
" Fahad, ayo kita pergi!" Ujar Julius.
" Mau kemana??" Tanya Cindy yang masih menutupi kesedihannya.
" Biasalah olah raga,kami sudah sangat gemuk karena hanya rebahan dan makan!" Sahut Julius.
" Kakak,. ingatlah aku akan menjagamu mulai sekarang, jangan sedih kakak senior ku sangat hebat - hebat dan banyak yang lebih baik darinya!"
" Haha kau bicara apa, cepatlah pergi , Julius sudah menunggu!, kakak baik - baik saja, tenanglah kakak mu ini seorang wonder woman!"
" baiklah, kakak aku pergi dulu!" Fahad pun keluar dari kamar Cindy
" Ah, astaga... kak Aina, dia pasti sedih karena tidak bisa mengerti situasinya!" Fahad teringat kakak keduanya.
" Santai, aku sudah membuatnya tertidur Fahad!"
" Ha??"
" Kau tidak percaya?, coba lihat kakakmu sudah tertidur pulas!"
Fahad membuka pintu kamar Aina, memang terlihat Aina sangat pulas.
" Kau sangat hebat Julius, terimakasih!"
" Tentu saja heheheh....ayo kita olahraga!" Julius sangat tidak sabar.
" Hmmm!"mereka pun segera pergi bersama,
mereka segera menuju ke rutan di mana Martin di tahan.
mereka segera masuk dan membesuk Martin,
Martin sangat terkejut, saat bertemu Cindy dia mendapatkan tamparan langsung sekarang dia baru menginjak satu kaki sudah mendapat bogem mentah kanan dan kiri dari Fahad dan Julius.
" Penghianat!!" Kata - kata yang pernah diucapkan oleh Cindy kini diulang oleh adiknya.
" Ya kau keparat!" Tambah Julius.
Martin menerima semua pukulan dan cacian mereka, karena memang dia pantas mendapatkannya.
" Kau penjahat yang tidak tahu malu!"
Bok ,bak, bok, bak,bok...
Martin mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari adiknya.
" Mati saja kau!" teriak Fahad.
" Kau tidak akan bisa menyembunyikan Bangkai Martin!" Tambah Julius.
" Aku salah karena pernah membanggakanmu, aku menyesal, aku akan mencari kedua adikmu sampai ketemu dan membuatnya menderita 10x lipat !"
" Carilah!" Jawab Martin
" Kau juga akan menderita!, kalian semua akan menderita!"
" Lakukan semamumu!"
" kau melukai hati kakak tertuaku, ...!"
" Maaf, maafkan aku!"
" Maaf katamu??"
" Ya, meskipun ribuan maaf tidak sanggup membayar kesalahanku, aku akan mengatannya, maafkan aku , aku menyesal!"
" Broooooookkkkkkk!"
" katamu menyesal?, menyesal ?? kau selama 8 tahun menutupinya, di mana kata menyesalmu???, kau membohongi kami, berperan menjadi pahlawan untuk menjaga kami!, hahahah kau memang pandai bersandiwara!!!"
" apa pun itu anggapan kalian, aku menjaga kalian karena aku sangat menyayangi kalian semua!"
" Hahahahah, kau dengar itu Yus??"
" Brenggggggseeekkkkkkk!"
__ADS_1
Broooooooookkkkkkkk
Julius mendaratkan pukulan yang sangat keras.
" Jika kau sangat menyayangi kami, beritahu di mana keberadaan kedua adikmu sekarang!"
" Aku mengirim mereka ke negera M, mereka memiliki 10 identitas berbeda, aku sudah mengatakannya, apa kau percaya?"
" Tidak!"
" kau sudah membohongi kami selama 8 tahun, kau kira kami percaya setelah itu?" sahut Julius.
Martin terdiam,
" Sudahlah kita pergi Fahad, kita cari sendiri Juno dan Renata!"
" Ya!"
" Aku akan mencari kedua adikku sendiri, dan aku tidak akan menyerah dengan Cindy!" ujar Martin yang sudah babak belur itu.
" Jika kau bisa keluar dari penjara ini, kau bisa melakukan apa pun !"
ujar Fahad yang kemudian berlalu pergi.
" Martin, apa kau baik -baik saja??"
teman yang berjaga segera menghampiri nya.
" Tidak, ....aku tidak baik - baik saja!"
" Martin, aku akan membantumu mencari pengacara terbaik!"
" Tidak, tidak jangan libatkan dirimu, tidak ada yang bisa melawan keluarga Pratama!"
" Tapi kau... !"
" Tak apa, aku akan berusaha sendiri!"
" Baiklah, kita obati lukamu dulu ,lalu kembalilah ke sell!"
Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati mu kembali Cindy
" Kau istirahatlah Martin, jika mereka tidak memberatkan dalam tuntutan mu, kau paling lama akan di hukum kurang lebih satu tahun!, masalahnya jika kau di tuntut dengan pembunuhan berencana itu akan sulit!"
" Aku tahu itu, terimakasih atas kekhawatiran mu, aku sudah memikirkan semuanya sejak awal!"
" Hmmm baik, aku pergi!"
...----------------...
Keesokan paginya....
" Mom, Juli...ayooo!"
