
Di Istana...
" Al, ini kakak mendapatkan 7 kandidat untukmu...ayo kau pilih..."
" Kakak saja ..."
" Yakin??"
" Ya ..."
Alena menghela nafas panjang, melihat raut wajah adiknya yang tidak pernah tersenyum, dan berekspresi.
" Al, jika kamu masih mau berusaha mungkin, Julia bisa kau dapatkan..."
" kak, aku sudah lelah...kakak cepat carikan dokter terbaik, mungkin dengan adanya putra mahkota, tidak ada yang mendesak Al untuk menikah...dan setelah bayi itu lahir buat perjanjian bahwa ibunya tidak ada hubungan lagi dengan anaknya, bayi itu sepenuhnya milikku, beri semua apa yang dia mau...dan jika ke depannya mencari masalah, bunuh..."
Alena mendengar perkataan sang Raja sampai menelan ludah.
Sang raja sudah tidak tertolong lagi rupanya,
" Baik Al, sesuai permintaanmu, ketika putra mahkota dewasa dia hanya akan tahu ibunya sudah tiada..."
" Terimakasih kak"
Alena pun segera meninggalkan adiknya itu, Alena segera memilih salah satu dari 7 kandidat, sebelumnya Alena sudah menelusuri latar belakang keluarga mereka.
" Dans, minggu depan kita akan ke negara H, melakukan semua prosedur agar raja memiliki keturunannya..."
" Baik tuan putri, ..."
" Kita akan membuat raja tidur dengan calon ibu dari putra mahkota..."
" Yang Mulia tidak akan mau untuk itu Tuan Putri..."
" Tidak apa, kau hanya perlu memberikan minuman ini pada Alfred, saat di kamar hotel, saat obat itu bereaksi masukan wanita itu dengan menutup matanya dengan penutup mata, jangan biarkan wanita itu melihat wajah raja..."
" apakah sudah ada kesepakatan??'
" sudah, aku mengirim orang untuk menjelaskan pada wanita itu, bahwa dia hanya perlu mengandung dan melahirkan, setelah bayi itu lahir, dia bisa mendapatkan apapun yang dia mau...tanpa harus tahu siapa kami..."
" apa dia wanita baik-baik tuan putri??"
" Ya, hanya saja dia sedang kesulitan ekonomi...adiknya perlu biaya sekolah dan ibunya sudah tua..."
"apakah tidak apa jika dengan pengaruh obat tuan putri??"
sebagai orang kepercayaan Raja Dans sangat menghawatirkan Rajanya.
" Ini buatan Tasya, dia bilang tidak akan mempengaruhi pada benihnya..."
" Apa ini juga ide nona Tasya??"
" benar, karena kalau menggunakan prosedur IVF, itu banyak resikonya... sebaiknya begini..."
" Baiklah jika begitu, saya kembali dulu pada Yang Mulia"
" Ya, Dans...kau harus tahu ini semua untuk kebaikan Al..."
" Saya mengerti tuan Putri..." Dans pun segera kembali ke sisi Raja.
__ADS_1
Putra dan Incess pun kembali ke negaranya,
sementara Julia sudah memulai aktivitasnya kembali di Jepang.
"Yuzan, Ami aku lupa, jika Yang Mulia membelikan. ini untuk kalian juga..."
memberikan hiasan rambut pada Yuzan dan Ami.
" Wah ini pasti mahal ya nona??"
" Ya karena yang membelikan Raja jadi mahal..."
" hehehehhe... terimakasih nona..."
" ya nona terimakasih..."
" oh ya, aku pergi dulu ya sebentar aku mau ke tempat Ryu..."
" Ya nona..."
Julia pun segera pergi untuk berkunjung ke rumah sakit milik Ryu, bermaksud memberikan kejutan jika dia sudah kembali ke Jepang.
Dia sudah rindu pada Ryu, Julia pun menuju ruangan Ryu,
Tok tok tok...
Julia membuka pintu karena biasanya juga begitu, saat Julia mengunjungi Ryu.
" Ry...."
Julia terkejut dengan pemandangan yang dia lihat, Ryu sedang bercumbu dengan seorang wanita di ruangan, kotak makan siang yang dibawa Julia pun terjatuh.
" Julia...."
Ryu langsung mendorong wanita yang berada di pangkuannya itu, dan segera merapikan bajunya lalu mengejar Julia yang sudah melarikan diri.
" Julia tunggu, Julia tunggu Julia..." Ryu mengejar Julia sampai ke jalan, Ryu segera menarik tangan Julia.
" Ryu, maaf mengganggumu..."
" Julia, maaf Julia...."
