
" Kenzo, kau kemana saja woii...sulit sekali di cari dan dihubungi!" ujar Chiko mengomel.
" Ah, maaf aku menemui orang ku lebih dulu, baru membujuk paman dan bibiku!"
" Oh??, Kau sedang bahagia, seperti apa sih orang mu itu??, jika boleh tahu seperti apa anak itu?" Chiko sangat penasaran.
" Kau kenapa malah menanyakan orangku, bukan paman dan bibiku, sudah setuju atau belum?"
" Hahah, kau terlihat lebih fresh setelah bertemu dengan orang mu yang sangat rahasia itu!"
" hentikan gurauanmu, aku tidak bisa memberitahumu!"
" Aku akan mencari tahunya sendiri nanti!"
" Hah, jangan berani - berani kau melakukanya!"
"Ya, baiklah... aku tidak akan mencari tahu, lalu bagaimana dengan bibi dan pamanmu?"
" Mereka maulah, lalu mau kau bawa kemana nanti mereka?" Tanya Kenzo.
" Tenanglah, jika sudah tiba aku akan menyuruh orang ku menjemputnya!"
" Hmm, lalu bagaimana dengan Zelene??"
" Dia, sudah keluar dari penjara, dan menggunakan identitas baru!"
" Ah, dia keluar penjara, setelah ini semua akan dengan mudah terungkap jika Zelene turun tangan!"
" Semoga saja, ...cepat terungkap!, kau tidak boleh memanggilnya Zelene lagi , panggil dia Zayn!"
" Hahaha Oke!, lalu dia akan tinggal di mana?"
" Sementara akan menjadi sopir pribadi untuk anak - anak!"
" Hmmm...siapa?"
" Natali, Aina, dan Sansan!"
" Ah, mereka apa harus menggunakan Sopir?"
" Iya, mereka tidak mau belajar menyetir, tiga anak ini, terlalu feminim!" Ujar Chiko.
" Ya sudah, Zelen,eh Zayn bisa membantu mengawasi anak - anak, yang gampang dibohongi ini!"
" Ah iya benar, jika Julia jangan ditanya lagi meskipun dia ini feminim, namun dia anak Laksamana, dia sangat mandiri kemana - mana!"
" Lalu Cindy??"
" Dia sudah ada pawangnya...!"
" Martin, aku curiga mereka ini saling jatuh cinta!"
" Mereka sudah jadian, hanya tidak mengekspos saja di keluarga!"
" Whattt??????" Kenzo terkejut.
" Tak apa, Martin sangat menjaga Cindy, aku juga akan mendukung mereka, lagian mereka tidak ada hubungan darah kan?"
" Ah, benar!, aku hampir lupa!, tapi itu bagaimana ceritanya dia menjadi anak angkat Kak Jovan ya??"
" Hmmm, panjang itu...mereka adalah anak-anak dari mantan manager kak Jovan!"
" oh?, kemana ayah ibunya?"
" manager itu kecelakaan, dan istrinya pergi meninggalkan 3 anak,aku tidak tahu cerita detailnya, karena saat itu aku menjaga Sasha, diam - diam!"
"oh, kak Jovan mengangkat 3 anak itu setelah manegernya meninggal, keluarga ini memang baik sangat baik, sudah pasti banyak yang iri dengan keluarga ini!"
" Ya, mari kita cari dalang dari semua ini, siapa yang sangat membenci keluarga Pratama?"
" Itu kuserahkan pada Gerry dan Zayn, dan kau bertugas membahagiakan Sasha!, aku akan mencari Sansan kecilku!"
" apakah kita bisa menemukannya, sebelum Sasha menyadari semuanya!"
__ADS_1
" Mau bagaimana lagi, kita hanya slalu bisa berusaha dan berdoa, aku sebenarnya merasa jika Sansan itu ada di dekat kita!" ujar Kenzo.
" Baguslah, jika insting mu itu sungguhan, maka dia mungkin baik - baik saja!"
" Kuharap begitu!"
" Bagaimana dengan Rio?"
" Dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik!"
" Syukurlah, jika begitu!, dia pilihan dari Bos Bram aku yakin dia bukan anak sembarangan!'
" oh benarkah dia pilihan ,kak Bram?"
" Ya, dia berteman baik dengan Sansan saat pertama bertemu, mungkin Bos Bram, melihat kemampuan anak itu dan memberinya kartu khusus masuk Black Dragon!"
" Ehmm, anak itu juga sangat akrab dengan orang ku, dan kemampuannya memang tidak bisa diremehkan"
" Kau cemburu dengan Rio?"
" Tidak, mereka juga dekat seperti kakak adik, kadang seperti saudara kembar, mereka sedang menjalankan misi bersama...!"
" Oh ya, kau mengasah kemampuan mereka dengan keras rupanya, takutnya mereka akan melebihi kau sendiri!"
