GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
307. Si menyusahkan


__ADS_3

" Kalian cepat istirahat, aku mau ke Resto dulu!" ujar Fahad.


" Oke!" Anggita dan Sansan pun masuk ke kamar tamu.


sementara Fahad segera pergi ke Resto, Fahad sudah lama tidak bertemu dengan kakaknya Cindy, kecewa memang dia sangat kecewa, tapi tetap saja dia tidak tega pada kakak dan calon keponakannya itu.


malam itu juga Fahad memutuskan untuk mengunjungi kakaknya di apartemen.


Apartemen.


Ting tong...


Ceklek...


" Masuk Had!" Martin mempersilahkan Fahad masuk, meski Fahad sudah menatap sangat tajam dan penuh dendam pada Martin.


" Siapa abang??"


"Adikmu!"


" Fahad....!" Cindy seketika berubah menjadi sedih dan merasa bersalah pada adiknya itu.


" Kak...!" Fahad mencoba menarik bibirnya untuk tersenyum agar kakaknya tidak sedih lagi.


" Had...maafkan kakak!"


" Kalian duduk mengobrolah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku!" Martin memberikan ruang dan waktu untuk 2 saudara itu.


" Kak, sudahlah Fahad tidak bisa mengahalangi perasaan kakak, lagian diperut kakak sudah ada calon keponakanku...!"


" Hiks hiks hiks...maaf....!"


Fahad membantu mengusap air mata kakaknya yang mengucur cukup deras.


" Aku akan menceraikan Yuna kak!"


seketika Cindy berhenti menangis,


" Kenapa??"


" Bukankah kakak sudah tahu??"


" Aku hanya tahu jika mama tidak menyukainya, tapi kata Yuda istrimu bukan wanita baik!"


" Ehmmm, dia seorang penipu kak!"


" Oh jadi itu benar, lihat aku akan menghajar kepalanya sampai botak!"


Cindy berdiri karna emosi..


" Duduk kak, sudah ada tente kecil mengurus itu kak!"


" Siapa tante kecil??"


" siapa lagi kalau bukan calon istri om Kenzo!"


" Apa maksudmu Sansan??"


" Ya, dia sudah maju paling depan untuk Fahad, sekarang dia minta di panggil tante!"


" Hehe, anak itu aneh-aneh saja, tapi kalau tidak aneh bukan Sansan namanya, sepertinya nasib Yuna tidak baik berhadapan langsung dengan Sansan!"


" Ehmmm!"

__ADS_1


Fahad mengangguk.


" Jangan bersedih Fahad, masih banyak wanita yang lebih baik kok, itu tandanya Tuhan baik sama kamu, cepat di bongkar kebusukan Yuna, jika tidak kau pasti sudah habis banyak kerugian lainnya!"


" Bukan itu sih kak, hanya saja dia ternyata begitu mengerikan,dia juga menipu Kak Aina, banyaklah kejahatan yang dia lakukan!"


" Hemmm, baiklah tak masalah...kau akan menjadi lebih baikkan mulai sekarang!"


" Ya kak, aku sudah menemui mama di Swiss!"


" Apa??"


" Tapi aku tidak mengatakan apa-apa tentang kakak!"


Cindy bernafas lega,


" Aku belum siap Had!" tutur Cindy menunduk.


" Ya Fahad mengerti, mulai saat ini Fahad akan menjaga kakak, membantu kakak mengurus restoran!"


" Ya benar, Fahad bisa menggantikan kakak!"


" Tidak, kakak tetap pada posisi kakak saja!"


" Kakak melihat kinerjamu dengan Yuda, kalian bekerja sama sangat baik rupanya, Kau memiliki potensi yang baik!"


" Kakak Fahad masih belajar!"


" Ya, teruslah belajar jangan mudah Puas Fahad!"


" Ya kak!"


" Oh Fahad kau sudah akan menjadi Duda di usia muda, aku jadi teringat papa, untung kau tidak memiliki anak, jika kau memiliki anak kau akan repot seperti papa, karena kakak dulu dan nenek meminta ayah pergi dan tidak boleh kembali sebelum membawa mama pulang!"


" hahaha rasanya ingin kembali ke masa kecil kita hahaha aku meminta adik perempuan dan datanglah Aina, lalu kau juga hadir tak lama Aina tiba!"


" Benar, keluarga kita masih lengkap pasti kak?"


