
setelah makan siang dan bermain sebentar dengan Lily, Lily pun tertidur saat bermain.
Setelah pulas ,Sansan menghampiri bibi Kenzo dan mama Yukinya.
" Ma, bibi ..."
" ada apa sayang...??" tanya bibi Kenzo dengan lembut
" ada apa??" tegas mama Yuki.
" ehmmm, aku dan om Kenzo mau berencana memiliki anak!"
" Apa????" keduanya terkejut.
" tidak anak kalian sudah 7 jika tidak ada kami apa kau pikir kalian berdua bisa mengurus mereka??"
" Eh, Yuki kau jangan terlalu galak, mereka anak angkat biarkan lah lagian mereka masih muda, tidak apa-apa bibi senang mendengarnya!"
" eh tapi nyonya, Sansan masih sangat kecil , dia ini masih suka mencari masalah loe, bagaimana mau punya anak??.!"
" tidak juga anak ini sangat dewasa loe...!"
" anak ini suka aneh-aneh nyonya ...saya masih belum percaya pada anak ini..."
" Dianya sudah siap Yuki, itu hanya kekhawatiranmu saja!"
" Bukan nyonya, mengandung dan melahirkan itu sangat tidak mudah..."
" aku percaya pada menantuku ini, jika kau tidak juga bukan masalah!" ujar Bibi Kenzo
Sansan hanya menggaruk kepala,
" Ya sudahlah terserah anak ini nyonya...!"
" ya terserah dialah Yuki...dia sebagai seorang istri ingin memberikan keturunan untuk suaminya bukankah anak ini sangat baik??, wanita lain mungkin karena masih terlalu muda tidak mau ...tapi dia bersedia saat suaminya ingin..."
Yuki mengangguk ...
"Bibi punya saran untuk kalian honey moon..."
" kemana bibi??"
" Ke Venice..."
" Italia??, jauh sekali bibi..."
" iya yang jauh sekalian saat bulan madu kalian hanya boleh memikirkan waktu kalian berdua saja, lupakan semua di sini untuk sementara waktu, anak-anak sudah akan terurus bersama kami, dan untuk urusan lainnya percayakan pada orang - orang yang kau percayai..."
" Oh begitu..."
"Iya, kalian sebagai suami istri kehilangan momen berduaan karena pekerjaan, dan juga anak-anak... nikmatilah waktu kalian berdua...!"
" iya bibi..."
"nanti biar bibi yang katakan pada Kenzo..."
"Terimakasih bibi..."
" adu menantuku ini, kau sangat menggemaskan nak... bibi sangat gemas padamu sudah cantik, genius, tidak egois!"
" Dia juga sangat nakal nyonya jangan melupakan poin penting anak ini, itu sudah melekat padanya dan menjadi ciri khasnya..."
" Aih ....tidak kok ...itu hanya perasaanmu saja Yuki..."
" nyonya kau terlalu berlebihan menilai anak ini..."
"tentu saja tidak ...aku tidak salah menilai..."
" heheh, bibi mama kalian jangan berdebat, itu juga tidak sekarang karena Sansan masih ada sisa urusan yang harus sansan selesaikan terlebih dahulu baru akan dengan tenang untuk pergi Honeymoon!"
__ADS_1
" oh jadi masih di tunda???"
" Iya bibi....semuanya juga perlu prosedur keberangkatan, tidak bisa instan..."
" iya iya tidak apa-apa, kalian memiliki rencana saja bibi sudah sangat senang mendengarnya nak..."
" Heheheheheeh" Sansan hanya terkekeh.
...****************...
2 minggu kemudian.
" San, kita berangkat ya...!" ujar Fahad.
kini Sansan dan Fahad berangkat berdua saja menuju pulau milik Bram.
" Apa om Kenzo tidak cemburu??" tanya Fahad
" tidak, dia juga sibuk...kenapa cemburu dengan orang yang sangat bucin pada istrinya??!!"
" heheheh...apa aku terlalu bucin pada istri ku???, bukankah itu sangat wajar??, om Ken pun juga sama sepertiku bukan??"
" Lebih gila darimu Had... bagaimana dengan Dhiren??"
" Baik, sangat baik makanya aku sudah lega untuk pergi lama ...!"
" bagaimana dengan kakakmu??"
" Yang Mana??"
" Cindy!"
" Dia tidak terlihat lagi sejak malam itu..."
" Kasihan juga dia Had..."
" jika dia anak seorang Jovan maka tidak boleh seperti itu San..."
" ehmmm tapi Dhiren bagaimana pun adalah anakku!!"
