
" Om ayo makan....!!"
" Ya...masak apa Tiara??"
" ayo masuk dan lihat om, banyak sekali Tiara masaknya..."
" ehemmm calon istri yang sempurna..."
" apa om??*
" apa?, oh sepertinya makanannya sangat sempurna!"
" eheheheh om bisa saja ..."
benar saja Tiara memasak begitu banyak makanan yang begitu terlihat sangat lezat.
" ehmmm, Ra, om makan ya..."
" makan om, ayo mbok ikut sarapan..."
" iya non..."
mereka bertiga pun sarapan bersama, masakan Tiara setiap hari membuat Sandy semakin klepek-klepek,
"satu bulan bersamanya sudah membuat berat badanku tidak stabil, aku tidak bisa menjadi gendut dan tidak menawan lagi, bisa-bisa gagal mendapatkan hati Tiara..."
" om..aku sudah siap...ayo..."
" oh ok sayang eh Tiara.."
membukakan pintu untuk Tiara.
mereka pun segera pergi ke tempat bioskop biasa Tiara dan sahabat - sahabatnya menghabiskan waktu untuk nonton.
" om mau lihat apa??"
" apa saja ...pilihlah..."
" oke...Tiara pun memilih film Romantis ala abg-abg..."
" aku beli cemilan dulu ya!" ujar Sandy.
Sandy membeli popcorn dan juga minuman dan segera menyusul Tiara tempat duduk mereka berada di paling belakang.
" kenapa pilih paling belakang??"
" suka saja om..."
" ini popcorn dan minuman mu..."
" terimakasih om..."
astaga kenapa hiburan anak muda jaman sekarang sangat membosankan, masa mudaku ku habiskan kediskotik dan bermain senjata, baru kali ini aku merasakan hal yang berbeda. tidak buruk juga sih.
dalam hati Sandy.
" hiks hiks hiks..."
" eh kenapa menangis, itu om tidak lihat cowoknya berkorban begitu besar pada wanita itu tapi wanita itu tidak menerimanya, hiks hik kasihan sekali, ..."
" astaga hatimu terlalu lembut nak!" Sandy mengusapkan sapu tangannya pada wajah Tiara.
tak sengaja jemari tangan Sandy menyentuh pipi Tiara.
" Gila, lembut banget pipinya!"
gumamnya lirih.
__ADS_1
" terimakasih om..."
" hanya film, di dunia nyata ada yang lebih mengenaskan!"
" oh ya...??"
" apa film sudah berakhir...?"
" sudah om...om tidak menonton??"
" nonton hanya tidak masuk ceritanya padaku!"
jika bukan karena Chiko bilang kau suka menonton, aku juga tidak akan mengajakmu menonton Tiara, kau kira demi siapa ini??"
dalam hati Sandy.
" memang om tahu kisah paling mengenaskan??"
" mau tahu??"
" itu ceritaku sendiri..."
" oh ya??, ceritakan om!"
" saat aku masih belasan tahun aku menyukai anak seniorku, aku masih anak didik dia begitu sangat cantik dan lembut aku slalu memperhatikannya dari jauh, saat aku sudah lolos dan menjadi prajurit dia menikah dengan seorang perwira dia bahagia sekali namun, suatu hari suaminya gugur di Medan perang padahal dia sedang mengandung... setiap hari aku melihatnya berdiri di dermaga menunggu suaminya pulang sampai anaknya berumur 6 tahun..."
"om juga melihatnya setiap hari??"
" Ya, aku tidak berani mendekatinya...sampai pada saat itu dia bertemu dengan Nathan, karena seragam Nathan hampir mirip dengan seragam yang digunakan mendiang suaminya, anaknya berlari menghampiri Nathan dan memanggilnya ayah..."
pertemuan pertama itu langsung membuat pikiran wanita itu terbuka, dia langsung mengaggumi Nathan dan berhenti menanti suaminya di dekat dermaga.
" apa om tidak pernah mendekatinya?"
" pernah tapi dia slalu tidak mengingatku, karena orang macam seperti ku seliweran di tempat itu, karna dia juga tumbuh dan besar di di distrik militer...tapi dia memandang Nathan berbeda!'
" Ya, dia mengejar Nathan dan meminta ayahnya menjodohkannya, tapi Nathan kan sudah terlanjur bucin dengan bibimu, lagian juga sudah menikah... makanya pamanmu menolak perasaannya!"
