GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
228. Kedilemaan


__ADS_3

Semenjak itu Julia sangat murung dan banyak melamun.


Dai pun melaporkan semua kejadian itu pada Nathan.


" Haaaa??, dia masih terlalu dini untuk mengenal dunia luar!" Ujar Nathan.


" Lalu bagaimana Yang Mulia??"


" Aku akan menjemputnya!"


" Baik... saya akan mengabari Raja...!"


" Ya, Dai... terimakasih karena sudah menjaga putriku!"


" Dad... ada apa dengan Julia?"


" Julius segera bersiap-siap kita ke negara F sekarang juga, aku akan mengabari Chiko dulu, jangan beritahu Mommy!"


"Siap ndan!" Julius segera bersiap-siap , meskipun tubuhnya masih penuh luka-luka dia tidak perduli, saat ini dia sangat khawatir dengan kembarannya.


Chiko pun segera datang ke kediaman Utara.


" Kak, ada apa??"


" Ayo ke negara F sekarang!"


" Ha?? apa terjadi sesuatu pada Julia??"


" Ya, kau jangan beritahu Sasha jika kenegara F, katakan kita ke negara M!"


" Oh baik!" Chiko mengerti maksud Nathan agar Savina tidak khawatir.


setelah mereka siap Mereka segera menuju Bandara dan terbang ke negara F. setelah menempuh beberapa jam lamanya, akhirnya mereka sampai juga di bandara Internasional negara F.


" ke sana, itu orang Istana!" Nathan yang sudah hafal baju khas istana.


ketiganya segera dibawa menuju istana dan di jamu di aula Utama.


wooo Julia dan Sansan selama ini hidup di tempat hebat ini?? mereka sangat luar biasa dalam hati Julius.


" Oh apa ini saudara Julia?? sangat mirip...!"


" Ya dia kembaran Julia!"


pura -pura bertanya dengan hal yang sudah diketahuinya.


" Yang Mulia saya langsung saja dengan niat dan tujuan saya datang ke sini!"


" Silahkan katakan!"


" Saya meminta izin untuk membawa Julia kembali ke negara saya...!"


" Oh kenapa seperti itu??" Terkejut


" Maafkan kekacauan yang sudah diperbuat putri saya di Istana anda, dia masih 16 tahun jadi masih sangat labil...!"


" Kekacauan??"


Alfred bingung selama dia memantau ponsel Julia yang sudah di sadapnya dia tidak pernah melihat Julia mengadu pada keluarganya.


" Ya...saya tahu anda Raja yang sangat baik, dan sudah benar -benar menjaga Julia dengan baik, saya masih belum baik mendidiknya, dan itu kesalahan saya sebagai Ayah yang gagal dalam mendidik!"


" Tunggu Tuan Laksamana...putri anda memang beberapa kali ada masalah namun bukan putri anda yang membuat masalah...ini hanya salah faham saja!"


" Oh syukurlah jika hanya salah faham, namun saya tetap akan membawanya kembali...!"


Alfred sangat dilema, sebenarnya dia sangat bahagia Julia berada dalam istananya, namun... bagaimana pun Julia adalah anak Orang lain, dia tidak memiliki hak apapun untuk mengikat Julia untuk tetap berada di dekatnya.


" Yang Mulia??" Chiko menyadarkan Alfred dari Lamunannya.


" Oh Panglima...!"


" Kami memiliki beberapa hadiah untuk anda, namun memangkan dari negara kami, dan hadia itu sebagai tanda terima kasih kami kepada Yang Mulia karena sudah menjaga keponakan saya dengan baik!"


" Oh jangan repot - repot...aku sangat tulus pada Julia!"


" Apa anda menyukai adikku??" Julius yang sangat blak-blakan.

__ADS_1


" Iyus!" Nathan menegur putranya karena bicara sembarangan.


" Benar...!"


" Apa??" semua serempak terkejut.


" Mana boleh??, kau pasti buaya darat kemarin menahan Sansan sekarang mau menahan adikku, tidak boleh kau banyak selirnya, adikku juga tidak boleh menjadi selir!" Julius memanas.


" Tenang Julius, ...!"Chiko menenangkan iyus.


Alfred juga bingung mau menjelaskannya bagaimana.


" Yang Mulia, dia adalah putri saya satu-satunya...saya membesarkannya dengan penuh cinta, Istana ini sangat tidak cocok untuk anak saya...saya sangat egois dalam kebahagiaan putri saya...anda pasti mengerti maksud saya sebagai seorang ayah!"


" Benar...mana boleh kau membagi hatimu dengan yang lain, aku ingin adikku mendapatkan seseorang yang hanya memiliki satu hati untuk adikku seorang!"


Alfred terdiam, dia tidak mampu berkata-kata lagi, karena kembali lagi dia adalah seorang kaisar di negaranya.


" Yang Mulia saya bawa Julia pulang saat ini juga!"


dengan sangat berat hati, Alfred mengiyakan permintaan Nathan .


" Dans, tunjukan jalannya pada keluarga Julia!"


Dans pun segera menujukan jalan pada keluarga Julia.


Alfred kembali ke Paviliunnya, hatinya sangat kacau ,dia sangat ingin menahan Julia, namun apa boleh di kata, dia tidak ada hak untuk menahan Julia, karena yang membawanya kembali adalah keluarganya.


Paviliun Tenggara.