" Ya sudahlah, memang begini jalannya Had!"


"iya benar, Kakak apa kakak masih ngidam??"


" Ya, Yuda orang yang akan kerepotan saat aku ingin sesuatu!"


" Apaan aku juga di buatnya kerepotan saat kakak ingin uby ungu langsung dari ladangnya!"


" Hahahahaha Yuda juga cerita, kau mengutuk anakku dasar om jahat !"


" Mana Fahad tahu jika itu calon keponakanku, baru di perut saja sudah menyusahkan orang bagaimana jika dia sudah lahir??"


" Jangan seperti itulah Fahad, hehehehehe"


" Ya memang begitu itu anak!, tapi tenang saja om akan menyayanginya sepenuh hati!"


" Kau tidak boleh ingkar janji loe pada kata-katamu!"


" Tidak akan, aku janji!"


Cindy tersenyum, setidaknya adiknya yang paling susah ini sudah mau mengerti keadaan.


" Had, lalu apa kau juga mau memaafkan Bang Martin??"


" Nanti saja itu kita bicarakan, aku masih belum bisa, aku ingin berdamai dengan hati dan kepalaku terlebih dahulu dengan masalah rumah tanggaku, baru aku pikirkan hal itu, tapi aku tidak akan pernah membenci kakak, dan juga dia si paling menyusahkan!" menunjuk perut Cindy yang masih belum terlihat jika dia hamil.

__ADS_1


" Baiklah tak apa!"


" Ya sudah kak, aku ke resto dulu ya, kasihan Yuda!"


" Kau sangat cocok dengan Yuda Had??"


" Ya, dia sangat asyik!, kak aku pergi dulu, hei kecil om pergi dulu!"


memegang perut Cindy dengan lembut.


" Oke, tetap jaga kesehatan Had!, jangan terlalu bekerja keras!"


" Iya kak...!" Fahad segera pergi resto.


" Had, kemana saja, pesanan meluber, kau membuat promo tapi malah menghilang, banyak komplain karena sangat terlambat!"


" Maaf Yud, untuk pesanan online berikan tambahan snack gratis jamur crispy sekalian buang stock lama...!"


" Baik!"


" Yud , kita kekurangan Koki di jam malam...aku kira jam malam jarang orang makan makanya aku buat promo, kenapa malah semua pindah jam malam pelanggan kita??"


" Hahaah, negara kita itu bukan cinta damai tapi Cinta promo!"


" Baiklah kita akan alihkan pada siang promo sebagian tapi tidak setiap hari, dan tolong atur koki untuk jam malam Yud!"


" Beres...!"


Fahad benar -benar sangat profesional dia bisa memisahkan hal pribadi dan pekerjaan.


akhirnya semua teratas dengan baik, jam kerja pun selesai Fahad pun segera kembali ke rumahnya.


...----------------...


Kediaman Selatan.


" Sayang, kau sudah seharian terpaku pada kertas itu, ayolah istirahat sudah malam!"


" Aku baik - baik saja sayang, aku hampir selesai!"


Sasha sangat keras kepala, untuk menyelesaikan design itu .


Chiko setia menunggu istrinya di sampingnya, meskipun Sasha hilang ingatan tapi,,, kemampuannya tidak hilang.


" Ah, sudah...lihat suamiku ini cocok untuk calon istri putra kan??"


" Ehmmm luar biasa itu sayang, kau memang yang terbaik, pantas saja Putra sangat ingin kau mendesignnya sendiri!"


" Heheheh...aku jadi kebesaran kepala!"


" Aih, kau ini...ayo sekarang istirahat...aku tidak ingin kau sakit!"


" Oke, oke kau sangat cerewet sayang!". Sasha pun beranjak dari meja kerjanya baru akan melangkah kepala Sasha tiba-tiba terasa sangat sakit.


" Aggghhhhhhhhggggghhhhh" teriak Sasha kesakitan, terlintas sebuah memori dikepala Sasha tentang kecelakaan itu.


" Tidak, aggggggggggggghhhhh, aggggggg putriku...!"


" Sayang, kau kenapa??" melihat istrinya memukul-mukul kepalanya sendiri.


" Sakitttttttttttttt....!" Sasha pun terhuyung jatuh dengan sigap Chiko menangkap istrinya, hatinya sangat tak karuan, Chiko segera menghubungi Crist.


Dengan segera Chiko menggendong Sasha ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2