" aku memiliki kesempatan mendekatinya sampailah akhirnya aku bertunangan dengannya...namun ternyata dia tidak setulus hati dia bermain dengan pria lain saat aku sedang bertugas ...aku memutuskan pertunangan kami...aku slalu berada di dekatnya tapi dia tidak pernah melihatku..., apa itu tidak mengenaskan??"
" itu sangat mengenaskan ya om, padahal kan om juga buka orang biasa kenapa dia bodoh??"
" benar dia bodoh...!"
" eh eh eh tunggu om???"
" apa??"
" tunggu itu om...adalah..." Tiara sangat terkejut dia segera bergeser dari bangkunya
"Brukkkkk..."
"aaahhhh"
" Tiara kau kenapa???"
" om...om seorang abdi negara??"
Sialan aku malah lupa dengan penyamaranku, inis semua karena film bodoh .
dalam hati Sandy.
" ah, ayahmu tidak memberitahu mu??"
maaf Chiko aku memakai mu sebagai tameng .
" ti tidak..." Tiara gemetar ketakutan, karna dia dengan Nathan juga takut, dengan Chiko juga dia tidak pernah berani' menatap wajah Chiko saat berbicara.
__ADS_1
" kau kenapa apa kau sakit??"
" tidak om....tidak ..."
" kau takut padaku??"
" om maafkan aku karena tidak sopan padaku, apa om sedang menyelidikiku??, aku tidak mungkin bersekokol dengan orang lain om..aku tidak akan jahat....!"
" apa yang kau bicarakan??, aku tidak menyelidikimu!"
" om ayah ibu ku juga meninggal, aku tidak punya orang tua lagi, aku tidak mau jahat, aku sangat setia pada keluarga ini mereka mau menerima ku dan adik-adikku dengan baik... aku tidak jahat om ,aku tidak jahat om, aku tidak mau adikku juga terluka om...aku tidak jahat..." Tiara merengek ketakutan membuat hati Sandy merasa sangat iba.
" Apa aku menakutimu Tiara??"
"Awalnya tidak om sangat baik, tapi Tiara takut setelah tahu identitas om San...!"
" kenapa dengan om San, om sama saja dengan pamanmu ayahmu Chiko...!"
" huaaaa., om tidak sedang mencurigaiku kan??"
" tidak, aku justru ingin membantu Julius mengungkap semua penjahat yang sudah menyakiti keluargamu...!"
" apa??, sungguh om??, kenapa om begitu peduli padaku??, apa keluarga Pratama yang meminta bantuan om??"
" tidak aku sendiri yang ingin membantu, apa kau keberatan??"
"hiks hiks tidak Tiara senang ternyata banyak orang baik di sekitar Tiara!"
" tentu saja, mulai sekarang om yang akan menjagamu Tiara!"
Sandy memeluk tubuh mungil itu.
"Apa kau keberatan??"
namun tidak ada sahutan dari Tiara, rupanya anak itu tertidur karena ketakutan.
" ada kucing ketakutan sampai tertidur!"
Baru kali ini dia benar - benar merasa gemas pada seorang gadis.
Sandy segera menggendong Tiara membawanya duduk di mobil dengan nyaman, lalu membawanya kembali pulang.
" loe kak Ko San?, Tiara tertidur??"
tanya Sasha.
" iya...heheh...boleh bantu buka kamar Tiara??"
Sasha segera membuka kamar Tiara , Sandy segera menidurkan Tiara dan menyelimutinya dengan hati-hati.
" ko...sudah makan??"
" Sudah Sha, ...apa Chiko belum pulang??"
" belum Ko..."
" oh baiklah kalau begitu aku kembali ke tempat Nathan dulu ya Sha..."
" baik Ko... terimakasih sudah menjaga Tiara Ko..."
" di masa depan kau akan memanggil ku menantu ..."
Sasha melongo mendengar ucapan yang begitu percaya diri dari bibir Sandy.
" koko luar biasa percaya diri!"
Sandy segera pergi menuju kediaman Nathan dengan hati berbunga-bunga, meski dia belum bisa meluluhkan hati Tiara tapi setidaknya dia sudah ada rambu kuning, baginya sudah lumayan.
__ADS_1