GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
324. Pemuda Hebat


__ADS_3

Setelah Kenzo dan Lily selesai memilih dan membelikan mainan untuk Lily dan juga kakak-kakanya, mereka pun memutuskan untuk kembali.


" Ayah...!"


" Ya nak...!"


" belikan mainan juga untuk ibu...ayah tidak boleh melupakan ibu!" Kenzo tersenyum dan mencubit gemas pipi Lily.


" ibumu sudah besar mau di belikan mainan apa?, dia lebih suka uang Lily...!"


" Tetap ayah harus belikan ibu mainan Ayah!"


" Hahahah...yayaya ...apa Lily ada saran ?, ayah harus membelikan ibu mainan apa??"


" Ehmm, biarkan Lily berpikir dulu ayah!"


" Ya pikirkan, kau memiliki waktu 10 menit untuk berpikir sebelum kita sampai di rumah!"


" Tapi Lily tidak tahu kesukaan ibu ayah, Lily kan baru bisa melihat, ....!"


" Hahahah, kalau begitu bawakan makanan kesukaan ibu saja Lily...!"


" Lily tahu ibu suka roti rasa strawberry, susu rasa strawberry...!"


" Ah, kau tahu itu...baiklah kita beli...!"


Sansan Dan Sasha memang meniliki selera yang sama.


mereka pun segera membelinya dan kembali.


...----------------...


Resto masakan jawa.


" Had, apa kau sudah yakin dengan keputusanmu??" tanya Yuda.


" Yakinlah, kenapa tidak yakin??"


" Kalau begitu aku mendukungmu Fahad!"


" ya kau harus mendukungku...aku akan ke Swiss lagi Yud tolong tangani semuanya!"


" sekarang??"


" Ya, aku tidak bisa membuat mama kembali di waktu dekat, kau tahu keadaan kakakku, dia akan Syok melihat kenyataan pada putrinya!"


" Ya sudah hati - hati Had!"


Fahad pun segera pergi kebandara dan terbang ke Swiss saat itu juga.


setelah melakukan perjalan 17 jam sampailah Fahad di Swiss.


rupanya papah tirinya sudah menanti dengan membawa papan bertuliskan namanya.


Fahad tersenyum menghampiri dan memeluk papah tirinya itu .


" Ayo mamamu sudah menunggu di rumah!"


mereka pun melanjutkan beberapa jam perjalanan menuju tempat tinggal kedua orangtuanya.


" Fahad...!" Vevey memeluk putranya.


" ayo makan dan pergi istirahat!'


Setelah mereka selesai makan,


" Fahad... mama sangat bangga padamu, teman papa menceritakan semuanya pada kami,,, kau hanya butuh waktu satu minggu saja untuk menguasai semua .


" mama Fahad masih perlu banyak belajar, ...!"

__ADS_1


" Kau istirahatlah pasti lelah, ...!"


" Ma, Fahad tidak lelah, Fahad mau bicarakan hal penting dengan mama dan papah!"


" Okey katakan pada mama nak, juga papamu!"


" Ma, Fahad mau mendirikan Perusahaan Pratama, Fahad akan menjadi Investor !"


" lanjutkan nak, apa yang membuatmu berkeinginan mendirikan perusahaan dan mau menjadi Investor??"


" Fahad ingin menjadikan, semua bisnis keluarga kita paten di bawah nama Pratama!"


" Kenapa tidak mencoba bermain saham dulu Had??"


" Ehmmm kalau melihat pasar dalam perputaran bisnis keluarga kita itu Fahad berani berinvestasi, karena sudah pasti itu akan menjadi jangk panjang, jika bermain Saham itu juga akan Fahad lakukan untuk proyek-proyek di luar bisnis keluarga kita!"


Vevey dan Hiro saling memandang, rupanya Fahad lebih dari yang mereka bayangkan.


" Dari mana uangnya Had??, dari mana kau akan memulainya?"


" Fahad ada tabungan, penjualan rumah, dan uang dari resto yang Fahad kelola, hehehe Fahad rasa sudah cukup!"


" Baiklah...kau bisa mengandalkan om Ken untuk perihal properti yang kau butuhkan, buatlah kontrak kerja dan aturan untuk perjanjian panjang kita nak!" ujar Hirosan.


" Ehmm, hahahaha padahal papa sudah Go internasional, konyol sekali...!"


" Tak apa, itu akan lebih baik karena, itu akan membuat bisnis keluarga Pratama ikut Go internasional, dengan begitu papa dan mama bisa lebih bersantai lagi hahahaha!"


" Dasar kau ini!"


" Memang sudah waktunya kita untuk menikmati masa-masa tua kita bukan sayang??"


" Aku belum tua, kau saja yang tua!" ketus Vevey.


