera mengakhiri panggilannya.
" sudah...tunggu 15 menit oke...katakan pada tante ya kamu suka yang mana nanti..."
__ADS_1
Melda hanya tersenyum malu-malu..