
" Om ...siapa??"
" Kak Vevey..."
" Oh..." Tasya pun segera duduk...
" Tidur saja lagi sayang, Nora juga sudah tidur..."
" Nyeri om, rasanya penuh...harus segera di keluarkan, rasanya sakit sekali"
Tasya segera mengambil Nora bermaksud menyusui Nora, tapi Nora tidak mau menyusu.
" Dia tidak mau minum om, bagaimana ini?, sssshhhh sakit sekali rupanya menyusui..."
Tasya menahan rasa sakitnya, karena memang payuudaranya sudah sangat penuh ...
" Gimana ini om...sssshhhhh"
" gimana??, masak aku yang menyusu...aku tidak tega...lagian aku merokok juga...aku tidak akan menyentuh itu saat berhubungan, selagi kau menyusui "
" siapa juga yang menyuruh om menyusu, rasanya di badan meriang sekali huhuhu.."
" Coba aku panggil Anna, barang kali dia tahu!"
Kenzo segera memanggil Anna,
" Tante kecil, kalau penuh pompa asinya saja, sebentar Anna ada alatnya, memang sakit tapi dari pada bengkak begitu, sebaiknya dipompa, nanti di tempatkan di sini nanti masukan kulkas, jika Nora bangun nanti di di hangatkan dan diminumkan..."
" Ah, bagaimana cara pakainya ini??"
" Ah begini tante..." Anna mengajari Tasya memompa Asinya
" wah, asi Tante sangat melimpah..."
" Seharusnya Dhiren, bisa meminumnya langsung kan??"
" Tidak ,tidak,tidak...!" tegas Kenzo.
" Kau ini cemburu pada anak kecil...!"
"Siapa suruh dia laki-laki..."
" Hihihihihi....kenapa semua pria di sini sangat posesif " Anna menggeleng kepala.
" Benar, mereka benar - benar menyebalkan dan kekanak-kanakan "
" Anna, kau pasti sangat lelah selama ini mengurus 2 bayi, aku mengurus Nora saja cukup lelah, tapi memang rasanya luar biasa Anna, meski lelah tapi aku merasa bahagia...!'
" benar tante, lelahnya terbayarkan, jika nanti tante punya baby sendiri pasti lebih bahagia lagi..."
" hehehe... tapi nanti dulu, karna anak-anak masih kecil...ya kan om..."
" iya ini kau belajar dulu...jika kau sudah siap lahir batin, aku tinggal produksi...!"
" emangnya aku pabrik apa!"
" hehehehehe..." Anna hanya terkekeh.
" Anna, kau bisa kembali, apa Dhiren sudah tidur??"
" Iya, Fahad dan Dhiren sudah tidur..."
" Anna, ...apa kau sungguh masih menyukai Fahad??, jangan paksakan dirimu , karena ancaman Fahad!"
" Anna tidak pernah bisa menghapus perasaan Anna pada Fahad, tidak tahu kenapa...!"
__ADS_1
" Kalau begitu, kau harus bahagia ..."
" Anna sangat bahagia, karena Fahad tidak meragukan Nora itu darah dagingnya...!"
" aku senang mendengarnya Anna, jika kau ingin bercerita bisa datang padaku, istri-istri saudaraku juga slalu datang padaku jika mereka ingin bercerita!"
" Iya tante, terimakasih..."
" kau bisa kembali beristirahat Anna!, terimakasih..."
" Tante, Anna yang berterimakasih pada Tante karena menyusui Nora!"
" Sama-sama..."
Anna pun segera kembali ke kamar Fahad.
Tasya masih sibuk memompa Asi, Kenzo memperhatikan istri kecilnya itu yang meringis menahan sakit.
Kenzo memeluk istrinya dan mencium pipi istrinya.
" Ehmmm, kenapa kau begitu penuh kasih, padahal dulu saudaramu tidak ada saat kay dalam kesulitan!"
" apa yang kau katakan om??"
" ehmmm, aku paling tidak bisa melihatmu menderita sayang...apa yang harus ku lakukan agar kau tidak merasa sakit...?"
" Apa, tidak ada yang bisa kau lakukan, apa om mau menggantikanku menyusui Nora??"
" mana bisa sayang, jika pun bisa aku juga tidak mau,itu bukan kodrat pria!"
" hah, kalau begitu jangan sok dramatis,..!"
