
Dalam waktu satu minggu Dhiren sudah kembali membaik dan sudah bisa lari ke sana ke sini.
begitu juga dengan Julius dan juga Sandy, segera menyelesaikan permasalahan yang tersisa.
****************
Di kediaman Sansan dan Kenzo
" Nona...semua sudah habis tak tersisa, apa masih ada yang belum terpuaskan??"
" Terimakasih tuan, biayanya sudah aku lunaskan ya...saya sangat lega sekarang..."
" hennm, semoga kedepannya anda menjadi lebih baik..."
" Ya, ....tolong ini diterima untuk anda nyonya, dan ini untuk istri Jendral, saya harus pergi ke Roma segera..."
" oh anda pergi???"
" iya nyonya, saya belajar di sana..."
" oh begitu, sukses slalu untuk anda nona..."
" ya terimakasih, saya pamit!"
" Hati-hati di jalan..."
Kenzo dan Sansan mengantar tamunya sampai ke depan pintu.
" Apa yang ingin kau lakukan pada Juno dan juga Tian??"
" Apa mereka sudah tertangkap??" tanya Sansan.
" sudah, sudah tertangkap..."
" Bagaimana bisa??" Sansan seakan-akan tak percaya.
" Ayah Tian yang membantuku ...!"
" apa serius???"
" ehmmm Si Fang menemuiku, dan mengatakan untuk tidak menekannya lagi dia lelah hidup dalam tekanan, dan tidak tenang, dia mengakui itu adalah kebodohanya..."
" apa dia tega dengan putrinya sendiri??"
" Tian itu sangat tega pada Fang, ..."
" Ayahnya mati-matian kehilangan kejayaannya, untuk membela putrinya tapi, putrinya malah begitu...."
" Oh ya dia juga banyak menyanjungmu, beberapa terakhir dia menemui Raja F dan menanyakan tentang dokter kecil yang pernah menyembuhkannya, dan dia baru tahu jika kau adalah orang yang menyembuhkannya saat itu,maka ini balasan budinya untukmu
dan dia sangatlah menyesal..."
" oh apakah benar pernah ku obati??"
" hmmm...sayang...Juno dan Tian sudah ada di pulau milik ayahmu, di sana mereka berdua sudah di amankan, juga di siksa..."
" kenapa jauh sekali di sana??"
"ehmmm...itu karena jika di bawa ke kediaman pratama, Juno tumbuh di sana, dia tahu beberapa jalan rahasia di ruang bawah tanah takutnya dia kabur...!"
" Apa Fahad sudah tahu??'
" sudah, tapi dia akan pergi ke pulau itu jika Dhiren benar-benar pulih...."
" Ya sudah kalau begitu tunggu Fahad saja kita ke sana bersama!"
" ehmmm..."
__ADS_1
" Lalu Yuna bagaimana??"
" Yulius akan membantu Yuna balas dendam pada Robert, dan dia akan membantu Fahad mengambil alih perusahaan R&B menjadi anak cabang Pratama...!"
" Bukankah ada Gatik??"
" Ya, ...Gatik akan mendapatkan 10% saham dari R&B setelah diakuisisi oleh Fahad nanti...!"
" bagaimana pun kerasnya kita mengambil hak orang lain kalau bukan miliknya ,pasti juga tidak akan menjadi miliknya!"
" tapi kau milikku!!!"
" Heleh prettt om ... lalu bagaimana dengan nasih Yuna??"
" tidak tahu jika itu!"
" kok tidak tahu om???"
" Iyus inginnya Fahad melepaskan Yuna karna sudah tahu bertobat...tapi semua tergantung Fahad!'
" sebenarnya aku setuju dengan Iyus om, tapi kan di sini Fahad itu lebih berwenang menentukan nasib Yuna...!"
" Ya kita lihat saja nanti, kita kan juga tidak bisa memutuskan!"
" ehnmmm, oh ya...Jesssie ...ingin ikut belajar meracik herbal...aku kemarin menghubungi Ryu...aku memintanya mengajari Jessie tentang bahan herbal dulu, kau tahu Lily sangat lengket semakin hari hari...waktuku tidak ada untuk hal seperti itu...ku harap nanti Jessie bisa menjadi lebih baik dari Sansan...!'
" Anak kita tidak akan mengecewakan kita, tapi apa Ryu bersedia??"
" bersedia kok...setelah lulus SMP ini Ryu akan membawa Jessie ke Jepang , dan mencarikan sekolah di sana...sambil mengajarinya tentang herbal ..."
" kau siap berpisah dengannya??"
"Siap tidak siap, tugas kita kan mengantar anak-anak kita untuk bisa menghadapi masa depan dengan berani...jika anak-anak sudah siap melangkah besar maka kita harus mendukung!"