" Itu bagus, ...mereka anak - anak berbakat, yang harus di asah sampai benar-benar menjadi orang yang tidak bisa diremehkan oleh siapapun!"
" Oh, jadi kau selain menyayangi orang mu, kau juga memasukan Rio ke daftar orang penting untukmu!"
" Karna, Rio dan orang ku, tidak bisa dipisahkan!"
" Siapa sih nama anak itu?"
" Tasya!"
" Ah, kok sama dengan nama Sasha Natasya?"
" iya Namanya Natasya!"
" kau membuatku penasaran, bisakah kau membawanya di hadapanku?"
" Hahaha... aku hanya penasaran!"
" Nanti setelah misinya selesai,jika dia mau dia akan ku bawa dihadapanmu!"
" okey,...kau tidak mau menemui Sasha?"
" Tidak, dia sudah ada dirimu dan Sansan!, kapan kalian akan pulang dari rumah sakit?"
" menunggu Semua keluarga berkumpul saja!, Sansan aku minta untuk mengundang istrimu!"
" untuk apa??, agar dia tidak mengincar Sasha dan Sansan lagi, jika tahu aku suami Sasha!"
" Ya, tidak buruk, jika begitu selamat bersenang-senang!"
" kau sungguh tidak akan datang?"
" Tidak!, aku akan mengirimkan hadiahku!"
" kau memang teman yang tidak baik!"
" ini adalah tugas mu, aku bertugas mencari Sansanku!"
" Ya, baiklah!"
" Chiko, aku pergi dulu...aku melupakan sesuatu, dan terimakasih atas bantuanmu!"
" Jangan seperti orang lain, hati - hati...!"
" Okey,...!" Kenzo pun bergegas pergi.
aku sangat penasaran dengan Tasya ini seperti apa, kenapa Kenzo sangat melindungi dan mengistimewakan anak ini.
dalam hati Chiko.
__ADS_1
drrrrt drrrrttt....
" Yo Zayn, ada apa??"
" Aku tidak bisa menjemput anakmu sekarang, ban mobilku bocor!"
" Anakku?"
" kau sedang berperan sebagai suami Sasha, lalu siapa bapak dari anaknya??"
" oh aku lupa, lalu bagaimana dengan Natali?"
" Natali bersamaku, tenanglah aku sudah menjemputnya!"
" okey, jaga dia tidak enak dengan Roy, jika putrinya kenapa - napa!"
" Tenang lah cerewet!" Zayn menutup telponnya.
" Oh, bagaimana bisa bos memiliki teman yang sangat Kasar ini?" Chiko segera menuju sekolahan Sansan.
...----------------...
" Nona, ban nya bocor, apa kau tidak terburu-buru?" tanya Zayn pada Natali.
" Tidak om, ...tenang saja!"
" Ehmmm!, untung saja ada bengkel dekat sini, menjadi orang baik memang penuh cobaan!" Gumam Zayn.
Zayn membeli 2 botol minuman dan memberikan pada Natali satu.
" Minumlah!" Memberikan satu.
" Terimakasih om, tahu aja kalau Natali aus!"
" kau sepertinya sudah tidak takut padaku lagi!'
" Ya, awalnya takut karena tubuh om, banyak sekali tatonya!"
" hahaha... oh memang orang bertato itu identik dengan kejahatan, wajar sekali jika kau takut, lalu apa alasannya tidak takut lagi?"
" Kata Sansan, om teman baik ayahnya!"
" itu benar, dan sangat benar!"
" Karena ayah Sansan orang baik, jadi pasti temannya baik!"
" hahahaha...tidak bisa di simpulkan seperti itu juga, jangan menilai orang buruk hanya dari penampilannya, dan jangan menilai orang baik hanya dengan dari katanya saja, di dunia ini sangat penuh dengan manipulatif!"
" Lalu bagaimana aku menilainya?"
" aku juga tidak tahu, hahahah...!"
" Wah,. om suka bercanda rupanya!"
" Hmmm,...dulu tidak sekarang sedang berusaha!"
Natali melihat jam tanganya,
" Kau sedang terburu-buru?"
" Sebenarnya iya, aku memesan tiket konser idolaku om, tinggal di tukar saja, tapi jika terlambat akan hangus!"
Zayn segera bangkit, dan menghampiri tukang bengkel yang sedang mengganti ban ,
Tak lama Zayn, menerima kunci dan segera menaiki motor, dan menghampiri Natali.
" Ayo naik, jika tidak ingin tiketnya hangus!"
Tanpa berpikir panjang, dan ragu Natali segera naik di kursi penumpang.
" Wah sangat gercep!" Natali sangat senang.
" pegangan, nak...jika tidak ingin gagar otak!" Ujar Zayn.
__ADS_1
Natali segera memeluk pinggang Zayn dengan erat.
Zayn segera mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.