
Mereka menghabiskan uang yang dihasilkannya dari berjudi tanpa di sadari.
" Memang benar uang berjudi itu akan cepat habis!" Gumam Tasya melihat sisa uangnya.
" Kau sangat menyukai uang??"
" Tentu saja ,jika kata orang uang itu tidak bisa membeli kebahagiaan, itu tidak berlaku padaku Yang Mulia!"
" Oh ya?, kenapa bisa begitu?"
" Makan, butuh uang, minum butuh uang, segala macam di muka bumi ini, bernominal, jika tidak ada uang, dari mana bahagia tercipta??, menikah pakai uang, bahkan kita menutup mulut orang yang tidak suka dengan kita saja, lebih mudah menutup mulut mereka dengan uang!"
" hahahahahahahaha, bukankah bersyukur itu juga kunci kebahagiaan??"
" tentu saja,tapi tetap saja yang kita syukuri itu tetap dengan adanya nominal, meski tidak sesuai harapan harus disyukuri, jadi itu pentingnya money,...money is my Life Yang Mulia!"
" Hahahahahah!"
" Yang Mulia!, jika anda tahu rasa bersyukur seharusnya anda move on dari derita yang membelenggu anda,anda tahu di dunia ini tidak ada yang abadi semua akan habis dimakan oleh waktu!, tahta anda juga akan habis pada waktunya, istana anda juga akan hilang pada waktunya, anda juga akan menutup usia pada waktunya!"
" Kau cerewet sekali hari ini, meski aku sangat menyukaimu bukan berarti kau bisa menceramahiku, kau umur berapa, bahkan kau lebih cerewet dari penasehatku!"
" Yang Mulia lihatlah, uangku juga habis waktu aku membeli semua ini!"
tentongg....teng tongggg....
Lonceng istana sudah menunjukan pukul 6 sore.
" Dan waktu kita sudah habis berkeliaran di luar!" Tasya segera berlari menarik Alfred dengan kencang menuju gerbang istana.
Mereka harus segera tiba di istana sebelum pukul 19.30.
Sementara di istana,
" Tuan Dai, maaf tidak ada yang boleh masuk!"
" aku ingin membicarakan hal penting pada Yang Mulia!"
" tapi,...!"
" Sudahlah aku akan menanggung hukumanku!" Dai menerobos masuk
" Yang Mulia, kabarnya kakak anda sudah tiba di bandara, anda harus tetap berbaring , sesuai kesepakatan kita!"
Dai menunggu jawaban Raja begitu lama,
" Yang Mulia, apa anda tidur?" Dai menghampiri ke Ranjang.
terlihat selimut itu bergerak seperti orang yang ada di dalam selimut itu sedang menggigil.
" Yang Mulai apa anda sakit??" Dai membuka selimut perlahan..
" Penjaga, kenapa kau tidur di ranjang Yang Mulia??"
" i i....aaaaaa.aaaanuuu...yang ...!"
__ADS_1
" Yang Mulia di mana??"
" Ah, ah...a.....!"
Dai segera memasuki ruangan ssamping, dan Tasya juga tidak ada.
" Dimana Yang Mulia dan Tasya pergi?"
" Saya tidak tahu tuan, mereka mengatakan akan pulang sebelum petang!" Sambil gemetaran.
" Aaaaaahhh, aku harus mencarinya!, tetaplah berbaring sampai Yang Mulia datang!" Dai berjalan keluar dengan kesal.
" Dan kalian, jangan katakan apapun, dan jangan membolehkan siapa pun masuk!!, ingat kalian harus bertaruh demi Raja kalian!, nyawa kalian ditanganku!" tegas
Dai , dan segera pergi keluar istana,
Ah, bagaimana bisa Raja ini di ajak berkomplot keluar dengan Tasya, aduh anak itu sangat tidak bisa memahami situasi.
Dai sudah sangat khawatir,
Mereka seharusnya sudah tahu, waktunya akan kembali kan?
dengan meminjam motor dari kepala pelayan Dai, mencari kedua orang yang memusingkan kepalanya itu,
" ah, ah ..Tasya...!" teriak Dai .
" Woooo Daiii, syukurlah kau datang!"
" Kalian ini bagaimana bisa, keluyuran sembarangan??"
" Dai, cepat bawa Yang Mulia kembali lebih dulu, nanti kau bisa mengomeliku jika sudah sampai di istana dengan selamat!"
Astaga dua anak ini, kenapa jadi lupa diri, begitu...