" Lah orang khawatir kenapa malah dibilang dramatis, itu rasanya menyebalkan?"
" Kenapa sulitnya bicara dengan ibu menyusui!"
" keluar sana om, malas aku,..."
Kenzo pun segera berdiri akan beranjak pergi,
" Oh gitu, suruh pergi, pergi beneran??, gimana kek malah mau pergi beneran!!"
Kenzo menarik nafas dalam, dan menghembusaknnya perlahan.
Apa ini pengaruh dari menyusui??
dalam hati Kenzo.
Kenzo kembali duduk, Kenzo tidak tahu apa yang harus di lakukan untuk membuat istri kecilnya itu tidak mengomel.
sesekali Kenzo melihat ke arah Tasya, yang masih sibuk dengan pompanya.
Jika di pikir-pikir harusnya Tasya, masih menikmati masa-masa muda yang indah,tapi selama Tasya kembali, dia masih menjalani penderitaan yang silih berganti, gadis yang seharusnya masih suka haha hihi dengan temannya kini, malah di sibukan dengan pelik kehidupan rumah tangga dan juga menjadi orang yang sangat repot membantu saudara-saudaranya.
" Aku mengerti kesusahanmu, kau slalu tampak tidak apa-apa, tapi kau juga harus memikirkan dirimu sendiri sayang....!"
Tasya hanya diam mendengarkan...
" Bantu saudaramu sewajarnya..."
" memang ini tidak wajar om??"
" Hal seperti ini masih wajar sayang, hanya saja kau pasti sangat kelelahan..."
" tidak om...."
__ADS_1
" apa sudah lebih baikkan??"
" hemmm sudah om..."
" ayo sini istirahat..." Kenzo membantu membereskan semuanya
" om, tolong masukan ke freezer..."
" Oh baiklah..."
Kenzo segera membawa cup - cup yang berisikan asi Tasya itu ke dapur dan memasukan ke dalam Freezer.
Tasya segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian.
Kenzo membantu istrinya memakaikan kancing...
" Wah semakin besar..."
ujar Kenzo menggoda istrinya.
Tasya tersenyum, kesal dengan suaminya.
" Maafin Tasya om ya...galak terus sama om, marah-marah nggak jelas muluk...!"
" Ah,.itu memang dirimu seperti itu sejak dulu, aku menerimanya kok...kau tidak pernah berubah untuk masalah galak..., sangat konsisten, berbeda dengan istri-istri saudaramu itu, mereka langsung berubah setelah menikah!"
" Hah?? maksud om??"
" Lihat Incess dia dulu sangat bar-bar, dan nakal sekarang malah patuh sekali dengan Putra"
" Diana juga kata Fahad juga cukup nakal, sepertimu sekarang juga patuh, tapi kita lihat nanti setelah menikah...hehehe..."
" Ya setidaknya itu baik tidak seperti Yuna..."
" Iya, lihat nanti apakah Fahad juga sama seperti ku?, suami takut istri..."
" Pufffffffffffffftttttttttt...om kau takut dengan istri kecilmu ini??"
" Tentu saja, aku takut kau berpaling dariku, kau masih sangat muda, tidak ada yang bisa menolakmu, kau sangat cantik, lezat dan bergizi..." Kenzo menarik pinggang istrinya merapat pada dirinya.
" om kira aku makanan??"
" iya makanan lezat sepanjang hari!"
" Ya, kau sangat beruntung jika kau masih melihat wanita lain, akan ku colok mata om dengan garpu!"
" heheh, semenjak ada dirimu, mataku buta melihat wanita lain ..."
" kenapa aku harus percaya dengan mulutmu itu??"
" Heheh" Kenzo mencubit hidung Tasya dengan gemas.
" Ayo tidur...besok aku ada beberapa urusan sayang, aku meminta Noah mencarikan penjaga wanita untuk berjaga di sampingmu 24 jam!"
" tidak usah, sudah ada Dai dan juga Noah..."
" mereka berjaga di luar ...mana boleh di dalam apalagi kau menyusui..."
" Hah, terserahmu lah om ...jangan lupa mampir melihat anak-anak , kasihan mereka!"
" Iya sayang ...muaaach ayo tidur...."
"mmmm...." mereka pun segera istirahat
Rumah yang biasa sepi itu kembali ramai, dengan hadirnya bayi-bayi kecil yang menggemaskan itu.
__ADS_1