" Untuk apa??" Julia mencoba untuk terlihat baik-baik saja di hadapan Ryu, meskipun dalam hatinya sangat kecewa.
" Julia, bolehkah kita berbicara sebentar??"
" Oke..." mereka pun segera mencari tempat yang cukup sepi untu berbicara.
" Julia, maafkan aku...."
" Untuk apa Ryu, kau tidak salah apapun padaku...tapi tolong katakan padaku, jika kau sudah memiliki kekasih..."
" ehmm...Ya aku sudah memiliki kekasih Julia maafkan aku, aku dan dia sempat putus, selama 2 tahun, sekarang dia kembali padaku, maaf karena tidak memeberitahumu lebih awal Julia..."
" tidak masalah Ryu, kau mungkin memiliki pertimbangan...mulai sekarang aku akan menjaga jarak denganmu, untuk menjaga perasaan kekasihmu, dan aku berterima kasih dengan semua bantuanmu untukku"
" jangan seperti itu, Julia aku tahu kau menyukaiku, aku juga menyukaimu, tapi maaf, aku masih sangat berat dengan masa laluku, ..."
__ADS_1
" Jadi kau tahu aku menyukaimu Ryu??"
" Hemm, kau cantik pintar, meski terlihat jutek...kau juga sangat baik hati..."
" aku tidak butuh pujianmu Ryu...bolehkah aku tahu, kenapa kalian putus??"
" ehm, aku tidak tahu... sebenarnya orang tua ku tidak merestui hubungan kita karna dia bukan dari keluarga terpandang, padahal saat itu kami sudah sepakat untuk berjuang bersama, tapi dia meninggalkanku tanpa jejak, sekarang dia sudah kembali, dia mengatakan bahwa dia meninggalkanku karena untuk memantaskan dirinya agar keluargaku mau menerimanya!"
" Kau percaya dengan alasannya??"
" Ya aku percaya, dia wanita baik-baik..."
" baiklah Ryu...aku akan mendoakan kebahagiaan kalian..."
" Julia, maaf ya..."
" tidak apa-apa...aku banyak belajar sekarang...aku tahu rasanya menjadi seseorang yang cintanya tidak terbalas..."
" Apa itu Raja negara F??"
" Ya...."
" Dia sangat baik, seharusnya kau mempertimbangkannya..."
" Aku sudah menolaknya dan kembali ke sini, tapi semua tidak seperti harapanku, masak iya aku patah hati langsung lari ke pelukannya, Lagian aku tidak memiliki perasaan padanya,..."
" aku harap kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku Julia..."
" sepertinya fokus pada bisnis lebih menguntungkan heheheh, Ryu aku kembali , kau cepatlah temui kekasihmu, jangan membuatnya salah paham..." Julia segera berlari menuju halte terdekat dan kembali ke cafenya...
" Nona apa anda sakit??"
" Tidak aku hanya lelah, aku masuk dulu " Julia segera masuk ke dalam kamarnya,tempat tinggal Julia memang jadi satu dengan Cafenya.
" Ada apa dengan nona??, tadi sangat bahagia, kenapa pulang terlihat murung??" ujar Yuzan.
" Tidak tahu mungkin kelelahan..."
Ya sudah biarkan nona istirahat, kita kembali bekerja.
sementara, di tempat Lain.
" Ryu, apa dia pacarmu??"
" Kami hanya dekat saja sayang, dia gadis yang baik, aku sudah menjelaskan semua padanya, tentang hubungan kita.."
" kau juga menyukainya??"
" tidak, aku sudah cukup ada kamu...jangan pernah tinggalkan aku lagi..."
" Baik, mari kita lihat sebaik apa kau mencintai ku??, apakah masih sehebat dulu..."
kedua pasangan yang bersemi kembali itu, melanjutkan hal yang sempat tertunda.
Sementara Julia menangis di dalam kamarnya tanpa mengeluarkan suara, agar Yuzan dan Ami tidak khawatir padanya, sekarang Julia sudah mengerti rasanya patah hati, dia mengerti bagaimana rasanya menjadi Cindy, Fahad dan juga sang Raja.
" dia bilang menyukaiku tapi berat pada masalalunya... rasanya aku ingin menonjoknya tapi juga tidak sanggup..."
sudah Julia, istirahat...
__ADS_1
Julia pun segera memejamkan matanya, dia merasa hari ini sangat buruk, antara sakit hati dan juga malu, rasanya tidak mau keluar dari kamar, tapi... dia tidak bisa membuat orang -orang sekitarnya khawatir, jadi Julia mencoba untuk terlihat tidak apa-apa, meskipun rasanya dunianya saat ini sedang jungkir balik.