" Sebentar, mommy harus terlihat menawan saat bertemu dengan calon menantu mommy!"
" Astaga mommy itu tidak akan berguna mommy!"
" Sudah kau diam saja, Sebentar lagi selesai!"
setelah beres mereka pun bergegas ke kediaman Fathia.
" Mom, jangan berharap lebih tentang kak Fathia, aku masih tetap saja kesal dengan Suhail, aku membantunya karena Kak Fathia benar - benar wanita yang genius!"
" Di mana tempat tinggalnya??"
" Lihat itu!" Menunjuk rumah kecil dan ternyata Fathia sedang duduk di teras kecil rumahnya.
" Wah cantik sekali!" Julia terkesan dengan kecantikan Fathia.
" Kak Fathia...!" Panggil Julius.
" Oh Juprikkk kau sudah datang??!"
Savina dan Julia saling menatap bingung
__ADS_1
" Mom, kenapa dia tidak menyambut kita?" bisik Julia.
" ya, aku slalu menepati janji... aku membawa kabar baik untukmu!"
" Oh ya??, apa itu...?"
" Aku membawa seseorang yang akan bekerjasama dengan kakak!"
" oh, di mana sekarang orangnya?"
Fathia mencari - cari keberadaan orang selain Julius.
" Maafkan saya, tidak menyapa saya ini tidak bisa melihat!"
Savina tak kuasa menahan air matanya.
" Apa anda yang meracik minuman ini??"
" Benar nyonya!"
" Bisakah saya membeli resepnya??"
" Jika anda memberi resepnya, lalu saya akan menyokong kehidupan saya selanjutnya dengan apa nyonya?"
" Oh, maksudku... anda tetap akan mendapatkan bagian dari penjualan tiap bulannya, selama minuman ini diproduksi di tempat kami!"
" Berapa itu pendapatan saya perbulannya?"
" Kita akan bagi 50% untuk anda dari penghasilan bersih!"
" Saya ingin 70 % Nyonya jika anda berkenan"
Savina dan Julia terkejut, sementara Julius sudah mulai terbiasa dengan pemikiran Fathia.
" Saya, butuh mengobati Mata saya, jika mata saya sudah bisa melihat, mari kita bagi rata penghasilannya!"
Savina tersenyum mendengar perkataan Fathia,
" Baiklah, kami akan membuat berkas - berkas kerjasamanya setelah itu akan menemui anda untuk menyepakati!"
" Hahah, nyonya, saya hanya bisa cap jempol saja dan tidak bisa membaca berkasnya, bisakah kau membuat video saat kita membuat kesepakatan kerjasama dan membacakan semuanya dengan jelas, bukanya tidak percaya, ini kan yang di namakan kerja sama yang baik!"
" Tentu saja!"
Pantas saja Julius sangat antusias sekali dan pilihan Suhail memang tidak mengecewakan.
" Baiklah, besok kami akan datang dan membuat semua sesuai permintaan anda !"
Savina menggapai tangan Fathia.
Siapapun yang di cintai putraku, asalkan dia memiliki hati yang baik aku akan mendukung nya.
" Nona Fathia, jika berkenan...di luar kontrak kerja sama kita, saya bisa membiayai operasi anda, saya tidak akan mencampur adukan dengan kerja sama kita, ini murni dari hati saya sendiri!"
" Nyonya terimakasih anda adalah orang yang baik, namun bagaimana saya menghadapi seseorang nanti jika semuanya bukan karena kerja keras saya sendiri!"
" Maksudnya??"
" hehe, saya malu menceritakan ini, namun sepertinya anda orang yang sangat pengertian, saya akan menceritakan saya menyukai seorang pria, sejak pria itu masih menjadi pelajar, setelah lulus dia berpamitan akan pergi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak mungki akan lama, dan 2 tahun lalu dia datang mengatakan jika ingin memperistri saya, ketika sudah mendapat jabatan yang cukup untuk menghidupi saya, saya kira dia hanya bercanda namun beberapa hari lalu dia mengatakan dia sudah mendapat jabatan yang cukup, dia melamar saya, namun saya menolaknya!"
" Kenapa kau menolaknya?"
" Saya belum pantas nyonya, saya selama ini menabung, untuk dapat mengobati mata saya, namun baru mendapatkan seperempat dari biaya pengobatannya heheeh, jika mata saya masih tidak bisa melihat saya akan tetap menolaknya!"
" Kau terima saja dia!"
" Tidak nyonya...dia bisa menerimanya, namun belum tentu keluarga nya!"
Savina dan Julia saling memandang,
Andaikan saat itu aku tidak bodoh, aku juga tidak akan memiliki Suhail, meski jalanya menderita, aku sekarang sangat bahagia, apapun keadaannya aku akan menerimanya, aku tidak ingin menjadi mertua yang jahat, karna aku pernah menjadi menantu yang kurang beruntung dulu, namun dengan semua itu aku memiliki Suhail dan kehidupanku yang sekarang, dan sekarang Suhail memilih wanita yang tepat dan sangat baik .
" Ah benar - benar, aku sangat kagum denganmu, jika begitu saya pamit...!"
" Maaf nyonya tidak menjamu dengan baik!"
__ADS_1
" Tidak apa-apa santai saja!"
setelah itu Savina pun kembali pulang ...