Raja, begitu menurut, Alfred segera naik ke motor,
" Tunggu, tunggu Dai, lalu Tasya apa kau suruh jalan??"
" Dia punya sayap!, dia bisa terbang!, Yang Mulia diam saja di belakang!" Dai menarik gas motornya sampai Alfred hampir jatuh ke belakang.
dengan Sigap Tasya mendorong Alfred, sampai kepala Alfred terbentur kepala Dai.
" Ah, maaf Yang Mulia!, nanti saja jika ingin marah!" teriak Tasya yang melihat Alfred terlihat kesal, namun sudah jauh berjalan .
" Ah, benar - benar ... aku harus naik apa ini agar cepat sampai ke istana!" Tasya celingak celinguk kebingungan.
Sementara Dai memboncengkan Alfred dengan kecepatan tinggi yang membuat Alfred sport jantung tak karuan.
dalm waktu 30 menit Dai sampai di belakang pintu istana.
Alfred, turun dengan rambut yang sudah berubah arah ke atas semua.
melihat bentukan Alfred yang menjelma menjadi anak punk, Dai, tak bisa menahan tawanya.
" Hahahahahahha!"
__ADS_1
Alfred mengabaikan Dai yang menertawakanya, Alfred fokus mengumpulkan semua nyawanya yang melayang - layang.
Dai segera menarik baju Alfred dan membawanya kembali ke kamarnya.
" Huuuuuh,...cepat bangun!" teriak Dai,pada penjaga yang masih berbaring di ranjang Alfred.
dengan segera penjaga itu bangkit dan keluar.
" Yang Mulia cepatlah berbaring!" menjatuhkan Alfred ke tempat tidurnya, kemudian menyelimuti dan memasang perangkat medis ke tubuh Alfred.
Alfred masih ngebug karna nyawanya belum terkumpul semuanya.
Aku adalah Seorang Raja, bahkan tubuhku tidak sembarangan orang bisa menyetuhnya, tapi kedua anak ini semena - mena dengan tubuhku, ada apa denganku?, aku tidak bisa marah dengan mereka berdua. dalam diam yang berpikir keras.
" Yang Mulia kakak anda sudah berada di bandara!"
" Apa???" Barulah nyawanya kembali sepenuhnya.
" OMG, aku takut berbohong pada kakakku!"
" Tugas anda hanya tidur dengan nyenyak saja!"
"katakan pada Kepala pelayan jangan biarkan Tasya datang ke istana!"
" Kenapa??"
" Kakakku, pasti akan menyurtir orang - orang terdekat ku setelah dari luar negeri!"
" Semua orang bahkan petinggi sudah melihat Tasya Yang Mulia!"
" Katakan, saja jika aku sudah memecatnya!"
" Oh, astaga, lalu bagaimana denganku?"
" Kau tetaplah di sini!, orang lain juga sudah melihat wajahmu!, kau kan ingin membuktikan jika kakaku itu tidak baik, aku juga akan membuktikan padamu jika yang kau katakan itu salah!"
" Hahhhhh??" Tertawa sinis.
Raja ini otaknya memang bobrok, tapi setidaknya dia memiliki hak istimewa yang di berikan pada Tasya, aku harus segera menemui kepala pelayan.
" Ya, saya temui kepala pelayan dulu!" Dai pergi untuk memberitahu hal yang di perintahkan Rajanya.
setelah selesai memberitahu Dai pun segera kembali ke kamar Alfred.
" Sudah kau beritahu?"
" Hmmm!"
" Kau bisa berada di ruangan pojokan itu untuk mengawasi dan mendengar perbincangan kakakku!, dan pasang telingamu baik - baik!" ujar Alfred yang sangat percaya pada kakaknya .
aku akan bertaruh, hari ini kau akan kehilangan mataharimu yang selama ini kau agungkan, Raja bobrok ini sebenarnya memiliki hati yang lembut, sayangnya orang lain memegang kelemahannya dan mengendalikannya menjadi Raja yang tidak layak untuk di hormati.
dalam hati Dai yang meraaa kasihan pada Alfred.
" Saya akan merekamnya agar tidak ada kata yang terlewat sedetikpun!" ujar Dai seger berjalan menuju ruangan yang tersembunyi.
__ADS_1
Kalian anak - anak nakal ini masih terlalu muda dalam menilai orang lain, bahkan dengan orang yang kalian belum temui , kalian sudah sembarangan menilai kakakku yang sangat baik, aku akan mengampuni satu kesalahan ini, karena kalian menyelamatkan nyawaku sekali.
dalam hati Alfred.