GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
163.Semakin Jatuh hati


__ADS_3

Savina pun segera menuju kediaman Tengah milik Vevey.


" Bibi, mencari mama??, mama sedang di toko papah!"


ujar Cindy yang masih mengobrol dengan Fannan di ruang tamu.


" Tidak, Bibi datang menjenguk Aina katanya dia jatuh karena Iyus!"


" Oh, iya bibi Aina sedang beristirahat di kamarnya!"


" Oh, baiklah bibi ke sana!" Namun Savina menghentikan langkahnya melihat ke arah Fanan.


" Ah... Cindy apa Cindy tidak memperkenalkan siapa tamu agung ini??"


" Ah maaf bibi lupaz kenalkan ini teman Cindy Bibi namanya mas Fannan..., mas Bibiku ini adalah ibu dari Iyus!"


" Oh senang berkenalan dengan anda Nyonya saya Fannan!"


" Saya Savina, apa anda juga mengenal putra saya??"


" Kebetulan, dia adik didik saya saat pendidikan!"


" Oh, pasti putraku sangat merepotkan anda saat masa pendidikan, sebagai ibu saya mengucapkan terimakasih banyak pada anda!"


" itu sudah tugas senior Nyonya, anak anda sangat luar biasa!"


" Oh terimakasih tuan, saya senang mendengarnya, kalau begitu saya tidak menggangu kalian, saya mau melihat keponakan saya dulu!"


" Bibi kenapa begitu???" Ujar Cindy bingung.


" Hihi sudah aku mau lihat Aina si anak malang itu dulu Cindy!" Savina segera menuju ke kamar Aina


Tok tok tok...


" Siapa??"


" Ini bibi Aina...!"


" Bibi??, bibi masuklah....!"


Aina pun segera masuk ke kamar Aina.


" Apa bibi mengganggu Aina beristirahat?"


" Tidak bibi, ada apa bibi??"


" Katanya kau jatuh karena Iyus...!"


" Bukan karena Iyus, karena Aina tidak hati-hati!"


Aina duduk di pinggiran ranjang Aina.


" Wah, lumayan sakit ini....!"


" Tidak apa-apa bibi..mheheh!"


" Kau katanya juga kena tonjok Iyus, kau sangat menderita karenanya!"


" Tidak bibi, Aina saja yang sangat ceroboh...heheh!"


" Kau masih melindunginya, ...!"


" Tidak itu benar bibi...!"


" Hmmm....Tadi saat pulang Iyus berbicara pada pamanmu, katanya Iyus akan menikahimu dalam waktu 2 tahun lagi...!"


" Opsssss!"


Iyus beneran sungguh - sungguh?


" Apa Iyus memaksamu, Aina??"


" Maaf bibi, apa paman marah??"


" Jawab dulu pertanyaan bibi Aina..."


" Tidak bibi...Iyus sangat baik pada Aina, beberapa luka ini tidak sengaja. dilakukan oleh Iyus!"


" Tidak mengancammu sedikit?, jangan takut Aina bibi tidak akan marah padamu dan Iyus!, bibi sangat tahu dengan karakter Iyus!"


" Iyus bersumpah akan menikahi Aina, jika dia mengingkari dia akan di sambar petir sampai mati, Aina tidak mau Iyus terluka Bibi!"


" Lalu ??, Aina mengiyakan??"


" Iya jika tidak mau kata Iyus Aina yang akan di sambar petir!"

__ADS_1


" Pfffftttt...!"


Melihat Aina saat ini, seperti berkaca pada masa lalu betapa polosnya aku yang ditipu oleh Jonathan itu, tapi dia benar - benar menepati Janjinya, memperlakukan ku dengan sangat baik , yang tadinya karna kebodohanku dan ketakutan pada Jonathan namun tidak lama aku juga Jatuh hati sepenuh hati padanya.


dalah hati Aina.


" bibi apa itu lucu??"


"Heheh ya, jika kau benar-benar menyukainya bibi akan mendukung kalian, namun jika Aina tidak sungguh menyukai Iyus, sebaiknya kalian tidak bersama!"


" Apa paman menentang hubungan kami bibi??"


" Ya, sepertinya bibi sudah tahu jawabannya, kau juga menyukai Iyus !" Menoel hidung Aina.


Aina seketika memerah.


" Tapi Aina, jika kau sungguh ingin hidup bersama Iyus, kau harus banyak bersabar karena Iyus sangat keras kepala, dia masih sangat muda juga, jadi... Aina harus bisa mengendalikan hati Iyus sepenuhnya nantinya!"


" Apa Aina bisa??"


" Nanti bibi ajari soal itu, dulu bibi belajar dari mamamu dan tantemu Sasha!"


" Oh ya??"


" Ehmmm untuk saat ini jalani saja dengan apa adanya, masih ada 2 tahun untuk menguji cinta kalian!"


" Bibi merestui kami??"


" Ya, dan aku yakin Vevey dan Hiro juga sama denganku!"


" Ya bibi mama mengatakan tak apa jika kami memiliki perasaan yang sama!"


" Jadi jalani saja ya, jangan takut pada pamanmu!"


" Tapi bagaimana jika paman membenci Aina!"


" Dia tidak merestui hubungan kalian karena takut Aina terluka, bukan karena paman tidak menyukai Aina, paman sangat menyayangi Aina!"


" Bibi... terimakasih Aina sedikit lega...Aina takut jika bibi dan paman membenci Aina, dan juga saudara yang lain!"


" Anak bodoh, saudara -saudarmu akan melindungi dan mendukungmu selalu!"


" Huhuhuhu terimakasih, Aina sangat beruntung bisa tumbuh dikeluarga ini!"


" Syukurlah, sekarang istirahatlah kau tidak perlu bekerja, karena sebentar lagi tantemu menikah maka sekalian saja mengambil liburnya!"