" Ya sudahlah...aku tidak ada hak untuk menasehati....aku mungkin juga akan sama seperti mu!"
Fahad diam saja, mereka berdua memasuki pesawat.
mereka terbang ke bagian tenggara, lalu mengganti akses dengan helikopter untuk menuju pulau milik ayah Sansan alias Bram.
setelah 30 menit melayang di udara Sansan dan Fahad pun turun menggunakan tali tangga.
" Pulau begini siapa yang mau datang??" gumam Fahad.
" Lihat ada buaya yang sedang berjemur Had hahahah"
" besar sekali hahahaha ...kalau pun Juno kabur pasti juga akan jadi santapan buaya!"
" Had , kita turun saja tidak tahu selamat atau tidak!"
" itu siapa??" terlihat seorang berkulit sangat gelap sekali, membawa tongkat panjang lalu mengusir para buaya yang berjemur itu untuk pergi dari sana.
Fahad dan Sansan pun segera melompat ke pulau itu dengan selamat.
" Nona kecil ..."
panggil pria berkulit hitam itu
Sansan tidak ingat dengan rupa itu, tapi Sansan tidak asing dengan panggilan nona kecil itu
" Nona kau melupakan saya??"
" maaf kak...saya lupa...apa kita saling mengenal??"
__ADS_1
" iya...saat anda masih berumur 6 tahun... sekarang anda sudah sangat dewasa dan sangat mirip dengan tuan Bram..."
" maaf kak, aku tidak ingat...!" ujar Sansan merasa sedih karena tidak mengingat semua orang ayahnya dengan baik.
" San dia adalah Paul, dia menemanimu bermain bersama Noah!"
" OMG, kak Paul?? maaf kenapa kakak hitam sekali padahal dulu sangat putih..." Sansan sudah melebarkan sayap ingin memeluk teman kecilnya.
Fahad langsung menarik baju belakang Sansan,
" Jangan lupa kau sudah bersuami!!" tegas Fahad.
" ah, aku lupa...kakak kita sudah tidak bisa saling berpelukan lagi, aku sudah bersuami!"
" Tidak pantas untuk saya, mendapatkan hal seperti itu nona kecil..."
" kau harus memanggilnya nyonya karna dia sudah bersuami Paul...!!"
" oh maafkan saya nyonya..."
" tidak tidak santai saja ... sekarang di mana kutu kupret itu di tahan..."
" kita harus melakukan perjalanan 2km dulu untuk ke sana nyonya dan tuan...!"
" jalan kaki??"
tanya Fahad.
" ya ...tuan...hanya 2 km saja kok ..."
" okelah. .." akhirnya pun mereka berjalan memasuki pulau yang cukup subur itu, ternyata pulau itu banyak sekali jebakan yang di buat, tanpa Paul mungkin keduanya akan terjebak dalam jebakan yang ada.
akhirnya mereka sampai....
" Woh ini penjara yang sangat besar....apa ini sudah ada sangat lama??"
" tentu saja nyonya, penjara ini seumuran dengan anda!"
" Wah....cukup menyeramkan ya???"
" Ya..."
karena saat memasuki wilayah itu mereka mendengar jeritan kesakitan para penjahat yang di siksa di dalam penjara .
banyak pula yang meninggal setiap hari, lalu jasadnya akan di berikan untuk makanan buaya di pulau itu.
Paul menuntun, Sansan memasuki bangunan berdarah itu, karena baunya sangat anyir busuk tidak karuan.
" Di sana!" Paul menunjuk ke arah Tian dan juga Juno yang tangan kakinya sudah terikat oleh rantai besi.
" lepaskan aku ...ku mohon ..." suara lemah Tian.
sedangkan Juno sudah penuh dengan luka dan tak sadarkan diri.
Fahad yang melihat Juno langsung mengambil besi panas langsung menyodorkan pada tubuh Juno.
" Aggggggggggggggggggh....ampunnnnn " Teriak Juno.
" apa itu sakit???" tanya Fahad.
" Fahad maafkan aku, aku sudah tahu bertobat,maafkan aku aku tidak tahan di siksa!" teriak Juno.
" aagggggggggggg" Fahad mengabaikan semua permohonan Juno.
" Ini untuk papaphku, ini untuk om ku, dan ini Untuk Martin...!!!!!"
" waaaaaaaaaaagggggggggggggggggh"
jeritan Juno menggelegar dasyat memenuhi bangunan tua itu.
__ADS_1
Tian juga hanya bisa menangis dan meminta ampun, Sansan hanya melihat keduanya di siksa oleh Fahad tanpa belas kasihan.