" Sayang aku mencintaimu...muuuach..." Kenzo memeluk dan mencium istrinya dengan gemas, karena pemikirannya sangat bijak dan dewasa, meskipun sering kekanak-kanakan jika menghadapi dirinya
" ehmmm dia ingin gabung dengan Black Dragon... aku sudah meminta kak Noah membimbingnya sebelum ikut masuk dalam tes Black Dragon...!'
" eh ... kalau Bee..."
" Dia lebih condong pintar dalam management, rencana aku akan meminta tangan kanan Fahad si siapa itu lupa namanya!"
" Yuda...??"
" hah ..itu untuk mengajari Bee..."
" kalau Kiki, moon, Yiza???"
" 3 anak itu tertarik menjadi Tentara om, tapi kan mereka itu kan tidak berwarga negara di sini, jadi sulit... barang kali nanti mereka berubah pikiran!"
" kalau Lily???"
" Lily dia sangat Feminim...biar bunda yang mengajarkan dia mendesign...nanti..."
"aku semakin gemas pada istriku ini... rupanya kau sudah memikirkan masa depan anak - anak dengan baik....apa sudah siap memberikan adik untuk Lily??"
" apa om mau??"
" mau...tapi Aku juga harus ijin dulu sama yang punya badan mau nggak mengandung anakku ??"
" ya maulah anakmu...yang penting!!"
" ya emang anak siapa lagi??"
" Hehehehe...tapi kita harus mulai memberi pengertian pada Lily ya om kalau Lily bakalan punya adik..."
" Iya, kita harus adil...dan tidak mengurangi kasih sayang sedikitpun pada anak-anak meskipun sudah punya anak kita sendiri..."
__ADS_1
" Ya sudah buat sekarang bagaimana ??"
" okeh...." Kenzo sangat bersemangat, Kenzo menggendong Sansan menuju pintu yang langsung terhubung ke kamarnya.
" Saatnya kita ritual sayang...."
ceklek...
Kenzo mengunci pintu yang terhubung dengan ruang kerjanya.
Sansan mengalungkan tangannya ke leher Kenzo.
" Ayah ibu, mau ritual apa??"
Sansan dan Kenzo sangat terkejut melihat Lily sudah ada di kamarnya.
Kenzo dengan sigap langsung menurunkan istrinya.
" sejak kapan Lily di sini??" tanya Nando dengan senyum canggung.
" Oh, lumayan ayah, itu kamar mandi Lily mampet, akhirnya Lily pinjam kamar mandi di sini...!"
" oh baiklah segera ayah panggil tukang!!"
" ya Ayah terima kasih, ibu Lily mau gendong..."
"Ah baiklah baiklah ..." Sansan menggendong si bontot itu dan menciumnya.
" Lily sudah makan??"
"belum, oma - oma sedang memasak ...!"
" oh apa kakak-kakak belum pulang??"
" belum, kakak-kakak pulang paling cepat sore, Lily kesepian..."
" Ehmmm, begitu apa Lily mau adik???"
" mauuuu...aku mau adik laki-laki saja bu..."
" tidak perempuan saja??"
" kan sudah banyak saudara perempuan mau laki-laki saja...!"
" hahahah, ya nanti ibu pesankan dulu ya lewat keranjang kuning!"
" iya iya mau...berapa lama Lily menunggu sampai rumah??"
" ehmmmm ..kalau cepat ya 1 tahunan, tapi tidak tahu juga, yang penting Lily banyak berdoa agar adik Lily segera datang...!"
" kok lama bu???"
" iya prosesnya lama loe nak ..kalau mau memang harus sabar, ibu dan ayah akan berusaha!"
" baiklah..."
" anak pintar ayah harus bersabar, ayah dan ibu akan pergi memesannya, jadi Lily di rumah yang patuh ya??, jangan nakal!"
" pesan di mana??, apa ayah dan ibu pergi jauh??"
" iya sayang, jauh ... bagaimana apa Lily mengijinkan??"
" Baiklah demi memiliki adik, Lily akan patuh pada Oma - Oma dan Opa - Opa ..!!"
" Anak baik sekarang ibu temani Lily bermain di kamar ya, setelah itu makan siang dan tidur siang okey??"
" Baiklah, ayah pergi ke perusahaan ayah dulu, kalian mainlah ...dan istirahat!"
__ADS_1
Kenzo pun pergi ke perusahaan, sedangkan Sansan memang menikmati hidupnya sebagai seorang ibu rumah tangga mengurus ke tuju anaknya dengan baik, dia akan melakukan beberapa pekerjaan jika bayarannya setimpal dengan meninggalkan waktu bersama anak-anaknya.