" Daddy...!" Julia berlari kepelukan Daddynya.


" Apa kau terluka?" tanya Nathan lembut dia akan meratukan putrinya


" Ya, Julia katakan padaku siapa yang menyakiti mu??"


" Daddy Julia sudah membuat kekacauan, ...!"


" Kau saja terluka pasti banyak yang menindas mu!" sahut Julius


" Tidak, kau sendiri bagaimana bisa babak belur??"


" Daddy?"


" Ya??"


"Bagus!!!" Julia mengacungkan jempolnya pada Daddy nya dengan bangga..


" Tentu saja... Daddy jangan di lawan!" Nathan berbangga diri.


" Hei Julia, aku datang ke sini seperti ini karena khawatir padamu,.... bagaimana bisa kau malah seperti itu padaku??"


" Hei kau tidak boleh berbicara keras pada saudara perempuanmu!"


" Daddy kau sangat pilih kasih, aku juga anakmu !"


" Kau laki-laki berbeda dengan Julia dia perempuan!"


" Tolong kalian hentikan perdebatan kalian, istriku sudah menelpon ku berkali - kali jadi kapan akan kembali?" ujar Chiko menyela.


" Ha?? ponsel kalian tidak di minta penjaga saat kalian masuk??" Ujar Julia terkejut.


"Tidak!" jawab Iyus, Nathan, Chiko serempak.


" Wah....Kalian hebat sekali...!"


" Julia, itu karena mereka keluargamu!" Sahut Dai.


" Ya, Raja memang sangat baik...tapi ayah sudah memutuskan untuk membawamu pulang!"


" Apa??" Yuzan dan Ami terkejut.


" Nona apa anda akan meninggalkan kami???"


ujar Yuzan sedih.


" Nona, bagaimana kami tanpa anda??" sambung Ami.

__ADS_1


" Daddy, apa memang sebaiknya Julia kembali??"


" Hmmm ya...!"


" Tapi bagaimana dengan mereka??"


" Bawa mereka bersamamu...!"


" Sungguh??"


" Ya, kediaman kita sangat sepi karena semua sibuk bekerja ,mereka akan menjadi bagian dari kita!"


" Sungguh!"


" Tentu saja, jika hanya mereka berdua rumah kita tidak akan penuh!"


" Yuzan Ami kalian dengar itu??"


" Nona... terimakasih tidak meninggalkan kita!" Ujar Ami sangat senang


" Nona bagaimana dengan bisnis anda di sini?? karena sudah lumayan rame!"


" Lepaskan saja Julia, kau bisa mencobanya di tempat lain nanti...!"


" Dengarkan Daddymu Julia!" sahut Chiko.


" Benar, tinggal di sini tidak seindah tempatnya, rumah paling nyaman adalah rumah kita!" Sambung Iyus.


" Hmmm, kalau begitu aku ingin menemui Yang Mulia sebelum kembali...!"


" Dans antarkan Julia ya!" pinta Dai.


" ya, jaga adikku jangan sampai lecet, awas kalau lecet!" Iyus.


Dans mengawal Julia sampai kediaman Raja.


" Yang Mulia nona Julia ingin bertemu!"


" Masuk!"


" Silahkan nona!" Julia pun segera masuk sementara Dans menunggu di luar.


" Oh Julia ada apa??" berusaha tenang.


" Yang Mulia, Julia sangat berterima kasih untuk semuanya yang sudah anda berikan pada Julia selama ini, maaf jika Julia sudah banyak membuat keributan!"


" Tidak semua bukan hal besar!"


" Dan maafkan saya juga ,saya membawa Ami dan Yuzan!"


" aku sudah memberikan mereka padamu bawalah!"


" Terimakasih...Yang Mulia... ini adalah wewangian favorit saya, dan yang meracik ini adalah tante saya, saya memiliki banyak, ini adalah barang yang paling saya sukai, ini untuk anda!"


" Kau memberiku parfume perempuan??"


" Oh parfume ini tidak sembarangan di racik oleh tante saya, dia meraciknya sesuai dengan karakter saya, kata tante saya ini adalah parfume keberuntungan, jika anda menemukan wanita yang baik suatu hari nanti berikanlah parfum ini padanya , agar dia slalu beruntung !"


" Hahahaha, ada hal seperti itu di negaramu, aku akan terima!, terimakasih Julia, dan aku minta maaf jika selama ini tidak menjagamu dengan baik...!"


" Saya sangat mengerti kesulitan anda Yang Mulia, semoga anda panjang umur dan slalu menjadi kaisar yang Luar biasa untuk rakyat dan orang-orang di sekitar anda!"


" Terimakasih Julia, ...!"


" Kalau begitu saya-..."


" Tunggu Julia!" Alfred berdiri dan mendekatkan dirinya pada Julia.


" ?????" Julia bingung dengan maksud Alfred.


Alfred segera menarik Julia dalam pelukannya,


ehmmmmm sial, Memang wangi tubuhnya sangat berbeda dari yang lainnya, sesuai dengan kepribadian Julia.


dalam hati Alfred.


" Mmmm????"

__ADS_1


" Bisakah ini dikatakan pelukan perpisahan untuk dua orang yang dekat??" Ujar Alfred.


" Oh baik!" Julia membalas pelukan Alfred dan menepuk punggung Alfred dengan lembut.


__ADS_2