" Anak pintar, jika begitu bibi kembali ya!"


" Ya bibi terimakasih!"


...----------------...


Negara F


" Wah anak- anak ini sangat cantik dan tampan setelah di mandikan!"


" Nona, apa ada perintah lagi??"


" Ami, apa mereka sudah makan??"


" belum nona...!"


" Buatkan makanan yang enak untuk mereka Ami!"


" Baik nona, saya akan meminta bagian dapur untuk membuatkan!"


" Anak - anak apa kalian takut padaku??"


" kakak aku dengar kau tidak menyukai raja, dan akan meninggalkan negara ini, lalu bagaimana setelah kakak pergi?, kita apa akan di masukan penjara lagi?"tanya Anak yang berumur sepuluh tahun


" Aku akan membawa kalian pergi dari sini, apa kalian mau??"


" Ya mau....!" Jawab mereka serempak.


Alfred pun tiba,dan menghentikan langkahnya untuk mendegarkan Tasya yang sedang berbincang dengan anak-anak itu.


" Tapi kalian harus menurut kalian tidak boleh membenci raja, karena orang tua kalian telah melakukan kejahatan pada raja dan menyebabkan kekacauan yang sangat merugikan negara!"


Alfred tersenyum mendengar ucapan Tasya.


" Tapi ayah ibu kami sangat menyayangi kami!"


" apa kalian tahu hewan buas dihutan itu apa??"


" Tahu, tahu itu Singa harimau...!"

__ADS_1


" Benar, apa kalian pernah mendengar singa dan harimau memakan anaknya sendiri??"


" Tidak !"


" Tidak...!"


" Tidak...!"


" Begitu juga dengan orang tua kalian, walaupun orang tua kalian orang jahat tapi tidak akan menyakiti anaknya sendiri!"


" Bagaimana jika ada??"


" maka dia sudah tidak bisa dikatakan jahat tapi biadap!"


" Jadi kami tidak boleh membenci raja??"


" Tidak, Raja adalah orang yang baik hati, dia sangat mengasihi semua rakyatnya !"


" Tapi kenapa kami di penjara??"


" ehmmm itu...itu...!"


" Kakak jika bukan karena kakak kami akan hidup di penjara seumur hidup, kenapa bukan kakak saja yang menjadi raja??, kakak sangat baik hati!"


" Kalian berlebihan, aku bukan orang baik, aku tahu rasanya ditinggalkan keluarga, aku tahu apa yang kalian rasakan, itu mungkin raja kita tidak mengalaminya, karena takdir orang berbeda-beda , kita akan belajar satu sama lain dari takdir orang lain, mungkin takdir kalian adalah menjadi anak seorang penghianat itu sangat berat, namun jika kalian percaya adanya Tuhan, sungguh itu Tuhan mengujimu karena Tuhan tahu jika kalian mampu untuk melewatinya!"


" Siapa itu Tuhan kakak?" Tanya anak yang berumur 4 tahun.


" Kalian tidak berTuhan??"


" Tidak, orang tua kami hanya mengajarkan kami membaca menulis, dan bermain saja!"


" ehmmmmmm!" Tasya menggaruk kepalanya dengan keras


Alfred hanya tersenyum melihat ekspresi Tasya yang kebingungan .


Sangat imut dan menggemaskan


dalam hati Alfred.


" Aku sulit menjelaskannya!"


" Jelaskan kakak apa itu Tuhan, di mana kami bisa menemukan Tuhan??"


" Baiklah Tuhan adalah yang menciptakan seluruh alam semesta ini beserta isinya, bumi, bulan matahari, kita , pepohonan dan juga semua yang ada di muka bumi itu ciptakan Tuhan!"


" Apakah istana ini ciptakan Tuhan??"


" Tidak Istana ini ciptakan manusia nak!"


" Berarti Tuhan itu seperti manusia??"


Tasya menggaruk kepalanya lagi.


" apa kalian ingin tahu Tuhan yang kakak kenal?"


" Ya beritahu kami!"


" Tuhan ku tidak terlihat, namun dia slalu ada dihatiku, jika kalian tahu super hero maka Tuhanku lebih Hero dari semua super Hero yang ada di muka bumi ini..!"


" Wah Tuhan kakak sangat Hebat, lalu sebesar apa Tuhan itu??"


" Apa kalian pernah melihat pesawat?"


" Ya...!"


" Saat pesawat itu ada dilangit, seberapa besar pesawat itu?"


" Sangat kecil mungkin hanya sekelingking saja!"


" Ya benar karena pesawat itu terbang jauh dan tinggi terkadang malah tidak terlihat ada pesawat di langit!".


" Apa kalian pernah melihat pesawat di darat??"


" Tentu saja pernah di bandara, sangat besar sekali, bisa menampung orang banyak!"


" Itu baru pesawat, tapi Tuhanku bisa menampung semua seisi bumi ini!"


" Sungguh???"


" Ya jadi jika kalian ingin tahu seberapa besar Tuhanku itu tergantung seberapa dekat jarak kalian percaya tentang Tuhanku, jika tidak meyakini adanya Tuhan maka Tuhan juga tidak akan terlihat di matamu, namun jika kalian meyakininya, meskipun tidak terlihat kalian akan merasakan adanya Tuhan dihati kalian!"


" Kami percaya, karena kakak percaya...tapi kami belum terlalu mengerti!"


" Tidak apa-apa pelan- pelan saja!"Tasya mengusap kepala anak - anak itu penuh dengan kasih sayang.

__ADS_1


Hemmm...berapa lama lagi aku harus bersabar untuk mendapatkanmu Tasya.


dalam hati Alfred yang hatinya semakin jatuh cinta pada anak ingusan itu.


__ADS_2