" Aih ...jadi bagaimana pah ma??"


" Setujulah... kau bisa bicarakan itu pada bibimu dan Julia, untuk toko perhiasan tante Sasha itu sudah dibawah kendali mama, tak apa, biarkan menjadi satu Brand, nah angkat sekalian toko bunga kakakmu itu, dia paling sulit berkembang, Sebenarnya juga sudah bagus karna berjalan stabil, tapi kalau bisa juga dikembangkan lagi, ...!"


" Anak pintar, jika kau membutuhkan sesuatu langsung beritahu papa ya Had!"


" Iya pah terimakasih!"


" sekarang istirahatlah Had...!"


" Ma aku akan istirahat 2 jam setelah itu aku kembali ya??"


" Astaga, kau ini manusia bukan robot!"


" itu cukup untuk Fahad, Fahad mengerti sekarang kenapa papa dulu jarang ada waktu untuk Fahad!"


" hah, baiklah... cepat istirahat!"


" Iya ma..." Fahad pun segera menuju kamar tamu untuk istirahat.


" Sayang putra kita sangat mengesankan sekali...!"


" Ya, dia terlalu keras pada dirinya sendiri sekarang, aku jadi khawatir...!"


" Dia sudah dewasa apa yang kau khawatirkan,nyatanya dia tidak terpuruk dalam penderitaannya!"


" Oh tidak dia menduda di usia belia...!"


" Tak masalah, untung saja dia tidak memiliki anak, itu akan sulit untuknya!"


" Dia sangat tampan, dia masih muda dan hebat, banyak yang akan mengantri menjadi pendampingnya!"


" Aku tahu, tapi yang ku khawatirkan adalah, dia tidak menyukai wanita lagi!"


" aduh sayang apa yang kau pikirkan, dia sabgat normal loe...!"

__ADS_1


" ah, bukan itu...aku khawatir dia terlalu membenci wanita!, aku sangat mengerti dengan sifat anakku itu Sayang!"


" nanti juga akan ada yang bisa meluluhkan hatinya yang sangat keras itu!"


" Ya, aku berharap dia menemukan wanita yang tepat ..!"


" Aku yakin dia akan menemukan kebahagiaannya nanti, anak kita tidak hanya Fahad, kau punya Cindy dan Aina...!"


" Benar aku terlalu sibuk memikirkan Fahad sampai lupa dengan mereka, kita juga sebentar lagi akan kembali, aku akan lebih banyak waktu di rumah bersama mereka!"


" Ya sudah Sekarang kau istirahat juga 2 jam lagi kau harus membangunkan Fahad aku akan mengantarnya nanti ke Bandara!"


" Ehmmm ok!"


Vevey pun meletakan kepalanya di pangkuan Hiro dan memejamkan matanya, sementara Hiro sibuk dengan ponselnya , sambil membelai rambut Vevey dengan lembut.


...----------------...


Pagi hari


Fahad sudah kembali dari Swiss dia membawa oleh-oleh untuk keluarganya .


tapi Fahad tidak langsung pulang, dia pergi menuju kediaman Kenzo dan Sansan.


" Lily jangan itu milik ibu, tidak tidak jangan...!"


" Pinjam ibu ,ayah tadi mengijinkan Lily pinjam!"


" Tapi itu milik ibu kenapa kau minta ijin pada Ayah??"


Lily dan Sansan terlihat kejar-kejaran mengelilingi Kenzo yang duduk Sofa sambil memegangi keningnya.


Fahad terkekeh melihat betapa frustasinya Kenzo.


" Pagiiii....!"


"Oh Fahad...!"


Lily dan Sansan pun berhenti,


" Sansan kenapa kau tidak mau mengalah dengan anakmu??" ujar Fahad yang berjalan menghampiri Kenzo dan duduk di sampingnya.


" Om Parfume om..!" memberikan oleh-oleh pada Kenzo


" Ken, kau dari Swiss??"


" Ya om ...!"


" Mana oleh-oleh ku Ken??" Tanya Sansan.


" Ada ini untukmu!"


" Wah... makasih...!"


" Lily aku tidak tahu jika kau juga ikut ke sini, om tidak membawa oleh-oleh kusus untukmu, tapi om beli coklat , ambillah jangan ganggu ibumu, om pinjam ibu dan ayahmu dulu ya!"


" Makasih om...!"Lily segera berlari ke kamarnya dengan senang.


" Ada apa Had...?" tanya Kenzo.


" Oh di mana kakak iparku, dan anggita juga nenek??"


" Dia sudab menempati tempat tinggalmu kemarin, ...!"


" Oh begitu...!"


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


Fahad pun memberitahu semua pada Kenzo,

__ADS_1


tentang apa yang dia rencanakan.


__ADS_2